
☎ " Baiklah Imah,abang hanya ingin tahu kabar Imah, abang masih ada pekerjaan lain. Titip salam buat keluarga Imah, nanti kalau abang sudah di Jakarta abang akan kabari Imah lagi."
Bang Zack mengatakan jika ia hanya ingin tahu kabar tentang Imah.
Bang Zack juga menitipkan salamnya buat keluarga Imah.
" Imah jaga kesehatan ya, juga yang rajin belajarnya.
Abang tutup dulu teleponnya, jika nanti abang sudah sampai di Jakarta, abang akan kabari Imah lagi.
Assalamu'alaikum. "
Bang Zack berpamitan pada Imah karena ia masih ada pekerjaan lain.
Bang Zack juga berjanji akan memberi kabar pada Imah jika ia sudah tiba di Jakarta.
Sebelum mengakhiri panggilannya, bang Zack mengucapkan salam pada Imah.
☎ " Terima kasih bang Zack, sudah memberi kabar pada Imah. Insya Allah nanti salam dari bang Zack Imah sampaikan pada keluarga Imah."
Imah berterima kasih karena bang Zack menyempatkan waktu untuk menghubungi Imah. Imah juga berjanji akan menyampaikan salam dari bang Zack pada keluarganya.
" Iya, bang Zack juga jaga kesehatan, Imah akan selalu rajin belajar.
Imah tunggu kabar dari bang Zack jika sudah sampai di Jakarta.
Waalaikumsalam warahmatullah. "
Imah pun meminta bang Zack untuk menjaga kesehatan dan berjanji akan selalu rajin belajar.
Serta menunggu kabar dari bang Zack jika ia tiba di Jakarta.
Setelah bang Zack menutup telepon dan mendengar bang Zack yang menyimpan gagang teleponnya, Imah pun menyimpan gagang telepon pada tempatnya.
Setelah Imah menyimpan gagang telepon Imah pun berbalik hendak menuju ke dapur.
Imah sangat terkejut saat mendapati ibu yang sudah berdiri di depannya.
" Siapa yang telepon? " tanya ibu pura-pura tidak tahu.
Tadi ibu mendengar jika Imah menyebutkan nama Zack saat menelepon.
" Tadi bang Zack yang menelepon Imah.
Bang Zack titip salam buat ayah dan ibu, juga keluarga kita. " jawab Imah pada ibu.
Imah juga menyampaikan salam dari Zack pada ibu.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Imah, ibu berjalan menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
Imah menuju meja makan dan duduk disamping kedua kakaknya.
__ADS_1
Di dapur sudah ada tante Arin yang sedangkan membantu bi Yati menyiapkan sarapan. Ibu melihat jika sarapan sudah siap dan ibu membantu menyajikannya di meja makan.
Setelah semua siap, mereka pun sarapan bersama.
" Ayah, ada salam dari bang Zack, juga buat keluarga lainnya. " Imah menyampaikan salam dari bang Zack pada ayahnya dan keluarganya di sela-sela sarapannya.
" Waalaikumsalam. " jawab ayah dan kedua kakak Imah menjawab salam dari Zack.
" Memang Zack menghubungi Imah? " tanya ayah.
" Iya, tadi bang Zack menelepon dan mengatakan jika saat ini bang Zack berada di Medan. Sedang ada urusan disana. "
Imah menyampaikan pada ayah jika bang Zack ada urusan di Medan.
Imah tidak mengatakan pada keluarga jika bang Zack akan ke Jakarta karena Imah melihat jika ibunya tidak suka ia berkomunikasi dengan bang Zack.
Melihat wajah ibu yang tidak suka jika ayah menanyakan tentang Zack, hanya diam dan melanjutkan sarapannya.
" Pantas hari ini cuacanya cerah banget, rupanya sedang ada yang bahagia karena mendapat telepon dari abangnya. "
Andika menggoda Imah ketika tahu Imah mendapat telepon dari bang Zack.
" Apaan sih, bang? Sirik aja. " kata Imah sewot pada abangnya.
" Cie.. Yang lagi happy.. " goda Andika lagi pada Imah.
" Emang bang Zack siapa, sih? Pacarnya Imah? " tanya tante Arin yang ikutan kepo.
