Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 13


__ADS_3

" Nathalia, aku punya satu lagi baru untuk mu yang aku ciptakan di malam malam sepiku tanpa dirimu..." Ucap Nathan saat mereka sudah selesai menyanyikan lagu favorit mereka yang berjudul 'Ingat aku'.


" Apa itu??"


Nathan mulai memetik gitar..


Alunan musik menyenangkan masuk ke dalam hati Natalia.


....


Tak tahu aku gila atau bodoh..


Semalam ku bermimpi tentang mu..


Saat buka mulut keluar sebuah lagu...


Kau tahu liriknya dan nyanyian bersama....


Melodi di mainkan pada senar jiwa..


Iramanya bergetar sampai ke tulang..


Cinta kita akan hidup selamanya...


Dalam setiap detak jantung ku..


Oh kekasihku...


Kau belahan jiwaku...


Nyanyi bersama...


Biar orang tahu...


Cinta kita akan hidup selamanya...


Dalam setiap detak jantung ku..


Kau lah nafasku...


Kau semangat hidupku...


Nyanyi bersama biar orang tahu...


Cinta kita akan hidup selamanya..


Dalam setiap detak jantung ku..


Nathalia tersenyum bahagia, dia memeluk Nathan.


" Kau selalu bisa membuatku bahagia dengan lagu mu." Pekik Nathalia.


Nathan bergeser sehingga posisi mereka kini saling berhadapan dengan gitar yang ada ditengah tengah mereka.


" Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu lebih dari apapun." Ucap Nathan sambil terus melihat Nathalia.


Natalia juga melihat Nathan hingga adegan ciuman itu terulang kembali.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


Tiga hari sudah Natalia beristirahat...


Sekarang dia sudah siap untuk pergi bekerja, dengan di antar Lauren Natalia sudah sampai di kantor


Tapi tunggu...


Ada pemandangan aneh saat Nathalia barusaja memasuki kantor.


" Hai..." Sapa Bella, Elsa dan Olaf.


" Astaga apa yang kalian lakukan diisni?" Tanya Natalia yang sangat terkejut karena ketika temannya itu memakai pakaian kantor serta tag nama sebagai karyawan magang seperti dirinya.


" Tentu saja kami sedang bekerja memangnya kau pikir sedang apa kami ada di sini."


Natalia mengkerutkan dahinya sambil melihat ketiga teman-temannya itu. Bukan apa. sejauh yang Natalia tahu ketiga temannya itu merupakan keluarga dengan kalangan ekonomi yang sangat ke atas terutama Olaf.


Dan sekarang mereka bekerja sebagai karyawan magang di perusahaan yang terbilang jauh di bawah level keluarga mereka.


" Kalian bercanda?" Ucap Natalia yang masih tidak percaya.


" Dengar kami tahu bahwa kami semua terlahir dari orang kaya. Tapi kami juga tidak ingin menjadi anak penikmat kekayaan harta orang tua." Ucap Olaf.


" Benar, bukankah kita sudah bersama sejak duduk di bangku sekolah hingga kita semua lulus kuliah. Jadi kita akan memulai karir ini secara bersama-sama hingga telah kita akan menemukan pasangan dan menikah secara bersama-sama." Ucap Bella.


" Betul, jangan pernah berpikir bahwa setelah ini kamu akan melupakan teman-teman seperjuangan mu." Imbuh Elsa.


Mata Natalia berkaca-kaca sebegitu berarti kah persahabatan di mata mereka sehingga mereka rela memulai karir dari awal dan tidak ingin menerima fasilitas yang diberikan oleh orang tua mereka.


Mereka semua kemerdekaan berpelukan sebelum suara demen membuat mereka melepaskan pelukannya.


" Ini kantor, bukan tempat saling berpelukan. Cepat kembali ke ruangan kalian sendiri.." Ucap Papa Nathan.


" Maafkan kami Tuan besar."


" Natalia..." Panggil Papa Nathan.


" Iya Tuan besar?"


" Huft Kenapa kamu selalu memanggilku tuan besar saat di kantor dan memanggilku Papa saat kita bertemu di luar jam kerja?" Tanya Filio. Papa Nathan.


