Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 54 : Lembaran baru


__ADS_3

Lauren yang saat itu hendak masuk untuk memeriksa apakah Nathan sudah siuman atau belum membatalkan niatnya untuk masuk setelah melihat Natalia duduk dan mendengarkan apa yang akan Natalia kata.


Hatinya teriris hatinya begitu sakit dia juga menyalahkan dirinya sendiri seandainya saja dia dulu pergi tanpa meminta salah satu dari mereka untuk dia bawa pergi mungkin mereka akan tetap bersama-sama sekarang.


Dengan perlahan Lauren mendatangi Natalia.


" Nak apa kamu baik-baik saja?"


" Ya mom, aku sudah merasa jauh lebih baik saat aku mengucapkan selamat tinggal kepadanya."


" Apa kamu yakin tidak akan menunggunya pulih lalu pergi,?"


" Tidak, itu pasti akan sangat sulit bagiku jika harus berpamitan secara langsung kepadanya. Dan aku yakin walaupun dia menutup mata dia masih dapat mendengar suaraku dengan lebih baik."


" Maafkan mama nak, seandainya saja mama dulu tidak memaksa untuk membawa salah satu dari kalian mungkin kalian masih bersama."


" Mom bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membicarakan hal ini lagi."


" Tapi..."


"Mungkin sudah saatnya aku belajar melepaskan, meski aku masih tak menyadari bahwa sumber kebahagiaanku akan benar-benar pergi." Ucap Nathalia.


"Aku memang merasa kehilangan, tapi melihat nya nanti bisa hidup bahagia, itu sudah cukup."


" Baiklah Momy dan Dady akan menunggumu di luar. Jika kamu sudah selesai kita akan pulang sekarang." Ucap Lauren sebelum dia meninggalkan Natalia.


" Bagaimana?" Tanya Fikri yang memang sengaja menunggu Lauren di luar ruangan karena dia tidak ingin mengganggu istirahat Nathan Karena bagaimanapun juga Natalia sedang mencoba untuk berpamitan kepada Nathan.


" Natalia benar-benar menginginkan pergi hari ini."


" Ya sudah untuk saat ini kita cukup turuti saja keinginannya jangan pernah memaksakan kehendak kita untuk beberapa waktu. Lebih baik kita berpamitan kepada yang lain sambil menunggu Natalia selesai." Ucap Fikri.


Lauren hanya mengangguk, Fikri kemudian berjalan sambil merangkul bahu Lauren untuk menemui Imelda, Tia, Felix dan Emil.


" Nathan semoga setelah ini kamu akan segera sadar dan bisa kembali pulih sehingga kamu bisa menjalani kehidupanmu. Kita sama-sama akan menjalani kehidupan kita yang baru membuka lembaran baru."


" Nathan Apa kamu tahu kamu yang mengajarkan aku kebahagiaan dan kamu juga yang mengajarkan aku tentang kehilangan serta keikhlasan. Saat kehilangan, kadang kita menjadi tersadar akan banyak hal. Salah satunya adalah merasa bahwa seseorang yang kita inginkan pada kenyataannya memang tak bisa didapatkan. Ia akan pergi dan tak bisa dimiliki."


"Terima kasih untuk bahagia yang kau ciptakan. Kini aku merindukan semua yang kau berikan. Aku kehilangan, itu saja."


" Aku pamit , jaga dirimu dan jangan lupa untuk selalu mendoakan agar ketika aku bertemu denganmu lagi aku sudah siap menyambutmu dengan pelukan sebagai saudara."


Natalia mendekati Nathan dan mencium keningnya.


" Aku mencintaimu saudaraku."


🌸🌸🌸🌸


Semua sangat menyayangkan keputusan Natalia yang ingin pergi bahkan sebelum Nathan dinyatakan sembuh dan operasinya berhasil.

__ADS_1


Tapi mengingat bahwa Natalia lah yang paling terluka dengan kenyataan yang terjadi belakangan ini membuat mereka akhirnya hanya bisa memandang kepergian Natalia dan mendoakan agar Natalia bisa segera bangkit dari keterpurukannya.


Di Inggris..


Rupanya Fikri sudah mempunyai hunian yang baru untuk Lauren dan juga Natalia.


" Dady ini rumah siapa Kenapa kita pulang ke sini?" Tanya Natalia.


" Kamu sudah mengambil langkah yang besar dengan mau merelakan apa yang bukan menjadi milikmu. Dan hal itu harus didukung dengan sekitar." Ucap Fikri.


" Aku tidak mengerti."


" Nak kamu sudah memutuskan untuk memulai kehidupan yang baru, membuka lembaran yang baru karena itu Momy dan Dady memutuskan untuk mencari lingkungan dan suasana yang baru agar tidak ada tempat ataupun suasana yang akan mengingatkanmu kembali kepada apa yang telah diambil darimu" Ucap Lauren.


Natalia sangat terharu dia kemudian berlari memeluk Fikri dan Lauren.


