CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Jujur Tak Ingin Engkau Pergi


__ADS_3

Zack tidak pernah berfikir untuk mengambil sesuatu dari Imah, atau mengambil Imah dari keluarganya.


Zack hanya ingin berkumpul bersama Imah. Menikmati cahaya dan kehangatan yang terpancar dari diri Imah.


Terkadang saat duduk bersama Imah, Zack merasa seperti seekor kadal yang tengah berada di atas bebatuan, ia bisa menyerap cahaya matahari tanpa penghalang.


Imah membuat Zack merasa bahagia, hangat dan nyaman.


Tapi terkadang perasaan itu membuat Zack tidak nyaman.


Zack tidak ingin terlihat lemah dimata Imah, karena akan membuat Zack sangat mudah terluka.


Zack berkata dalam hati, seandainya Imah lebih tua, mungkin akan berbeda, tetapi kenyataannya sangatlah berbeda.


Imah seorang gadis yang baru berusia sembilan belas tahun, sedangkan Zack sudah berusia tiga puluh tahun.


Kenyataan itu tidak bisa dirubah, tidak perduli walaupun Zack merasakan kebahagiaan saat terbang bersama Imah.


Meski Zack berusaha mengabaikannya, waktu yang mereka lewatkan dalam pesawat terbang pagi itu sangat istimewa bagi mereka berdua.


" Bang Zack, ada apa sebenarnya?


Apakah ada sesuatu yang ingin abang sampaikan pada Imah? "


Melihat ke terdiaman Zack, Imah mencoba untuk bertanya.


Mencari tahu, apa sebenarnya yang membuat Zack kembali dalam kebisuan.


Mendengar pertanyaan Imah, Zack hanya mengulas senyum tipis.


Zack merasa, tidak mungkin ia mengeluarkan isi hatinya pada Imah.


" Tidak. Tidak ada apa-apa.


Abang hanya berfikir ini hari terakhir kebersamaan kita.


Dua hari ini kita berjalan bersama, tapi setelah ini entah kapan kita akan jalan bersama lagi. "


Zack menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ia fikirkan pada Imah.


Zack masih menyimpan rapat perasaannya pada Imah.


" Jika ada sesuatu yang mengganggu fikiran bang Zack, abang bisa cerita pada Imah. Jangan menyimpan sendiri sesuatu yang membebani fikiran abang. "


Imah meminta pada Zack agar menceritakan apa yang menjadi beban fikiran nya.


" Selama ini kita bisa bercerita tentang apa saja melalui surat-surat kita, mengapa saat kita bertemu secara langsung seperti ini abang justru tidak mau bercerita pada Imah? "


Imah bertanya mengapa Zack tidak ingin berterus-terang saat mereka tengah bertemu secara langsung.


Ada sedikit rasa kecewa pada nada suara Imah.

__ADS_1


Zack menyadari jika Imah merasa kecewa karena ke tidak terus terangan Zack pada Imah.


" Imah tenang saja, abang akan selalu bercerita pada Imah tentang hal apapun, bukankah selama ini juga demikian? "


Zack berusaha meyakinkan Imah bahwa memang tidak ada apapun yang Zack sembunyikan dari Imah.


Zack berusaha agar Imah tidak merasa kecewa.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Zack,  Imah hanya bisa menarik nafas pelan.


Zack memang sosok yang tertutup, jadi tidak mudah untuk membuat Zack menceritakan apa yang ia rasakan.


" Aku fikir, selama ini aku sudah bisa mengenali bang Zack.


Melalui surat-surat yang kami kirimkan, kami sudah terlihat saling terbuka satu sama lain, pun saat kebersamaan kami kemarin dan saat kami terbang bersama.


Kami seperti tidak memiliki jarak antara satu dan yang lain. "


Imah bermonolog tentang hubungan dan kedekatannya dengan Zack.


Yang membuat Imah tidak mengerti dengan perubahan yang Zack tunjukkan saat ini yang seolah kembali memberi jarak diantara mereka.


" Maafkan abang Imah, jika sikap abang membuat Imah bingung atau malah membuat Imah kecewa dan terluka.


Abang belum bisa membuat keputusan bagi diri abang sendiri, akan dibawa kemana hubungan kita.


