
" Kalau begitu, saya mohon izin untuk mengajak Imah makan malam, pak! "
kata bang Zack yang meminta izin untuk mengajak Imah makan malam.
" Iya, silakan, Imah sudah meminta izin pada saya dan ibunya. "
kata ayah mengizinkan Zack untuk pergi bersama Imah.
" Tapi nanti pulangnya jangan terlalu larut, karena Imah besok harus masuk kuliah. " kata ayah mengingatkan pada Zack agar tidak pulang larut malam karena Imah harus kuliah keesokan harinya.
" Baik Pak, kami tidak akan pulang larut malam." kata bang Zack yang menyanggupi syarat dari ayah Imah untuk tidak pulang larut.
" Ayah, Imah pergi dulu ya? tolong sampaikan pada ibu jika Imah pergi bersama bang Zack. "
Imah berpamitan pada ayah dan meminta disampaikan pada ibu jika Imah pergi bersama Zack.
Saat ini ibu sedang beristirahat karena kelelahan setelah membeli keperluan pernikahan yang kurang bersama dengan Andika tadi siang.
" Iya, pergilah! Hati-hati kalian dijalan! " kata ayah pada Imah dan Zack agar mereka selalu berhati-hati.
" Nanti ayah sampaikan pada ibu, Imah tenang saja. " kata ayah sambil mengusap kepala Imah yang menyalami dan mencium punggung tangan ayah.
" Terima kasih, ayah! " kata Imah pada ayahnya.
Zack melakukan hal yang sama, berpamitan pada ayah Imah sambil menyalami tangan ayah Imah.
" Saya permisi dulu, pak" kata bang Zack pada ayah Imah.
" Baiklah, tolong jaga Imah dengan baik!" pinta ayah pada bang Zack.
Setelah mengucapkan salam, Imah dan Zack pun pergi meninggalkan rumah untuk makan malam.
Setelah kepergian Imah dan Zack, Very menghampiri ayah dan bertanya.
" Imah sama siapa, yah? dia mau pergi kemana? " tanya Very yang duduk didepan ayah.
Tak lama, Andika pun ikut bergabung duduk di ruang tamu rumah mereka.
" Imah mau pergi makan malam bersama Zack! " jawab ayah pada Very.
" Mau makan malam kok jam segini sudah berangkat, baru juga jam lima lewat. " kata Andika mengomentari kepergian Imah yang mau makan malam tapi masih sore sudah berangkat.
" Ya, tidak apa-apa, yang penting mereka sudah pamit pada ayah dan ibu. " kata ayah yang memberitahu Andika jika ayah dan ibu sudah mengizinkan mereka untuk pergi.
__ADS_1
" Bukan begitu, yah, katanya mau makan malam tapi jam segini sudah berangkat." kata Andika ngotot.
" Mungkin mereka mau jalan-jalan dulu, menghabiskan waktu bersama.
Mereka kan jarang bertemu, apalagi pergi bareng. " kata Very yang membela Imah dan Zack dari sikap Andika yang suka tidak peka.
" Iya, biarlah mereka menghabiskan waktu bersama, yang penting bisa saling menjaga diri. " kata ayah yang menimpali kata-kata Very.
" Memang ayah percaya sama Zack? " tanya Andika pada ayahnya.
" Mengapa tidak? Zack punya sikap yang baik, dia sangat sopan.
Zack sudah dewasa dan pasti bisa menjaga Imah dengan baik dan akan menjaga kepercayaan yang ayah berikan pada nya. " kata ayah yang menjelaskan pada Andika jika ayah bisa mempercayai Zack untuk menjaga Imah.
Mendengar kata-kata ayahnya, Andika hanya diam dan tidak membantah lagi.
Ia berkata dalam hati, bahwa apa yang. dikatakan oleh ayahnya memang benar.
Beberapa kali dia bertemu dengan Zack dan dapat menilai dari sikap Zack bahwa Zack seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya.
Selama ini Zack bersikap sopan dan sepertinya sangat menyayangi dan melindungi Imah.
Walau demikian, masih ada rasa khawatir di hati Andika, karena walau bagaimana pun Imah adalah adiknya yang harus dia jaga dan dia lindungi.
