CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 40. Bertanggung Jawab Saat Membawa Kendaraan


__ADS_3

" Yang penting aku dapatkan izin dari ayah dan ibu dulu untuk mengundang bang Zack. Jika sudah ada izin, aku akan tenang untuk mengundang bang Zack, walaupun mungkin bang Zack tidak bisa datang, paling tidak aku sudah berusaha untuk mengundangnya. "


Kata Imah yang berbicara pada dirinya sendiri sambil duduk di tepi tempat tidurnya.


Akhirnya Imah memutuskan untuk meminta izin pada orang tuanya untuk mengundang Zack di acara pernikahan kakaknya, Very.


Imah berharap Zack bisa datang di pesta itu, karena pesta itu akan lebih menyenangkan bila ada Zack bersama Imah.


Imah tahu jika ibunya masih resah dengan  kehadiran Zack dan Imah tidak mungkin memaksa ibunya untuk bisa menerima Zack.


Masih ada waktu tiga minggu lagi acara itu akan berlangsung dan Zack masih di New Zealand.


Imah yakin, jika Imah mengundang Zack, maka Zack akan memenuhi undangan itu walaupun ia memiliki kegiatan yang padat.


Hari minggu, satu minggu sebelum hari pesta pernikahan dimulai, Imah tengah berada dirumah temannya untuk mengerjakan tugas kuliah.


Imah menggunakan telepon milik temannya untuk memberitahu ibunya jika ia akan pulang terlambat karena masih mengerjakan tugas bersama teman-temannya.


Tiba-tiba, seorang teman Imah yang sedang mengerjakan tugas berlari ke luar rumah sambil menangis.


Imah yakin, sesuatu yang buruk telah terjadi pada gadis itu.


Sesuatu yang buruk mungkin terjadi dirumahnya.


Bisa jadi ada kerabat atau keluarganya yang meninggal.


Ia mengatakan sesuatu yang tidak jelas karena diucapkan sambil menangis.


Imah masih berbicara dengan ibunya ditelepon.


Ibu mengatakan pada Imah jika hari ini akan mengajak Imah untuk melihat gaun yang sengaja ibu pesan buat Imah.


Sebuah gaun yang akan Imah gunakan untuk acara pesta pernikahan bang Very.


" Bu, itu kenapa seperti berisik sekali? "


Tanya Imah yang mendengar suara ayah yang sedang mengatakan sesuatu.


" Ayah sedang menonton berita, di tivi ada siaran berita kecelakaan yang memakan banyak korban. "


Jawab ibu yang mengatakan jika ayah tengah menonton berita kecelakaan.


" Baiklah bu, nanti jika Imah sudah menyelesaikan tugas, Imah akan segera pulang. "


Kata imah pada ibu dan mengakhiri panggilan telepon.


Imah kembali keruangan di mana teman-temannya tengah berkumpul mengerjakan tugas.


" Selly, tadi kenapa Dian berlari dan menangis? "


Tanya Imah pada Selly, menanyakan tentang temannya yang tadi berlari keluar sambil menangis.


" Tadi Dian dijemput oleh saudaranya dan mengatakan jika orang tua Dian mengalami kecelakaan. "


Jawab Selly pada Imah.


" Innalillahi.. Semoga orang tua Dian baik-baik saja, tidak ada yang terluka parah. "


Do'a Imah untuk orang tua Dian.


" Aamiin.. " jawab Selly yang mengaminkan do'a Imah.


" Jadi sekarang Dian tengah ke rumah sakit? "


Tanya Imah lagi.

__ADS_1


" Iya, tadi saudaranya yang menjemputnya langsung membawa Dian kerumah sakit. "


Jawab Selly pula.


" Semoga Dian diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. "


Kata Imah yang merasa prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Dian.


" Aamin.. Semoga demikian. "


Seloroh Selly.


Setelah obrolan itu, mereka melanjutkan menyelesaikan tugas mereka, Imah ingin segera pulang karena ibu akan mengajaknya ke butik untuk melihat gaun pesta yang akan dikenakannya.


Menjelang siang, imah menyelesaikan tugas nya dan segera pulang kerumah dengan mengendarai kendaraan umum.


Abangnya tidak menjemputnya karena tengah sibuk membantu persiapan kakak mereka.


Bagi Imah, mengendarai kendaraan umum itu sangat menyenangkan, karena ia bisa bertemu dengan orang-orang yang belum dikenalnya.


Imah menilai, jika ada sebagian penumpang angkutan umum yang bersikap ramah, saling bertegur sapa dengan  sesama penumpang.


Tapi ada pula yang jutek dan tidak perduli dengan keadaan disekelilingnya.


"Mau kemana, dek? " tanya seorang ibu yang duduk disamping Imah.


