
Melihat ibu Imah datang membawa makanan, Zack berdiri dan mengucapkan terima kasih atas makanan yang disajikan oleh ibu Imah.
Zack mengambil kedua piring itu dari tangan ibu Imah saat ibu mengulurkan nya pada Zack.
" Terima kasih, bu! " kata Zack sambil menundukkan kepalanya.
Ibu membalas anggukkan Zack lalu kembali ke meja makan, berkumpul bersama ayah dan Andika.
Mereka hampir saja tidak jadi makan.
Zack meletakkan kedua piring makanan diatas meja.
Lalu Zack berbalik menghadap pada Imah dan meraih tangan Imah yang berdiri disampingnya, terlihat air mata menggenang di pelupuk mata Imah sebelum Zack bisa mengatakan sesuatu kepada Imah.
" Imah, jangan menangis! " kata Zack lembut.
Tangisan adalah salah satu hal yang bisa dihadapi oleh Zack.
Tapi Zack juga tidak bisa menyalahkan Imah dalam situasi seperti ini.
" Imah, kamu tenang saja, jangan terlalu khawatir pada diriku. Abang akan baik-baik saja, aku punya sembilan nyawa saat aku berada didalam pesawat terbang. "
Kata Zack yang berusaha menghibur dan menghentikan tangisan Imah.
Zack sudah sering menghadapi bahaya selama bertahun-tahun ia membawa pesawat terbang.
" Bagaimana jika butuh lebih dari sembilan nyawa? sepuluh nyawa mungkin? " tanya Imah dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Sebenarnya Imah ingin berusaha bersikap tegar, tapi mendadak sadar bahwa ia tidak bisa melakukan itu.
Imah tidak bisa memikirkan sesuatu yang bisa saja terjadi pada Zack.
Ibunya benar, bahwa Imah sudah jatuh cinta pada Zack.
Ada banyak kecemasan dan kekhawatiran yang Imah rasakan saat Zack akan pergi menjalankan misinya.
Imah pernah mendengar jika Zack akan dikirim ke daerah-daerah konflik guna membantu segala kebutuhan disana.
Ada kemungkinan Zack juga akan dikirim ke daerah konflik yang berada di luar negeri jika negara kita mengirimkan bantuan kesana.
Sepertinya keahlian Zack memang sangat diperlukan untuk membantu kelancaran pengiriman bantuan ke daerah-daerah yang tidak ditempuh dengan jalur darat.
Banyak misi berbahaya yang mungkin akan dihadapi oleh Zack kedepannya.
" Aku akan memiliki dua puluh nyawa, jika diperlukan. Kau bisa mengandalkan dan mempercayai itu. "
Zack berusaha meyakinkan Imah bahwa ia bisa menjaga diri dan keselamatannya.
Walau Zack dan Imah tahu bahwa Zack mungkin tidak bisa menepati janjinya pada Imah, oleh karena itu Zack tidak melakukan hal bodoh pada Imah sebelum dia pergi.
Zack tidak pernah ingin meninggalkan Imah dan membuatnya bersedih.
__ADS_1
Zack tidak berniat meninggalkan Imah sebagai seorang gadis yang berusia sembilan belas tahun.
Imah pantas memperoleh laki-laki yang lebih baik dari Zack.
Bila Zack tidak bisa memberikan yang terbaik buat Imah, maka lelaki lain bisa melakukan itu pada Imah.
Zack ingin meninggalkan Imah dengan perasaan Imah bisa bebas mengejar apapun yang Imah inginkan tanpa ada bayang-bayang Zack dalam hati dan pikirannya.
Tetapi Imah hanya memikirkan Zack, sudah terlambat bagi Imah untuk merasa tidak perduli pada Zack.
Imah merasa sudah terlalu jauh ia terikat dengan Zack.
" Duduklah Imah, tenangkan hatimu. " kata Zack dengan lembut dan meminta Imah untuk kembali duduk di sofa.
Dengan perlahan Zack mendudukkan Imah di sofa dan mereka duduk berdampingan.
Dengan memberanikan diri, Zack memeluk Imah yang duduk disampingnya.
Dipeluknya Imah dengan erat.
Zack berusaha memberikan ketenangan dan rasa nyaman pada Imah.
Tanpa diduga Imah juga memeluk Zack dengan erat, dan mengatakan jika ia mencintai Zack.
" Bang Zack, Imah mencintai abang!
Imah tidak ingin berpisah dan kehilangan abang. "
Kata Imah yang sudah tidak bisa menyimpan perasaannya pada Zack.
Mendengar apa yang Imah katakan, Zack terdiam.
