Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 51 : Rumah


__ADS_3

Roda kehidupan selalu berputar. Ada kalanya orang berada di atas, kadang juga ada di bawah. Peristiwa hidup silih berganti, ada rasa bahagia, kecewa, senang, sedih, marah. Semua itu pernah dirasakan setiap orang.


Dalam menjalani kehidupan, terkadang mengalami kesedihan yang mendalam.


Manusia adalah makhluk Tuhan, dikaruniai perasaan dan juga akal. Itulah yang menjadi salah satu alasan kata-kata sedih terasa mampu menanggapi, menggambarkan dan mewakili perasaan.


Meskipun begitu sebagai manusia jangan lah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.


Serahkan diri pada Yang Maha Kuasa dan kembalilah untuk bangkit.


Nathalia sedang berada di dalam gereja yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit tempat Hektor sedang berjuang untuk bisa tetap hidup.


"Sakit sekali rasanya ketika kamu sudah melakukan yang terbaik, tapi ternyata masih tidak cukup. Bukan bukan melakukan yang terbaik tapi melakukan upaya untuk mengikhlaskan apa yang tidak akan pernah bisa kumiliki." Lirih Nathalia.


" Tuhan kenapa kau begitu jahat dengan mempermainkan hati ini. Kenapa kamu permainkan cinta yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya."


" Kamu mempertemukan aku dengan Nathan dan kamu membuat rasa cinta tumbuh begitu besar lalu tiba-tiba kamu menghempaskan rasa cinta itu dengan kenyataan bahwa Nathan adalah saudaraku."


" Sekarang kamu sudah berbaik hati dengan mempertemukan aku dengan ayah kandungku tapi kamu juga seolah-olah ingin bermain-main dengannya juga."


" Aku lelah, aku sudah cukup terluka dengan kenyataan bahwa aku tidak akan pernah bisa bersatu dengan Nathan, Jangan engkau ambil Ayahku juga berikanlah kepadanya kesempatan agar aku bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya."


Imelda yang kebetulan juga ada di sana menangis mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Natalia.


Dia ingin sekali ke sana tapi dia merasa canggung. Akhirnya Imelda memilih untuk pergi dari sana.


"Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Aku tidak punya seorangpun untuk diajak bicara." Lirih Nathalia.


" Setiap kali orang bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, hal ini semakin mengingatkan bahwa aku tidak baik-baik saja. Tuhan ajari aku bagaimana cara untuk berpura-pura sampai aku lupa bahwa aku sedang berpura-pura."


" Proses pendewasaan dalam hidup ini adalah melalui ujian-ujian yang terjadi dalam hidupmu." Ucap Fikri yang duduk di samping Natalia.


" Dady..."


" Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk. Salah satu perlindungan dari kekecewaan adalah memiliki kesibukan."

__ADS_1


" Aku sudah berusaha untuk menyembuhkan diriku sehingga aku akan lupa dirasa kecewa dan rasa sakit ini. Tapi semakin aku mencoba untuk melupakannya sepertinya rasa sakit dan kecewa itu semakin menghantui ku."


"Beberapa hari hanyalah hari yang buruk, itu saja. Kamu harus mengalami kesedihan untuk mengetahui kebahagiaan, dan saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa tidak setiap hari akan menjadi hari yang baik, begitulah adanya!" Ucap Fikri yang terus memberikan semangat kepada Natalia.


Dia pernah ada di posisi Natalia saat mengetahui bahwa Lauren sudah menemukan tambatan hatinya. Jadi Fikri sudah bertekad untuk membuat hati Natalia kuat sama sepertinya sehingga dirinya bisa bertahan di samping Lauren walaupun hanya sebagai seorang sahabat.


"Rasa sakit berkeras saat dirawat. Tuhan berbisik kepada kita dalam kesenangan kita, berbicara dalam hati nurani kita, tetapi berteriak dalam kesakitan kita. Itu megafon-Nya untuk membangkitkan dunia yang tuli." Ucap Fikri sambil memandangi Tuhan Yesus.


" Menyedihkan mengetahui bahwa aku dan Nathan sudah selesai. Tapi, melihat ke belakang, aku punya banyak kenangan indah yang membuatku ingin sekali mendatangi Tuhan dan meminta keadilan kepadanya secara langsung."


"Kamu tidak pernah bisa mengontrol dengan siapa kamu jatuh cinta, bahkan ketika kamu berada di saat yang paling menyedihkan dan membingungkan dalam hidupmu. Kamu tidak jatuh cinta dengan orang lain karena mereka menyenangkan. Itu terjadi begitu saja. Kamu harus bisa kuat kamu harus bisa menerima kenyataan dan kamu harus bisa memulai kembali hubunganmu dengan Nathan sebagai saudara."


