
" Bagaimana kabar di sana, nak? " tanya ayah pada Zack.
Imah melepaskan genggaman tangan Zack dan berjalan ke arah rumah untuk mencari ibumu.
Imah akan memberitahu ibunya jika Zack sudah kembali.
" Yah, seperti itulah, namanya tinggal di daerah konflik, tentu banyak resiko dan bahaya yang harus dihadapi.
Beruntung yang maha Kuasa masih menjaga dan melindungi saya dalam tugas saat ini. "
Jawab Zack pada ayah Imah, menjelaskan keadaan di daerah konflik.
" Alhamdulillah, saya senang melihat kau baik-baik saja, Zack. " kata ayah Imah pada Zack.
Ayah Imah merasakan jika Zack sudah menjadi bagian dari keluarganya, meskipun antara Zack dan Imah belum ada ikatan apapun atau janji apapun yang mengikat kedua belah pihak.
Ibu Imah pun sudah mulai melembut hatinya saat mendekati ayah Imah untuk menemui dan menyapa Zack.
Ibu Imah memeluk dan mencium puncak kepala Zack dan mengatakan jika ia merasa bahagia bisa berjumpa lagi dengan Zack.
Dan ibu memang merasa bahagia bisa melihat Zack kembali, ibu merasa bahagia demi Imah.
" Apa kabar, Zack? senang bisa melihatmu kembali dalam keadaan baik-baik saja. " kata ibu pada Zack.
" Seperti yang ibu lihat, saya dalam keadaan baik-baik saja. " jawab Zack sambil tersenyum.
Zack tidak menyangka jika sambutan kedua orang tua Imah akan begitu hangat, terutama ibu Imah yang memeluk dan memberikan ciuman layaknya seorang ibu pada anaknya.
Hal itu membuat Zack merasa terharu dan bisa merasakan pelukan seorang ibu yang selama ini tidak pernah ia rasakan.
" Kau terlihat lebih kurus dari terakhir kali ibu melihatmu. " kata ibu pada Zack sambil memperhatikan penampilan Zack dengan perasaan cemas.
Zack sibuk dengan jam terbang dan membantu di posko keamanan jika ada yang memerlukan bantuannya.
Zack tidak hanya mengendalikan pesawat, tapi ia juga membantu masyarakat sekitar daerah konflik yang ada di penampungan.
Zack hanya makan seadanya saat ia berada di camp penampungan para pengungsi.
Itu yang Zack katakan pada Imah dalam setiap surat yang dia kirim pada Imah.
__ADS_1
" Apakah kau baik-baik saja, Zack? tanya ibu sambil menatap Zack.
Ada raut kecemasan di wajah ibu saat ini melihat keadaan Zack.
" Untuk saat ini Zack baik-baik saja, bu, karena akan berada disini selama dua minggu ke depan. Besok saya akan ke Yogya selama dua hari, dan akan kembali di hari Kamis. Setelah itu saya masih punya waktu sepuluh hari dan saya berharap saya bisa ke Jakarta. "
Jawab Zack pada ibu dan menjelaskan kegiatannya selama libur dua minggu.
Zack bisa mengetahui keberadaan Imah dan keluarganya saat ini dari surat yang Imah kirimkan padanya.
Dalam suratnya, Imah mengatakan jika Imah dan keluarganya akan berangkat berlibur ke Bandung ke villa milik keluarganya dan Imah menceritakan dimana tempat yang akan didatangi oleh keluarganya saat berlibur.
Kebetulan masa cuti Zack bertepatan dengan liburan keluarga Imah, maka Zack langsung menyusul Imah dengan menaiki kendaraan umum.
Saat mendengar Zack akan ke Jakarta, tentu saja Imah sangat senang, wajahnya terlihat berseri-seri.
" Kami akan merasa senang sekali jika kau berkenan untuk datang ke rumah kami. " kata ayah sambil melirik ibu yang berdiri disamping ayah.
Ibu tidak mungkin menolak permintaan ayah pada Zack saat melihat binar bahagia yang terpancar di wajah putri kesayangannya.
" Apakah kau bersedia jika menginap di rumah kami, Zack? " tanya ibu dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
" Jika tidak keberatan dan tidak merepotkan, saya bersedia untuk menginap di sana, bu. " jawab Zack dengan sopan.
Imah ingin berterima kasih pada ibunya karena akhirnya ibu Imah bisa menerima keberadaan Zack dalam keluarga mereka.
