
Olaf langsung datang ke gedung begitu Natalia mengabari jika dirinya masih ada disana.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Nathalia duduk bersama Nayla yang mengompres bibir Nathalia.
Olaf juga melihat Bella duduk sambil menundukkan kepalanya, sementara Nathan pergi untuk menbeli minuman dan beberapa makanan.
Nathan sudah dalam perjalanan kembali, tapi Olaf lebih dulu sampai pada Nathalia.
"Siapa yang melakukan ini padamu?" Tanya Olaf dengan lembut pada Nathalia.
" Tidak apa apa. Ini hanya luka kecil." Ucap Nathalia sambil tersenyum.
" Siap wanita ini?" Tanya Olaf sambil menunjuk pada Nayla.
" Dia Nayla."
" Apa dia yang melakukan ini padam?" Tanya Olaf sambil menatap tajam ke arah Nayla.
Sementara Bella terkejut dengan sikap Olaf yang sangat marah mengetahui Nathalia terluka kecil.
" Olaf, aku rasa kamu pasti akan tahu tidak mungkin orang yang menamparku mengobati lukaku juga."
" Lalu siapa yang melakukan ini?" Tanya Olaf yang kali ini dengan nada tinggi dan juga marah. Nathalia tidak berani
" Hei sabar, ada apa ini?" Tanya Nathan yang baru saja datang.
" Nathan kau pasti tahu apa yang menyebabkan Natalia jadi seperti ini?" Tanya Olaf sambil menatap tajam ke arah Nathan.
Nathan yang melihat itu sama terkejutnya seperti saat Bella mengetahui betapa marahnya Olaf saat melihat luka di bibir Nathalia.
Nathan melihat ke arah Natalia namun Natalia menggeleng seolah mengisyaratkan agar Nathan tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Itu kecelakaan..." Ucap Nathan.
" Kecelakaan menurut mu?" Pekik Olaf sambil menarik kerah pakaian Nathan.
Nathalia segera bangun dan menghentikan Olaf yang akan memukul Nathan.
" Olaf apa yang terjadi pada mungkin hanya luka kecil. Kenapa kamu begitu marah dan kenapa kamu menyalakan Nathan atas apa yang terjadi padaku?" Tanya Nathalia.
" Karena tidak ada satupun dari kalian yang menjawab apa yang sebenarnya terjadi jadi aku pikir semua ini adalah salahnya." Ucap Olaf sambil menatap tajam ke arah Nathan.
" Bukan, ini bukan salah Nathan. Olaf tenangkan dirimu lagi pula Ini hanya luka kecil dan aku sekarang sangat bahagia karena aku akhirnya bertemu kembali dengan saudaraku jadi kamu tidak mau mengacaukan rasa bahagia aku kan?" Ucap Nathalia sambil tersenyum.
Olaf menghela nafas panjang kemudian memegang pipi Nathalia.
" Apa ini sakit?" Tanya Olaf.
" Stttt ah..." Nathalia merintih kesakitan saat Olaf memegang pipinya.
__ADS_1
Olaf sedikit memiringkan wajah Nathalia dan amarah Olaf kembali membara tak kalah dia melihat bekas kuku yang bergaris di pipi Nathalia.
Semua yang ada disana terkejut terutama Bella, dia melihat kuku palsu nya yang terlepas beberapa.
Dengan cepat Bella lepas semua kuku palsunya di kedua tangan dan membuangnya ke sembarang tempat, Bella tidak ingin Olaf tahu bahwa dia lah pelaku nya.
" Apa kamu juga menjelaskan mengapa ini bisa terjadi?" Tanya Olaf pada Nathan.
" Olaf sungguh aku tidak melihat itu karena sedari tadi Nathalia tidak memperlihatkan nya." Ucap Nathan.
" Aku juga tidak tahu bahwa ada luka lain yang ada di pipinya karena aku hanya mengobati luka yang ada di bibirnya." Ucap Nayla.
Olaf memandang ke arah Nathalia.
" Apa Kamu yakin tidak ingin memberitahu kepadaku siapa yang telah melakukan ini kepadamu?" Tanya Olaf.
" Olaf ini hanya luka kecil."
" Dan apa yang kamu lakukan melihat adik mu seperti ini?" Tanya Olaf sambil melihat Nathan.
" Aku..., aku..."
Bruk !!!
Tanpa basa-basi lagi Olaf segera memukul Nathan.
