
Satu Minggu sudah berlalu tapi Lauren masih belum menerima kenyataan tentang apa yang terjadi.
Sementara Nathan dan Natalia mulai menemukan titik terang siapa yang sudah melakukan pembakaran butik.
Hari ini Nathan dan Natalia akan berangkat ke kantor polisi karena polisi menemukan seseorang yang dicurigai sebagai pelaku pembakaran hutan.
Natalia meminta Fikri untuk menemani Lauren. Dan Fikri tentu saja dengan senang hati datang ke rumah Lauren karena memang setiap hari Fikri datang untuk memberikan motivasi agar Lauren bisa bangkit dari keterpurukan.
"Jangan biarkan musibah yang menimpa menghancurkan hidupmu. Dengan sabar dan iman, kamu harus bisa melewatinya dan menjadi orang yang lebih baik. Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian."
"Musibah tercipta bersamaan dengan jalan keluar. Jangan fokus pada cobaannya tapi fokuslah pada jalan keluarnya."
" Kenapa?. Kenapa seseorang itu tega melakukannya kepadaku memangnya apa yang sudah aku perbuat sehingga dia membakar butik?. kenapa dia tidak langsung datang kepadaku jika memang aku menyakiti hatinya." Pekik Lauren saat mendengar keterangan dari polisi bahwa kebakaran ini terjadi dengan sengaja mengingat mereka menemukan sebuah wadah yang berisi bensin tidak jauh dari lokasi kebakaran.
"Kesabaran bukan berarti diam tak bergerak saat mendapatkan musibah. Tapi sabar adalah tingkah laku untuk menjaga kebaikan saat musibah datang."
" Kenapa Tuhan masih mengujiku. Tidak cukup kah aku di uji di masa lalu. kenapa sekarang Tuhan mengujiku lagi??"
" Musibah tercipta bersamaan dengan jalan keluar. Jangan fokus pada cobaannya tapi fokuslah pada jalan keluarnya. Aku berjanji akan mencari tahu orang yang melakukan ini semua dan motif di baliknya."
"Jangan biarkan musibah yang menimpa menghancurkan hidupmu. Dengan sabar dan iman, kamu harus bisa melewatinya dan menjadi orang yang lebih baik." Ucap Fikri sambil menepuk-nepuk bahu Lauren.
" Terima kasih, kau selalu ada disaat aku duka maupun suka."
" Itulah gunanya sahabat kan..."
Lauren tersenyum dan mengangguk..
" Jadi Jangan memohon pada Tuhan untuk meringankan musibah yang ada, tapu berdoalah pada Tuhan untuk memberikanmu kekuatan untuk dapat melaluinya."
"Apapun itu, musibah, kekalahan, kegagalan, tidak akan menjadi sesuatu yang buruk. Tapi, tergantung bagaimana kita menyikapinya.."
__ADS_1
Lauren terdiam, dia tidak bisa mengelak bahwa apa yang dikatakan Fikri memang benar. Tidak adanya juga kita terlalu meratapi musibah atau kejadian yang sudah berlalu walaupun itu membuat kita benar-benar terluka dan terpuruk. Karena keadaan tidak akan kembali normal.
Lauren lalu teringat saat dirinya akan pulang dan memutuskan untuk menutup butik, malam itu biasanya Lauren akan meninggalkan segala bentuk desain dan semua yang berharga termasuk segala uang yang didapatkan dari hasil penjualan baju di hari itu.
Dan malam itu Lauren tiba-tiba memasukkan semuanya dan merasa ingin membawanya pulang saja. Dia ternyata sudah mendapat firasat dari Tuhan bahwa akan terjadi sesuatu pada butiknya.
Dalam rasa kesedihan itulah terselip rasa syukur dari Lauren karena dia tidak benar-benar kehilangan semuanya.
Lauren kemudian menyadari bahwa musibah terbesar yang dialami manusia bukanlah tsunami atau longsor, akan tetapi hilangnya rasa berjuang dan munculnya rasa ingin menyerah.
Lauren bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar lalu keluar membawa satu kotak berkas-berkas penting yang biasanya dia tinggalkan di dalam butik.