" Saya mau pulang, bu.? Jawab Imah ramah.


" Tadi dari mana? Hari minggu kok jalan sendirian, ga ada yang menemani? " tanya si ibu kepo.


" Saya baru selesai mengerjakan tugas kuliah di rumah teman, bu.?" kata Imah menjelaskan.


" Oh.. Sudah kuliah, ya? Ibu pikir masih SMA, wajahnya kelihatan masih muda banget. " kata si ibu lagi.


" Iya bu, saya sudah kuliah semester tiga. "


Imah merasa senang bisa bertemu dengan seseorang yang ramah, yang mengajaknya berbicara, padahal mereka baru saja bertemu karena satu angkutan umum.


Saat tiba didepan rumahnya, Imah menghentikan kendaraan umum itu dan berpamitan pada ibu yang duduk disampingnya.


" Maaf ibu, saya duluan turun. " kata Imah dengan sopan, karena saat turun Imah harus melewati ibu yang duduk disamping nya.


" Iya, dek, silakan. Hati-hati turunnya. "


Jawab si ibu pada Imah.


Setelah  turun, Imah membayar ongkosnya lalu berjalan menuju rumahnya.


Imah menuju rumahnya, banyak kesibukan yang terjadi dirumah, karena tinggal satu minggu lagi acara pernikahan Very akan digelar.


Imah melewati halaman rumahnya yang tengah dirapikan oleh penjaga kebun.


Bunga-bunga tanaman ibunya disingkirkan sejenak agar tidak mengganggu dan tidak rusak karena akan ada banyak tamu yang datang.


Imah masuk kedalam rumah dan melihat ibunya sedang berada di dapur.


" Assalamu'alaikum, bu. "


Salam Imah pada ibunya, lalu menghampiri dan menyalami serta mencium punggung tangan ibunya.


" Waalaikumsalam warahmatullah. "


Jawab ibu Imah.


" Sudah selesai tugasnya? Imah pulang sama siapa? "

__ADS_1


Tanya ibu pada Imah yang sedang menuang air mineral.


" Alhamdulillah sudah selesai semua, bu.


Imah tadi pulang naik angkutan umum. "


Jawab Imah, lalu meneguk air mineral yang ia tuang ke dalam gelas.


" Mengapa tidak minta dijemput sama abang mu? " tanya ibu lagi.


" Imah tidak enak bu jika harus meminjam telepon lagi pada teman Imah.


Lagian tidak apa-apa bu Imah naik angkutan umum sesekali.


Enak tahu bu, naik angkutan umum itu."


Jawab Imah yang mengatakan pada ibu jika ia pulang naik angkutan umum.


" Ya sudah, sana istirahat dulu.


Nanti sore kita lihat gaun yang ibu pesan buat Imah. "


Kata ibu yang meminta Imah untuk beristirahat.


" Baik, bu. " kata Imah.


Imah naik ke lantai dua dan langsung berjalan menuju kamarnya.


Diruang keluarga, ayah dan kedua kakak Imah tengah mengobrol mengenai berita kecelakaan yang tadi disiarkan di televisi.


" Ngeri juga ya, yah, jika melihat kecelakaan seperti itu. "


Kata Very pada ayahnya.


" Iya seperti itulah, jika sudah musibah kita tidak bisa mencegahnya.


Tapi kita perlu berhati-hati di manapun kita berada, apalagi jika sedang membawa kendaraan di jalan raya. "


Kata ayah pada kedua anaknya.


" Kalian kalau membawa kendaraan tidak perlu terlalu ngebut.


Ingat, selain kita menjaga keselamatan diri kita sendiri, kita juga harus menjaga keselamatan orang lain. "


Kata ayah yang menasehati kedua anaknya.


" Iya, ayah. Andika tuh yang suka ngebut kalau bawa kendaraan. "


Kata Very yang mengatakan jika Andika suka ngebut di jalanan.


" Enak saja, tidak yah, Dika tidak suka kebut-kebutan, bang Very tuh asal tuduh saja. " kata Andika yang tidak terima saat Very mengatakan jika ia suka kebut-kebutan.


" Sudah! Kalian sama saja! "


Kata ayah menghentikan perdebatan mereka.


" Kalian tidak perlu saling menyalahkan.


Ayah tahu siapa kalian, karena kalian anak-anak ayah.


Ayah minta kalian bertanggung jawab saat kalian membawa kendaraan.


Selalu berhati-hati. Jika kita tidak melanggar, bisa jadi kita yang dilanggar orang lain.


Ingat akan keselamatan diri sendiri dan orang lain. "

__ADS_1


Ayah menekankan pada kedua anaknya untuk selalu berhati-hati dan bertanggung jawab saat membawa kendaraan.


" Baik, ayah! " jawab Very dan Andika bersamaan.


__ADS_2