CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 81 Cuti Kuliah.


__ADS_3

Imah setiap hari menulis surat untuk dikirimkan pada Zack, tapi sedikitpun Imah tidak membahas mengenai kehamilannya.


Imah hanya menceritakan tentang kegiatannya di rumah ataupun di kampus, juga mengatakan kerinduannya akan kehadiran Zack disisinya.


Walaupun Imah belum memeriksakan diri ke dokter, tapi Imah yakin jika dirinya saat ini sedang hamil dan Imah tidak menceritakan kehamilannya pada Zack agar Zack tetap fokus pada pekerjaannya dan tidak terbebani dengan kehamilannya.


Imah menghadapi kehamilannya sendirian. Setiap pagi Imah mengalami morning sickness dan muntah-muntah sendiri dikamar mandi.


Dan setiap hari Imah akan pergi ke kampus dengan diantar oleh Andika atau sesekali diantar ayahnya.


Setiap keluarga yang menanyakan keadaannya, Imah akan berkata jika ia baik-baik saja dan keluarganya menganggap jika Imah tengah merindukan suaminya.


Di kampus, teman-teman Imah juga merasa heran dengan keadaan Imah yang selalu terlihat lesu dan tidak bersemangat.


" Hai Imah.. bagaimana kabarmu hari ini? " tanya Selly pada Imah yang terlihat duduk dengan lesu di bangkunya.


" Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. " jawab Imah sambil tersenyum.


" Tapi aku justeru melihatmu tidak baik-baik saja, kau terlihat lesu dan wajahmu sangat pucat. " kata Artida pada Imah.


" Benar Imah, kau terlihat pucat, jika kau sedang sakit sebaiknya kau beristirahat dan tidak perlu masuk kuliah terlebih dahulu. " kata Mia pula.


Teman-teman Imah dapat melihat kondisi Imah yang sedang tidak baik-baik saja.


" Tidak apa, aku tidak sedang sakit. Aku terlihat lesu dan pucat karena aku kurang tidur. Aku sibuk mengerjakan tugas kuliah hingga larut malam. " kata Imah pada teman-temannya agar mereka tidak mengkhawatirkan keadaannya.


" Jangan terlalu dipaksakan saat belajar, sebaiknya kau bisa mengatur waktu untuk beristirahat, jika kau sakit karena kurang beristirahat nanti kau juga yang rugi. " kata Selly mencoba memberitahu Imah agar tidak memaksakan diri untuk belajar sehingga melupakan kesehatannya.


" Benar itu Imah. Bukankah kau punya otak yang cerdas? jadi untuk apa terlalu memaksakan diri untuk belajar sehingga melupakan kesehatan dirimu sendiri. " kata Artida pula.


" Terima kasih teman-teman, kalian begitu perhatian padaku, nanti aku akan lebih banyak beristirahat agar tidak terlihat lesu dan pucat. " kata Imah untuk menenangkan teman-temannya.


" Selain banyak beristirahat, kau juga harus makan makanan yang sehat. Akhir-akhir ini aku lihat kau kurang nafsu makan. " kata Mia yang melihat jika Imah tidak nafsu makan jika mereka sedang makan di kantin.

__ADS_1


Imah hanya mengangguk dan tersenyum pada teman-temannya.


Imah bersyukur memiliki teman-teman yang baik dan memperhatikannya, tapi Imah tidak mungkin menceritakan keadaan sebenarnya pada teman-temannya itu.


Bukan hanya teman-teman Imah yang memperhatikan keadaan Imah, para dosen pun melihat perubahan yang terjadi pada Imah.


Salah seorang dosen menyarankan Imah untuk pergi ke dokter tapi Imah menolak dan mengatakan jika ia baik-baik saja dan terlalu belajar dengan keras.


Tetapi dengan keadaan Imah yang seperti itu, nilai-nilai Imah mulai merosot, Imah sulit untuk berkonsentrasi saat tengah belajar dan semua dosen mengetahui bagaimana keadaan Imah saat ini.


Semuanya menjadi seperti mimpi buruk bagi Imah. Bagaimana Imah akan menceritakan pada kedua orang tuanya jika beberapa bulan ke depan ia akan memiliki seorang bayi tanpa seorang suami disisinya.


Imah tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kedua orang tuanya jika ia tahu bahwa ia tengah mengandung cucu mereka.


Apakah mereka akan bahagia atau mereka akan marah dan kecewa karena Imah pasti akan meninggalkan kuliahnya untuk sementara waktu.


