CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 41 Imah Sangat Di Sayang Sama Ayah


__ADS_3

Ibu membawa teh dan cemilan ke ruang tengah dimana  suami dan anak-anaknya berkumpul.


" Diminum tehnya, ayah. " kata ibu yang meletakkan teh hangat didepan ayah.


" Terima kasih, bu! "Kata ayah sambil mengambil cangkir teh miliknya.


Dihirupnya aroma teh yang wangi melati itu, lalu menyeruput teh hangat itu.


" Imah sudah pulang, bu? " tanya ayah pada ibu yang duduk disamping ayah.


" Sudah yah, barusan ibu suruh ke kamar untuk beristirahat. "


Jawab ibu.


" Lha, Imah pulang sama siapa bu? " tanya Andika.


" Dia pulang sendiri naik angkutan umum." jawab ibu.


" Imah naik angkutan umum, bu? " tanya ayah pada ibu.


" Kalian ini, bagaimana? Masa adik kalian  pulang naik angkutan umum?


Andika, biasanya kan kamu yang suka antar jemput Imah? "


Ayah menegur kedua kakak Imah yang tidak menjemput Imah, sehingga Imah harus pulang naik angkutan umum.


" Iya ayah, Imah pulang naik angkutan umum, dia malah senang, katanya enak juga naik angkutan umum. "


Jawab ibu pada ayah yang terlihat kesal karena putri kesayangannya harus naik angkutan umum.


" Iya ayah, mana tahu Dika kalau Imah minta dijemput, Imah tidak mengabari Dika. Lagian ga papa Imah sesekali naik angkutan umum, dia kan sudah besar, bukan anak SD lagi. "


Andika mengatakan pada ayah jika Imah tidak memberitahunya untuk minta jemput.


Andika juga mengatakan jika Imah sudah besar dan tidak masalah jika harus naik angkot.


" Bukan masalah sudah besar, kan kasihan kalau harus berdesak-desakan naik angkutan umum. "


Kata ayah yang terlihat begitu menyayangi Imah.


" Iya ayah, lain kali kami tidak akan lalai lagi pada Imah, yang penting sekarang Imah sudah sampai dengan selamat. "


Very menengahi perdebatan ayahnya dengan adiknya, Andika.


Mereka semua tahu jika ayah sangat menyayangi Imah.


Kesulitan yang dialami oleh Imah saat dia kecil membuat ayahnya sangat menyayangi Imah.

__ADS_1


Sejak kecil Imah hidup prihatin karena keadaan ayah yang mengalami kebangkrutan.


Berbeda dengan kedua kakaknya yang sudah menikmati kesenangan sejak mereka kecil, Imah justru sebaliknya, harus merasakan kehidupan yang pahit.


Ia gadis yang tegar dan sabar.


Walau sangat dimanjakan oleh ayah, Imah tetap bersikap biasa saja, tidak berlebihan.


Begitu pula dengan ibu, sangat menjaga dan selalu merasa khawatir Imah.


Ibu mengalami ujian yang pahit dalam hidupnya dan berharap Imah tidak mengalami dan merasakan seperti apa yang ibu rasakan.


Karena itu, ibu bersikap protektif pada Imah, merasa khawatir yang terlalu berlebihan.


Kedua kakak Imah pun begitu menyayangi Imah.


Very terlihat cuek dan tidak perduli, tapi ia begitu menyayangi adiknya, karena sikapnya yang pendiam, dia jarang berinteraksi dengan  adik-adiknya.


Sesekali jika ia sedang merasa senang, maka ia akan dengan  mudah ikut berkumpul dengan keluarganya, jika tidak ia akan menghabiskan waktunya dikamar.


Andika, seorang yang periang dan mudah bergaul, tapi ia bersikap sedikit kasar, apalagi jika sudah bercanda dengan Imah.


Tapi Andika pun sangat menyayangi Imah.


" Bagaimana dengan pekerjaan di kantor, apa sudah diselesaikan semua sebelum kamu menikah, Very? " tanya ayah pada Very yang memegang jabatan CEO di perusahaan ayah.


" Baguslah kalau begitu, jadi ayah juga tidak terlalu keteteran dengan pekerjaan jika kau cuti nanti " kata ayah  lagi.


" Apakah Imah nanti akan mengurusi perusahaan juga ayah? " tanya Andika.


" Kita tidak bisa memaksa Imah untuk ikut mengurusi perusahaan.


