
Hari-hari Imah lalui dengan kesibukannya di kampus, apalagi menjelang ujian semester.
Banyak tugas yang harus Imah selesaikan agar ia bisa mengikuti ujian semester.
Sebenarnya tidak terlalu berat bagi Imah, karena ia memiliki otak yang cerdas dan rajin belajar.
Setiap tugas yang diberikan dosen padanya bisa diselesaikan dengan baik.
Terkadang ia belajar bersama-sama temannya dan membantu mereka yang belum mengerti dengan materi kuliah yang diberikan dosen.
Imah tidak berkeberatan jika ada teman yang bertanya, justru ia akan merasa senang karena bisa berbagi pengetahuan pada temannya.
Teman-teman Imah pun senang bertanya pada Imah karena cara Imah menjelaskan pada mereka mudah mereka pahami.
Imah tidak akan merasa kesal jika masih ada yang belum mengerti dan bertanya kembali pada Imah.
Imah akan menjelaskan hingga temannya bisa memahami apa yang sedang mereka bahas dan mereka kerjakan.
Menurut Imah, mengajari teman-temannya yang belum mengerti sama dengan ia belajar ulang materi yang ia terima sehingga ia sendiri lebih paham.
Dan akan sangat menyenangkan jika dibahas dan dikerjakan bersama-sama.
Terkadang Imah dibantu oleh Mia memberikan penjelasan pada teman-teman mereka yang butuh bantuan.
" Terima kasih Imah atas penjelasannya, aku jadi lebih mengerti dan paham dengan materi ini. " kata teman Imah saat mereka selesai membahas materi kuliah siang itu.
" Iya, sama-sama, aku senang jika kalian telah mengerti, jangan sungkan untuk bertanya jika ada yang kalian belum paham.
Aku atau Mia akan dengan senang hati membantu kalian. "
Kata Imah pada teman-teman yang meminta bantuan padanya.
Selesai mengerjakan tugas bersama teman-temannya, Imah pulang ke rumah bersama abangnya, karena Andika akan dengan senang hati mengantar dan menjemput adiknya.
Imah dan Andika sampai dirumah, tapi rumah dalam keadaan sepi.
" Ibu kemana ya, bang? kok tidak ada dirumah? " tanya Imah pada abangnya setelah tidak melihat keberadaan ibunya.
" Tadi ibu bilang mau ke butik sebentar, ada pelanggan ibu yang ingin bertemu. " jawab Andika.
" Abang mau istirahat dulu, Imah makan saja dulu setelah itu langsung istirahat." kata Andika pada adiknya.
" Iya bang, Imah akan makan dulu baru istirahat. " kata Imah sambil naik keatas untuk menyimpan tasnya didalam kamar.
Selesai membersihkan wajahnya dan mengelap dengan handuk, Imah turun kebawah untuk menuju ruang makan dan makan siang sendirian karena ayah dan ibunya sedang berada diluar dan Andika sudah makan sebelum tadi menjemputnya di kampus.
" Mau makan siang, non? " tanya bi Yati pada Imah yang berjalan menuju meja makan.
" Iya bi, Imah mau makan siang. " jawab Imah sambil menarik kursi dan mendudukinya.
__ADS_1
Bi Yati segera menyiapkan makan siang untuk Imah, lalu saat ingin kembali ke dapur Imah memintanya untuk menemaninya makan.
" Bi, sini temani Imah makan. Bi Yati sudah makan belum? " tanya Imah dan meminta bi Yati menemaninya makan.
" Bibi sudah makan tadi non, bersama yang lain. " jawab bi Yati.
" Non makan siangnya telat, lagi banyak tugas di kampus ya non? " tanya bi Yati pada Imah.
" Iya bi, biasa kalau mau semesteran banyak yang harus dikerjakan. " jawab Imah.
Bi Yati tidak bertanya lagi karena Imah sedang memakan makan siangnya.
Bi Yati hanya duduk memperhatikan Imah.
" Non Imah gadis yang baik, selalu rajin belajar dan patuh pada orang tuanya.
Beruntung bapak dan ibu memiliki anak gadis seperti non Imah. " kata bi Yati dalam hati sambil tersenyum.
Imah yang merasa sedang diperhatikan melihat pada bi Yati.
