CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 42 Mimpi Di Siang Hari


__ADS_3

Saat keluarganya tengah berkumpul di ruang keluarga, Imah beristirahat didalam kamar sesuai perintah ibunya.


Tapi Imah justru tidak bisa tidur, ia hanya membolak-balikkan badannya diatas kasur.


Ada perasaan gelisah yang Imah rasakan.


Imah belum menghubungi Zack untuk mengundangnya di acara pernikahan kakaknya karena Imah belum meminta izin pada kedua orang tuanya.


Imah masih takut untuk membicarakan hal ini pada ibunya, karena  ibu Imah sangat menentang hubungan Imah rendah Zack.


" Tinggal satu minggu lagi, kapan aku bisa memberitahu bang Zack dan mengundangnya kesini?


Aku takut ibu tidak mengizinkan untuk mengundang bang Zack.


Jika ibu tidak memberikan izin, apa yang harus aku lakukan agar bang Zack tetap bisa datang kesini? Apa aku harus meminta ayah saja yang mengundangnya, bukankah ayah sangat menyukai bang Zack? Aku kira ayah akan dengan  senang hati mengundang Zack untuk hadir di acara pernikahan bang Very. "


Imah bermonolog dan berusaha berfikir untuk mencari jalan agar bisa mengundang Zack.


Ia bekum menemukan cara yang tepat untuk mengundang Zack datang kerumahnya.


Lelah berfikir, membuat Imah akhirnya tertidur.


Karena terlalu memikirkan Zack, dalam mimpi Imah bertemu dengan Zack yang datang menemuinya.


" Imah, apa kabar mu saat ini? " tanya. Zack lembut sambil menatap Imah.


Ada gurat kerinduan yang terpancar dari mata yang selalu menatap tajam itu.


Tapi pada Imah, tatapan itu begitu berbeda.


Bukan sebuah tatapan tajam, tapi tatapan lembut penuh kerinduan.


Tatapan yang menyiratkan rasa kasih sayang, dan mungkin tatapan yang menyiratkan cinta yang dalam buat Imah.


" Ah, bang Zack, akhirnya kau datang juga.


Imah selalu berusaha untuk menghubungi bang Zack karena Imah ingin meminta bang Zack datang kerumah Imah.


Ternyata tanpa Imah minta, bang Zack sudah datang buat menemui Imah. "


Kata Imah yang merasakan sebuah kebahagiaan saat melihat kehadiran Zack yang berada tepat didepannya.


" Kabar Imah selalu baik bang, apalagi jika abang selalu ada buat Imah. "


Kata Imah yang menjawab pertanyaan Zack dengan seulas senyum manis yang selalu menghias di bibirnya.


" Abang akan berusaha untuk selalu ada buat Imah.


Abang ingin membuat Imah selalu merasa bahagia. "


Jawab Zack pada Imah.

__ADS_1


Zack, menyelipkan rambut yang menutupi pipi Imah yang kemerahan ke balik telinga Imah.


Ia ingin selalu memandang wajah Imah tanpa ada yang menghalangi.


Mendapatkan perlakuan Zack yang manis, membuat Imah semakin merona dan menundukkan wajahnya karena merasa malu.


Melihat Imah yang menundukkan kepala, Zack mengangkat dagu Imah dengan jarinya.


" Jangan tundukkan wajahmu, karena abang tidak bisa memandangi kecantikan dan kelembutan wajahmu. "


Kata Zack sambil mengusap dagu Imah dengan jarinya.


Mendapatkan perlakuan yang seperti itu dari Zack, membuat dada Imah berdebar.


Imah merasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang di hatinya.


Perasaannya saat ini tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Imah sendiri tidak tahu, mengapa ada suatu perasaan aneh yang merayap dalam hatinya.


Begitu membingungkan karena Imah tidak bisa mendiskripsikan apa yang ia rasakan saat ini.


Imah hanya mampu menatap manik mata Zack yang ada dihadapannya, karena Zack menahan dagunya dan menatap lembut manik mata Imah.


Tatapan itu, rasanya Imah tidak sanggup untuk menatap manik mata itu.


Tapi karena Zack yang menahan dagunya membuat Imah tidak bisa memalingkan pandangan matanya.


