
Zack dan Imah telah sampai di Kota Tua, saat mereka tiba hari sudah mulai gelap.
Setelah Zack memarkirkan mobilnya, mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki Kota Tua.
Zack melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
" Imah, sekarang sudah jam enam tiga puluh, apa kita mau main disini dulu? " tanya Zack pada Imah yang berjalan disampingnya.
" Iya bang, makan malamnya nanti aja, kalau sekarang masih terlalu dini untuk makan malam. " jawab Imah sambil tersenyum.
" Baiklah, abang akan ikut apa kata Imah saja. " kata Zack sambil tersenyum.
Mereka melangkah memasuki Kota Tua yang ramai oleh pengunjung.
" Bang, kita naik sepeda dulu ya? cari sepeda yang tandem agar bisa dikayuh berdua. " pinta Imah pada bang Zack yang ingin naik sepeda berdua.
" Kita cari sepeda ontel saja, nanti Imah duduk di depan biar abang yang mengayuh sepedanya. "
Bang Zack meminta agar mereka mencari sepeda ontel dan bang Zack membonceng Imah yang duduk di besi tengah sepeda itu.
" Memang ga sakit kalau duduk di atas besi? " tanya Imah pada bang Zack.
" Ga sakit kok biar duduk di besi juga, atau kalau ga mau duduk di besi batangan depan bisa di bonceng dibelakang aja. "
Kata bang Zack yang menawarkan pada Imah untuk dibonceng didepan atau dibelakang.
" Kita pilih sepedanya dulu, bang! " kata Imah yang berjalan menuju tempat rental sepeda.
Zack mengikuti Imah dari belakang untuk menuju tempat rental sepeda yang akan mereka gunakan.
Imah dan Zack memilih sepeda yang akan mereka gunakan.
Setelah menentukan sepeda yang akan digunakan Zack mendorong sepeda itu dan meminta Imah untuk naik.
" Ayo, Imah coba duduk didepan dulu, nanti kalau pantatnya sakit baru pindah kebelakang. " pinta bang Zack pada Imah.
Bang Zack naik keatas sepeda dan duduk diatas sadel, ia menahan sepeda agar Imah bisa naik dan sepeda tidak jatuh.
Imah mencoba untuk naik diatas besi batangan dan berpegangan pada stang sepeda.
" Bang, Imah ga bakal jatuh kan? " tanya Imah sambil tertawa.
Ia berpegangan pada stang sepeda dan Zack mulai mengayuh sepeda itu.
Awalnya sepeda terlihat oleng membuat Imah takut.
" Bang, kok sepeda goyang-goyang, Imah takut.! " kata Imah yang merasa takut karena sepedanya terasa oleng.
__ADS_1
" Imah duduknya jangan goyang, nanti kita malah jatuh. " kata bang Zack yang meminta Imah agar duduk dengan tenang.
Setelah beberapa saat mengayuh, akhirnya bang Zack bisa menyeimbangkan sepeda dan mengayuhnya dengan tenang.
Malam itu, mereka berkeliling di area kota tua menggunakan sepeda.
Sungguh sesuatu hal yang membuat mereka berdua bahagia.
" Bang berhenti dulu, Imah pegal mau pindah duduk dibelakang. " kata Imah yang sudah merasa pegal.
Bang Zack menghentikan mengayuh sepedanya, lalu Imah turun dan pindah duduk di bagian belakang.
" Pegangan ya, jangan sampai jatuh. "
pinta bang Zack agar Imah berpegangan saat ia memboncengnya.
" Iya, bang! " jawab Imah sambil duduk dibelakang.
Imah memegang pinggang bang Zack agar tidak jatuh.
Deg! Ada perasaan aneh yang Zack rasakan saat tangan Imah melingkar di pinggangnya.
Darahnya seakan mengalir lebih cepat didalam tubuhnya.
Serasa ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan didalam dadanya.
Sebenarnya, bang Zack ingin memegang tangan Imah yang melingkar di perutnya, namun bang Zack tidak berani melakukan semua itu.
Ia sangat menikmati perjalanannya malam ini bersama Imah.
Hingga beberapa putaran mereka menaiki sepeda berdua.