Nayla langsung membantu Nathan, Bella ingin membantu juga tapi Nathan menepisnya.
" Kau mengatakan bahwa kamu adalah saudara kembar dari Natalia tapi kamu diam saja melihat adikmu jadi seperti ini." Ketus Olaf.
" Ayo kita pulang..." Ajak Olaf pada Nathalia.
" Olaf, beri aku waktu sebentar untuk bersama dengan Nathan karena bagaimanapun juga aku merindukannya." Ucap Nathalia sambil tersenyum pada Olaf.
" Tidak, aku tidak bisa membiarkanmu bersama orang yang tidak bisa melindungimu."
" CUKUP Olaf. Kenapa kamu seperti ini. Baik, jika kamu ingin tahu siapa yang menyebabkan Natalia seperti ini jawabannya adalah aku apa kamu puas. Kenapa kamu begitu menggila sehingga kamu begitu marah dan menghajar Nathan tanpa mau mendengarkan penjelasannya?" Ucap Bella.
" Ah jadi Bella yang menyebabkan ini?" Pekik Olaf.
" Maaf, aku pikir wanita yang berpelukan bersama dengan Nathan adalah Natalia sehingga aku menjadi khilaf dan langsung menamparnya." Lirih Bella.
Bruk !!!
" Nathan...." Pekik Nayla dan Natalia.
Natalia langsung menarik Olaf untuk sedikit menjauh dari sana.
" Apa yang terjadi pada mu?" Tanya Nathalia...
__ADS_1
Olaf kemudian menceritakan semuanya tentang siapa sebenarnya Bella.
Olaf akhirnya menceritakan bahwa belalah yang menyebabkan Natalia dipecat dari pekerjaannya karena semua dokumen yang dikerjakan Natalia telah ditukar oleh Bella.
Bella juga yang telah membakar dan mendorong Nathalia dari lantai dua tempat di mana mereka dulu sedang melakukan renovasi pada butik yang akan digunakan.
Olaf tahu tindakannya memukul Nathan sangatlah salah tapi olah terpaksa melakukannya karena dia tidak mungkin memukul Bella dan alasan Bella melakukan semua itu hanya satu yaitu karena dia menyukai Nathan dan tidak membiarkan Nathan dimiliki oleh siapapun.
Nathalia terdiam, dia tidak menyangka jika Bella yang berada di balik semua kejadian yang menimpa nya.
Melihat Natalia yang kembali menangis, Olaf langsung membawa Nathalia dalam pelukan nya.
" Maafkan aku..., aku sebenarnya tidak ingin memberi tahu hal ini karena aku tahu bahwa kamu pasti akan sangat terluka. Tapi aku tidak bisa menahan diri saat fisik mu juga di lukai oleh orang yang sama yang telah melukai hati mu."
Nathalia melepaskan pelukannya, dia menatap Olaf.
" Sekarang kita pergi?" Tanya Olaf.
" Beri aku waktu untuk bertemu dengan Nathan."
" Baiklah."
Olaf akhirnya membiarkan Nathalia menemui Nathan.
" Nathalia maafkan aku..." Pekik Nathan.
" Tidak apa apa, ini adalah kecelakaan dan di luar pemahaman kita semua jadi lebih baik kita mencoba untuk melupakan apa yang terjadi hari ini." Ucap Nathalia sambil tersenyum.
" Aku harus pergi." Ucap Nathalia.
" Bisakah aku bertemu dengan mu lagi?" Tanya Nathan.
" Tentu, aku tidak pernah pergi jauh. Aku masih ada di Inggris hanya sedikit bergeser saja." Ucap Nathalia sambil tersenyum.
" Apa?" Nathan terkejut karena tidak menyangka jika Nathalia selama ini ada di Inggris. Nathan pikir Nathalia tidak lagi tinggal di Inggris.
" Aku juga datang di acara pernikahan Elsa, kamu saja yang terlalu fokus pada hal lain sehingga tidak memperhatikan aku." Ucap Natalia sambil kembali tersenyum.
Nathan tidak tahan lagi, dia menarik Nathalia dan kembali memeluknya.
" Aku merindukanmu, kenapa kamu tega pergi jauh dariku sementara kamu dan aku sudah mengikat janji untuk bersama memulai hubungan yang baru sebagai saudara." Pekik Nathan.
" Maaf, dulu aku belum siap. Tapi sekarang aku siap." Ucap Nathalia.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1