CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 53 Sarapan Bersama.


__ADS_3

Pagi ini, Imah berangkat ke kampus seperti biasa.


Imah diantar oleh Andika, karena itu sudah menjadi tugasnya.


" Hari ini pulang jam berapa? " tanya Andika pada Imah.


" Nanti siang sekitar jam duaan.


Imah sebenarnya jam sebelas tiga puluh sudah selesai, tapi ada mata kuliah yang masuk jam dua belas tiga puluh, jadi Imah nunggu di kampus aja sama teman-teman. "


Imah memberitahu pada abangnya jika pukul sebelas tiga puluh dia sudah selesai tapi ada satu mata kuliah yang masuk jam dua belas tiga puluh.


" Ya sudah, nanti abang jemput jam satu tiga puluh aja ya? " kata Andika pada adiknya itu.


" Iya bang, kalau begitu imah turun dulu." kata Imah ketika mobil Andika sudah berhenti di depan kampus.


" Ada uang jajan, ga untuk nanti siang nunggu mata kuliah yang siang? " tanya Andika pada adiknya.


" Ada, Imah bawa uang seratus ribu. " jawab imah pada Andika.


" Ini, abang tambahin. " kata Andika sambil mengambil dompet dan menyerahkan selembar seratus ribu pada imah.


" Tidak usah bang, ini juga sudah cukup." kata Imah menolak uang pemberian dari abangnya.


" Ambil aja, siapa tahu nanti ada teman Imah yang tidak membawa uang saku dan harus menunggu sampai siang, jadi bisa Imah ajak ke kantin sama-sama. " kata Andika sambil menaruh uang itu ke dalam genggaman tangan Imah.


" Baiklah bang kalau begitu, terima kasih, ya? Abang memang yang terbaik." kata Imah pada abangnya.


Imah merasa senang karena mempunyai abang yang suka memperhatikan keadaan orang lain walaupun ia tidak mengenalnya.


Setelah abangnya meninggalkan gerbang kampus, Imah masuk ke halaman kampus dengan santai karena jam kuliah masih sekitar dua puluh menit lagi baru akan dimulai.


Saat Imah memasuki koridor kampus, seseorang memanggilnya dari belakang.


" Imah, tunggu! " panggil seseorang yang berada dibelakang Imah.


Imah berhenti dan menoleh kebelakang, ternyata Sandy yang memanggil Imah sambil berlari menghampiri.


" Imah, dari tadi aku panggil-panggil tapi ga mau noleh. " kata Sandy dengan nafas terengah-engah.


Sejak dari parkiran Sandy melihat Imah memasuki halaman kampus, lalu memanggilnya.

__ADS_1


Karena Imah tidak mendengar, setengah berlari Sandy memanggil Imah kembali yang telah berjalan memasuki koridor kampus.


" Maaf ya Sandy, aku tidak mendengar ketika kau memanggilku tadi. " kata Imah dengan perasaan tidak enak hati karena saat Sandy memanggilnya dihalaman kampus Imah tidak mendengarnya.


" Iya, tidak apa-apa! mungkin karana banyak mahasiswa yang juga memasuki gerbang kampus, juga kendaraan yang mereka bawa jadi kamu ga dengar saat aku panggil. "


Sandy memaklumi jika Imah tidak mendengar panggilannya karena suasana halaman kampus yang ramai.


" Kamu mau langsung ke kelas atau ke kantin dulu? " tanya Imah pada Sandy.


Imah tahu jika Sandy jarang sarapan pagi karena Sandy ngekos di kota ini.


Kedua orang tua Sandy tinggal di kota lain.


" Kita langsung ke kelas saja, aku bawa bekal roti hari ini, jadi kita bisa makan di. kelas. " jawab Sandy yang ternyata membawa bekal roti.


" Tumben kamu bawa bekal roti? " kata Imah yang merasa heran, karena biasanya Sandy makan di kantin jika ada kuliah pagi.


" Kemarin aku jalan-jalan ke mal, lalu mampir ke toko roti.