Zack menatap mata Imah yang ada dihadapannya.
Ada keheningan yang menyakitkan yang terjadi diantara mereka.
Zack dan Imah saling menatap, seakan ingin menyampaikan isi hati masing-masing melalui tatapan mata mereka.
Dari tatapan mata Zack, terlihat sebuah kepedihan yang mendalam.
Zack merasakan sebuah kesedihan setelah mendengar ungkapan perasaan Imah kepadanya.
Semua bukan karena Zack tidak menyukai Imah, tapi Zack takut jika ia tidak bisa memenuhi harapan Imah.
" Abang tidak ingin Imah mengatakan hal itu. " kata Zack dengan perasaan yang sedih.
Zack sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk bukan hanya menahan gelombang perasaan yang Imah rasakan terhadap dirinya, tapi juga berusaha menahan perasaan cintanya sendiri pada Imah.
" Abang tidak ingin mengatakan semuanya pada Imah.
Abang tidak ingin Imah merasa dekat dan mencintai abang. "
__ADS_1
Zack berusaha menutupi perasaannya pada Imah dan tidak ingin Imah mencintainya.
" Abang tidak mau Imah merasakan suatu kehancuran seandainya sesuatu terjadi pada diri abang."
Dengan perasaan sedih Zack. mengatakan jika ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Imah jika Zack mengalami sesuatu selama menjalankan tugasnya.
" Imah begitu berarti dalam hidup abang.
Sejak pertama kali abang bertemu dengan Imah, abang belum pernah mengenal sosok perempuan seperti Imah. Perempuan yang tangguh dan memiliki pemikiran yang dewasa walaupun masih berusia muda. "
Zack menjeda kata-katanya dan menghela nafas dengan berat.
Zack mengumpulkan semua kepingan-kepingan kenangannya saat bertemu dan bersama dengan Imah.
Begitu banyak kenangan manis yang mereka lalui bersama yang tanpa terasa menghadirkan rasa cinta diantara keduanya.
" Imah, akan tidak adil rasanya jika abang meminta sebuah janji pada Imah.
Akan terasa tidak adil jika abang mengharapkan sesuatu dari Imah, atau meminta Imah untuk menunggu abang."
Zack menatap lekat wajah Imah yang ada dihadapannya.
Dengan lembut Zack mengusap air. mata yang jatuh di pipi Imah dengan menggunakan jarinya. Imah masih tetap terisak dan menitikkan air matanya.
" Akan selalu ada kemungkinan jika abang tidak akan kembali, dan abang tidak menginginkan Imah merasa berhutang sesuatu pada abang, yang sebenarnya Imah tidak melakukan semua itu.
Imah tidak berhutang apapun pada abang, jadi Imah akan bebas melakukan apapun yang Imah inginkan selama abang pergi.
Apapun yang kita rasakan dengan atau tanpa kata-kata, sudah cukup bagi abang sejak pertama kali kita bertemu.
Dan semua itu akan abang bawa serta dalam hati dan pikiran abang sebagai sebuah kenangan yang tidak bisa abang lupakan selama hidup abang. "
Panjang lebar, Zack mengatakan semua yang ia rasakan pada Imah.
Keinginan dan harapan pada Imah agar Imah tidak merasa terbebani saat ia harus pergi dari Imah.
Sebenarnya berat bagi Zack mengatakan semua itu pada Imah.
Tapi Zack sadar jika Imah masih sangat muda dan masih banyak harapan dan kesempatan yang bisa Imah raih saat tidak bersama Zack.
Zack tidak ingin bersikap egois dan mengikat Imah dengan cinta yang ia miliki untuk Imah.
Tugas yang diembannya sangat berat dan berbahaya.
Semua kemungkinan buruk bisa terjadi kapan saja, untuk itu ia tidak ingin Imah menunggunya dan berharap sesuatu padanya.
Zack tidak ingin Imah terluka dan merasa kehilangan jika ia tidak bisa kembali pada Imah.
itulah sebabnya mengapa Zack tidak pernah menyatakan perasaannya pada Imah dan hanya menyimpan rasa itu untuk dirinya sendiri.
Melihat air mata Imah yang mengalir di pipi halus Imah membuat Zack merasa sakit.
__ADS_1
Zack merasa telah melukai Imah terlalu dalam sehingga Imah begitu sulit menghentikan air mata yang mengalir dari kedua mata indahnya.
Entah apa yang harus Zack lakukan untuk menghentikan air mata itu dan entah bagaimana caranya agar Zack bisa mengukir kembali senyum manis yang selama ini Zack lihat terukir di bibir manis Imah.