CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 64 Andika Menghibur Imah.


__ADS_3

Ungkapan perasaan yang Imah sampaikan pada Zack merupakan hadiah terindah yang Imah berikan pada Zack.


Ungkapan itu jadi sebuah kata-kata indah yang Zack dengar dari Imah sebelum ia harus pergi meninggalkan Imah.


Apa yang Imah ungkapan mengenai perasaannya pada Zack, menjadikan sebuah kenyataan baru bagi mereka berdua, bahwa sesungguhnya mereka saling mencintai.


Setelah Imah mengulangi mengungkapkan perasaannya pada Zack, Zack merasakan kelemahan dirinya sendiri, dan sekilas melihat tempat dimana mereka berdiri saat ini, entah kapan ia akan menginjakkan kembali kakinya ditempat ini atau mungkin tidak akan pernah mendatangi tempat ini lagi.


Sesaat Zack memandang wajah Imah, Zack merasa bersyukur dengan setiap momen yang pernah mereka lalui bersama.


Zack sadar bahwa ia tidak akan pernah bertemu dengan seorang wanita yang seperti Imah.


Imah merupakan sosok wanita yang penuh dengan kegembiraan dan keceriaan, penuh semangat serta memiliki gairah hidup yang begitu besar.


Zack tidak perduli, kemanapun ia pergi atau apapun yang terjadi pada dirinya, Zack hanya akan selalu mengingat Imah.


Imah, sosok wanita yang sudah mengubah hidup Zack jadi lebih berwarna dan penuh semangat.


Hanya saat-saat terakhir ini yang mereka miliki sebelum akhirnya mereka. harus berpisah.


Ketika panggilan untuk penerbangan Zack mengudara untuk yang terakhir kalinya, Zack menundukkan dan memandang wajah Imah.


Dan untuk pertama kalinya Zack mencium Imah sambil memeluk tubuh Imah dengan erat.


Sudah terlambat bagi Zack.


Zack tidak bisa lagi menahan gelombang perasaannya pada Imah.


Zack sudah menyadari bahwa selama ini ini sudah menipu dirinya dan perasaannya sendiri.


Zack tidak bisa memutarbalikkan atau membendung perasaannya sendiri.


Perasaan yang dimiliki oleh Zack dan Imah tidak bisa mereka tahan seperti sebelumnya.


Apa yang terjadi diantara Zack dan Imah, hanya mereka yang tahu bahwa mereka berdua telah memiliki sebuah ikatan tanpa adanya janji atau kata-kata. Bahwa apa yang terjadi diantara mereka berdua saat ini merupakan suatu hal yang memang seharusnya terjadi dan tidak bisa mereka tolak ataupun mereka rubah.


" Imah,.. tolong jaga dirimu baik-baik! " kata Zack dengan suara yang terdengar parau dan setengah berbisik pada Imah.


" Bang Zack, aku mencintaimu! " kata Imah yang mengulangi mengutarakan perasaannya pada Zack.


" Imah akan jaga diri baik-baik.


Bang Zack juga tolong jaga diri dengan. baik. Imah akan selalu menunggu bang Zack kembali pada Imah dengan keadaan selamat. "


Kata Imah sambil menatap mata Zack lekat-lekat.


Zack hanya bisa mengangguk.


Zack tidak mampu mengucapkan kata-kata yang ingin ia sampaikan pada Imah walaupun ia merasakan hal yang sama dengan Imah.

__ADS_1


Perasaan yang selalu Zack hindari hampir selama tiga puluh tahun.


Zack kembali memeluk Imah dengan erat dan kembali menciumnya.


Zack tahu jika ia harus segera meninggalkan Imah.


Zack harus segera naik ke pesawat terbang.


Dengan segala kekuatan yang ia miliki, Zack berjalan menjauh dari Imah.


Lalu Zack berhenti sejenak di depan gerbang.


Imah masih memandang kepergian Zack dengan air mata yang berderai, mengalir membasahi pipinya.


Zack mulai membalikkan tubuhnya, berhenti dan memandang kearah Imah untuk yang terakhir kalinya.


Kemudian dengan cepat, sebelum semuanya terlambat, Zack berteriak kearah Imah,


" Aku mencintaimu, Imah! "


Kata Zack dengan suara yang sangat lantang.


Imah mendengarnya, mendengar apa yang Zack katakan di menit-menit terakhir sebelum keberangkatan Zack.


Imah memandang kearah Zack yang melambaikan tangannya pada Imah.


Zack mengatakan semuanya sebelum ia harus menaiki pesawatnya.


Imah merasa bahagia ditengah rasa sedih karena kepergian Zack.


