CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 78 Mereka Saling Mencintai.


__ADS_3

Hari ini Zack dan Imah menghabiskan waktu berdua dengan berkeliling kota Yogya.


Mereka menggunakan kesempatan terakhir untuk menikmati waktu kebersamaan mereka sebelum besok Zack harus kembali melaksanakan tugasnya.


Mungkin kali ini lebih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Zack.


" Kita akan makan siang di mana, Imah? " tanya Zack pada Imah setelah mereka berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di kota Yogya.


" Kita cari tempat makan yang ada di sekitar sini saja, bang. " kata Imah pada Zack.


Saat ini mereka tengah berada sebuah pantai, menikmati pemandangan yang ada di hadapan.


Zack mengajak Imah untuk makan di sebuah restoran yang tidak jauh dari pinggir pantai.


Cuaca yang sedikit mendung membuat Zack dan Imah tidak merasa terlalu kepanasan saat berada dipinggir pantai.


Zack memanggil pelayanan untuk memesan makanan dan mereka duduk sambil menunggu pesanan datang.


Sambil menikmati makan siang yang sudah terhidang, Zack dan Imah menikmati pemandangan pantai yang ada dihadapan mereka.


" Besok pulang jam berapa ke Jakarta, sayang..??" tanya Zack pada Imah.


" Sebaiknya besok naik pesawat saja, agar bisa cepat sampai ke rumah. " kata Zack yang meminta Imah untuk pulang menggunakan pesawat.


" Besok Imah pulang menggunakan pesawat pagi ke Jakarta." jawab Imah.


" Bukankah bang Zack besok sudah harus memulai tugas dan abang juga akan berangkat ke markas pagi-pagi? " tanya Imah pada Zack.


Imah sebenarnya ingin menggunakan kereta seperti kemarin untuk kembali ke Jakarta, tetapi Zack tidak mengizinkan karena Imah akan kembali sendiri.


Zack tidak bisa mengantar Imah pulang ke Jakarta karena Zack sudah harus kembali melakukan tugasnya.


Zack mendapat tugas baru untuk mengikuti misi perdamaian dan bergabung dengan para tentara yang terpilih untuk ditugaskan ke luar negeri.


Mereka mendapat tugas untuk menjalankan misi perdamaian dari PBB dan dikirim ke negara yang sedang mengalami konflik.


" Baiklah, Imah besok akan pulang ke Jakarta menggunakan pesawat. " kata Imah agar Zack tidak merasa cemas karena Imah pulang sendiri.


" Abang tidak perlu cemas karena Imah sudah memberitahu bang Andi untuk menjemput Imah di bandara. " kata Imah lagi.


" Sampaikan pada ayah dan ibu permohonan maaf abang karena tidak bisa mengantar Imah pulang. " kata Zack.


" Iya bang, nanti akan Imah sampaikan pada ayah dan ibu. Lagi pula bukankah abang sudah memberitahu kepada ayah dan ibu jika abang tidak bisa mengantarkan Imah pulang karena abang harus kembali berangkat bertugas. " kata Imah.


" Baiklah, sebaiknya hari ini kita habiskan waktu dan menikmati kebersamaan kita sebelum besok kita harus kembali berpisah." kata Zack setelah mereka menyelesaikan makan siang.


Menjelang sore Zack dan Imah kembali ke hotel untuk beristirahat.


" Imah, jaga diri baik-baik ya selama abang sedang bertugas di luar negeri. Imah jangan terlalu capek, setelah selesai kuliah Imah segera pulang dan jangan keluyuran."

__ADS_1


" Imah belajar yang baik agar Imah bisa segera menyelesaikan kuliah dan segera menggapai cita-cita yang Imah impikan."


Kata Zack pada Imah saat mereka berbincang berdua sebelum beristirahat.


" Iya bang, abang juga jaga diri baik-baik, ada Imah yang selalu menunggu abang untuk kembali. " kata Imah pada Zack.


Malam itu mereka menghabiskan malam dengan melepas segala hasrat mereka, sebelum akhirnya besok mereka harus kembali berpisah.


Belum diketahui kapan mereka akan kembali bertemu dan berkumpul lagi.


Pagi hari, Zack mengantar Imah ke bandara sebelum ia kembali ke markas.


Beruntung letak bandara tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


Zack memiliki akses untuk mengantarkan Imah hingga ke ruang tunggu didalam bandara.


Saat Imah harus segera masuk ke dalam pesawat, Zack dan Imah saling melambaikan tangan mengucapkan kata-kata perpisahan sebelum Imah masuk ke dalam pesawat.


Dalam hati masing-masing mereka berharap semoga mereka bisa segera dipertemukan dan bisa berkumpul kembali.


Setelah Imah tidak terlihat karena sudah berada didalam pesawat, Zack pun langsung menuju ke tempat di mana ia harus berkumpul dengan yang lain untuk ditugaskan menjalankan misi perdamaian.


Kali ini Zack berangkat dengan perasaan sedikit gelisah karena kini dia harus meninggalkan Imah yang sudah menjadi istrinya dan bukan sekedar kekasihnya lagi.


Zack berharap bisa segera menyelesaikan tugasnya agar ia bisa segera kembali untuk bisa bertemu dan berkumpul dengan Imah.


Sepanjang perjalanan, di dalam pesawat Imah duduk sendiri dan mengingat kebersamaannya selama dua hari bersama Zack.


Sesaat terlihat raut wajah sedih Imah saat ia harus berpisah kembali dengan Zack dan mereka belum tahu kapan mereka bisa bertemu kembali.


