CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 69 Ungkapan Rasa Cinta Zack.


__ADS_3

Sandy sangat menikmati pekerjaannya sebagai relawan.


Sama seperti Imah, Sandy banyak membantu para korban baku tembak antara pemberontak dan petugas keamanan.


Sandy mengobati dan membantu merawat korban yang terluka, sementara Imah lebih banyak menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan pada korban bencana alam ataupun untuk para tentara yang bertugas diperbatasan.


Setelah bekerja sebagai relawan di palang merah selama hampir tiga bulan, Imah dan keluarganya pergi berlibur kesebuah desa di Bandung.


Ayah dan ibu Imah ingin melepaskan penat setelah melakukan banyak pekerjaan di kantor.


Very dan Viny juga ikut berlibur, karena mereka ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, apalagi Viny tengah hamil anak pertama.


Sungguh hal yang membahagiakan bagi keluarga Very dan Viny.


" Imah, apa semua keperluanmu sudah disiapkan? " tanya ibu pada Imah yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.


" Sudah, bu, semua keperluan Imah sudah ada didalam koper itu. " jawab Imah sambil menunjuk koper berukuran sedang yang ada disisi lemari pakaian.


" Ya sudah, besok pagi sehabis subuh kita akan berangkat. " kata ibu lagi pada Imah.


" Baik, bu, Imah juga sudah mau beristirahat agar besok tidak kesiangan." kata Imah pada ibunya.


Ibu keluar dari kamar Imah, lalu turun dari tangga menuju ruang keluarga.


" Imah sudah tidur, bu? " tanya Very pada ibu yang baru datang dan duduk disamping ayah.


" Belum, paling sebentar lagi juga Imah tertidur. Ibu habis lihat keperluan Imah, takut Imah belum menyiapkan semua keperluan yang dibawanya. " jawab ibu pada Very.


" Ga mungkin kalau Imah belum siap, bu, kalau mau jalan-jalan Imah pasti sudah siap lebih dulu. " kata Andika yang sudah tahu jika Imah sudah menyiapkan keperluannya.


" Very, ajak Viny istirahat agar besok tidak kesiangan, lagian Viny sedang hamil, jangan biasakan tidur larut malam. " kata ibu pada Very.


" Iya, bu. " jawab Very pada ibunya, lalu mengajak Viny untuk beristirahat.


Ayah dan ibu juga naik keatas untuk masuk ke kamar mereka, begitu juga Andika yang masuk ke kamarnya pula.


°


°


Setelah menempuh perjalanan hampir selama lima jam, Imah dan keluarganya tiba di sebuah desa yang sangat sejuk dan segar udaranya.


Mereka menempati sebuah rumah yang terbuat dari kayu berkualitas, rumah yang terletak di atas bukit.

__ADS_1


Sebuah rumah panggung yang sangat nyaman dengan banyak kamar.


Dibelakang rumah, ada kolam ikan yang luas dan sebuah pipa mengalirkan air jernih yang berasal dari pegunungan.


Air yang mengalir itu digunakan untuk mencuci, mandi dan keperluan lainnya.


Ada lantai kayu dan dinding papan seperti sebuah kamar mandi di atas kolam ikan.


Sungguh suasana pedesaan yang masih sangat terasa karena hanya ada beberapa rumah penduduk yang ada disekitar rumah keluarga Imah.


Imah sudah memasuki sebuah ruangan yang akan menjadi kamarnya beberapa hari ke depan.


Sebuah kamar dengan tempat tidur yang luas dan terbuat dari kayu. Ada meja kecil di setiap sisi tempat tidur, juga terdapat lemari pakaian, semua yang ada dikamar itu terbuat dari kayu berkualitas.


" Ah.. nyamannya.. " kata Imah saat merebahkan tubuhnya di atas tempat yang luas itu.


Mata Imah menatap langit-langit kamarnya, hingga tidak terasa matanya terpejam karena merasa lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


Keesokan harinya, saat malam keluarga Imah mengadakan pesta barbeque dihalaman rumah mereka.


Mereka juga mengundang tetangga yang ada disekitar rumah kayu milik keluarga Imah.