Jika bisa, bang Zack ingin terus menikmati kebersamaan itu, ia merasa bahagia saat tangan Imah melingkar diatas perutnya dan tidak ingin tangan itu lepas dari atas perutnya.
Bang Zack dan Imah juga mengabadikan kebersamaan mereka dengan berfoto bersama, karena disana ada tukang foto keliling yang biasa mengabadikan kebersamaan pengunjung yang datang ke Kota Tua.
Setelah lelah berkeliling, mereka berhenti dan mencari penjual minuman yang ada disekitar tempat itu.
" Imah haus bang, mau cari minum dulu." kata Imah setelah mereka mengembalikan sepeda yang tadi mereka pinjam.
" Ayo, abang juga haus, kita cari minum dulu." kata bang Zack yang juga merasa haus.
Mereka berjalan menuju penjual minuman dan membeli minuman botol.
" Kita langsung cari tempat makan malam ya? Ini sudah jam tujuh tiga puluh, sudah saatnya makan malam. " kata bang Zack yang mengajak Imah untuk makan malam.
" Kita mau makan malam disekitar sini atau cari ditempat lain? " tanya bang Zack pada Imah.
__ADS_1
" Kita cari restoran yang searah jalan pulang aja, bang, biar nanti ga mutar arah lagi. " jawab Imah yang mengusulkan untuk mencari restoran yang searah dengan jalan pulang mereka.
Mereka berjalan menuju perkiraan dan naik keatas mobil.
Zack duduk didepan kemudi sementara Imah duduk di sampingnya.
" Kita mau makan dimana? " tanya bang Zack pada Imah.
" Imah ikut bang Zack aja, masa bang Zack yang ikutin kemauan Imah terus. " kata Imah sambil tersenyum.
Imah menyerahkan pada bang Zack dimana mereka akan makan malam.
" Kalau begitu, abang akan ajak Imah makan seafood, bagaimana? Imah mau ga? " tanya bang Zack yang mengajak Imah untuk makan seafood.
" Wah, kalau itu Imah mau banget.
Bang Zack tahu aja kalau Imah suka makan seafood. " kata Imah yang merasa senang karena bang Zack mengajaknya untuk makan seafood.
" Benarkah? Imah suka makan seafood? " tanya Zack tak percaya.
Selama ini mereka makan di restoran biasa, Zack tidak tahu jika Imah menyukai makanan laut.
" Imah menyukai hampir semua makanan laut. Udang, kepiting, cumi-cumi, kerang, semua Imah suka. " kata Imah yang memberitahu Zack tentang kesukaannya makan makanan laut dengan antusias.
" Abang ga nyangka kalau Imah penikmat makanan laut. " kata bang Zack sambil melajukan mobil menuju arah pulang untuk mencari restoran yang menjual seafood.
" Imah tidak ada alergi makanan laut? " tanya bang Zack pada Imah.
" Alhamdulillah tidak bang! " jawab Imah.
" Bang, kita makan seafood ditempat Imah sama keluarga Imah makan beberapa hari yang lalu? " pinta Imah pada bang Zack.
" Dimana tempatnya? " tanya bang Zack pada Imah.
" Nanti Imah yang kasih tahu jalannya. " jawab Imah pada bang Zack.
" Disana masakannya enak banget bang, murah lagi. " kata Imah mempromosikan restoran yang kemarin ia kunjungi bersama keluarganya.
Bang Zack melajukan mobil menuju restoran yang ditunjuk oleh Imah sesuai dengan arahan Imah yang mengetahui jalan menuju restoran itu.
Tiba di restoran, Zack memarkirkan mobil di area parkir, lalu berjalan bersama Imah masuk kedalam restoran.
Mereka memilih tempat duduk yang nyaman untuk menikmati makan malam mereka.
" Imah pesan aja apa yang Imah suka. " pinta bang Zack pada Imah agar Imah memesan makanan yang ia inginkan.
" Iya bang, tenang aja, Imah pasti pesan makanan yang Imah suka, karena disini makanannya enak-enak semua. "
__ADS_1
kata Imah dengan semangat.
Imah senang bisa makan makanan favoritnya di restoran ini.