Entah apa yang akan ayah lakukan pada Zack jika tahu ia tengah mengandung anaknya Zack.


Terlalu banyak beban pikiran yang Imah rasakan saat ini.


Imah juga memikirkan bagaimana nasib dirinya dan anaknya jika nanti Zack tidak kembali dari tugasnya.


Usia Imah yang masih muda dan rasa takut mengecewakan kedua orang tuanya membuat Imah tidak memikirkan untuk menceritakan keadaannya pada keluarganya, ia memendam sendiri semuanya sampai nanti keluarganya akan tahu dengan sendirinya.


Imah juga mengingat kata-kata Zack bahwa ia tidak menginginkan anak-anak, walaupun mungkin suatu hari Zack akan berubah dan akan menyayangi anaknya, tapi untuk saat ini Imah juga tidak ingin memberitahu Zack tentang kehamilannya.


Ditengah-tengah rasa khawatir yang Imah rasakan, satu-satunya hal yang membuat Imah bahagia adalah betapa Imah mencintai Zack dan betapa Imah menginginkan anak Zack yang saat ini tengah dikandungnya.


" Bagaimana keadaanmu saat ini? " tanya Sandy pada Imah saat suatu sore Sandy datang berkunjung ke rumah Imah.


" Keadaanku selalu baik-baik saja dan aku selalu bahagia. " jawab Imah sambil tersenyum pada Sandy yang menatapnya.


Diawal kuliahnya Sandy benar-benar sibuk dan banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, sehingga mereka jarang bertemu ataupun sekedar berkomunikasi.

__ADS_1


Disaat ada waktu, maka Sandy akan datang berkunjung ke rumah Imah untuk sekedar mengobrol dan bercerita bersama Imah.


Sandy dan Imah memutuskan untuk berjalan-jalan sore disekitar taman yang tidak jauh dari rumah Imah sambil bercakap-cakap.


Sandy sekarang terlihat lebih tampan, tubuhnya tinggi dan memiliki rambut yang hitam.


Penampilan Sandy banyak menarik hati gadis-gadis yang melihatnya tapi mereka harus kecewa karena Sandy tidak pernah menanggapi mereka.


Sandy banyak menerima perhatian dari gadis-gadis yang ada disekitar kampus barunya.


" Kau terlihat sangat dimanja oleh kedua orang tuamu. " kata Imah sambil tersenyum menggoda Sandy.


Sandy hanya membalas senyuman Imah tanpa mengatakan apapun.


Senyum Sandy terlihat indah, dan mata besarnya yang berwarna hitam dipenuhi dengan keramahan dan kehangatan.


" Apakah kau sekarang sudah memiliki seorang gadis yang akan menjadi pendampingmu? sepertinya banyak gadis-gadis yang mendambakan untuk bisa menjadi pendampingmu." tanya Imah pada Sandy.


" Hingga saat ini aku belum memikirkan hal itu, aku masih menikmati kehidupanku saat ini, menikmati kesendirian tanpa harus memikirkan keribetan karena memiliki seorang pasangan. " jawab Sandy sambil menatap beberapa orang gadis yang tengah mencari perhatian padanya.


" Kau terlalu menyebalkan dengan bersikap cuek pada gadis-gadis yang tengah mencuri perhatianmu. " seloroh Imah.


Imah menikmati kebersamaannya dengan Sandy, dan mereka sudah bersahabat baik sejak dua tahun terakhir.


Sandy mengatakan jika ia akan menjadi relawan dan bekerja di sebuah rumah sakit saat musim panas tiba.


Imah juga memikirkan apa yang akan ia lakukan saat libur semester yang akan datang, karena pada saat itu kehamilannya pasti sudah terlihat dan perutnya sudah membesar.


Imah sudah memutuskan untuk memberitahu pihak kampus jika ia akan cuti kuliah, lalu ia akan tinggal di rumah untuk menanti kelahiran bayinya juga menanti Zack kembali kerumahnya.


Imah akan mencari alasan mengapa harus cuti kuliah pada pihak kampus.


Dengan mengajukan cuti berarti Imah tidak akan lulus bersama dengan teman seangkatannya dan jika tidak ada halangan Imah hanya akan cuti satu semester saja sampai ia melahirkan bayinya.

__ADS_1


Imah masih belum memberitahukan keadaannya pada siapapun termasuk pada Zack dan Imah akan memberitahu Zack jika ia kembali nanti dan kemungkinan besar Imah akan melahirkan bayinya tanpa didampingi oleh Zack.


__ADS_2