Tidak menyangka jika akhirnya Zack mengatakan perasaannya sebelum ia naik ke pesawat dan meninggalkan Imah.


Imah terus memandangi kepergian Zack dengan seulas senyum bahagia terukir di bibirnya.


Zack terus melambaikan tangan pada Imah hingga akhirnya Zack tidak terlihat karena sudah memasuki gerbang.


" Pergilah bang Zack, pergilah dengan do'a Imah yang akan selalu menyertai abang. Imah akan meyakinkan diri jika nanti abang akan kembali menemui Imah dan tidak akan meninggalkan Imah lagi. "


Imah berkata sambil menghapus air matanya dsn berjalan keluar setelah Zack benar-benar sudah tidak terlihat lagi.


Imah berjalan dengan perlahan dengan satu harapan dalam hatinya jika Zack akan kembali menemuinya.


Imah yakin Zack akan kembali padanya.


Ada janji yang tidak terucap diantara mereka, sebuah janji bahwa mereka akan sama-sama menunggu waktu yang akan mempertemukan mereka kembali.


Saat Imah tengah berjalan sambil menunduk, sebuah tangan melingkar di bahunya.


Imah terkejut dan mendongakkan kepala, melihat siapa yang sudah berani melingkarkan tangan di bahunya.

__ADS_1


Imah melihat sebuah senyuman terukir dari bibir seorang laki-laki.


" Kenapa memandang abang seperti itu? kaget ya tiba-tiba ada yang merengkuh bahumu? " kata Andika sambil tersenyum menggoda adiknya.


" Makanya kalau jalan jangan sambil melamun. " katanya lagi pada Imah.


Imah merasa senang karena ternyata kakaknya yang sudah merangkul bahunya.


" Sejak kapan abang berada di sini? " tanya Imah pada abangnya.


" Sejak Zack berteriak jika ia mencintaimu! " jawab Andika tertawa dan menggoda Imah.


Andika tahu jika adiknya sedang merasa sedih dan kehilangan, makanya ia akan berusaha untuk menghibur Imah.


Memang berat apa yang Imah rasakan saat ini. Sebagai seorang kakak, Andika akan selalu menjaga adiknya dan akan mendukung apapun yang menjadi kebahagiaan bagi Imah.


Pipi Imah bersemu merah saat Andika menggodanya dan mengatakan jika ia mendengar apa yang Zack katakan pada Imah.


" Tenang saja, asalkan adek abang yang cantik ini bahagia, abang akan selalu mendukungmu. " kata Andika yang memberikan dukungan mengenai hubungan antara Imah dengan Zack.


" Tapi Imah tidak tahu bang, kapan Imah akan bertemu lagi dengan bang Zack. " kata Imah sambil menunduk sedih.


" Belum lagi mengenai ibu. Belum tentu ibu merestui hubungan Imah dan bang Zack. " kata Imah yang mengetahui bagaimana sikap ibunya terhadap Zack.


Sejak awal, ibu Imah tidak menyetujui jika Imah menjalin hubungan dengan Zack.


" Bersabar dan berdoalah agar Zack bisa kembali dalam keadaan selamat.


Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. Sekarang hanya Imah orang yang terdekat dengan Zack, maka berdoalah selalu untuk keselamatan Zack. "


Andika memberi nasihat agar Imah selalu berdoa untuk keselamatan Zack agar Zack selalu dilindungi dan bisa kembali dalam keadaan selamat.


" Untuk ibu, rasanya ibu akan menerima Zack dengan baik jika Zack betul-betul menunjukkan rasa sayang dan cintanya padamu. Ibu akan luluh jika melihat kebahagiaanmu. "


Andika meyakinkan Imah bahwa hari ibunya akan luluh dan akan merestui hubungan Imah dan Zack jika melihat Imah kebahagiaan Imah bersama Zack.


Malam itu, Andika memang sengaja menjemput Imah di bandara setelah Imah dan Zack pergi naik taksi.


Andika tidak akan membiarkan adiknya pulang sendiri naik taksi.


Saat ayah memintanya untuk menyusul Imah, dengan segera Andika mengambil kunci mobil dari tangan ayahnya dan segera pergi ke bandara untuk menyusul Imah.


Malam ini Andika ingin menghibur adiknya agar bisa sedikit melupakan kesedihan yang ia rasakan.


Bersyukur jika Imah akan baik-baik saja dengan mengikhlaskan dan mendoakan kepergian Zack ke tempat tugas.


Andika dan Imah menyusuri jalan yang masih ramai pada malam itu.


Malam di ibu kota yang tidak akan pernah sepi.

__ADS_1


__ADS_2