
Melihat Imah yang terus menitikkan air mata, hati Zack terasa sakit.
Zack tidak pernah menginginkan Imah menangis karenanya.
Zack menarik Imah untuk mendekat padanya, lalu memeluk Imah dengan erat.
Imah bisa merasakan detak jantung Zack yang berpacu dengan cepat, sama seperti detak jantung Imah.
Zack hanya memeluk Imah dengan erat tapi tidak menciumnya.
Zack tidak melakukan itu.
Ada rasa kecewa dalam hat Imah.
Imah ingin Zack mengatakan pada Imah jika Zack juga mencintai Imah.
Mungkin ini kesempatan terakhir bagi mereka, setidaknya untuk masa yang tidak bisa ditentukan.
Atau lebih buruk lagi jika ini kesempatan terakhir Imah dan Zack saling bertemu.
" Bang Zack, Imah benar-benar mencintai abang! " kata Imah dengan sedikit menegaskan perasaannya pada Zack.
" Imah ingin abang tahu bagaimana perasaan Imah pada abang, agar abang bisa selalu membawa Imah dalam hati dan pikiran abang. "
Kata Imah yang mengungkapkan apa yang ia rasakan pada Zack.
" Imah tidak ingin bang Zack bertanya-tanya mengenai perasaan dan sikap Imah pada bang Zack, sementara bang Zack berada didalam parit. "
Kata Imah yang melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan pada Zack.
Zack mendengarkan semua yang Imah katakan dengan sikap yang tenang sambil terus memeluk Imah.
Alis Zack berkerut saat Imah mengatakan jika dirinya berada didalam parit.
" Parit? apa maksudmu? Aku akan berada di angkasa, terbang tinggi mengudara dan aku akan menembak jatuh jika ada pesawat pemberontak yang mendekat pesawat ku. "
Kata Zack yang mengatakan posisinya karena merasa heran dengan kata parit yang diucapkan oleh Imah.
" Aku akan beristirahat dan tidur ditempat yang nyaman pada malam hari setelah menyelesaikan tugas ku.
Ada tempat tersendiri bagi kami yang dikirim untuk bertugas ke daerah konflik.
Semua tidak seburuk yang kau bayangkan, Imah. "
Zack berusaha untuk menenangkan dan menghilangkan rasa khawatir yang Imah rasakan.
Zack tahu jika Imah merasa takut kehilangan dirinya.
Imah takut jika Zack tidak kembali pada Imah.
Zack tidak tahu harus berbuat apa, ia menyukai tugas ini dan sudah menerima perintah untuk melaksanakan tugas dari pemerintah pusat melalui TNI Angkatan Udara.
__ADS_1
Karena kecintaan Zack pada tanah air dan merasa ini sudah menjadi tugasnya sebagai seorang pemuda dan warga negara, maka dengan senang hati Zack menerima tugas yang dikembangkan padanya, karena tugas itu sesuai dengan keahliannya.
Zack selalu ingin mengembangkan diri di dunia penerbangan.
Mungkin karena sejak awal Zack hidup sendiri, jadi Zack tidak memikirkan bahwa keputusan yang ia ambil telah membuat seorang Imah merasa sedih dan kehilangan.
" Mungkin tempat yang kau maksud merupakan tempat yang menyeramkan dan penuh bahaya.
Tempat itu hanya bagi prajurit yang bertugas mengamankan wilayah yang dekat dengan daerah konflik.
Mereka mungkin tinggal di hutan-hutan atau pemukim penduduk di pedalaman yang dekat dengan bahaya. "
Kata Zack mencoba memberi pengertian pada Imah.
" Bagi kami para pilot, kami memiliki barak tersendiri yang jauh dari daerah konflik. Kami memiliki fasilitas yang bagus untuk dijadikan tempat tinggal dan beristirahat. "
Zack terus berusaha meyakinkan Imah jika ia tidak seperti prajurit yang bertugas langsung di daerah konflik.
Apa yang disampaikan oleh Zack membuat Imah sedikit merasa lega.
Imah berharap apa yang disampaikan oleh Zack memang benar adanya, bukan hanya kata-kata yang diucapkan untuk menenangkan perasaannya.
°
°
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu.
Zack harus segera kembali ke bandara.
Langit terlihat begitu bersih dengan ribuan bintang yang menghiasi langit malam.
Zack membawa Imah ke bandara dengan menggunakan taksi.
Sebenarnya ayah Imah telah menawarkan untuk mengantarkan ke bandara menggunakan mobil, tapi Zack menolak dan ingin ke bandara dengan menggunakan taksi, begitupun dengan Imah yang hanya ingin berdua dengan dengan Zack.