" Terima kasih dan maaf jika aku terlambat untuk bangkit dari keterpurukan ini."


" Tidak apa apa, kami akan selalu bersamamu dan menemanimu hingga kamu benar-benar terbebas dari rasa sakit ini." Ucap Fikri.


"Hal yang membuat perasaanmu tersayat bukanlah perpisahan. Namun, karena adanya perasaan kehilangan terhadap seseorang yang padahal bukan milikmu. Terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk seseorang yang kamu cintai adalah melepaskannya. Bebaskan ia. Doakan kebahagiaan untuknya dan bebaskan ia. Bebaskan dirimu." Imbuh Lauren.


"Tidak ada yang namanya kehilangan jika salah satu tidak berniat melepaskan. Tapi sudahlah, aku sedang berusaha mengikhlaskan seseorang yang memang bukan untukku." Ucap Nathalia.


" Kalau begitu berikan senyuman untuk memulai kehidupan dalam lembaran yang baru ini." Ucap Fikri.


Natalia tersenyum lalu mencium pipi Fikri dan Lauren secara bergantian.


" Kami menyayangi mu Natalia..." Pekik keduanya.


Fikri dan Lauren kemudian meminta Natalia untuk memilih kamar yang akan mereka tempati.


Setelah mereka beristirahat, Fikri memutuskan untuk mengajak mereka makan siang di luar sebelum mengajak Lauren dan Natalia untuk berbelanja perabotan rumah.


" Karena ini adalah lembaran baru yang akan ditulis oleh Natalia jadi Dady ingin Natalia yang merencanakan akan seperti apa rumah kita." Ucap Fikri.


" Tapi Aku tidak tahu apa-apa tentang perabotan rumah tangga."


" Hei untuk itulah kami ada di sini dan menemanimu." Ucap Lauren.


" Kalau begitu tunggu apa lagi Ayo kita beli semua yang ada di sini." Ucap Nathalia.


Fikri dan Lauren tersenyum lalu mereka segera berjalan cepat mengejar Natalia yang sudah berlari karena sangat antusias memilih barang-barang apa saja yang harus ada di rumah baru mereka.


Meninggalkan kisah Natalia yang sudah memulai awal kehidupan barunya, Olaf terkejut saat melihat rekan kerjanya yang baru.


" Jacob, Bagaimana kamu bisa nyasar di sini dan datang ke perusahaanku apakah kamu tersesat?"


" Haha sialan kau." Pekik Jacob.

__ADS_1


" Kemarilah beri aku pelukan." Ucap Olaf.


Jacob adalah perwakilan dari Hou Chips dalam pembahasan kerjasama dengan perusahaan yang berada di bawah kepemimpinan Olaf.


" Aku tidak menyangka jika selama ini kamu bersembunyi di sini." Pekik Jacob.


" Aku tidak bersembunyi tapi memang di sinilah aku seharusnya berada sejak dulu."


" Tidak maksudku bukan begitu jika aku tahu selama ini kamu ada di sini mungkin kamu adalah orang pertama yang aku temui dan aku ajak untuk kembali demi mengembalikan senyuman Natalia."


" Apa maksud mu?"


" Olaf aku rasa kamu terlalu sibuk dengan kehidupan barumu sehingga kamu tidak berniat untuk mencari berita terkini dari para sahabat kita."


" Jacob bisakah kamu mengatakannya dengan lebih jelas aku tidak suka hal-hal yang berbelit-belit seperti ini karena membuatku sangat penasaran."


Jacob berjalan ke arah jendela yang ada di ruangan Olaf lalu saat dia berbalik dia melihat foto Natalia ada di meja kerja Olaf.


" Olaf, aku tahu bahwa selama ini kamu mencintai Natalia. Kamu pergi dan tidak kembali karena sebenarnya kamu tidak bisa melihat wanita yang kamu cintai akan bersanding dengan orang lain"


" Jacob aku..."


" Seharusnya jika kamu memang mencintai Natalia kamu tetap datang di hari pernikahannya agar kamu bisa mengetahui kenyataan bahwa pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi."


" Apa maksud mu?"


" Nathan dan Natalia benar-benar saudara kandung."


" Apa?. Tidak mungkin..."


Jacob kemudian menceritakan semuanya secara rinci dan tidak ada yang ditambahi atau dikurangi semuanya pas sesuai takaran.


Jacob juga menceritakan apa yang dia dengar dari Bella dan Elsa bahwa Natalia kehilangan sosok ayahnya di saat dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Nathan adalah saudara kandungnya.


Mendengar cerita itu Olaf segera meninggalkan kantor dan menelpon asisten pribadinya untuk menyiapkan penerbangan hari itu juga.


" Hei Bagaimana dengan kerjasama kita aku bisa dipecat karena kamu tiba-tiba pergi tanpa menyelesaikan pembahasan kita."


Olaf yang sudah bersiap untuk pergi berbalik arah lalu segera menandatangani berkas yang dibawa oleh Jacob.


" Done.."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2