Rahangnya terlihat kokoh, sedangkan bibirnya selalu menyunggingkan senyum yang manis, seperti manisnya gula.


Zack duduk dihadapan Imah, diambilnya kedua tangan Imah yang terasa dingin.


Digenggamnya tangan itu dengan erat untuk mengalirkan rasa hangat di tangan Imah yang terasa dingin.


Perlahan Zack mengangkat tangan Imah dan menciumnya dengan lembut.


Mendapat perlakuan tidak terduga dari Zack membuat Imah salah tingkah.


Dadanya terasa berdebar lebih kencang lagi.


Imah merasa jika wajahnya terasa panas, juga darahnya terasa berhenti mengalir.


Imah hanya diam menerima perlakuan dari Zack, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


Imah juga tidak bisa berkata apa-apa.


Sejenak ia memenangkan diri, menetralkan perasaannya yang terasa tidak karuan.


" Imah, kamu mau jika abang meminta Imah pada kedua orang tua Imah? "


Tanya Zack pada Imah yang terdiam setelah mendengar pertanyaannya.

__ADS_1


" Imah..!  Imah..! Bangun,. Sudah sore! "


Panggil ibu pada Imah yang masih tertidur nyenyak.


" Ini anak, susah banget dibangunkan.


Imah bangun, kan kita mau pergi lihat gaun kamu, nanti Kesorean. " kata ibu yang menggoyang-goyangkan bahu Imah.


Mendapat guncangan yang kuat di bahunya, Imah perlahan membuka matanya.


Dilihatnya ibu yang sedang duduk di tepi tempat tidur dan menghadap kearahnya.


Imah terdiam, yang ada dihadapannya bukan bang Zack tetapi ibu yang menatapnya dengan pandangan yang terlihat heran.


" Ada apa, kok kamu melihat ibu seperti itu?  Apa ada yang aneh dimuka ibu? "


Ibu bertanya pada Imah dan mengusap wajahnya, takut jika ada sesuatu menempel di wajah ibu, karena pandangan mata Imah seperti sangat heran melihat keberadaan ibu yang duduk didepannya.


" Imah, kamu kenapa? Kamu mimpi apa? " tanya ibu lagi.


" Maka, kalau dari luar bersihkan dulu badannya,  minimal cuci kaki, cuci tangan sama cuci muka.


Ini dari pagi, baju aja ga diganti, tidur masih mengenakan baju yang sama, akhirnya mimpi buruk kan? "


Ibu mengomeli Imah yang tidak mengganti baju dan bangun tidur dalam keadaan bengong.


" Sudah sana, mandi, sebentar lagi kita pergi untuk melihat gaun untuk kamu, bang Andika sudah menunggu diruang tengah." ibu meminta Imah untuk mandi dan bersiap karena sore ini mereka akan pergi.


Setelah ibu keluar dari kamar, Imah memegang dadanya yang masih berdebar.


" Ternyata, aku cuma bermimpi, tapi rasanya mimpi itu seperti nyata. "


Kata Imah pada dirinya sendiri.


Imah tersenyum lalu menangkupkan kedua tangannya di pipi, masih terasa hangat seperti yang ia rasakan saat Zack mencium kedua tangannya.


Rasanya, ciuman bibir Zack yang lembut dipunggung tangannya masih hangat terasa.


Imah masih duduk diatas tempat tidurnya. Imah masih mengingat-ingat mimpi yang barusan dia alami.


" Masa aku bermimpi di siang hari, sungguh aneh.


Tapi aku merasa jika mimpi itu seperti nyata. "


Imah duduk diatas tempat tidur dan bermonolog, mengingat mimpi yang ia alami saat tidur disiang hari


" Dalam mimpiku banget Zack berkata bahwa ia akan memintaku pada kedua orang tuaku. Sayang aku tadi keburu dibangunkan oleh ibu, jika tidak entah apa kelanjutan mimpiku itu. "


Imah masih saja mengingat mimpinya hingga ia lupa jika ibu memintanya untuk bersiap karena akan pergi.


Saat ingat apa yang ibu katakan, imah bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera turun dari kamarnya untuk menemui ibu dan abangnya yang sudah sejak tadi menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2