
" Imah yang rajin belajarnya ya? siapa tahu pada saat liburan kita bisa bertemu lagi.
Bang minta maaf karena tidak bisa memenuhi undangan Imah untuk menghadiri acara pernikahan bang Very."
Bang Zack berpesan agar Imah rajin belajar. Bang Zack juga meminta maaf karena tidak bisa memenuhi undangan keluarga Imah.
" Iya bang, Imah akan selalu giat belajar.
Bang Zack hati-hati ya saat bertugas. " kata Imah pada bang Zack.
" Tidak apa jika abang tidak bisa datang di acara pernikahan bang Very, Imah tahu kesibukan abang.
Mohon do'anya saja, semoga semua lancar. " kata Imah yang memaklumi jika bang Zack tidak bisa memenuhi undangan keluarganya.
" Ayo kita turun, sudah mau jam sepuluh malam, nanti keluarga Imah khawatir jika Imah belum pulang. " bang Zack mengajak Imah untuk turun dari mobil.
Bang Zack turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu untuk Imah.
" Ayo Imah, turunnya pelan-pelan. " kata bang Zack pada Imah setelah Imah membuka seatbelt dan turun dari mobil.
Mereka berdua berjalan menuju rumah Imah yang lampunya masih menyala.
" Masih belum pada tidur ya? lampu rumah masih menyala." kata bang Zack pada Imah.
" Belum bang, paling masih pada sibuk buat persiapan pernikahan bang Very. " jawab Imah.
" Oh iya, abang lupa. Pasti banyak yang dipersiapkan ya, sampai semua anggota keluarga pada sibuk. " kata bang Zack yang baru ingat jika dirumah Imah akan diadakan pesta.
" Assalamu'alaikum.. " salam bang Zack dan Imah saat Imah membuka pintu rumah yang sengaja belum dikunci.
" Waalaikumsalam.. " jawab keluarga Imah yang tengah berkumpul diruang keluarga.
Mereka tengah menyiapkan souvenir untuk acara pernikahan.
" Duduk dulu bang, Imah panggilkan ayah sebentar. " Imah meminta bang Zack untuk duduk dan menunggu diruang tamu.
Imah akan memanggil ayahnya.
Tak lama, Imah datang bersama pak Surya dan duduk diruang tamu.
" Imah, ambil minum dulu buat bang Zack. " pinta ayah pada Imah.
" Tidak perlu pak, saya mau pamit pulang karena sudah malam. " kata bang Zack yang menolak untuk dibuatkan minum.
" Kenapa buru-buru? baru mau jam sepuluh. " kata ayah pada bang Zack.
__ADS_1
" Maaf Pak, besok pagi saya harus berangkat lagi ke New Zealand.
Saya kesini mengantarkan Imah pulang, sekalian saya mau minta maaf karena tidak bisa memenuhi undangan keluarga bapak untuk ikut menghadiri acara pernikahan abangnya Imah. "
kata bang Zack menjelaskan kedatangan menemui ayah Imah.
Bang Zack tidak mungkin membiarkan Imah masuk sendiri kedalam rumahnya, karena saat berangkat tadi, bang Zack meminta izin pada ayah Imah.
Jadi saat pulang pun ia harus berpamitan pada ayah Imah.
" Baiklah jika begitu, bapak tidak bisa menahan lebih lama.
Terima kasih karena sudah mengantarkan Imah pulang. "
Ayah. mengerti jika bang Zack harus buru-buru pulang dan berterima kasih karena sudah mengantarkan Imah pulang.
Setelah berbasa-basi sebentar, akhirnya bang Zack pamit pulang pada pak Surya juga pada Imah.
Bang Zack. meninggalkan rumah Imah dan kembali ke rumah Denis, tempat dimana ia menginap.
" Bagaimana makan malamnya? " tanya ayah menggoda Imah.
" Imah senang yah, tadi Imah ajak bang Zack makan seafood ditempat yang kita datangi kemarin. " jawab Imah yang mengatakan jika ia dan Zack makan seafood dimana mereka makan sekeluarga.
