CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 43 Pergi Ke Butik


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Imah bergegas turun ke bawah karena takut ibu akan mengomelinya bila terlalu lama.


" Nah, ini yang ditunggu dari tadi baru turun.  Kayanya, enak banget itu tidur sampai-sampai harus dibangunkan sama ibu. " kata Andika yang menggoda Imah.


Andika sangat senang menggoda Imah akan berteriak kesal atau mengadu pada ayahnya jika Andika menggodanya.


" Ga apalah sesekali Imah tidur siang sampai sore, Imah kan juga cape habis belajar. " kata Imah membela diri.


Imah menghampiri ayah dan ibunya yang sudah berada di teras rumah.


Saat mereka melihat Imah turun dari tangga, mereka bergegas pergi ke mobil, hanya Andika yang menunggunya diruang tengah, hanya karena ingin menggoda Imah.


Andika pun buru-buru menyusul ke mobil.


Ia duduk di depan kemudi dan Imah duduk disampingnya.


Ayah dan ibu, duduk di bangku belakang.


" Kita langsung ke butik saja, bang. " kata ibu pada Andika.


Ibu dan ayah biasa memanggil kedua kakak Imah dengan panggilan abang sejak kecil.


" Bang Very dan mbak Viny sudah menunggu disana. " kata ibu lagi.


" Baik, bu! Kita telat kesana karena menunggu putri tidur bangun, jadi kita kesorean. " kata Andika pada ibu sambil menyindir adiknya yang telat bangun.


" Berisik banget sih, bang? Ibu aja ga ngomel, kok malah abang yang protes terus. " kata Imah yang merasa karena sejak tadi digoda terus oleh abangnya.


Melihat Imah yang kesal, ayah melerai perdebatan mereka, jika tidak mereka akan terus berdebat dan saling menyalahkan.


" Andika, sudah! Jangan  digoda terus adikmu, konsentrasi aja bawa mobil, nanti malah ada apa-apa karena kalian ribut terus. " kata ayah pada Andika.


" Iya nih, ayah! Bang Dika bawel banget, sejak tadi ngatain Imah putri tidur.


Wek, rasain dimarah ayah. " kata Imah pada ayahnya, lalu meledek Andika yang tadi ditegur oleh ayahnya.


" Sudah Imah, tidak usah ganggu abang mu lagi, dia sedang bawa mobil. " tegur ibu pada Imah.


Andika menahan tawanya saat mendengar ibu yang menegur Imah.


" Rasain, kan jadi dimarahi ibu. Makanya jangan bawel. " kata Andika pada Imah dengan  suara pelan.


Mendengar Andika yang merasa senang dan tertawa karena ibu menegur Imah,. Imah menjadi kesal, lalu memalingkan wajahnya pada Andika dan me melotot kan matanya.


" Awas ya, nanti! " kata Imah kesal pada Andika karena merasa ditertawakan oleh abangnya, dengan  suara yang pelan juga.

__ADS_1


Melihat Imah yang melotot dan mengancam dirinya, Andika hanya tersenyum dan tertawa pelan.


Hal itu membuat Imah semakin kesal.


Dibangku belakang, ayah dan ibu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.


Terkadang ayah dan ibu merasa kesal jika melihat mereka berdua sedang bercanda atau saling ledek, karena pada akhirnya mereka akan bertengkar beneran.


Sebelum Imah menangis, Andika belum mau berhenti menggoda adiknya.


Terkadang teguran ibu pun tidak mereka dengarkan, jika Imah menangis dan mengadu pada ibu, maka ibu akan membiarkannya saja, karena ibu kesal teguran nya tidak mereka dengarkan.


Lain jika Imah mengadu pada ayah, maka ayah akan menegur Andika dan menasihatinya agar tidak berbuat kasar pada adiknya.


Mobil yang dikemudikan oleh Andika berjalan dengan kecepatan sedang.


Setengah jam kemudian, mereka tiba di butik yang mereka tuju.


Ini salah satu butik yang dimiliki oleh ibu dan dikelola oleh Viny, calon istri Very.


Viny merupakan seorang desainer yang bekerja dengan ibu Dira, ibunya Very.