(Papa Nathan namanya Filio ya itu berlaku selama aku mengingat nama itu wakakak. Maaf yaa, aku itu suka pikun)


Natalia kemudian tersenyum sebenarnya menjelaskan tentang alasannya memanggil tua besar saat berada di kantor dan memanggil Papa saat berada di luar jam kantor.


" Tuan, saya di kantor anda adalah atasan saya sekaligus pemilik dari perusahaan tempat di mana saya bekerja. Dan saya harus menghormati itu karena saya hanyalah seorang karyawan biasa dalam lingkungan perusahaan."


" Tapi ketika saya dan anda sedang berada di luar jam kantor maka anda adalah Papa dari kekasih saya, hehe..."


Filio tersenyum. Inilah yang dia sukai dari Natalia, dia terkesan berbeda dari wanita pada umumnya yang memiliki kekasih. Kekasih yang menjadi putra dari pemilik perusahaan tempat nya bekerja.


Natalia bisa membedakan kapan dia harus menjadi seorang karyawan dan juga menjadi seorang kekasih.


Filio kemudian mempersilahkan Natalia untuk kembali ke meja kerjanya.


Nathan sendiri juga heran sejak kapan papanya mengizinkan karyawan magang untuk bekerja di perusahaan miliknya.


" Berterima kasih lah kepada Natalia karena natalialah Papa bisa mempunyai pemikiran terbuka."


" Apa maksud Papa?"


" Kemari lah..."

__ADS_1


Filio kemudian mengajak Natan untuk duduk saat mereka sedang di luar jam kerja. Arti nya mereka sedang menunggu makan siang yang akan segera dibawakan oleh Alexa. Mama Nathan.


" Natalia pernah bertanya kepada Papa kenapa Papa tidak menerima karyawan magang."


" Lalu?"


" Papa menjawab karena biasanya karyawan magang itu sangat merepotkan dan melelahkan karyawan yang lain. Karyawan magang umumnya adalah karyawan yang masih belum mengetahui dan mengenal seperti apa dunia kerja itu."


" Tapi kemudian jawaban Natalia membuat Papa tersadar bahwa apa yang dikatakan Natalia benar adanya."


" Memangnya apa yang dikatakan Nathalia?" Tanya Nathan.


" Nathalia berkata bahwa ini sudah saatnya untuk makan siang karena perut Papa sudah sangat lapar."


" Papa...."


" Hahhaa..."


Nathan terlihat sangat kesal karena dirinya sudah serius menunggu perkataan yang akan dikatakan oleh papanya mengenai pernyataan Natalia yang mampu merubah pendirian papanya itu.


" Loh kok jadi ngambek. Ingat kamu harus selalu jaga kesehatan. Tidak boleh sedih tidak boleh terlalu tertekan dan tidak boleh terlalu banyak pikiran"


" Ya ya.. Nathan tau..." Ucap Nathan sambil bersiap untuk keluar dari ruangan papanya.


" Loh kamu mau kemana?"


" Mau makan sama ayang beb lah.. Memangnya Nathan mau makan bersama dengan mama dan papa di sini. Yang ada Nathan akan dijadikan obat nyamuk dan melihat mama dan papa saling bersuap-suapan."


" Hahaha..."


Bersamaan dengan Nathan yang keluar dari ruangan papanya itu, Mama nya datang.


" Lo Nathan kamu tidak ikut makan bersama dengan kami?"


" Udah kenyang ma..."


" Loh..."


Mama kemudian masuk sambil menatap heran kepergian dari putranya itu.


" Nathan Kenapa Pak bukan kah Hari ini makan makan siang bersama dengan kita?"


" Natalia sudah masuk bekerja jadi otomatis Nathan akan makan siang dengannya."


" Oh..."


" Ma, Papa rasa kita harus sering-sering mengucapkan terima kasih kepada Natalia."


" Kenapa?"


" Apa Mama belum menyadarinya, sejak bertemu dan semakin dekat dengan Natalia. Nathan sudah sangat sering mengalami gejala yang selalu dia rasakan."


Alexa terdiam. Dia baru menyadari tentang hal itu..


" Iya, papa benar. Kenapa mama melupakan hal itu?. Kalau begitu bagaimana kalau kita mengundang Natalia untuk makan malam dirumah?"


" Ide bagus. Nathan pasti akan sangat berterima kasih kepada kita. Dan pasti akan setuju untuk melakukan operasi."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2