CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 50. Makan Malam Romantis.


__ADS_3

Imah dan bang Zack telah duduk ditempat masing-masing.


Iman melihat buku menu dan memesan makanan


Sebenarnya semua makanan laut itu kesukaan Imah, tapi tidak mungkin jika imah memesan semuanya.


Akhirnya Imah memesan cumi bakar dan udang pedas manis dengan minuman jeruk hangat.


" Imah cuma pesan ini saja? " tanya bang Zack yang melihat pesanan Imah.


" Iya bang, itu sudah cukup. " jawab Imah sambil tersenyum.


" Abang pesan apa? " tanya Imah.


" Abang pesan ikan bakar pedas sama oseng kerang dara.


Minumnya abang sama dengan Imah, jeruk hangat aja. " jawab bang Zack.


Setelah memesan makanan, mereka menunggu sejenak sambil mengobrol.


" Sebenarnya, pekerjaan abang apa? bukankah abang hanya seorang pilot? " tanya Imah yang penasaran.


" Iya abang memang seorang pilot, tapi karena Allah memberi abang kelebihan dengan memahami mesin pesawat serta bagian lain dari pesawat, abang diminta untuk mengajar disebuah sekolah penerbangan di New Zealand. "


Jawab bang Zack yang menjelaskan mengenai pekerjaannya.


" Jika abang mengajar berarti abang tidak menjadi pilot lagi dong? " tanya Imah lagi.


" Masih, abang mengajar sesekali saat abang sedang libur menjadi pilot. " jawab bang Zack.


" Sebenarnya ada pekerjaan lain yang saat ini sedang abang urus perizinan dan persyaratannya. " kata bang Zack pada Imah.


" Karena abang paham mesin pesawat dan bisa merancang pesawat serta abang memiliki keahlian untuk menerbangkan pesawat, abang diminta untuk bergabung di Akademi Angkatan Udara.


Abang diminta untuk mengajar para taruna angkatan udara. "


Bang Zack menjelaskan tentang tawaran pekerjaan yang saat ini sedang diurusnya.


" Wah bang Zack hebat, bisa mendapatkan tawaran untuk mengajar taruna angkatan udara." kata Imah dengan perasaan yang bangga.


Entah mengapa, saat mendengar mengenai pekerjaan Zack saat ini, Imah merasa bangga bisa kenal dekat dengan Zack.


" Makanya abang sedang mengurus perizinan di kementrian terkait, mungkin dalam waktu dekat abang akan mengajar dan tidak menjadi pilot lagi. "


kata bang Zack memberitahu Imah jika ada kemungkinan bang Zack berhenti menjadi pilot.

__ADS_1


" Jika abang menjadi tenaga pengajar di Akademi Angkatan Udara, abang akan tinggal dimana? " tanya Imah ingin tahu.


" Karena Akademi Angkatan Udara ada di Yogyakarta, maka abang kemungkinan besar akan menetap di Yogyakarta. " jawab bang Zack.


Saat makanan yang mereka pesan sudah datang mereka menghentikan obrolan mereka.


Mereka menikmati makanan yang tadi mereka pesan.


" Imah coba ini, oseng kerang dara yang abang pesan, rasanya enak. " kata bang Zack yang memberikan oseng kerang dara yang di pesannya.


Bang Zack menyuapi Imah dengan garpu yang digunakannya.


Imah membuka mulut dan menerima makanan yang disuapkan oleh bang Zack.


" Gimana, enak ga? " tanya bang Zack yang melihat Imah mengunyah dengan lahap kerang yang dia suapkan pada Imah.


" Enak banget bang! " jawab Imah sambil mengacungkan dua jempolnya pada bang Zack.


" Ini, mau lagi? " kata bang Zack yang menyuapi Imah dengan kerang dara yang tadi di pesannya.


Imah lagi-lagi membuka mulut dan menerima makanan yang disodorkan bang Zack ke mulutnya.


" Abang juga harus coba ini? " kata Imah sambil mengupas kulit udang dan memberikan pada bang Zack dengan tangannya.


Bang Zack. melakukan hal yang sama, membuka mulut dan menerima suapan dari Imah.


Setelah menghabiskan makanan dalam mulutnya, bang Zack menjawab pertanyaan Imah.