" Ya Allah jaga dan lindungi bang Zack dimanapun ia berada sehingga bang Zack bisa kembali bersama dengan Imah dalam keadaan sehat dan selamat."


Imah berdoa dalam hati untuk keselamatan Zack saat menjalankan semua tugas-tugasnya.


Setelah menempuh perjalanan Yogya - Jakarta, Imah akhirnya tiba di bandara dan Imah keluar dari bandara dengan membawa koper kecilnya.


Imah lalu mencari keberadaan Andi karena Imah sudah menelpon Andi dan memintanya untuk menjemput di bandara.


Setelah setelah mencari di depan pintu keluar, akhirnya Imah bisa menemukan keberadaan kakaknya, Andi menyambut Imah dan membawa kopernya menuju mobil yang ada di parkiran.


" Wah senangnya yang habis bulan madu berdua." Kata Andi yang menggoda Imah.


" Apa sih, bang? Imah kan ke sana mendampingi bang Zack untuk menerima penghargaan." kata Imah tersenyum malu ketika Andi menggodanya.


" Memang benar Imah kesana untuk menemani Zack menerima penghargaan, tapi sekaligus berbulan madu, karena acaranya kan cuma sampai sore, setelah itu pasti menghabiskan waktu berdua. " kata Andi lagi yang terus menggoda Ima.


" Tidak apa-apa berduaan juga, bang Zack dan Imah sudah resmi menjadi suami istri walaupun baru nikah siri." imbuh Imah yang tidak mau kalah karena digoda oleh abangnya.


" Bang Zack sudah menjadi suami Imah sekarang, jadi Imah akan selalu mendampinginya. " kata Imah lagi.

__ADS_1


" Adik abang sekarang sudah besar ya? bukan sudah besar tapi sudah jadi istri orang dan sudah pintar berkilah." seloroh Andi sambil tertawa.


" Imah sekarang sudah menikah, sekarang tinggal abang yang belum menikah. Kapan abang akan mengenalkan kekasih abang pada Imah, ayah dan juga ibu? " tanya Imah yang membalas menggoda Andi karena Imah tahu jika Andi tengah dekat dengan seorang gadis.


" Abang tidak punya kekasih, bagaimana mungkin abang mengenalkannya pada kamu juga ayah dan ibu?" kata Andi dengan raut wajah sedih.


" Bukannya abang sedang dekat dengan seseorang di kantor ayah? " tanya Imah


" Tidak usah diingat masalah itu abang hanya jadi tersangka bagi dia, terlanjur sayang tapi Kandas. " kata Andi.


" Hahaha,.abang bisa saja, kandas sebelum berlabuh ya,bang? " kata Imah yang sengaja mengejek Andi.


Imah tahu jika abangnya itu tidak terlalu peduli jika ia harus putus dengan kekasihnya, karena Andi selalu bersikap santai dan menganggap jika ia putus berarti dia harus cari lagi.


" Tidak perlu mengejek abang, mentang-mentang sudah jadi milik Zack. " kata Andi pada Imah.


Andi melajukan mobil menuju perjalanan pulang ke rumah dengan kecepatan sedang.


Andi masih senang menggoda adiknya yang kini sudah menjadi istri orang.


Di rumah, ayah dan ibu sudah menunggu Imah dan Andi pulang dari bandara.


Saat tiba di rumah, Imah menyalami tangan ayah dan ibu, lalu memeluk ibu.


Mereka bersyukur karena Imah sudah sampai di rumah dengan selamat.


" Ayah senang Imah kembali ke rumah, ayah kira Imah langsung ikut sama Zack terbang keliling dunia." ujar ayah yang menggoda Imah.


" Tidak mungkin Imah ikut dengan bang Zack, ayah.. bang Zack kan sedang menjalankan tugasnya, jadi tidak mungkin Imah ikut dengan bang Zack. " kata Imah pada ayah.


" Bagaimana nak, apakah kamu bahagia bisa menikah dengan Zack? " tanya ibu pada Imah.


" Iya bu, Imah merasa bahagia bisa menikah dengan bang Zack. Bang Zack begitu baik dan begitu memperhatikan Imah. " jawab Imah pada ibu.


Mereka pun masuk ke dalam rumah lalu melanjutkan mengobrol diruang tengah.


" Bang Zack titip salam buat ayah dan ibu juga buat bang Andi. Bang Zack juga minta maaf kerena tidak bisa mengantar Imah pulang ke rumah." kata Imah pada orang tuanya juga pada Andi.


" Uya ayah tahu karena sebelum berangkat kemarin Zack sudah memberitahu ayah jika ia tidak bisa mengantarmu pulang." kata ayah pada Imah.


Kedua orang tua Imah bersyukur karena Imah sudah kembali dengan selamat, walaupun di hati ibu ada perasaan sedih karena Imah harus berpisah sementara dengan suaminya.


Tapi ibu yakin bahwa Imah akan bisa menjalani rumah tangganya dengan Zack karena ibu melihat begitu besar rasa cinta Zack pada Imah juga cinta Imah pada Zack.


Mereka saling mencintai dan yang pasti mereka akan saling menguatkan dalam keadaan apapun.


Setelah mengobrol sebentar dengan kedua orang tuanya, Imah meminta izin untuk ke kamar karena Imah ingin beristirahat.


Walaupun Imah naik pesawat tapi Imah merasa letih.

__ADS_1


Setelah mengatakan jika ingin beristirahat, Imah pun menuju ke kamarnya lalu membersihkan diri dan mengganti pakaiannya lalu beristirahat sebelum makan siang.


__ADS_2