Imah seorang perempuan, suatu saat ia akan menikah dan akan ikut dengan  suaminya. " kata ibu yang menjawab pertanyaan Andika.


" Oh, iya.. Bagaimana dengan hubungan Imah dengan Zack? Mereka terlihat sangat akrab." tanya Andika.


" Imah dan Zack hanya berteman, mereka bersahabat dengan baik. " jawab ayah.


" Lagian Zack terlalu tua jika harus menjalin hubungan dengan Imah.


Imah masih terlalu muda dan tidak pantas untuk Zack. " jawab ibu yang tidak suka jika Imah berhubungan dengan  Zack.


" Yang aku lihat, Imah seperti terlihat begitu manja pada Zack. Zack terlihat sangat menyayangi dan melindungi Imah.


Mungkin karena Zack sebatang kara, ia menganggap Imah seperti adik bagi Zack."


Very memberi pendapatnya tentang Zack.

__ADS_1


Very memperhatikan interaksi Imah dan Zack saat mereka mengadakan acara makan malam di malam tahun baru.


Very tidak melihat hubungan yang berlebihan diantara keduanya, justru Zack terlihat menyayangi Imah seperti ia menyayangi adiknya.


" Kalau menurut aku, antara Imah dan Zack ada sebuah hubungan yang tidak mereka sadari.


Mereka saling mendukung, saling memahami kesibukan masing.


Terlihat Zack begitu memperhatikan Imah, terlihat dari tatapan matanya jika ia menyukai Imah, tapi seperti ada sesuatu yang menahannya. "


Andika memberikan pandangannya  tentang hubungan  Imah dan Zack.


" Ibu berharap mereka hanya berteman dan tidak ada hubungan yang khusus, karena itu akan membuat Imah terluka.


Zack lebih fokus pada pekerjaannya di penerbangan dari pada kehidupan pribadinya. Jadi mana mungkin ia akan menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita, apa lagi dengan Imah yang masih sangat muda. "


Ibu tetap  berharap jika Imah tidak memiliki hubungan yang lebih dengan  Imah mengingat pekerjaan Zack yang menurut ibu penuh bahaya.


" Sudahlah, bu, ibu jangan terlalu cemas dengan  hubungan antara Imah dan Zack.


Biarlah kita beri Imah kepercayaan dan biarkan dia memilih dengan siapa dia berteman. Kita hanya perlu mengawasi agar jangan sampai Imah berada diluar batas sebagai seorang gadis"


Ayah berusaha bersikap bijak dalam menilai hubungan antara Imah dan Zack, dan berusaha memberikan kepercayaan pada Imah untuk bisa memilih teman yang ada disekitarnya.


Ibu hanya diam saat ayah mengatakan jika mereka perlu memberikan kepercayaan pada Imah dan memberi kebebasan pada Imah untuk berinteraksi dengan  orang-orang yang ada disekitarnya.


Ibu bukan tidak ingin memberikan kepercayaan pada Imah, ibu hanya takut Imah hanya akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengetahui jika Imah memiliki hati yang baik dan lembut.


" Betul kata ayah bu, bahwa kita harus memberikan kepercayaan pada Imah.


Imah seorang perempuan, jika menikah ia akan mengikuti suaminya kecuali suaminya mau tinggal bersama ayah dan ibu karena mengingat Imah anak bungsu dan perempuan satu-satunya.


Jika suaminya lebih memilih untuk tinggal terpisah, maka ayah dan ibu tidak bisa memaksanya


Untuk itu, mulai dari sekarang kita tidak perlu terlalu mengenangnya.


Biarlah Imah tumbuh menjadi seorang gadis yang mandiri.


Walaupun ia sangat kita manjakan, tapi ia perlu belajar mandiri demi kebaikan Imah sendiri. "


Very memberi masukan pada ayah dan ibunya, mencoba memberikan pengertian pada mereka agar tidak perlu terlalu mengekang Imah seperti saat Imah masih kecil.


" Imah hanya perlu pengawasan dan bimbingan, bukan pengekangan karena perasaan takut Imah akan terluka dalam menjalani kehidupannya.


Walau bagaimanapun, setiap orang akan mengalami masa dimana mereka harus bisa menentukan kehidupan mereka sendiri. "


Kata Very pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Ayah dan ibu mendengarkan apa yang Very katakan dan dalam hati membenarkan semua yang dikatakan oleh Very.


__ADS_2