
Setelah dua hari kepergian Zack ke Yogya, Zack datang ke Jakarta dan memutuskan untuk tinggal bersama keluarga Imah.
Zack sangat sopan, bertingkah laku baik, bersikap santun dan penuh perhatian dan Zack sangat menghormati dan menghargai keluarga Imah.
Zack juga selalu menjaga sikapnya terhadap Imah.
Sikap Zack yang demikian membuat kedua orang tua Imah merasa sangat senang, bahkan ibu Imah sangat terkesan dengan tingkah laku Zack.
Satu hal baik yang belum dilakukan oleh Zack dan yang akan menyenangkan dan membahagiakan bagi keluarga Imah, yaitu Zack belum melamar Imah pada kedua orang tuanya.
" Zack, bagaimana dengan hubunganmu dan Imah, apakah akan terus berlanjut? sepertinya Imah sudah tidak mau melepaskan mu lagi. "
Ayah Imah mencoba bertanya pada Zack mengenai hubungannya dengan Imah dan ayah berusaha untuk menyinggung secara halus akan kelanjutan hubungan Zack dan Imah agar bisa dilakukan lebih serius lagi.
Saat itu ayah pulang lebih awal dari kantor dan melihat Zack sedang membuat sebuah rancangan pesawat terbang baru.
Zack tidak mungkin mewujudkan impiannya untuk membuat pesawat itu sekarang, tapi mungkin jika ia sudah tidak bertugas lagi, ia bisa mewujudkan impiannya membuat pesawat itu.
Zack sudah membuat membuat catatan mengenai detil pesawat tersebut didalam buku catatannya.
Ayah begitu terpukau dengan kepintaran Zack dalam membuat sebuah rancangan gambar pesawat.
Ia memperhatikan setiap detil gambar pesawat yang Zack buat.
Zack tengah menggambar sebuah pesawat tempur dengan gambar dan mesin yang lebih canggih dari pesawat yang ia gunakan saat membawa bantuan ke daerah konflik.
" Jadi bagaimana rencanamu selanjutnya, Zack? Apakah kau akan bersikap serius dengan hubunganmu dan Imah? " tanya ayah lagi pada Zack setelah ia terdiam dan memperhatikan kegiatan Zack menggambar sebuah pesawat.
Ayah ingin kejelasan mengenai perasaan Zack pada Imah dan ingin tahu apa sebenarnya keinginan Zack terhadap hubungannya dengan Imah.
" Saya sangat mencintai Imah, pak!
Selama ini tidak ada perempuan yang bisa mengubah pola pikir saya mengenai sebuah hubungan dan pernikahan. Saya menganggap bahwa pernikahan itu akan melahirkan sebuah ikatan yang tidak bisa saya terima karena rasa takut saya.
Saya takut menyakiti hati anak-anak yang lahir dari hasil pernikahan karena saya tidak memberikan kasih sayang pada mereka. "
Zack menjeda kata-katanya, lalu Zack menunduk dan melihat tangannya sendiri dan menautkan ke dua tangannya karena merasa takut jika apa yang ia sampaikan tidak sesuai dengan harapan ayah Imah.
__ADS_1
Zack kembali menatap ayah Imah dan melanjutkan kata-katanya.
" Sejak bertemu dan berkenalan dengan Imah sehingga saya bisa mencintai Imah, pemikiran saya mengenai arti sebuah pernikahan menjadi berubah.
Saya justru ingin bisa membangun sebuah keluarga dan memiliki anak-anak bersama Imah. "
Zack berkata sejujurnya pada ayah Imah tentang apa yang ia inginkan bersama Imah.
Ayah Imah sangat menyukai kejujuran Zack dan selama ini ia memang sangat menyukai Zack.
Zack memang tidak pernah membuatnya kecewa karena kedekatannya dengan Imah karena Zack begitu menghargai dan menjaga Imah dengan baik.
Zack hanya bersikap lebih lambat dari yang diinginkan oleh ibu Imah, yaitu agar Zack segera meresmikan hubungannya dengan Imah karena ibu takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada diri mereka.
Ayah melihat jika Imah tidak begitu tergesa-gesa untuk meminta Zack melamarnya, dan ayah akan menghargai keputusan dan keinginan Imah dan Zack mengenai hubungan mereka.
