
Tak ada jawaban salam Imah dari seberang telepon.
Imah menunggu sebentar tapi tetap tidak ada suara dari seberang telepon.
☎ " Hallo, Assalamu'alaikum? jika tidak mau menjawab, saya tutup teleponnya. " kata Imah pada orang yang ada diseberang telepon.
Imah pikir, mungkin hanya orang iseng yang ingin mengerjai nya.
☎ " Hallo juga..! Waalaikumsalam.
Galak banget, jangan ditutup dulu teleponnya cantik! "
kata seseorang yang menjawab salam Imah dan meminta Imah untuk tidak menutup teleponnya.
Sejenak Imah terdiam mendengar suara itu, suara yang sudah beberapa waktu tidak didengarnya.
☎ " Hallo, apa masih ada orang disana?" tanya orang diseberang telepon karena Imah terdiam saat mendengar suara itu.
Suara yang sangat Imah rindukan karena sudah lama tidak berkomunikasi.
☎ " Bang Zack..?? bang Zack apa kabar? mengapa baru menghubungi Imah? " kata Imah setengah merajuk pada bang Zack.
☎ " Alhamdulillah kabar abang sangat baik. " jawab bang Zack sambil tertawa saat mendengar suara Imah yang merajuk.
" Imah apa kabar? bagaimana dengan kuliah Imah? sudah mau semesteran kan? " tanya bang Zack beruntun pada Imah.
☎ " Bang Zack kalau nanya kaya wartawan mencari berita.
Pertanyaannya beruntun, entah mana dulu yang mau Imah jawab. " kata Imah yang memprotes bang Zack karena pertanyaannya yang beruntun.
Bang Zack kembali tertawa saat Imah mengatakan dirinya seperti seorang wartawan dengan banyak pertanyaan.
☎ " Iya maaf..! tapi sesekali jadi wartawan tidak mengapa kan? toh yang ditanya juga cantik dan pintar, jadi sangat menyenangkan untuk ditanya. "
Kata bang Zack yang menggoda Imah.
☎ " Lama ga ada kabar, bang Zack jadi pintar menggoda orang ya, sekarang? " ucap Imah yang merasa senang karena bang Zack menggodanya.
☎ " Bukan menggoda, tapi kenyataannya kan memang demikian. " ucap bang Zack pula.
" Oh iya, gimana kabar Imah, juga keluarga disana? " tanya ulang bang Zack.
Bang Zack tidak lagi memberondong Imah dengan pertanyaan.
☎ " Alhamdulillah kabar Imah dan keluarga baik, kuliah Imah juga lancar dan Imah sedang sibuk dengan tugas kuliah menjelang semester. " jawab Imah panjang lebar, menceritakan keadaan keluarganya dan kegiatannya.
☎ " Imah baru pulang kuliah? tadi kata bi Sri, Imah baru selesai makan. "
__ADS_1
tanya bang Zack pada Imah.
☎ " Iya bang, Imah baru pulang. Tadi Imah mengerjakan tugas bersama teman-teman di kampus. " jawab Imah.
" Abang gimana? jadi pindah ke Yogya? " tanya Imah balik pada bang Zack.
☎ " Iya, abang sudah di Yogya.
Maaf jika abang baru bisa menghubungi Imah karena begitu banyak kegiatan yang harus abang selesaikan. " Jawab bang Zack yang juga meminta maaf karena tidak sempat memberi kabar pada Imah.
" Sebenarnya ada yang ingin abang sampaikan pada Imah.
Apa abang tidak mengganggu waktu istirahat Imah? " tanya bang Zack pada Imah.
☎ " Abang ingin menyampaikan apa pada Imah? Imah bisa mendengarkan dan tidak mengganggu waktu istirahat Imah. " jawab Imah yang meyakinkan bang Zack bahwa bang Zack tidak mengganggu waktu istirahat Imah.
Mendengar Imah bersedia mendengarkan apa yang ingin disampaikan olehnya, Zack menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan.
Setelah merasa siap untuk bercerita, Zack pun mulai menyampaikan apa yang ingin ia ceritakan pada Imah tentang dirinya saat ini.
☎ " Imah, abang mau menyampaikan pada Imah bahwa saat ini abang mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu pilot yang dipilih untuk membantu TNI AU menerbangkan pesawat ke daerah-daerah konflik.
Karena abang dianggap memiliki kemampuan untuk mengendalikan pesawat dan juga memahami mesin pesawat, maka abang ditunjuk untuk melakukan tugas itu.