" Apa ini?" Tanya Fikri.
" Ini adalah aset-aset berharga entah kenapa malam itu aku yang biasanya meninggalkan bekas ini di dalam butik sangat ingin membawanya pulang dan karena keinginan itulah aku akhirnya membawa pulang semua ini."
Fikri tersenyum menyadari bahwa Rahmat Tuhan memang nyata. Dia melihatnya sendiri bahwa Tuhan memberi kode kepada Lauren untuk membawa pulang sesuatu yang berharga.
" Iya kamu benar, harusnya Aku tidak terlalu terpukul karena kejadian yang baru saja menimpa ku, seharusnya aku bangkit dan kembali berjuang menata apa yang sudah hilang."
"Ketika kamu bisa berjuang dan menghadapi musibah yang menghampirimu, maka sejatinya kamu adalah seseorang yang telah berhasil untuk membuktikan bahwa kamu adalah sosok yang kuat."
" Kita buktikan kepada seseorang yang saat ini mungkin tidak suka denganmu sehingga melakukan hal bodoh dengan membakar butik. Kita akan tunjukkan bahwa kamu lebih tangguh dari yang mereka duga."
Setiap orang pasti pernah merasakan berbagai cobaan dan musibah dalam menjalani proses kehidupan.
Kata sabar terkadang menjadi ungkapan yang sering terucap saat seseorang terkena cobaan hidup. Mudah memang mengatakan sabar saat mendapat musibah, yang sulit adalah menjalankan nya.
Sabar bisa dibilang susah untuk dipraktikkan. Terlebih buat orang-orang yang gampang atau mudah tersulut emosinya.
Sebagian orang mengatakan jika sabar ada batasnya, namun ada pula yang mengatakan jika sabar tak ada batasnya. Tentu hanya orang-orang berjiwa besar dan lapang yang mampu menerapkan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari.
__ADS_1
...----------------...
Berjuang demi masa depan kerap dibutuhkan sebagian orang agar bersemangat dalam menggapai impian. Kata-kata berjuang demi masa depan tersebut juga membuat kita tak menyerah saat menemui rintangan.
" Maafkan Momy Natalia, karena masa depan untukmu sudah hancur di lalap si jago merah." Ucap Lauren saat melihat Natalia memandangi cahaya rembulan dari jendela kamarnya.
"Masa depan itu milik orang yang percaya akan mimpinya dan bekerja sepenuh hati untuk mewujudkannya. Dan aku percaya bersama kita akan merajut kembali masa depan kita." Ucap Natalia sambil tersenyum.
Lauren merasa bangga sekaligus malu kepada Natalia karena Natalia justru lebih tegar dari Lauren.
Lauren segera menghampiri dan memeluk putrinya itu.
" Kamu memang putriku putriku yang aku cintai sepenuh hati. Hatimu begitu indah sehingga bisa membuat orang-orang di sekitarmu merasakan kenyamanan. Momy malu karena ternyata Momy tidak setegar dirimu. Momy justru sangat terpuruk karena masa depan yang sudah Momy bangun untuk mu kini hancur."
"Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. Tidak peduli seberapa berat rintangan di hadapannya mereka yang mempunyai mimpi indah pasti bisa melaluinya."
"Nak, Hari ini kamu melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. Maka, besok kamu akan dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan orang lain." Ucap Lauren sambil mengelus pipi Nathalia.
"Berikanlah sesuatu yang terbaik, maka kamu akan mendapatkan yang terbaik. Bukankah itu yang selalu Momy ajarkan kepada ku?" Ucap Natalia sambil menghapus air mata yang terus membasahi pipi Lauren.
Lauren kembali memeluk Natalia, Dia sangat bersyukur walaupun Tuhan tidak mengizinkannya untuk tetap bersama dengan orang yang dia cintai tapi Tuhan memberikan seorang putri yang berhati mulia sebagai gantinya.
...Kerja keras adalah hal yang penting. Tetapi, masih ada sesuatu yang lebih penting, yaitu percaya pada dirimu sendiri...
...Kita semua harus memikirkan masa depan karena kita akan menghabiskan seluruh sisa hidup kita di sana....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...