Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 50


__ADS_3

Kisah asmara sepasang kekasih tidak akan selamanya berlangsung lancar. Berbagai macam persoalan kerap dihadapi, terkadang membuat sejoli harus merasakan sedih, galau dan kecewa. Meski begitu, hadapi dengan pikiran yang jernih dan selesaikan secara dewasa.


"Tuhan, kumohon berikan kesabaran untuk menghadapi sakit hati yang amat mendalam ini dan rasa sedih yang amat mendalam ini." Lirih Nathalia saat dia sudah mendengar alasan kenapa dia harus berpisah dengan Nathan.


" Nak, kami tidak bermaksud untuk memisahkan kalian. Kalian memiliki dua ibu dan salah satunya tidak ingin berbagi untuk merawat kalian. Hal itu tentu saja membuat ibu yang lain merasa kecewa dan terluka. Dan memisahkan kalian sebenarnya adalah keputusan yang sangat sulit untuk aku. Tapi menghargai orang-orang yang aku cintai. Aku memutuskan untuk membiarkan kamu Natalia dibawa oleh Ibu mu sementara Nathan akan tetap tinggal bersama kami dan ibu pengganti. Tapi ternyata Nathan tidak cocok dengan iklim yang ada di Indonesia. Dia menderita kelainan jantung dan baru diketahui ketika Nathan berumur 1 bulan. Saat itu kami tahu jika sahabat kami Tia dan Felix akan pergi dan menetap di Inggris karena itu kami meminta mereka untuk membawa Nathan mana tahu di sana Nathan cocok dengan cuaca di sana karena dokter juga menyarankan agar Nathan tidak tinggal di daerah tropis di Indonesia."


Imelda yang melihat Natalia menangis seorang diri berjalan mendekatinya dan duduk di sebelahnya . Melihat ada yang datang, Natalia langsung menghapus air matanya dan menyapa Imelda.


" Hai ibu apa kabar."


Hal yang sama juga dirasakan Imelda, iya merasa tersentuh saat Natalia memanggilnya ibu sama seperti Tia.


"Orang menangis bukan karena mereka lemah. Itu karena mereka terlalu tangguh untuk waktu yang lama." Ucap Imelda.


" Maafkan aku, jika kamu ingin menyalakan atas takdir yang sudah terjadi pada kalian maka akulah orang yang pantas untuk disalahkan karena jika aku tidak egois dan jika aku tetap pada kesepakatan bersama Mungkin kalian tidak akan terjerat dalam cinta yang rumit ini." Pekik Imelda.


"Aku ingin kembali ke waktu ketika kami pertama kali memperkenalkan diri, jadi aku bisa mencari tahu apakah benar aku udah Nathan adalah saudara kandung mengingat banyak dari mereka yang mengatakan bahwa kami mirip dan kemungkinan kami adalah saudara kembar."


" Sukacita dan rasa sakit terbesar kita, datang dalam hubungan dengan orang lain. Maafkan aku karena telah menciptakan rasa sakit karena hubunganmu dengan saudara kembarmu sendiri."


"Aku mungkin menyesal mencintai ibumu untuk sementara. Tapi untukmu, aku akan menyesal telah kehilangan diri dirimu sepanjang hidupmu. Seharusnya kalian tetap bersama sampai sekarang dan kita adalah sebuah keluarga." Pekik Imelda.


"Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi karena mengeluh juga tidak akan mengembalikan keadaan dan membuat waktu berputar kembali ke masa di mana aku baru saja mengenal Nathan." Pekik Nathalia.


"Kadang-kadang dibutuhkan patah hati untuk membangunkan kita dan membantu kita melihat bahwa kita jauh lebih berharga daripada yang kita yakini."


"Aku menunggu hingga datang hari dimana aku bisa melupakanmu atau hari dimana kau menyadari kau tidak bisa melupakanku." Ucap Nathalia sambil melihat Nathan yang berjalan ke arahnya.


"Pundakku mungkin takkan selalu ada saat kamu bersedih dan menangis, tapi cintaku akan selalu ada untukmu." Ucap Nathan sambil duduk di sebelah Imelda yang membuat Imelda berada di tengah-tengah antara Nathan dan Natalia.


" Ibu jangan khawatir cintaku pada Natalia bukan Cinta sebagai kekasih melainkan cinta kepada saudara." Ucap Nathan ketika Imelda langsung melihat ke arahnya saat dia mengucapkan kata itu.


"Aku ingin mendengar saat kamu bilang 'aku sayang banget sama kamu', tetapi tak bisa lagi." Ucap Nathalia.


" Kamu akan tetap mendengar kata itu walaupun artinya tidak akan sama lagi karena kata sayangnya akan aku ucapkan berarti aku menyayangimu sebagai saudara." Ucap Nathan.


Imelda semakin menangis karena dirinya menjadi tembok bagi Nathan dan Natalia.

__ADS_1


" Maafkan Ibu nak, jika saja Ibu tidak egois mungkin kalian tidak akan jatuh cinta."