Saat Andika dan Very membuat api unggun, Imah teringat saat ia bertemu dengan Zack di pesta api unggun beberapa bulan yang lalu.


Surat-surat yang diterima oleh Imah selalu ditulis beberapa minggu sebelum Zack kirim pada Imah, sehingga terkadang Imah menerima sekaligus banyak surat dari Zack.


Terkadang Imah berfikir jika bisa saja Imah baru menerima surat dari Zack sementara Zack mungkin sudah tiada karena tertembak para pemberontak.


Jika memikirkan hal itu, Imah akan merasa takut sendiri, takut dengan pikiran buruknya mengenai Zack.


" Hey.. kenapa bengong saja, tuh bantuin ibu dan kak Viny menyiapkan ayam dan ikan yang akan dibakar, atau bantu yang lain memasang tusuk pada jagung. " kata Andika pada Imah yang sedang duduk melamun, mengingat Zack.


" Sudah banyak yang bantuin, juga, mendingan aku duduk disini, melihat abang membuat api unggun. " kata Imah pada kakaknya.


" Ya sudah, sini bantuin abang menyalakan api unggun. " kata Andika pada Imah.


Imah duduk dibangku kecil disamping Andika yang sedang menyalakan api unggun.


Imah kembali melamun saat duduk disamping Andika.


Sudah hampir sepuluh bulan Imah tidak bertemu dengan Zack semenjak Zack pergi bertugas ke perbatasan.


" Apa kabar bang Zack, ya? mengapa ia belum mengirimkan suratnya? atau surat dari bang Zack belum sampai? "

__ADS_1


Imah bertanya-tanya dalam hati mengenai Zack yang belum mengirimkan surat padanya.


Ada rasa rindu yang Imah rasakan pada Zack saat ini, sehingga Imah teringat saat bertemu kembali dengan Zack di acara api unggun.


Imah teringat saat ia tidak sengaja menabrak punggung Zack.


Imah terkejut saat melihat Zack ada dihadapannya sehingga ia tidak bisa berkata-kata.


" Sebaiknya kau jaga makananmu, sebelum membakar seseorang. "


kata Zack saat itu.


Melihat Imah yang hanya terdiam, Zack mengambil jagung yang sedang dipegang oleh Imah dan membuang jagung yang sudah gosong itu.


Saat Zack mengambil jagung dari tangannya, Imah baru tersadar sehingga langsung bertanya pada Zack.


" Sedang apa kau disini? " tanya Imah pada Zack kala itu.


Sungguh, saat itu Imah merasa sangat bahagia, tidak menyangka jika ia bisa bertemu dengan Zack lagi.


Imah tersenyum sendiri saat ia mengenang kebersamaannya dengan Zack.


Menyusuri jalan dan mengobrol berdua tanpa ada yang mengganggu kebersamaan mereka.


Ketika Imah mengingat pertemuan terakhirnya di bandara sebelum keberangkatan Zack, Imah merasa terharu, karena sebelum berangkat Zack masih sempat menyatakan perasaannya pada Imah.


Perasaan cinta yang Zack tahan dan Zack coba abaikan selama ini.


Walaupun Imah sudah mengakui perasaannya pada Zack, saat itu Zack masih mencoba untuk membendung perasaannya pada Imah agar Imah tidak merasa terluka.


Zack takut jika Imah akan terluka karena ia akan pergi meninggalkan Imah dengan waktu yang tidak bisa Zack tentukan.


Zack telah memilih untuk menerima tawaran membawa pesawat yang membawa bantuan untuk para tentara yang menumpas pemberontakan.


Tapi di detik-detik terkahir keberangkatannya, Zack tidak bisa lagi menahan dan membendung perasaan cintanya pada Imah.


Dengan berteriak Zack mengungkapkan perasaan cintanya pada Imah.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Zack membuat Imah merasakan kebahagiaan yang tidak bisa ia ungkapkan.


Perasaannya dan perasaan Zack sama, mereka sama-sama saling mencintai.


Imah berjanji akan menjaga cintanya pada Zack dan akan menunggu Zack kembali dari masa tugasnya.

__ADS_1


__ADS_2