" Ini enak banget, apalagi kalau Imah yang menyuapkannya pada abang. " jawab bang Zack sambil menatap Imah lembut.


Mendengar apa yang dikatakan oleh bang Zack, Imah jadi tersipu.


Tadi ia secara tidak sadar memberikan udang itu pada bang Zack dengan menyuapkan menggunakan tangannya.


Sungguh, apa yang mereka lakukan sangat romantis.


Seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan dan melakukan makan malam.


Tanpa sadar mereka saling menyuapi dengan makanan mereka masing-masing.


Bang Zack sendiri tidak sadar telah menyuapi Imah dengan makanannya.


" Ini, coba ikan bakar pedas yang abang punya. " kata bang Zack sambil kembali menyodorkan makanannya pada Imah.


Bang Zack. sengaja melakukan itu untuk mengusir kecanggungan yang terjadi diantara mereka, seolah-olah biasa saja.

__ADS_1


Jujur saja, bang Zack merasa berdebar melakukan hal itu pada Imah, juga merasa bahagia saat ini memberinya udang langsung dari tangan Imah.


Dengan malu-malu karena menyadari apa yang mereka lakukan, Imah kembali membuka mulut dan menerima ikan bakar dari Zack.


Tanpa kata, akhirnya mereka menikmati makan malam romantis yang tidak sengaja mereka ciptakan.


Setelah selesai makan malam, mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah Imah.


" Kira-kira, kapan abang akan pindah untuk mengajar? " tanya Imah saat mereka sudah berada didalam mobil.


" Tunggu surat izin abang keluar dari kementerian, juga tunggu abang menyelesaikan tugas mengajar di New. Zealand, juga tugas abang sebagai pilot." bang Zack menjawab pertanyaan Imah dan menjelaskan jika ia masih harus menyelesaikan tugasnya yang lain.


" Kenapa Imah bertanya seperti itu? " tanya bang Zack yang memalingkan wajahnya untuk menatap Imah sekilas, lalu kembali fokus pada jalanan yang ada didepannya.


" Tidak ada apa-apa! Imah merasa senang saja kalau abang sudah menetap di Yogyakarta, setidaknya tidak jauh dari sini.


Jika akan ke Yogyakarta, masih bisa ditempuh jalan darat. " jawab Imah yang menjelaskan pertanyaannya pada bang Zack.


Bang Zack tersenyum mendengar jawaban dari Imah.


" Memangnya kalau abang sudah di Yogya, Imah mau mengunjungi abang disana? " tanya Zack yang tak pernah lepas dari senyumnya.


Selalu ada getar-getar aneh dalam hatinya setiap menatap wajah cantik Imah.


Tapi saat ini Zack hanya bisa mengaguminya dalam hati, belum berani mengungkapkan perasaan sebenarnya pada Imah.


" Jika abang mengizinkan, saat liburan Imah bisa mengunjungi abang." jawab Imah pasti.


" Abang akan sangat senang jika Imah datang mengunjungi abang, tapi apa orang tua Imah akan mengizinkan? "


Bang Zack berkata jika ia akan merasa sangat senang jika nanti Imah dapat mengunjunginya, tapi apakah kedua orang tua Imah akan mengizinkan?


Bang Zack tahu jika Imah sangat dijaga oleh orang tua dan ke dua kakaknya, jadi mana mungkin jika ia akan datang mengunjungi bang Zack sendirian saat bang Zack sudah di Yogya.


" Imah akan meminta izin pada ayah dan ibu dengan mengatakan jika Imah ingin liburan dan bertemu dengan bang Zack."


Imah menjawab jika ia akan meminta izin pada orang tuanya untuk liburan dan bertemu dengan Zack.


Tak terasa, mereka sudah sampai didepan rumah Imah.


Sebelum turun bang Zack mengatakan pada Imah jika ia akan memberi kabar lagi pada Imah.


" Imah, nanti jika abang sudah tiba kembali ke New Zealand, abang akan menelepon Imah lagi.


Besok pagi-pagi abang akan berangkat dengan penerbangan pertama.

__ADS_1


Mungkin abang tidak sempat untuk menelepon Imah. "


Bang Zack berkata bahwa besok ia akan berangkat pada penerbangan pertama dan akan memberi kabar pada Imah jika sudah tiba di New Zealand.


__ADS_2