CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 82 Sayang.


__ADS_3

Saat ini, Imah sudah bersahabat baik dengan Sandy, dan Imah merasa menyesal mengapa ia tidak menceritakan semua yang ia rasakan pada Sandy.


Tapi Imah takut jika Sandy akan terkejut saat mendengar ceritanya karena Sandy tidak mengetahui tentang pernikahannya dengan Zack.


Imah takut jika Sandy akan memandang rendah dirinya karena mengetahui tentang kehamilannya.


" Jadi apa yang akan kau lakukan pada saat liburan kali ini? " tanya Sandy


" Apa kau akan jadi kembali menjadi relawan di palang merah untuk mengisi liburanmu? " tanya Sandy lagi.


Mereka masih berada di taman, memperhatikan orang-orang yang tengah menikmati sore bersama orang terdekat, dengan pasangan mereka dan ada orang tua yang sedang mengajak anaknya bermain.


" Mungkin. " kata Imah lemah.


Sandy tidak memperhatikan bahwa saat ini Imah terlihat sedang gelisah.


Saat ini Imah terlihat lebih baik dari pada bulan sebelumnya, dan Sandy tengah berusaha untuk mengajak Imah agar mau pergi nonton bersamanya.


Sekarang Sandy sudah menerima jika Imah bukan calon pendamping hidupnya karena Imah sudah menolaknya dan Sandy menerima Imah sebagai sahabatnya.


Sandy dan Imah sudah sering pergi berdua untuk menikmati kebersamaan mereka sebagai sahabat.


" Imah, bagaimana jika kita pergi nonton malam ini? ada film bagus yang sedang diputar di bioskop. " kata Sandy yang mengajak Imah untuk nonton.


" Maaf Sandy, untuk kali ini aku tidak bisa pergi nonton bersamamu karena aku harus menyerahkan tugas esok hari. " kata Imah yang tidak bisa menerima ajakan Sandy.


" Ah, kau sama sekali tidak asik. Tapi aku sangat senang karena saat kau terlihat lebih baik, tidak seperti waktu aku terakhir datang ke rumahmu, kau terlihat hampir mati. " seloroh Sandy yang merasa senang karena saat ini keadaan Imah sudah lebih baik.


Kehamilan Imah sudah memasuki usia tiga bulan, sudah hampir melewati trimester pertama dan mual yang ia rasakan sudah mulai berkurang.


Imah sangat bahagia dengan kehamilannya dan berharap jika bayi yang dikandungnya seorang laki-laki yang wajah dan ketampanannya mirip seperti Zack.


" Saat itu aku terkena flu dan sering demam karena pengaruh cuaca. " kata Imah dan Sandy percaya dengan apa yang dikatakan oleh Imah.


Tidak ada alasan bagi Sandy untuk tidak mempercayai apa yang Imah katakan, apalagi menaruh curiga jika sebenarnya Imah tengah hamil.


" Aku senang sekarang kau sudah sembuh dan terlihat lebih baik.


Selesaikanlah tugasmu dengan baik agar minggu depan kita bisa pergi nonton. " kata Sandy sambil berjalan kearah sepeda yang tadi dibawanya.


Sandy menaiki sepeda tersebut lalu berlalu dari hadapan Imah sambil melambaikan tangannya.


Rambut Sandy yang hitam kusut karena tertiup angin dan Sandy tertawa saat melihat Imah.

__ADS_1


Sandy merupakan seorang pemuda yang ramah dan menyenangkan dan Imah sangat menyukai Sandy.


Terkadang Imah bertanya pada dirinya sendiri, apakah hubungannya dan Sandy akan berbeda jika Zack tidak pernah ada dalam kehidupannya.


Sangat sulit untuk Imah membayangkannya saat ini.


Perasaannya pada Sandy begitu dalam dan penuh kehangatan.


Tapi Imah tidak bisa membayangkan apakah perasaannya terhadap Sandy sama dengan perasaannya pada Zack.


Ada perasaan hangat, sikap melindungi, dan kebaikan hati pada diri Sandy, tetapi tidak ada rasa bergairah dan nafsu yang dirasakan pada Sandy seperti yang Imah rasakan terhadap Zack.


Imah berharap jika suatu hari Sandy akan mendapatkan pendamping yang baik dan ia akan menjadi seorang suami yang menyayangi dan mencintai pasangannya.


Sandy seorang lelaki yang bertanggung jawab, penuh kasih sayang dan sangat sopan, semua sifat yang dicari dan dibutuhkan oleh seorang wanita pada diri seorang pria.