Ayah melihat jika ada kemungkinan Zack akan segera melamar Imah, karena ayah melihat kedekatan mereka berdua saat berada di rumah, terlihat jika mereka sama-sama saling mencintai.
" Saya tidak akan menikahi Imah sekarang, pak! Karena saya belum menyelesaikan tugas saya. Saya tidak mau jika sesuatu terjadi pada saat saya bertugas sehingga membuat Imah menjadi janda. "
Mendengar apa yang dikatakan oleh Zack , ayah hanya diam dan tidak mengatakan jika sudah atau belum menikah Zack dan Imah, jika terjadi sesuatu pada Zack, Imah akan tetap merasa hancur dan merasa kehilangan.
Imah masih sangat muda dan baru berusia dua puluh tahun.
Zack pemuda pertama yang membuat Imah jatuh cinta, dan mungkin pemuda terakhir yang Imah cintai.
Ibu Imah menginginkan jika Imah dan Zack bertunangan terlebih dahulu hingga Zack menyelesaikan tugasnya.
Dengan bertunangan, dapat memperjelas hubungan antara Imah dan Zack sehingga Zack akan lebih memperhatikan dan menghargai Imah sebagai calon istrinya.
Zack menerima keinginan ibu untuk bertunangan dengan Imah hingga ia siap untuk menikahi Imah.
" Saya bukan tidak ingin menikahi Imah secepatnya, tapi alasannya sudah jelas.
Saya dan Imah saling mencintai, tidak ada wanita lain di sana dan tidak saya tidak akan menjalin hubungan dengan wanita lain,. itu tidak akan pernah terjadi. "
Zack meyakinkan orang tua Imah saat ibu Imah memintanya bertunangan dengan Imah untuk mengikat hubungan mereka.
__ADS_1
Zack yakin jika Imah mempercayainya dan tidak akan mengkhianatinya.
Imah sangat mempercayai Zack seperti halnya Zack mempercayai Imah.
Zack selalu berkata jujur dan terbuka pada Imah, sehingga Imah tidak pernah meragukan Zack meskipun mereka berjauhan dan jarang bertemu.
Imah begitu mempercayai Zack sehingga ia merasa tidak perlu curiga pada Zack.
Hal ini membuat ibu merasa cemas, takut jika Zack tidak bersikap jujur pada Imah.
Imah masih sangat muda dan terlalu mudah percaya, bisa saja Zack tidak berkata jujur pada Imah.
Walaupun Imah bisa saja melakukan hal yang sama jika Zack melukainya, tapi ibu yakin Imah tidak akan melakukan hal itu, Imah terlalu lembut untuk melukai dan menyakiti hati orang lain.
Tapi setelah melihat keseriusan Zack dan kepercayaan Imah pada Zack, ibu bisa merasa sedikit lega, bahwa Zack tidak akan merusak kepercayaan yang Imah berikan.
" Apakah suatu saat nanti, kau akan menetap di suatu tempat, Zack? " tanya ayah ingin memastikan keinginan Zack dimasa yang akan datang.
" Saya memang punya keinginan seperti itu, apapun keadaan kedepannya.
Selama saya bisa terbang berkeliling dan membangun pesawat, saya akan melakukan itu. Dan suatu saat saya pasti akan memiliki tempat tinggal yang tetap bersama istri dan anak-anak saya."
Zack menjawab pertanyaan ayah Imah apa adanya.
Sebuah keinginan Zack dimasa yang akan datang, dimana selama ini ia banyak menghabiskan waktu dengan urusan penerbangan dan pesawat.
Zack memiliki keinginan seperti Denis yang menikah dan memiliki keluarga.
Ada tempat dimana ia harus pulang saat setelah menyelesaikan pekerjaannya berkeliling dengan pesawat yang selalu menjadi kebanggaannya.
Seperti yang pernah Zack katakan pada Imah bahwa ia tidak perduli jika suatu saat ia akan punya anak atau tidak.
Yang ia butuhkan hanya pesawat terbang.
Tapi saat ini, semua itu sudah berubah.
Zack ingin menikah, memiliki anak dan keluarga setelah ia jatuh cinta pada Imah.
__ADS_1