" Ada apa bi? kok lihatin Imah kaya gitu?" tanya Imah heran melihat bi Yati yang sedang senyum-senyum sambil memandangnya.
" Ga ada apa-apa non, bibi hanya senang saja melihat non Imah.
Non Imah cantik dan baik. " jawab bi Yati apa adanya.
" Ah, bibi bisa aja. Semua perempuan itu terlahir cantik bi, kalau ganteng itu laki-laki. " kata Imah yang mencoba bercanda pada bi Yati.
" Si non ada-ada aja. Ya jelaslah non kalau perempuan itu cantik dan laki-laki ganteng. " kata bi Yati masih sambil tertawa.
Nona nya itu memang suka bercanda dan mengobrol dengan para asisten yang ada dirumah itu.
" Nah itu bibi tahu. " kata Imah yang menyudahi makannya.
" Makannya sudah non? " tanya bi Yati.
" Sudah bi, Imah sudah kenyang! " jawab Imah setelah selesai meminum segelas air putih.
" Non makannya sedikit sekali. " kata bi Yati sambil membereskan piring dan gelas kotor bekas Imah makan.
" Kalau Imah kebanyakan makan, nanti Imah gendut seperti bi Yati, kasihan kalau bi Yati ada saingan gendut dirumah ini. " kata Imah sambil bercanda.
" Ah non mah ada-ada aja. " jawab bi Yati sambil tersenyum.
Bi Yati membawa gelas dan piring kotor ke dapur untuk dicuci.
Imah bersantai sejenak diruang makan sebelum ia naik ke kamarnya untuk beristirahat.
Dari arah dapur, terlihat bi Sri yang membawa sapu untuk menyapu lantai.
__ADS_1
" Baru selesai makan, non? " tanya bi Sri.
" Iya bi, bibi sudah makan? " jawab dan tanya Imah balik.
" Alhamdulillah sudah non, tadi makan sama-sama yang lain. " jawab bi Sri.
Saat tengah berbincang dengan bi Sri, terdengar suara telepon berdering.
Kring...
Kring..
Kring..
" Bi, maaf tolong angkat dulu teleponnya, Imah masih kekenyangan habis makan. " pinta Imah pada bi Sri.
" Mungkin ibu yang menelepon dan menanyakan jika Imah sudah pulang atau belum. " kata Imah lagi.
" Baik non! " kata bi Sri sambil berjalan menuju meja telepon.
Imah masih duduk di kursinya sambil menunggu bi Sri yang sedang mengangkat telepon.
Tak lama, bi Imah kembali ke ruang makan dan menghampiri Imah.
" Maaf non, ada telepon buat nona. " kata bi Sri sopan, memberitahu jika ada yang mencari Imah melalui telepon.
" Siapa yang menelepon, bi? apa ibu? " tanya Imah saat bi Sri mengatakan jika ada yang mencarinya ditelepon.
" Bukan non, bukan ibu tapi temannya non. " jawab bi Sri
" Teman Imah? siapa bi? " tanya Imah heran.
" Katanya rahasia non, jangan beritahu non Imah siapa yang menelepon. " jawab bi Sri sambil tersenyum.
Imah merasa heran, siapa yang menelepon di jam istirahat seperti ini.
Imah merasa tidak ada janji dengan teman-temannya hari ini, karena mereka sudah mengerjakan tugas dari dosen setelah mereka selesai kuliah tadi.
" Siapa yang menelepon jam segini? tidak tahu apa jika ini jam istirahat? "
Gerutu Imah sambil berjalan kearah meja telepon.
" Apa masih ada teman yang belum mengerti dengan materi tadi? tapi rasanya tadi semua sudah paham dan tugas sudah diselesaikan. " kata Imah sambil bicara sendiri.
Teman-temannya memang suka menghubunginya jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin mereka bahas.
Tapi biasanya mereka akan menelepon di sore hari jika mereka selesai kuliah siang hari, menunggu Imah selesai beristirahat baru mereka menghubungi Imah.
Imah duduk di kursi dekat meja telepon dan mulai mengangkat telepon yang tergeletak diatas meja.
__ADS_1
☎ " Hallo, Assalamu'alaikum.. "