
Meninggalkan sejenak Nathan dan Elsa yang sedang berbicara. Ditempat lain Natalia justru merasa pusing melihat ibunya yang seharusnya memilih produk yang akan di display di butik mereka yang akan segera buka justru sedang sibuk memilih gaun untuk pernikahannya.
" Mom, kenapa banyak sekali gaun pengantin yang akan kita display di butik?" Tanya Nathalia.
" Ah sayang gaun-gaun ini bukanlah yang akan kita display di butik milik kita tapi gaun-gaun ini akan Momy coba mana yang lebih pantas untuk memikenakan di hari pernikahan mommy dengan paman Fikri."
" Astaga jadi Momy dan paman Fikri akan benar-benar menikah?"
" Ya Apa kamu pikir kemarin itu hanyalah sebuah sandiwara?"
" Iyyuuap..."
" Tidak sayang, kemarin itu kami benar-benar menyatakan perasaan satu sama lain. Momy sebenarnya tahu sejak awal Paman Fikri memang Momy. Tapi kemudian Momy sadar bahwa Mami tidak seharusnya menutup diri dan membuat momy terjebak dalam bayangan masa lalu."
" Momy yang dulu pernah gagal menjalin bahtera rumah tangga sepertinya membuat trauma yang cukup mendalam sehingga memutuskan untuk tidak pernah melirik ataupun menjalin hubungan dengan lawan jenis. Tapi setelah melihat cinta kamu dan Nathan, Momy sadar bahwa hidup harus terus berlanjut dan tidak baik terus terjebak di dalam lembah masa lalu karena waktu terus bergerak dan hidup harus tetap berjalan."
" Apa kamu tidak setuju jika Paman Fikri menjadi bagian dari keluarga?"
" Aku pasti berbohong ketika aku mengatakan iya karena aku selalu berdoa agar taman Fikri bisa memenangkan hati Momy. Dan sekarang semua doa itu sudah dikabulkan oleh Tuhan."
Mereka berdua saling berpelukan dan kemudian segera menyelesaikan apa yang harus mereka kerjakan.
Dua hari kemudian, Lauren dan Fikri sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Hal ini tentu saja membuat kejutan yang sangat besar bagi Tia dan Felix yang sebelumnya mengetahui bahwa Lauren adalah pribadi yang sangat tertutup dan sudah bertekad tidak akan pernah membuka hati untuk pria lain tapi hari ini Tia dan Felix yakin bahwa cinta mampu merubah pendirian seseorang.
Fikri langsung membawa Lauren serta Natalia untuk tinggal di rumahnya.
" Wow Aku tidak menyangka jika rumah paman Fikri sangat besar." Ucap Nathalia ketika mereka baru saja sampai di rumah Fikri.
" Natalia hari ini kamu sudah resmi menjadi putriku apa kamu masih akan tetap memanggilku dengan sebutan paman?"
" Dady.." Kekeh Nathalia.
" Haha rasanya lidahku begitu kelu memanggil Paman dengan sebutan itu, tapi Paman tidak perlu khawatir sering berjalannya waktu aku bisa membiasakan lidahku ini. Jadi sekarang bisa tunjukkan di mana kamarku karena aku sudah tidak sabar ingin menata kamar baruku "
" Ayo..."
Mereka naik lantai 2 dan menunjukkan kamar yang akan digunakan oleh Natalia.
__ADS_1
Natalia tersenyum bahagia karena melihat kamar yang akan dia tempati jauh lebih luas dari kamar di rumahnya dulu.
" Paman bisakah malam ini aku tinggal di rumah lamaku?"
" Kenapa apa kamu tidak menyukai kamar barumu?" Tanya Lauren.
" Bukan seperti itu aku hanya merasa ingin memberikan waktu untuk kalian bersama-sama mengingat ini adalah malam pertama kalian sebagai pasangan suami istri. Dan Aku tidak mau mengganggu momen itu."
" Jangan khawatirkan soal itu karena malam ini aku momy akan pergi berkelana sebentar mungkin sekitar tiga hari. Jadi lebih baik kamu tinggal di sini karena di sini ada pelayan dan juga penjaga yang akan memastikan keselamatanmu selama aku dan momy tidak disini."