Abang dianggap mampu mengendalikan pesawat jika tiba-tiba mendapat serangan dari para pemberontak.
Baik perbekalan makanan ataupun obat-obatan yang dibutuhkan.
Dalam dua hari ke depan, abang akan berangkat ke wilayah timur Indonesia untuk membawa bantuan kesana. "
Zack menjelaskan apa yang menjadi tugas yang diembannya saat ini.
Imah diam mendengarkan semua penjelasan yang Zack sampaikan padanya.
☎ " Berarti abang akan berangkat ke daerah konflik? " tanya Imah yang terdengar cemas.
☎ " Benar, abang akan mengirim bantuan obat-obatan dan makanan, juga pasukan yang akan bertugas kesana. "
jawab Zack pada Imah.
☎ " Bukankah itu sangat berbahaya? " tanya Imah lagi.
" Pesawat abang bisa saja tertembak saat membawa bantuan kesana, karena yang Imah dengar mereka memiliki persenjataan yang lengkap dan mutakhir.
Mereka juga suka menembak pesawat yang mendekat ataupun menyandera dan membunuh orang yang memasuki wilayah mereka. "
Imah menyampaikan hal itu pada Zack dengan perasaan cemas.
__ADS_1
Cemas akan keselamatan Zack dalam mengemban tugasnya.
☎ " Jangan terlalu merasa khawatir, doakan abang sukses dalam menjalankan semua misi yang abang emban. " kata Zack yang meminta dukungan pada Imah.
Entah mengapa, Zack merasa perlu menceritakan semuanya pada Imah.
Zack merasa jika Imah perlu tahu dengan kegiatan dan pekerjaan yang ia geluti saat ini.
☎ " Mengapa abang menerima tawaran ini? Mengapa abang tidak menjadi pilot biasa saja atau hanya mengajar di sekolah penerbangan? " tanya Imah dengan rasa khawatir pada Zack.
☎ " Abang justru bangga diberi kepercayaan seperti ini. Abang merasa bahwa keahlian abang dalam mengendalikan pesawat begitu dihargai dan keahlian abang sangat diperlukan untuk membantu menyalurkan bantuan bagi tentara kita yang sedang bertugas di daerah konflik.
Bukankah Imah tahu jika abang suka tantangan? "
Zack mengungkapkan kebanggaannya karena menjadi orang yang berguna bagi bangsanya.
Tidak ada sedikitpun rasa khawatir dari nada bicara Zack mengenai tugas yang harus dia emban.
Imah tidak tahu lagi harus berkata apa dengan keputusan Zack.
Imah merasa dia tidak punya hak untuk melarang Zack.
Selama ini, hubungan Imah dan Zack hanya sebatas teman, tidak lebih dari itu. Jadi Imah tidak bisa melarang Zack untuk menerima pekerjaan itu.
Imah sangat tahu kecintaan Zack akan dunia terbang.
Apapun akan Zack lakukan untuk bisa mencapai kepuasan saat mengendalikan pesawat.
Imah bisa melihat kebahagiaan yang Zack rasakan saat berada di ketinggian.
Wajah Zack terlihat begitu puas saat ia bisa membawa pesawatnya terbang tinggi jauh meninggalkan bumi.
Imah bisa melihatnya saat ia dibawa Zack terbang dengan pesawatnya beberapa waktu yang lalu.
Tidak ada rasa takut yang terlihat dari raut wajah Zack saat berada diketinggian, Zack justru merasa jika ia bisa lebih dekat dengan Tuhan saat ia berada jauh diatas permukaan bumi.
Dengan mengendalikan pesawat yang terbang tinggi, Zack merasa jika itulah anugrah terbesar yang Tuhan berikan dalam hidup Zack.
Karena Zack merasa tidak semua orang bisa melakukan dan merasakan apa yang ia lakukan dan ia rasakan saat berada diketinggian.
Imah senang saat bisa menikmati ketinggian bersama Zack dan ia mendukung Zack untuk melakukan itu.
Tapi sekarang, Zack pergi ke daerah konflik dan bisa saja pesawatnya menjadi incaran para pemberontak.
Bisa saja pesawat yang dikendalikan Zack mendapat serangan dan tembakan saat ia membawa bantuan.
Begitu banyak kecemasan dan kekhawatiran yang Imah rasakan setelah mendengar cerita Zack.
__ADS_1