Ibu sadar jika tidak selamanya ia harus bersikap keras kepala dengan menolak hubungan Imah dan Zack.
Ibu tidak ingin jika sesuatu terjadi pada Zack, ibu tidak ingin jika Imah menyalahkan orang tuanya dan merasa jika orang tuanya berusaha memisahkan Imah dengan Zack.
Ibu berfikir jika sudah seharusnya ibu berlapang dada menerima apa yang menjadi keinginan Imah.
Imah tidak melakukan sesuatu hal yang bodoh dengan mencintai Zack.
Saat melihat Imah dan Zack yang berdiri berdampingan, ibu ingin membahas sesuatu dengan Imah.
Walau bagaimanapun, Zack seorang lelaki yang berusia tiga puluh tahunan dengan kebutuhan dan hasrat yang dimiliki oleh lelaki dewasa seperti Zack.
Tetapi selama mereka bisa bersikap secara wajar dan bisa menjaga diri masing-masing, ibu akan menerima Zack untuk tinggal bersama mereka.
__ADS_1
Semua tergantung pada Imah dan Zack untuk bisa menjaga diri mereka juga menjaga kehormatan keluarga mereka.
Keesokan harinya, Zack pamit pada Imah dan keluarganya untuk berangkat ke Yogya, sementara keluarga Imah masih bermalam satu malam lagi dan menghabiskan waktu liburan mereka di villa milik keluarga.
Sisa kebersamaan dengan Zack malam itu seolah berlalu begitu saja saat Zack harus pergi meninggalkan Imah untuk dua hari ke depan.
Saat Zack meninggalkan Imah, Zack mencium kening Imah lama dan dalam sekali dan berjanji akan menemui Imah di Jakarta setelah kembali dari Yogya.
Zack memeluk Imah dengan erat dan mengatakan jika ia sangat merindukan Imah dan ia sangat mencintai Imah.
" Abang sangat merindukanmu, Imah, dan abang juga sangat mencintaimu.
Tunggulah abang kembali dari Yogya, abang akan menemui Imah lagi. "
Kata Zack pada Imah.
Imah menatap wajah Zack dan menikmati serta menyimpan dalam hati setiap kata-kata yang diucapkan oleh Zack.
Sudah lama Imah ingin mendengar kata-kata itu dari Zack, dan saat ini Imah mendengarnya dengan jelas.
" Imah juga sangat mencintaimu, bang.
Imah sangat mengkhawatirkan keadaan abang. " kata Imah pula pada Zack.
" Kita akan mengatasi keadaan yang membatasi kita saat ini, sayang. Abang akan berjanji untuk hal itu. Dan jika masa tugas abang sudah berakhir, kita akan melewati waktu bersama-sama lagi. " kata Zack berusaha memberikan ketenangan dan kenyamanan pada Imah.
Sebenarnya bukan sebuah janji yang diharapkan oleh ibu Imah dari Zack pada Imah, tapi Imah tidak perduli dengan janji yang Zack ucapkan, bagi Imah kebersamaannya dengan Zack itu sudah lebih dari cukup.
Imah merasa kesal ketika ia harus berangkat kuliah selama Zack ada di rumahnya.
Imah ingin menghabiskan waktu bersama dengan Zack untuk menghilangkan rasa rindu karena perpisahan mereka yang hampir satu tahun dan ingin menghabiskan waktu cuti Zack yang hanya dua minggu dengan menikmati kebersamaan mereka.
Tetapi ayah dan ibu Imah berkeras jika Imah harus tetap berangkat kuliah, sehingga Imah harus bisa memanfaatkan waktu yang bisa ia lewati bersama Zack.
Hal yang membuat Imah senang yaitu kedua orang tuanya mengizinkan Zack untuk tinggal bersama mereka selama Zack cuti.
" Biar saya yang akan mengantarkan Imah pergi kuliah dan memastikan Imah Imah sampai di kampus dan mengikuti kuliah. " kata Zack pada kedua orang tua Imah saat mereka tengah sarapan pagi bersama.
Imah merasa seolah-olah memiliki dua orang ayah karena sikap Zack yang kebapakan dan melindungi, sehingga Imah merasa nyaman saat bersama dengan Zack.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Zack, Andika merasa senang karena untuk beberapa hari ia akan bebas dari mengantarkan Imah ke kampus.
Bukan ia tidak suka mengantarkan adiknya, tapi setidaknya ia punya waktu untuk pergi ke kantor ayahnya lebih awal dan belajar bekerja di sana.