" Imah sedang sibuk dengan kegiatan kuliah ya? " tanya Zack sambil mengemudikan mobilnya.
Beruntung Zack bisa menggunakan mobil Denis karena Denis sedang tidak pergi kemana-mana.
" Iya bang, sebentar lagi mau semesteran, banyak tugas yang harus Imah selesaikan sebelum ujian semester. " jawab Imah yang membenarkan pertanyaan dari Zack.
" Apa Imah ada yang tertinggal mata kuliahnya? atau ada mata kuliah yang mendapat nilai kurang? " tanya Zack yang memperhatikan perkembangan kuliah Imah.
" Alhamdulillah sih bang, Imah tidak ada ketinggalan mata kuliah atau ada yang mendapat nilai kurang. " kata Imah yang mengatakan pada Zack bahwa Imah tidak pernah ketinggalan mata kuliah, apalagi mendapatkan nilai kurang.
" Saat ini memang sedang padat aja jadwal kuliah Imah, karena menjelang semesteran. " kata Imah lagi.
" Alhamdulillah.. syukurlah, abang senang mendengarnya. " kata Zack yang merasa lega karena Imah tidak tertinggal mata kuliah.
" Abang percaya, Imah gadis yang pintar, jadi tidak akan kesulitan saat mengikuti perkuliahan. " kata bang Zack yang memuji Imah.
Imah tersenyum dan merasa malu saat Zack memujinya,. terlihat jika pipinya bersemu merah.
Zack ikut tersenyum saat ia menoleh pada Imah dan melihat pipi Imah yang kemerahan.
__ADS_1
Untuk menghilangkan rasa malunya, Imah mengalihkannya pembicaraan mereka.
" Sebenarnya kita akan kemana dulu bang? " tanya Imah karena sejak tadi mereka hanya berkeliling dan mengobrol diatas mobil.
" Bagaimana jika kita ko Monas atau ke Kota Tua sebelum kita makan malam. " kata Zack yang menawarkan untuk pergi ke Monas atau Kota Tua.
" Kita ke Kota Tua aja bang, disana kalau malam seru juga.
Kita juga bisa mengelilingi Kota Tua dimalam hari dengan bersepeda. "
kata Imah dengan semangat mengajak Zack untuk ke Kota Tua.
" Baiklah, kita ke Kota Tua saja." kata bang Zack yang mengikuti keinginan Imah.
Bang Zack memutar arah mobilnya menuju Kota Tua.
" Apa Imah pernah pergi kesana sebelumnya? " tanya bang Zack pada Imah.
" Dulu Imah dan keluarga pernah pergi kesana tapi sore hari.
Imah ingin kesana malam hari tapi bang Andika tidak mau mengantarkan Imah jika Imah ajak kesana malam hari. "
Imah mengatakan keinginannya pada bang Zack dan mengatakan jika keinginan itu belum pernah terlaksana karena Andika tidak mau mengantarkannya.
" Okelah kalau begitu, kali ini abang akan memenuhi keinginan Imah dan akan mengantarkan Imah kesana. " kata bang Zack sambil mengelus kepala Imah dengan tangan kirinya yang tidak sedang memegang kemudi.
Entah mengapa, Zack selalu ingin memenuhi apapun yang Imah inginkan.
Jika hal itu membuat Imah bahagia, maka Zack akan melakukannya.
Mendapat perlakuan Zack yang mengusap kepalanya, Imah merasa berdebar dalam hatinya.
Imah merasa bahagia mendapat perlakuan istimewa dari Zack.
Tapi kadang ia berpikir, apa arti perlakuan Zack pada Imah sebenarnya.
" Apa maksud bang Zack mengusap kepala Imah? Apa ini bentuk rasa sayang bang Zack pada Imah? Tapi rasa sayang sebagai apa? Apa bang Zack menganggap Imah seperti seorang adik? "
Begitu banyak pertanyaan yang ada didalam kepala Imah karena perlakuan bang Zack kepadanya.
Pertanyaan yang sama setiap ia pergi bersama bang Zack.
Pertanyaan yang tidak pernah bisa ia tanyakan pada bang Zack dan semua pertanyaan itu hanya ada didalam hati dan pikiran Imah sendiri.
__ADS_1