Very sering bertemu Viny jika mengantar atau menjemput ibunya.


Akhirnya keduanya saling jatuh cinta, dan tidak lama lagi akan melangsungkan pernikahan.


Ucap Ibu dan ayah saat memasuki butik itu


" Waalaikumsalam. " jawab Very dan Viny yang sedang duduk di kursi tempat tunggu tamu.


Viny menghampiri ibu Dira, menjabat dan mencium tangannya lalu mereka cipika cipiki.


" Apa kabar, ma? " tanya Viny pada calon ibu mertuanya.


" Kabar mama, baik. " jawab ibu Dira.


Begitu pula dengan Imah yang mencium tangan calon kakak iparnya dan bercipika-cipiki juga.


Tak lupa, Viny mencium punggung tangan pak Surya, ayah Very.


" Lama banget sampainya bu, mampir kemana dulu? " tanya Very pada ibunya.


" Biasalah bang, kami nunggu putri tidur bangun, baru datang kesini. "


Bukan ibu yang menjawab, tapi Andika yang belum puas menggoda adiknya.

__ADS_1


" Apaan, sih? " kata Imah pada Andika sambil melotot.


Viny yang melihat hal itu hanya tersenyum.


Dia sudah tahu bagaimana tingkah Andika maupun Imah yang suka saling meledek.


" Sudah, yang penting sekarang sudah sampai disini. Mana pakaian yang akan kita kenakan nanti, biar kita coba dulu. "


Ayah menengahi, dan mengajak mereka untuk mencoba pakaian yang akan dikenakan pada acara pernikahan Very dan Viny.


" Tinggal pakaian ayah dan ibu serta Andika dan Imah saja yang belum dicoba, pakaian Very dan Viny sudah dicoba dan semuanya pas. " kata Very pada kedua orang tua dan adiknya.


" Mari ma, pa, Dika dan Imah keruangan sebelah untuk melihat pakaian yang sudah disiapkan. " kata Viny pada keluarga calon suaminya.


Mereka menuju ruangan yang digunakan untuk menyimpan pakaian-pakaian pelanggan yang sudah jadi dan belum diambil.


Dibantu oleh karyawan butik, mereka mengambil pakaian mereka dan mencobanya diruang ganti.


Mereka memang membuat pakaian seragam untuk acara resepsi pernikahan, dan untuk acara akad mereka mengenakan kebaya nasional untuk yang perempuan dan yang laki-laki mengenakan jas.


Orang tua Imah juga memberikan pakaian seragam pada semua sanak keluarga mereka, dari yang kecil hingga orang tua.


Untuk keluarga yang kurang mampu, mereka juga memberikan biaya untuk upah jahit.


Mereka memang tidak memberikan pakaian jadi, karena takut tidak sesuai dengan  ukuran tubuh masing-masing.


Orang tua Imah memang sengaja berbagi kebahagiaan dengan keluarga besarnya, karena ini pernikahan anak mereka yang pertama dan mereka memiliki rejeki untuk mengadakan pesta pernikahan yang mewah.


Walaupun mereka hidup mewah dan berkecukupan, tapi mereka tidak pernah berlaku sombong.


Mereka akan membantu siapa saja yang memerlukan pertolongan mereka.


Mereka juga membantu keluarga yang memerlukan modal untuk usaha dengan  memberikan pinjaman, lalu modal akan dikembalikan jika usaha mereka sudah mendapatkan hasil.


Viny sendiri berasal dari keluarga yang sederhana.


Ayah dan ibu Viny bekerja sebagai dosen di sebuah kampus swasta yang berada di Jakarta.


Jika dibandingkan dengan  keluarga Very tentu sangat jauh berbeda.


Saat Very mengatakan pada ibunya jika ia mencintai Viny, bu Dira langsung menyetujuinya karena bu Dira tahu jika Viny seorang gadis yang baik.


Bu Dira memang menyukai Viny sebagai desainer sekaligus orang kepercayaan bu Dira di butik miliknya.


Dan sekarang Viny akan menjadi calon menantunya karena akan menikah dengan Very, anak tertua bu Dira.

__ADS_1


Dan tinggal satu minggu lagi, acara pernikahan mereka akan berlangsung.


__ADS_2