" Sebaiknya jangan terlalu meminta maaf karena nanti kata maaf itu tidak akan ada artinya lagi. Dan jangan pula menyesal karena penyesalan tidak membuat keadaan menjadi lebih baik." Ucap Nathan.


" Aku berharap ada perban yang dapat ku gunakan untuk menyembuhkan luka yang ada di hatiku dan dinding yang di bangun di sekitar untuk menahan kesedihan, juga menahan kegembiraan." Lirih Nathalia.


"Karena pernah dicintai olehmu, aku jadi tidak bisa merasakan cinta orang lain. Kalaupun aku jatuh cinta dengan orang lain, perasaan itu tidak akan pernah sama ketika aku mencintaimu." Lirih Nathan.


Mereka lalu melihat Hektor datang bersama dengan Felix yang mendorongnya dengan kursi roda.


" Dimana Emil?" Tanya Hektor pada Felix.


" Aku disini Ayah.." Ucap Emil.


Hektor lalu memperkenalkan Nathan dan Natalia sebagai saudara Emil.


" Akhirnya aku bisa melihat anak-anakku. Hanya saja keluarga ini masih belum lengkap, seandainya saja Dia ada di sini."


" Aku memang sudah ada di sini memangnya kamu pikir aku akan membiarkan kamu bersama dengan anak-anak tanpa kehadiranku."


Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah sumber suara.


Ya wanita yang bersuara itu adalah Lauren. Dia datang setelah Fikri mengatakan mungkin inilah saatnya kamu berdamai dengan masa lalu dan memaafkan semua yang pernah mereka lakukan terutama perbuatan Imelda yang sangat melukai hatimu sehingga membuatmu harus berpisah dengan pria yang sudah 10 tahun menjalani bahtera rumah tangga.


Lauren mencium Natalia kemudian berlutut di hadapan Hektor.


" Kenapa kamu baru datang?" lirih Hektor.


" Apa kamu tidak ingat jika kamu sendiri yang mengatakan kepadaku bahwa aku tidak boleh lagi kembali ke sini dan menampakkan diri di hadapan kalian."


" Kristiani maafkan aku karena yang tidak mengizinkanmu untuk datang ke sini adalah aku bukan Hektor." Pekik Imelda yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Kristiani atau yang sekarang bernama Lauren.


Lauren berdiri dan kini mereka berdua saling berhadapan, Lauren berniat untuk memeluk Imelda namun yang dilakukan Imelda sungguh di luar dugaan semua orang.


Imelda belutut dan meminta maaf di depan Lauren.


" Maafkan aku, aku yang sudah membuat kekacauan di antara kita aku yang sudah membuat Nathan dan Natalia terlibat cinta yang akan membuat mereka menderita sepanjang hidup mereka karena mencintai saudara mereka sendiri."

__ADS_1


" Imelda apa yang kamu lakukan bangunlah kenapa kamu berlutut di hadapanku?" Ucap Lauren.


" Aku memang seharusnya begini sejak dulu. Seharusnya Aku mempunyai keberanian untuk mencari keberadaan mudah meminta maaf sehingga aku bisa mengendalikan keadaan dan tidak membuat Nathan dan Natalia saling jatuh cinta."


" Imelda bangunlah semuanya sudah berlalu penyesalanmu yang terlalu dalam tidak akan memperbaiki keadaan. Lebih baik kita bersama-sama untuk menguatkan hati Nathan dan Natalia dalam menerima kenyataan bahwa mereka tidak akan pernah bersama dengan cinta yang mereka rasakan adalah salah."


" Apa kamu memaafkan aku?" Tanya Imelda.


" Ya, Aku sudah memaafkan kamu."


Lauren dan Imelda saling berpelukan. Hektor tersenyum akhirnya impiannya untuk melihat dua wanita yang dia cintai kembali bersama dan melihat anak-anaknya hidup rukun sudah terwujud.


" Imelda, Kristiani aku sangat bahagia Aku harap kebersamaan ini akan terus kalian jaga walaupun aku tidak akan ada di sisi kalian lagi.." Pekik Hektor.


" Apa maksud kamu?" Pekik Imelda sambil melepas pelukannya dan menghadap Hektor.


" Aku..."


Belum sempat Hektor berkata-kata tiba-tiba dirinya pingsan.


Semua yang ada di sana panik dan langsung memanggil dokter.


Kepanikan terjadi pada semua orang karena Hektor tidak mendapatkan kembali kesadarannya walau sudah dikejut jantung.


Mencintaimu sama dengan berperang; dan aku tidak akan pernah melakukannya lagi.


Kamu benar-benar mencintai seseorang ketika kamu tidak bisa membencinya meskipun ia telah menyakitimu.


Hilangmu kini tak lagi menarik perhatianku. Sebab aku sadar, harusnya jika kau sayang yang kau pilih adalah pulang, bukan hilang.


Ada kesadaran dalam diamku. Ada penghargaan dalam teriakku, tapi tetap saja ada yang pergi meninggalkanku.


Tapi semua yang pergi telah kembali dan bersatu. Aku sungguh bahagia dan berharap ini akan bertahan selamanya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2