Abang betul-betul menyayangi Imah, tapi karena perbedaan usia ini yang membuat ragu untuk melangkah. "


" Abang tahu jika Imah akan selalu menerima abang dengan segala kekurangan yang abang punya, pun dengan perbedaan usia kita.


Tapi bagaimana dengan kedua orang tua Imah? Abang sangat tidak ingin mengecewakan dan menyakiti perasaan Imah, tapi abang bisa apa dengan keadaan ini? "


Zack mulai bingung dengan perasaannya sendiri.


Satu sisi ia tidak ingin kehilangan Imah dan disisi lain, Zack tidak ingin membuat Imah terluka dengan penolakan kedua orang tua Imah terhadap Zack.


Hari ini merupakan hari terakhir yang dilalui oleh Zack dan Imah.


Tanpa terasa waktu itu telah berlalu begitu cepat.


Imah dan Zack kembali ke rumah Imah.


Imah dan Zack bermain catur sebentar di perpustakaan, lebih tepatnya Zack mengajarkan Imah bermain catur.


Ternyata Imah sangat mudah menerima dan mengerti apa yang Zack ajarkan.


Imah bermain catur dengan baik, bahkan Imah bisa mengalahkan Zack dua kali, dan hal itu membuat Imah sangat senang.


Imah bertepuk tangan sambil tertawa gembira.


Yang Imah lakukan sama seperti seorang anak kecil yang bisa melakukan sebuah tantangan dengan baik.

__ADS_1


Saat malam, Zack kembali mengajak Imah untuk makan malam berdua.


Imah dan Zack menghabiskan waktu di awal tahun berdua.


Saat Zack akan kembali, Zack mengucapkan selamat malam pada Imah.


" Selamat malam  Imah, selamat beristirahat. "


Ucap Zack saat akan meninggalkan rumah Imah.


" Selamat malam bang Zack, selamat beristirahat juga. "


Imah membalas ucapan selamat malam dari Zack dengan kata-kata yang sama.


Keduanya merasa berat untuk berpisah, tapi mereka tidak punya kekuatan untuk tetap selalu bersama.


Setelah mengucapkan kata-kata selamat malam dan Zack meninggalkan rumah Imah, Zack tidak tahu kapan ia bisa bertemu dengan Imah lagi.


Zack berencana akan kembali saat liburan semester, dan Zack akan kembali ke Jakarta.


Tapi Zack ada janji dengan Denis, mereka punya banyak pekerjaan merancang sebuah mesin baru untuk pesawat.


Ada seorang pengusaha yang ingin memiliki sebuah jet pribadi dan meminta Zack dan Denis untuk merancang pesawat tersebut.


Zack merasa tidak enak pada Denis jika ia meminta banyak waktu untuk meninggalkan pekerjaan itu sejenak.


" Seandainya aku jadi mengerjakan merancang sebuah pesawat pada saat libur semester, apakah akan ada waktu untuk aku mengunjungi Imah? "


Zack bertanya dalam hati tentang rencananya saat libur semester yang akan datang.


Zack juga merasa ragu untuk meminta Imah menemuinya.


Apalagi akan sangat tidak mungkin bagi Zack meminta Imah untuk mengunjunginya.


Hal itu terlihat terlalu berani jika Zack melakukannya pada Imah, yang pasti kedua orang tua Imah tidak akan menyetujui dan mengizinkan Imah untuk menemui Zack.


Zack merasa bingung dengan situasi ini.


Zack sangat sibuk tapi ia tetap ingin bisa bertemu dengan Imah.


Dan Zack akan memikirkan bagaimana caranya.


"Aku akan berusaha bagaimanapun caranya agar aku bisa bertemu kembali dengan Imah.


Tidak mungkin aku akan meminta Imah untuk datang menemui diriku."


Zack bermonolog dalam hati berusaha menemukan cara bagaimana agar bisa bertemu dengan Imah di tengah kesibukkannya.


"Mungkin aku akan berusaha meminta bantuan oada Denis untuk memudahkan aku bertemu dengan Imah."


Zack terus memikirkan bagaimana cara untuk bertemu dengan Imah.

__ADS_1


__ADS_2