"Hal yang paling menyakitkan adalah kehilangan diri sendiri dalam proses terlalu mencintai seseorang, dan lupa bahwa kamu juga spesial. Pertama, terimalah kesedihan. Sadarilah bahwa tanpa kalah, menang tidaklah terlalu bagus." Ucap Fikri sebelum dia meninggalkan Nathalia.


"Biarlah jiwaku tersenyum melalui hatiku dan hatiku tersenyum melalui mataku agar aku dapat menyebarkan senyuman yang kaya di dalam hati yang sedih." Ucap Nathalia sambil berjalan keluar dari dalam gereja.


Ketika Natalia sudah meninggalkan gereja, Nathan yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok besar keluar dan melihat kepergian Natalia dengan kesedihan.


" Tuhan seharusnya kamu tidak membiarkan cintaku tumbuh dan menginginkan Natalia untuk menjadi kekasih hatiku jika ternyata kamu membuat kami menjadi saudara." Pekik Nathan.


🌸🌸🌸


Tiga hari sudah Hektor koma, saat Felix dan Fikri memutuskan untuk membawa Hektor berobat ke luar negeri tiba-tiba Hektor tak sadar dan dia bertingkah seolah-olah dirinya sehat.


Nathan dan Natalia saling berpandangan ketika mereka memasuki ruangan Hektor dan mendapati Hektor berdiri sambil mengenakan pakaiannya seakan-akan dia sudah siap untuk kembali ke rumah.


" Ayah Apa yang Ayah lakukan Kenapa Ayah bangun dari tempat tidur Ayah Ayah harus tetap berada di sana." Ucap Nathalia.


" Nak aku sudah sembuh dan aku ingin pulang sekarang."


" Tapi..."


" Stttt, Jangan banyak bicara ayo aku sudah sangat ingin membawa kalian pulang ke rumah agar kalian tahu bahwa kalian masih punya rumah tempat untuk kalian berpulang." Ucap Hektor sambil menggandeng tangan Nathan dan Natalia.


Lauren, Imelda Tia dan Felix juga Fikri merasa heran Hektor, tapi mereka tidak kuasa untuk menahan Hektor agar tetap berada di rumah sakit.

__ADS_1


Akhirnya atas izin dokter, Hektor diperbolehkan untuk pulang.


Di rumah, Hektor memberikan sebuah kotak kepada Nathan dan Natalia.


" Itu adalah foto-foto kalian sebelum kalian pergi dari sini. Bawa dan simpan ini agar kalian bisa memulai kembali hubungan di antara kalian yang sebelumnya adalah hubungan sepasang kekasih menjadi hubungan persaudaraan." Ucap Hektor sambil tersenyum.


Hanya Nathan yang melihat foto-foto saat dirinya masih bayi, sementara Natalia memilih untuk terdiam.


" Nathalia Aku tahu ini adalah hal yang paling sulit untukmu, tapi aku yakin seiring berjalannya waktu kamu akan terbiasa dengan ini."


" Ya Ayah, Aku akan mencoba untuk melupakan segala rasa yang pernah aku punya kepada Nathan dan menggantinya dengan perasaan kepada saudara."


" Aku pernah berharap untuk menghilang saja dari dunia ini. Dunia ini terlihat begitu gelap dan aku menangis sepanjang malam. Apakah aku akan merasa lebih baik jika aku menghilang?"


" Jika kamu lebih memilih menghilang daripada mencari jalan atas masalah yang sedang kamu hadapi itu artinya kamu tidak akan pernah dewasa. Karena sampai kapanpun ketika kamu menghadapi sesuatu yang lebih besar dari ini maka kamu selalu ingin menghilang tanpa ingin mencari cara untuk mendapatkan solusinya."


" Jangan menangis karena sudah berakhir, tersenyumlah karena sudah terjadi."


"Setiap orang memiliki rahasia dukacita yang tidak diketahui dunia; dan sering kali kita menyebut orang yang dingin, padahal dia hanya sedih."


" Nathan, Nathalia kemarilah izinkan aku untuk memelukkan kalian." Ucap Hektor.


Dengan ragu-ragu Nathan dan Natalia Hektor dan mereka berpelukan untuk waktu yang lama.


" Aku merindukan kalian. Nathan kamu harus menjadi pribadi yang kuat karena kamu yang akan menggantikanku untuk menjaga keluarga kita."


" Nathalia Kamu harus menjadi wanita yang tangguh seperti ibumu. Kamu harus bisa seperti dia dan belajarlah bagaimana dia bisa menyembunyikan lukanya dengan begitu indah sehingga tidak ada yang tahu jika dibalik senyum dan keceriaan yang selama ini terlihat ada sebuah luka yang sangat dalam."


Baik Nathan dan Natalia tidak ada yang menjawab atas nasehat yang diberikan oleh Hektor.


Mereka justru saling meneteskan air mata.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2