Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia

Cinta Terlarang Si Kembar : Nathan Dan Nathalia
Bab 47


__ADS_3

Nathan dan Natalia sedang berada dalam satu gereja yang sama. Tapi tidak satupun dari mereka yang menyadari bahwa mereka berada dalam satu ruangan yang sama.


Hari itu keduanya memilih gereja sebagai tempat penyejukan hati setelah apa yang sudah terjadi.


Pernikahan sudah resmi dibatalkan semua pesanan juga sudah dibatalkan.


Mereka menangis dalam diam tapi tidak ada yang tahu bahwa mereka sedang menyimpan luka yang sangat dalam.


Keduanya terdiam tapi telinga dan pikiran mereka fokus kepada apa yang disampaikan oleh pendeta.


" Muliakanlah wanita itu sebelum ia pergi meninggalkanmu untuk selamanya. Kehilangan seorang ibu tercinta menjadi momen paling berat bagi setiap orang. Karena Cinta ibu tidak pernah dimiliki oleh seorang manapun."


" Meskipun kasih ibu tidak akan pernah terbalaskan dengan segala harta benda yang ada di dunia, namun tidak ada salahnya jika kamu mengucapkan beberapa kata-kata yang dapat menyentuh hatinya. Kata-kata buat ibu tersayang mampu menunjukkan betapa kamu sangat menyayanginya."


" Ibu seperti apapun dia bagaimanapun sikapnya Ibu tetaplah Ibu dia yang sudah melahirkan kamu. Ibu juga tidak harus dia yang melahirkan kamu tapi dia yang juga merawatmu adalah seorang ibu. Ada dari mereka yang tidak dapat mengandung anak sendiri sehingga harus menitipkan anaknya kepada rahim perempuan lain. Dan dua wanita itu adalah ibu kamu. Karena dua-duanya juga ikut andil dalam terciptanya dirimu."


" Jika kamu marah kamu kecewa terhadap ibu maka luapkanlah tapi jangan pernah kamu luapkan di depannya karena itu adalah luka yang sangat dalam dari ribuan belati yang menusuknya."


" Ketika kamu merasa marah kepada Ibu karena ternyata tidak dapat memberikan kehidupan seperti yang kamu inginkan cobalah untuk mengingat pengorbanan dan semua jasa ibu terhadap mu. Jika kamu tanpa sadar selalu meneteskan airmata maka kamu akan sadar dengan semua dosa terhadap ibu"


" Tidak cukup walaupun kamu menyerahkan nyawa sebagai taruhannya untuk mengganti jasa ibu yang telah dia berikan kepadamu. Dan ketahuilah bahwa sang Ibu tidak akan pernah meminta apa yang sudah pernah dia berikan kepadamu."


" Mulia kan orang tua selama dia masih bisa kita lihat karena jika mereka sudah pergi ke surga sana maka yang ada hanyalah sebuah penyesalan."


Nathan mendapatkan banyak pencerahan dari acara itu, dan ketika semua orang sudah pergi tinggallah Nathan dan Natalia.


Natalia masih terdiam dengan pemikirannya sendiri sambil berusaha menghapus air matanya.


Nathan yang sudah merasa bahwa dirinya cukup tenang mulai berdiri dan meninggalkan gereja.


Saat dirinya sudah setengah jalan dia melihat sosok wanita yang amat dia cintai dan juga amat dia rindukan. Natalia.


Ingin rasanya Nathan langsung berlari dan memeluk Natalia tapi dia sadar bahwa dia dan Natalia kini bukan lagi sepasang kekasih melainkan sepasang saudara.


Natalia terkejut karena melihat Nathan ada di hadapannya.

__ADS_1


" Pakai bajuku jika kamu sudah kehabisan tisu untuk menghapus air matamu."


" Jangan menangis, lihat sisi baiknya walaupun kita tidak akan bersama sebagai pasangan tapi kita masih akan tetap bersama sebagai saudara kan." Ucap Nathan sambil tersenyum.


Sungguh ini adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh Nathan, berpura-pura tegar sementara hatinya sendiri masih sangat rapuh bahkan melebihi rasa yang di alami Nathalia.


" Jadi kamu sudah menerima bahwa kita adalah saudara?" Pekik Nathalia.


" Natalia walaupun aku tidak menerima dan aku protes kepada dunia tapi itulah kenyataannya. Kenyataan yang harus kita terima bahwa kita adalah saudara."