Di bandara tampak begitu ramai dengan para prajurit yang akan berangkat ke daerah konflik.
Semua perbekalan sudah ditempatkan di pesawat khusus pembawa perbekalan. Sedangkan Zack membawa pesawat yang berisi para prajurit.
Imah melihat para prajurit yang masih terlihat muda dan gagah.
Mungkin mereka para taruna yang baru lulus dari akademi ke militeran.
Terlihat para orang tua yang juga terlihat sedih saat melepas anak-anak mereka bertugas, juga para istri yang mengantarkan suami-suami mereka.
Dalam hati semua orang tersemat doa yang sama, sama-sama berdoa untuk keselamatan semuanya.
Keselamatan bagi yang ditinggalkan, terutama keselamatan bagi yang bertugas.
Bagi para keluarga yang mengantarkan, mereka berharap jika hari ini mereka mengantarkan anak atau suami mereka bertugas, suatu hari mereka akan kembali kesini untuk menjemput kepulangan mereka.
__ADS_1
Disini, tidak ada yang tidak menangis, terutama para ibu dan para istri serta anak-anak yang sudah mengerti jika ayah mereka akan bertugas dan tidak tahu apakah ayah mereka akan kembali dengan selamat atau pulang hanya tinggal nama mereka yang selalu dikenang.
Imah memperhatikan orang-orang disekitarnya yang sama dengan dengan dirinya, di menit-menit terakhir mereka bersama dengan orang-orang terkasih.
Imah berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya, tapi imah tidak berhasil.
Imah tidak bisa menahan dan menutupi kesedihan yang ia rasakan.
Zack terlihat begitu tegang dan gelisah disaat-saat terakhir pertemuan mereka.
imah dan Zack sama-sama tidak mengetahui kapan mereka akan bertemu kembali.
Masih adalah harapan bagi mereka untuk bertemu lagi setelah perpisahan kali ini.
Akhirnya Zack harus pergi, ia harus naik ke pesawat yang akan dibawanya.
Sudah tidak ada kata-kata yang bisa diucapkan diantara keduanya.
Imah memegang erat tangan Zack dengan rasa yang putus asa sebelum Zack menaiki pesawatnya.
Sungguh, Imah tidak ingin Zack pergi kali ini.
Tidak seperti sebelum-sebelumnya, kepergian Zack kali ini menyisakan kesedihan yang mendalam bagi Imah.
Imah tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Zack walaupun sebelumnya Zack sudah meyakinkan Imah akan keadaannya di sana nanti.
Imah tidak ingin kehilangan Zack, satu-satunya pria yang sangat Imah cintai.
" Aku sangat mencintaimu, bang Zack! " kata Imah lagi, menegaskan pada Zack akan rasa cintanya pada pemuda itu.
Zack merasa bersedih dengan ungkapan perasaan Imah kepadanya.
Bukan hal seperti ini yang Zack harapkan ketika Zack memutuskan untuk bertemu dengan Imah sebelum keberangkatannya.
Zack hanya ingin menghabiskan waktu bersama Imah karena tidak ada sanak saudara ataupun keluarga yang mengantarkan keberangkatannya.
Entah mengapa, Zack merasa mereka memiliki suatu perjanjian yang tidak terucap untuk tidak mengatakan hal-hal pribadi seperti yang Imah ungkapkan.
Imah melanggar kesepakatan yang tidak terucap diantara mereka dengan menyatakan perasaan cintanya pada Zack.
Imah melanggar semuanya karena Imah merasa tidak bisa membiarkan Zack pergi tanpa mengetahui perasaan Imah yang sebenarnya kepada Zack.
Menurut Imah, sebelum Zack pergi, Zack berhak tahu perasaannya pada pemuda itu.
Tanpa Imah ketahui bahwa ungkapan perasaan Imah membuat perasaan n Zack menjadi lebih berat.
Zack seperti menyimpan sebuah beban dalam hatinya.
Selama ini apapun yang Zack rasakan dalam hatinya terhadap Imah, Zack berhasil menyimpan dan mengelabui perasaannya sendiri dengan menganggap Imah hanya sebagai seorang sahabat.
Zack berusaha menipu hatinya dan mengatakan jika perasaannya pada Imah hanya sebatas perasaan terhadap seorang sahabat.
__ADS_1
Kini, setelah Imah menyatakan perasaannya pada Zack, Zack tidak mungkin lari dari kenyataan bahwa perasaannya pada Imah bukan hanya perasaan pada seorang sahabat. a
Zack dan Imah lebih dari sekedar sahabat, walaupun seberapa kuat Zack berusaha untuk menutupi perasaannya.