Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 35


__ADS_3

" Lauren..." Pekik Fikri saat Lauren turun dari mobil.


Lauren berjalan mendekati Fikri, dan kini jarak keduanya sangat lah dekat.


" Apa sudah terlambat untuk ku menyatakan perasaan ku.."


" Ap...apa mak...sud mu?"


Fikri tentu saja tidak mengerti kenapa Lauren begini.


Dia berpikir Lauren kesurupan dedemit Gunungkidul. Jadi Fikri berjalan mundur dengan perlahan.


" Katakan padaku, apa aku kurang pantas untuk menyatakan cinta kepada mu?"


" Lauren aku rasa kamu perlu minum, ini minum ini.." Fikri memberikan botol minum pada Lauren.


Brak !!


Lauren melempar botol itu membuat Fikri terkejut.


" Fikri menikah lah dengan ku."


" Lauren sadar lah."


" Apa kamu pikir aku kesurupan?" Tanya Lauren.


" Iya..."


" Hahah..."


" Huahahahahah...."


Lauren tertawa, tawa yang membuat Fikri merasa merinding.


" Lauren apa kamu baik-baik saja?" Tanya Fikri saat melihat Lauren menunduk dan terdiam.


Dengan perlahan Fikri mendekati Lauren dan saat Fikri berjongkok dia dikejutkan dengan serangan tiba-tiba.


Fikri melotot saat Lauren mencium nya.


" Apa ini tidak cukup untuk menjadikan ku sebagai pasangan hidup mu?" Pekik Lauren.


Fikri terdiam, untuk sesaat dia terpesona dan terhipnotis.


" Dulu aku tidak yakin dengan perasaan yang aku miliki padamu, tapi sekarang aku yakin jika kamu adalah orang yang tepat untuk mendampingi ku dan membawaku keluar dari lembah masa lalu." Ucap Lauren.


Tanpa aba-aba lagi Fikri mencium Lauren. Malam itu mereka saling mengatakan cinta.


...----------------...


Pagi harinya...


Lauren terbangun dengan kondisi tanpa busana. Dia tersenyum sebelum kemudian menyadari bahwa dia meninggalkan Nathalia sendiri.


Lauren bergegas memakai kembali pakaiannya dan pulang.


" Astaga kenapa aku begitu bodoh sehingga meninggalkan Nathalia sendiri."

__ADS_1


Setelah sampai di rumahnya Lauren melihat mobil Nathan masih ada disana.


Lauren langsung masuk dan melihat Nathan tidur di sofa sementara Nathalia tidur di kamar.


Lauren tersenyum, dia kemudian membersihkan diri dan langsung memasak makanan kesukaan Nathan dan Natalia.


Setelah itu Lauren membangunkan Nathan dan meminta nya bersiap.


" Maaf karena Momy pergi dan tidak kembali." Pekik Lauren pada Nathan.


" Tidak apa, paman Fikri mengirimkan pesan yang mengatakan bahwa Momy mungkin tidak akan pulang dan memintaku untuk menjaga Nathalia."


" Terima kasih ya, sekarang pergi lah mandi lalu kita akan makan bersama."


Setelah memastikan Nathan pergi ke kamar mandi. Lauren berjalan dan membangunkan Natalia.


" Selamat pagi sayang, maaf karena Momy pergi dan tidak kembali." Bisik Lauren.


" Tidak apa mom, paman Fikri bilang jika momy ada disana." Ucap Nathalia sambil bangun.


" Maaf karena meninggalkanmu sekarang pergilah mandi kita akan sarapan bersama."


" Hmm.."


Cup


Lauren mengejut kening Natalia lalu kembali turun.


Sementara itu Fikri yang terbangun tentu saja terkejut karena Lauren sudah tidak ada di sana.


" Sudah ku duga dia pasti sedang kesurupan." Pekik Fikri.


Fikri bangun dan memutuskan untuk mandi dan pergi ke rumah Lauren untuk menanyakan kejelasan tentang hubungan mereka.


Dan disini lah Fikri, datang tepat waktu saat semuanya sudah bersiap untuk pergi sarapan.


" Apa aku sudah terlambat?" Pekik Fikri yang membuat semuanya terkejut.


" Paman, duduklah." Ucap Nathalia.