" Masa cuma makan malam aja, ga ketempat lain, gitu? " tanya ayah ingin tahu.
Lalu Imah menceritakan pada ayah apa yang ia dan Zack lakukan di Kota Tua.
Ayah hanya tersenyum mendengar cerita Imah.
Tidak menyangka jika putri yang ia sayangi kini sudah mulai beranjak dewasa.
" Imah tadi benar-benar takut jatuh lho yah waktu pertama duduk di besi batangan, tapi lama kelamaan jadi enak aja naik sepedanya. " kata Imah menceritakan keseruannya naik sepeda bersama bang Zack.
" Tidak terasa, sekarang kamu sudah dewasa Imah. Meski umurmu sudah sembilan belas tahun, tapi ayah merasa bahwa Imah tetap putri kecil ayah.
Putri kecil yang manja tapi tidak pernah mau jika ayah peluk saat tidur. "
Ayah berkata dalam hati jika ia tidak menyangka jika Imah sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik.
Kulit Imah putih bersih dengan rambut yang pirang sejak kecil.
Hidungnya terlihat mungil dengan bola mata yang jernih.
Sungguh ayah tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu, membuat gadis kecilnya kini sudah bertambah tinggi.
__ADS_1
Hanya satu yang tidak berubah, bahwa Imah masih bersikap manja pada ayahnya.
" Sudah malam, istirahatlah, besok Imah harus berangkat kuliah." kata ayah yang meminta Imah untuk beristirahat.
" Baik, ayah! " kata Imah sambil memeluk ayahnya.
Ayah pun mencium puncak kepala Imah.
" Imah ke kamar dulu, ayah." kata Imah sambil melepaskan pelukan pada ayahnya, lalu berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.
Ayah memperhatikan Imah hingga Imah sampai dianak tangga terakhir dan menuju ke kamarnya.
Hari ini, hari dimana akan diadakan acara pernikahan Very dan Viny.
Acara akad nikah sudah diadakan hari sabtu jam dua siang dikediaman keluarga Viny.
Hari ini tinggal acara resepsi yang sengaja diadakan dirumah keluarga Very atas kesepakatan kedua keluarga.
Viny telah didandani oleh perias terkenal di kota itu sehingga ia terlihat sangat cantik.
Viny mengenakan gaun berwarna putih tulang yang berlengan panjang, menutupi tubuhnya yang terlihat sempurna.
Begitu pula dengan Very yang mengenakan stelan jas yang senada dengan gaun yang dikenakan oleh Viny.
Keduanya nampak serasi saat bersanding di pelaminan.
Para tamu undangan datang dari kedua. belah pihak, baik dari keluarga Very maupun tamu dari keluarga Viny.
Rekan-rekan bisnis ayah maupun Very semua diundang ke acara. bahagia kedua keluarga mempelai.
Begitu pula dengan teman-teman dari ayah dan ibu Viny, mereka datang untuk memenuhi undangan pernikahan itu.
Imah terlihat duduk diantara sepupu dan keluarga yang lain, jangan lupa Andika yang tak pernah jauh dari Imah.
Penampilan Imah yang cantik membuat banyak mata yang memperhatikannya, terutama para pengusaha muda ataupun anak-anak pengusaha yang ikut hadir di acara itu.
Imah mengenakan pakaian longgar berwarna putih dengan lapisan luar berwarna cream, dengan rambut yang di gelung, ada hiasan seperti bandana diatas kepalanya.
Riasan yang ia gunakan sangat natural, tidak terlalu mencolok, justru itu memancarkan kecantikan Imah hingga yang memandangnya tidak ingin mengedipkan mata.
" Selamat ya bapak Surya dan ibu Dira!" ucap para kolega ayah Imah.
" Selamat ya pak Very dan bu Viny, semoga samawa!" kata rekan-rekan bisnis pak Surya juga Very pada Very dan Viny yang sedang berbahagia atas pernikahan mereka.
Pernikahan berlangsung sangat meriah karena itu acara pernikahan pertama di kedua keluarga.
__ADS_1
Very dan Viny sama-sama merupakan anak tertua di kedua keluarga.