Berbeda dengan Zack yang bersikap canggung, pendiam, dan cerdas, selalu terobsesi dengan pesawat terbang.


Zack tidak punya keinginan untuk hidup mapan dan memiliki keluarga.


Imah tidak pernah menduga jika ia bisa jatuh cinta pada seorang pria seperti Zakaria, apalagi bisa memiliki seorang anak darinya.


Kehidupan Imah saat ini berubah arah begitu saja tanpa ia duga sebelumnya.


Akhir pekan ini Imah merasa lebih sehat dan segar dan tidak merasa letih seperti yang ia rasakan selama ini.


Imah sudah menyelesaikan pekerjaannya dan ia tengah menerima tiga buah surat dari Zack dalam satu hari ini.


Surat-surat tersebut memang kadang datang secara sekaligus, mungkin karena mereka harus menyensor surat yang dikirimkan untuk memastikan jika surat yang dikirim bukan surat yang berisi rahasia keamanan atau lokasi misi yang sedang dilakukan saat ini.


Surat yang dikirim Zack pada Imah tidak pernah bermasalah karena Zack hanya menanyakan kabar dan keadaan Imah dan memberitahu jika kabarnya baik-baik saja.


Dalam suratnya Zack hanya bercerita tentang penduduk yang ada di daerah setempat, juga menyatakan tentang perasaan cintanya pada Imah.


Jadi setiap surat yang dikirim oleh Zack, hal yang menjadi pembicaraan sangat aman dan tidak ada sesuatu yang bersifat rahasia.


Imah masih duduk di tepi tempat tidur dan membaca surat yang Zack kirimkan padanya.


***Assalamu'alaikum,..


Apa kabar istri abang yang tersayang?


Semoga kabarmu selalu baik-baik saja dan dalam keadaan sehat.

__ADS_1


Sayang,..


Kabar abang disini Alhamdulillah dalam keadaan sehat dan selalu bugar karena abang akan selalu menjaga kesehatan agar saat abang pulang abang tidak terlihat menyedihkan karena terkena penyakit malarindu, rindu pada istri yang sudah abang tinggalkan sekian lama.


Sayang,..


Bagaimana dengan kuliahmu? Yang semangat ya belajarnya agar segera lulus dan bisa bekerja seperti yang diinginkan.


Sayang, ..


Jaga selalu kesehatanmu, jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar dengan keras dan jangan terlalu memikirkan keadaan abang.


Do'akan abang bisa segera menyelesaikan tugas dan bisa kembali bersamamu.


Disini abang berbaur dengan penduduk setempat yang sangat ramah dan menerima kehadiran abang dan teman-teman yang lain.


Do'akan abang selalu ya, agar abang berhasil dan sukses dengan semua tugas dan misi yang abang emban.


Salam abang buat ayah dan ibu serta keluarga di sana serta tunggu abang kembali.


Wassalamu'alaikum,..


Suamimu tersayang,


Zack " Zakaria*** "


Imah mendekap surat dari Zack di dadanya, merasakan cinta dan kerinduan yang Zack sampaikan melalui surat itu.


Zack bukan seorang pria yang bersikap romantis, ia tidak pandai merayu, ia selalu mengatakan isi hati dan perasaannya secara langsung tanpa sebuah kata-kata rayuan.


Namun, bagaimanapun keadaan Zack, Imah tetap. mencintainya dan selalu menyayanginya.


Imah tidak membutuhkan rayuan, ia hanya ingin Zack selalu menyayangi dan mencintainya walaupun saat ini mereka tengah berjauhan dan Zack selalu menyempatkan untuk berkirim surat pada Imah.


Walaupun apa yang dikatakan Zack hanya kata-kata yang biasa saja, tapi itu sudah membuat Imah bahagia dan merasakan cinta yang tulus dari Zack untuk dirinya.


" Imah akan selalu menjaga kesehatan dan akan menjaga anak yang sekarang sedang tumbuh di rahim Imah.


Imah mohon maaf jika belum memberitahu bang Zack mengenai kehadiran calon anak kita dalam rahim Imah. " kata Imah bermonolog sambil mengusap perutnya yang mulai terasa sedikit menonjol.


" Do'akan Imah agar bisa menjaga anak kita hingga ia lahir ke dunia, dan semoga abang bisa mendampingi Imah saat Imah melahirkan nanti. " kata Imah masih mengelus perutnya.


Lalu Imah melipat surat yang ia terima dari Zack, lalu menyimpannya bersama surat Zack yang lain.

__ADS_1


Setelah itu Imah merebahkan diri untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.


__ADS_2