Natalia semakin menangis, Nathan tidak tahan lagi dia menarik Natalia ke dalam pelukannya.


" Kenapa Tuhan mempertemukan kita dan memberikan cinta di hati kita jika ternyata kita adalah saudara." Pekik Nathalia.


" Kenapa takdir begitu jahat kepadaku aku yang baru mengenal cinta dan mulai mencintaimu tiba-tiba saja cinta itu direbut paksa dariku dan digantikan oleh...."


" sttt.... sudah jangan diteruskan lagi aku tidak ingin mendengar apapun darimu." Ucap Nathan yang sudah tidak dapat lagi menahan tangisnya.


Nathan dan Natalia menangis sambil saling berpelukan mengingat betapa kejamnya takdir yang seolah-olah mempermainkan mereka.


" Natalia jangan pernah bersedih dan berkecil hati aku masih tetap mencintaimu dan menyayangimu bedanya adalah perasaan itu kini bukan perasaan sebagai kekasih tapi perasaan sebagai seorang kakak."


Ada sepasang mata yang juga ikut menangis menyaksikan pemandangan itu. Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Elsa dan Bella.


Ya, mereka rupanya secara diam-diam mengikuti Nathan dan Natalia.


Tapi tidak satupun dari Elsa dan Bella yang bertemu karena Elsa mengikuti Natalia sementara Bella mengikuti Nathan.


Bella sangat ingin mendatangi Nathan saat dia tahu bahwa Nathan berusaha keras untuk menahan air matanya. Begitu juga Elsa yang sangat ingin memeluk Natalia ketika semua orang telah pergi tapi Natalia masih tetap berada di sana dengan tangisannya.


Tapi keduanya merasa bahwa mereka sangat malu untuk menemui mereka berdua jadilah mereka hanya bersembunyi di balik tembok dan melihat pemandangan itu.


Elsa dan Bella kemudian tidak sengaja bertemu saat mereka akan meninggalkan gereja.


Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya mereka saling berpelukan dan saling meminta maaf.

__ADS_1


Mereka kemudian berjanji untuk melupakan masalah ini bersama-sama dan akan kembali bersatu untuk menghibur Natalia.


" Mari kita lupakan perselisihan dan kita kubur masalah ini dalam-dalam karena ada seorang sahabat yang lebih memerlukan dukungan kita." Ucap Bella.


" Ya, sebelumnya maafkan aku karena aku selalu menjadikanmu kambing hitam dalam hal ini. Sekarang aku tahu bahwa kisah cinta tidak penting dari kisah persahabatan." Ucap Elsa.


Mereka kembali berpelukan dan menangis menyadari betapa bodohnya mereka yang merusak persahabatan hanya karena sebuah cinta.


Cinta yang ternyata menuntun mereka untuk menjadi pribadi yang jahat sehingga keegoisan lebih tinggi daripada sebuah kepedulian.


...----------------...


Di Indonesia..


Kesehatan Hektor mulai menurun, dia di larikan ke rumah sakit. Imelda berencana untuk membawa Hektor berobat ke Singapura tapi Hektor menolak.


" Tidak perlu jika kamu membawaku ke sana biaya perawatan pasti akan mahal jangan buang-buangmu untuk kesehatanku lebih baik kamu gunakan untuk masa depan Emil. Percayalah aku baik-baik saja."


" Tidak kamu tidak baik baik saja. Kamu harus sehat, aku dan Emil masih membutuhkanmu."


" Imelda, Aku ingin sekali bertemu dengan Nathan. Bisakah kamu memintanya untuk datang?"


" Aku akan coba." Pekik Imelda.


Imelda yang memang sudah tidak lagi memegang ponsel tentu saja kesulitan untuk menghubungi Tia dan Felix. Dia kemudian segera mengirimkan pesan kilat kepada dia dan Felix untuk membawa Nathan berkunjung karena kondisi Hektor sudah sangat buruk.


Imelda juga berusaha mencari keberadaan Kristiani yang pergi bersama dengan putrinya karena setiap malam Hektor juga memanggil-manggil namanya dan meminta maaf.


Imelda berpikir mungkin Hektor juga ingin bertemu dengannya jadi Imelda mencoba mencari keberadaan Kristiani dan Nathalia.


" Aku berjanji akan mempertemukan kamu dengan keluargamu. Maafkan aku dulu yang sudah membuat keretakan di dalam rumah tanggamu. Maafkan atas keegoisanku dulu." Ucap Imelda sambil menangis dan memegang tangan Hektor .


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2