Aku membeli roti untuk cemilan di rumah, dan tadi masih ada sisa roti, jadi aku bawa untuk dimakan di kelas. "


Sandy menjelaskan jika ia membawa bekal roti karena ia masih memiliki sisa roti yang ia beli di mal.


" Dari pada aku tenteng kan ribet, lebih baik aku masukin tas biar nyaman. " kta Sandy yang juga ikut tertawa.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan kelas, lalu mereka masuk dan menaruh tas diatas meja masing-masing.


Suasana kelas sudah mulai ramai karena jam kuliah akan dimulai sepuluh menit lagi.


Sandy membawa dua bungkus roti isi dan dua botol air mineral menuju meja Imah. Ia ingin makan roti itu bersama Imah.


Kebetulan penghuni meja disamping Imah belum datang.


" Imah, ini kita sarapan dulu.


Ini ada roti isi coklat kesukaan kamu, ada rasa keju dan rasa srikaya juga. " kata Sandy sambil meletakkan dua bungkus roti isi dimeja Imah dan Sandy juga duduk disamping Imah.


" Terus ini ada dua botol air mineral, satu buat aku dan satunya buat kamu. " kata Sandy lagi sambil meletakkan satu botol air didepannya dan satu lagi didepan Imah.


" Kamu juga bawa dua botol air mineral, San? apa ga berat tas kamu tadi? " tanya Imah yang melihat Sandy juga membawa dua botol air mineral.

__ADS_1


" Ga lah, kan cuma dua botol.


Lagian aku gendong tas ini cuma dari parkiran ke sini, kalau dari rumah tas aku kan jadi penumpang yang duduk disamping aku. " jawab Sandy.


Imah hanya tersenyum mendengar perkataan Sandy.


Memang benar, Sandy ke kampus mengendarai mobil, jadi tidak mungkin ia merasa berat karena ia tidak menggendong tasnya.


" Sudah..kita makan dulu rotinya, nanti keburu dosen masuk. " kata Sandy sambil membuka bungkusan roti lalu memotong roti itu dan memakannya.


Imah pun ikut mengambil roti rasa coklat lalu memakannya.


Sebenarnya Imah sudah sarapan saat dirumah, tapi ia tidak enak jika menolak karena Sandy membawa roti itu ke meja Imah.


" Woi..! enak banget makan roti berdua ga bagi-bagi! " kata Selly yang baru datang bersama Artida.


" Ga usah berisik, kalau mau makan aja, masih banyak tuh!


Tapi maaf ya, air minumnya tidak ada lagi, cuma ada buat aku sama Imah. "


Sandy menyodorkan roti itu ke depan Selly dan Artida yang duduk didepan meja Imah.


" Yah, kalau tidak ada air minum nanti seret dong setelah makan roti. " kata Artida sambil mengambil roti isi srikaya.


" Aku bawa botol minum. " kata Selly yang memperlihatkan botol air minum disisi kiri tas yang dibawanya.


" Nanti kita minum berdua aja, inikan banyak isinya. " kata Imah sambil menyodorkan botol air mineral yang ada didepannya.


" Enak juga ternyata roti isinya, ini siapa yang bawa? " tanya Selly sambil memakan roti nya.


" Itu Sandy yang bawa, karena dia ga sempat sarapan di kosannya. " jawab Imah.


Imah hanya memakan sepotong roti lalu meminum air tanpa menyentuhkan bibirnya ke bibir botol.


Imah tahu jika Artida juga ingin minum, jadi Imah menenggak minuman itu.


" Kok udahan makannya, ini kan masih satu bungkus belum dibuka. " kata Sandy sambil menunjuk roti yang belum mereka buka.


" Aku sudah kenyang, karena tadi sudah sarapan dirumah. Simpan saja untuk nanti siang saat kita menunggu jam kuliah selanjutnya. " kata Imah pada Sandy.


Setelah selesai makan roti, Sandy kembali ke bangkunya karena jam kuliah akan segera dimulai.

__ADS_1


Ia merapikan sisa roti dan memasukkan kembali kedalam tasnya untuk dimakan saat siang nanti.


__ADS_2