" Siapa yang ngadi-ngadi? Sekarang ngakunya temenan, lama-lama jadi demenan." kata Andika yang masih menggoda Imah.
" Lha, Imah sudah ada demenan, bang Andika kapan? Masa kalah sama Imah? " tanya tante Arin yang menggoda Andika.
" Tenang saja tante kalau soal itu, sudah banyak yang antri, tinggal pilih aja. " jawab Andika penuh percaya diri.
" Memangnya bang Andika sembako langka, pakai antri segala? " tanya Imah pada abangnya.
" Bukan sembako langka, tapi abang cowok langka, makanya banyak cewek yang antri." jawab Andika narsis.
" Memang abang apanya yang langka? " tanya Imah lagi.
" Ambekannya yang langka. Andika kan gampang ngambek kalau.kemauannya tidak dituruti. " kata Very yang sejak tadi mendengarkan obrolan mereka.
Mendengar kata-kata Very, mereka pun tertawa.
"Apaan sih bang? Suka sembarangan aja kalau ngomong? Siapa yang suka ngambek? " tanya Andika yang kesal pada kata-kata abangnya.
" Lha itu, baru diomongin kaya gitu aja sudah ngambek. " kata Very masih sambil tertawa.
Andika makin kesal mendengar kata-kata abangnya yang meledek dirinya.
" Sudah ga usah bercanda terus, nanti kalian malah tambah ribut. Selesaikan sarapan kalian. " kata ayah menengahi perdebatan anak-anaknya.
__ADS_1
Jika dibiarkan maka mereka akan terus saling ledek dan akan berakhir perselisihan.
Selesai sarapan mereka menyelesaikan tugas masing-masing.
Ayah dan Very berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, karena hari ini hari terakhir Very masuk ke kantor karena mulai besok ia akan cuti untuk mempersiapkan pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi.
Dirumah, Imah sedang tidak ada mata kuliah, jadi dia dirumah membantu ibu menyiapkan semua keperluan untuk acara pernikahan Very.
Ibu mengecek semua persiapan bersama tante Arin.
Tante Arin merupakan adik ayah yang bungsu dan tinggal diluar kota.
Andika juga standby dirumah, tugasnya mengantar ibu atau Imah jika masih ada keperluan yang kurang atau apapun yang memerlukan tenaganya.
Andika memang terlihat cuek, tapi ia bisa sangat diandalkan dalam segala hal.
Andika akan dengan senang hati melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.
Beberapa hari berlalu, hari ini merupakan hari Kamis. Hari dimana Zack akan ke Jakarta.
Imah tidak mengingat jika hari ini Zack berjanji bahwa ia akan memberi kabar jika ia tiba di Jakarta.
Sementara itu, Zack sudah sampai di Jakarta.
Zack berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar ia bisa menghubungi Imah. Zack berniat ingin memberi kejutan pada Imah dengan mengajaknya makan malam.
Dirumah, Imah sedang beristirahat dikamarnya karena ia baru pulang dari kuliah.
Ibu dan abangnya sedang pergi berbelanja karena ada bahan kue yang kurang.
Saat ibu mengajak Imah, Imah menolak dengan alasan capek karena baru pulang kuliah.
Imah keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk makan siang karena saat di kampus ia langsung pulang dan tidak sempat makan siang.
Imah sedang duduk dimeja makan dan menikmati makan siangnya yang terlambat.
Bi Yati menghampiri Imah dan mengatakan jika ada telepon untuk Imah.
" Maaf non, ada telepon buat nona. " kata bi Yati pada Imah.
" Telepon buat Imah, bi? Dari siapa? " tanya Imah heran.
" Maaf non, bibi lupa nanya siapa namanya. " jawab bi Yati yang mengatakan jika ia lupa menanyakan nama orang yang menelepon Imah.
" Sebentar ya bi, Imah selesaikan makan dulu, tinggal sedikit lagi. " kata Imah sambil buru-buru menyelesaikan makannya dan minum dengan ter buru-buru.
" Pelan-pelan non, nanti non tersedak.
Piring kotornya biar bibi yang bawa ke dapur." kata bi Yati.
" Terima kasih, bi! " kata Imah pada bi Yati, lalu buru-buru menuju meja telepon karena merasa tidak enak hati jika orang terlalu lama menunggunya.
__ADS_1