Nathan dan Natalia terlihat menikmati makanan mereka, sedangkan Lauren dan Fikri terlihat saling berpandangan satu sama lain bahkan makanan mereka masih lengkap dan utuh.


Nathan dan Natalia saling berpandangan melihat dua orang yang biasanya saling bercengkeraman ini hanya terdiam dan saling berpandangan.


" Nathalia, Bagaimana pendapatmu jika Paman akan duduk di sini setiap hari."


" Ya tidak apa apa memangnya kenapa Bukankah setiap hari Paman juga ada di sini entah itu waktu makan malam."


" Tidak Fikri adalah bagaimana jika Paman Fikri akan makan di sini setiap hari." Ucap Lauren.


" Memangnya kenapa, bukankah kita memang sering menghabiskan makan bersama-sama."


" Bagaimana jika Paman Fikri akan tinggal di sini? Atau sama Fikri akan membawa kalian untuk tinggal bersama dengan paman di rumah paman." Ucap Fikri.


" Kenapa? apakah Paman merasa kasihan kepada kami karena kami sudah kehilangan butik?"


" Tidak Paman melakukannya karena Paman ingin melindungi kalian dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian."

__ADS_1


" Bukankah itulah yang Paman lakukan selama ini melindungi aku dan momy?"


" Natalia maksud Paman Fikri adalah Apa pendapatmu jika teman Fikri menjadi Dady?"


Byur....!!!


Nathan dan Natalia sama-sama menyemburkan minuman yang ada di dalam mulut mereka.


" Haa, siraman air ini seperti hujan yang membasahi ladang hatiku yang telah lama mengering." Pekik Fikri.


" peralatan air mengingatkan aku pada siraman yang selalu kau lakukan sehingga bunga itu kini mekar." Ucap Lauren


Nathan dan Natalia kembali saling berpandangan mereka mencoba mengartikan situasi yang sedang terjadi di meja makan.


" Apa kamu merasa bahwa yang ada di depan kita ini bukanlah wujud sebenarnya dari Momy dan paman Fikri?" Bisik Nathalia.


" Aku tidak tahu tapi setelah melihat tingkah mereka berdua sepertinya aku setuju denganmu."


" Lalu Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


" Yang akan kita lakukan sekarang adalah mendaftarkan diri ke KUA." Ucap Fikri santai sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju Lauren.


" Lauren Kau adalah cinta pertamaku dan aku ingin menjadikanmu sebagai cinta terakhir. Tidakada cinta di dalam hati ini selain cintaku padamu dari dulu hingga sekarang cinta itu masih tetap sama. Maukah kamu menikah denganku?"


" Aku mau.."


Nathan dan Natalia kembali berpandangan sambil menggaruk-garukan kepalanya karena mereka benar-benar tidak mengerti tentang drama yang terjadi pagi ini.


" Wo wo oke oke mari kita akhiri drama pagi ini sebenarnya apa yang kalian lakukan apakah ini salah satu drama yang kalian buat untuk menebus rasa bersalah karena semua Momy tidak pulang?" Tanya Natalia.


" Atau mungkin Momy tidak pulang karena memang Paman Fikri melakukan sesuatu yang membuat Momy terpaksa tidak pulang sehingga kalian melakukan ini sebagai bentuk rasa bersalah kalian?" Imbuh Nathan.


Lauren dan Fikri masih belum merespon pertanyaan dari Nathan dan Natalia karena mereka masih sibuk saling berpandangan satu sama lain.


Fikri yang baru saja menyematkan cincin di jari manis Lauren perlahan mulai mencium tangan Lauren.


" Tidak ada yang bisa menggambarkan betapa bahagianya aku hari ini karena aku dan kamu akan menjadi kita."


" Jika ada alat pengukur besarnya kebahagiaan mungkin kebahagiaanku lah yang paling besar di antara kebahagiaan kebahagiaan yang lain karena aku akan menjadi bagian dari dirimu."


" Lauren seandainya kamu tahu berapa lama aku nanti kamu ini datang dalam hidupku.."


" Apa karena ini alasan dirimu tetap sendiri selama ini?"


" Ya karena tidak ada wanita selain dirimu yang mampu menggoyahkan hati."


" Kacang kacang...." Pekik Nathan.


" Aqua.... Aqua...." Imbuh Nathalia...


" Tempe... tempe...."


" Tahu petis tahu petis ...."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2