" Hanya menemani aku tidak mengizinkan Nathan untuk menginap."
" Okee.." Ucap Natalia yang sedikit terkejut dengan peraturan yang diberikan oleh Fikri.
Tin..
Tin...
Tin...
" Itu pasti Nathan, ah pria itu sungguh tepat waktu aku sangat jatuh hati kepadanya. Sayang, cepat habis siap-siap karena sebentar lagi kita akan berangkat dan untuk kamu Natalia pastikan kamu tidak akan pernah keluar dari rumah ini sampai aku kembali."
" What...." Natalia melotot setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Fikri, sementara Fikri tersenyum sambil mencubit pipinya dan turun untuk melihat dan memastikan bahwa yang datang adalah Nathan.
" Mom lihatlah suami barumu itu apakah benar dia tidak mengizinkan aku untuk keluar dari sini. Bagaimana jika kalian pergi selama lebih dari 3 hari?" Keluh Nathalia.
" Haha Momy juga sedikit terkejut melihat dia yang begitu posesif terhadapmu tapi Momy yakin itu adalah salah satu bentuk perlindungannya terhadap kamu."
" Dengar nak, setelah kami menyelidiki lebih dalam tentang kasus kebakaran yang terjadi itu kami menemukan sebuah fakta bahwa sebenarnya motif yang dilakukan semuanya mengarah kepadamu."
" Aku?"
" Ya, apa sebelumnya kamu memiliki musuh atau kamu tidak sengaja menyakiti hati seseorang?"
" Tidak. Aku sejarah sadar ataupun tidak sadar juga aku tidak pernah menyakiti hati seseorang karena Momy juga tahu bahwa aku jarang sekali bergaul dengan mereka yang tidak aku kenal."
" Sudah lah Jangan dipikirkan lagi intinya adalah yang terjadi pada bukti kita itu semata-mata sebenarnya ingin menghancurkan dirimu. Karena itulah salah satu alasan kenapa momy dan taman Fikri memutuskan untuk segera menikah dan membawamu tinggal di sini. Jadi ketika Momy akan pergi untuk mengurus butik yang baru atau akan berpergian ke luar kota Momy tidak khawatir karena meninggalkanmu sendirian."
__ADS_1
" Tapi... aku pasti akan bosan jika aku terus berada di sini."
" Biar Momy yang akan meminta kelonggaran kepada Dady mu."
"Ah, dady ku hehehe..." Kekeh Nathalia.
Dibawah sana, Nathan merasa sedikit canggung karena sebelumnya dia dan Fikri adalah partner dalam mengungkap kasus yang terjadi pada Nathalia dulu. Tapi kini Fikri adalah calon Papa mertuanya.
" Ayo kemari kenapa kamu tetap berdiri di sana memangnya aku hantu yang akan memintamu membayar tumbal untuk datang kemari?" Ketus Fikri.
" Ah itu.. hehe, aku rasa Paman bisa mengerti kenapa aku merasa sedikit canggung."
" Haha, ya ya aku tahu, sebelumnya kita adalah partner tapi sekarang aku adalah jadi jangan coba-coba untuk berkata yang macam-macam kepadaku."
Glek !!!
" Haha, aku hanya bercanda kenapa kau terlihat begitu tegang, sekarang ayo masuk Natalia sudah menunggumu."
" Ah iya paman. Mak... maksudku papa mertua." Ucap Nathan saat Fikri melotot ketika dia memanggilnya paman.
" Anak pintar, dengar boy aku dan momy akan pergi berbulan madu jadi aku memintamu untuk menjaga Natalia tapi aku tidak memperbolehkanmu untuk menginap di sini."
" Astaga, memangnya kenapa jika aku menginap Aku tidak akan menculik Natalia."
" Begini..., jika aku membiarkan kamu menginap di sini aku takut kamu akan mencicipi sesuatu yang seharusnya kamu makan di malam pernikahan kalian."
" Jadi???"
" Aku ingin menunjukkan kepadamu bahwa sesuatu yang manis itu seharusnya dipetik di malam yang manis juga.."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1