CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 59 Ibu Mengizinkan Imah.


__ADS_3

" Ibu mengizinkan Imah untuk bertemu dengan Zack lusa, tapi Andika yang akan menemani Imah. " kata ibu pada akhirnya.


Ibu memberi izin Imah bertemu dengan Zack setelah mendengar apa yang disampaikan oleh ayah dan Andika.


Mendengar apa yang dikatakan oleh ibu, Imah merasa bahagia.


Ia bangkit dari duduknya lalu menghampiri ibu, dipeluknya leher ibu dari belakang sambil mengucapkan terima kasih.


" Terima kasih ibu,. sudah mengizinkan Imah untuk bertemu dengan bang Zack." kata Imah merasa terharu.


Ibu hanya tersenyum dan mengusap kepala Imah dengan sayang.


Ayah dan Andika tersenyum melihat Imah dan ibu yang tersenyum bahagia.


Ayah menatap ibu sambil tersenyum dan memegang tangan ibu yang ada diatas meja sebagai ucapan terima kasih karena telah memberi izin pada Imah untuk bertemu dengan Zack.


Ibu membalas tatapan dan senyuman ayah dengan tersenyum pula.


Ada rasa lega saat itu telah memberi izin pada Imah karena ibu melihat senyum bahagia terukir dibibir Imah.


Akhirnya makan malam malam itu berakhir dengan perasaan bahagia bagi Imah dan rasa lega bagi kedua orang tua dan abangnya Imah.


°


°


Pagi ini, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Zack dua hari yang lalu bahwa ia ingin bertemu dengan Imah di bandara, Imah dan Andika telah bersiap-siap untuk berangkat setelah mereka sarapan bersama.


" Apa kita akan berangkat sekarang, bang? " tanya Imah pada Andika setelah mereka menyelesaikan sarapan.


Andika melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Ini baru jam tujuh pagi, kalian janjian jam sepuluh kan?


Kalau kita berangkat sekarang, terlalu kecepatan, nanti kita berangkat jam delapan saja. "


Andika mengatakan jika berangkat saat ini terlalu kecepatan karena jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi.


" Tidak sabaran banget sih mau ketemuan sama bang Zack nya? " kata Andika yang menggoda Imah.


" Maksud Imah, kalau kita akan berangkat sekarang, Imah akan bersiap, tapi jika nanti berarti masih ada waktu untuk bersantai sejenak sehabis sarapan. "


Kata Imah menjelaskan maksud pertanyaannya tadi.

__ADS_1


" Iya, sebentar lagi kita berangkat, nasi juga belum turun ke perut. " imbuh Andika sambil mengusap perutnya.


" Bang, nanti disana adiknya dijaga, jangan malah kamu tebar pesona. " kata ibu yang mengingatkan Andika untuk menjaga Imah.


" Memang mau tebar pesona sama siapa? sama teman-temannya Zack? " tanya Andika.


" Jangan salah, sekarang banyak wanita yang bisa mengendalikan pesawat udara, tidak hanya laki-laki.


Di maskapai penerbangan sudah banyak pilot wanita, begitu juga dari angkatan udara. " kata ayah yang mengingatkan Andika bahwa sudah banyak perempuan yang jadi pilot dan bisa mengendalikan pesawat udara.


Andika hanya nyengir mendengar kata-kata ayahnya, dia lupa bahwa sekarang perempuan sudah banyak berperan di segala bidang.


Banyak perempuan yang sukses jadi pengusaha seperti kaum laki-laki, juga di bidang kemiliteran, banyak wanita yang masuk menjadi anggota militer.


Tepat pukul delapan, Andika dan Imah berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi ke bandara.


" Hati-hati dijalan..! " pesan ayah dan ibu pada mereka sebelum mereka pergi meninggalkan rumah.


Andika melajukan mobil dengan kecepatan sedang, ia tidak terburu-buru karena masih jam delapan pagi.


Butuh waktu satu setengah jam untuk bisa sampai ke bandara Halim, jadi mereka tidak akan terlambat.


Perkiraan Andika, jam sembilan tiga puluh mereka akan tiba di bandara.


" Siapa saja yang akan berangkat bersama Zack? " tanya Andika memecah keheningan diantara mereka.


Jawab Imah menjelaskan pada abangnya keadaan di daerah konflik seperti yang disampaikan oleh Zack pada Imah.


" Memangnya mereka kesana membawa apa saja? " tanya Andika lagi.


" Selain obat-obatan dan bahan makanan, mereka juga membawa prajurit yang akan menggantikan prajurit yang terlebih dahulu bertugas disana, seperti sistem aplusan. "


Jawab Imah menjelaskan apa yang dia dengar dari Zack pada Andika.


" Ngeri juga ya sebenarnya.


Lokasi tempat mereka bertugas bukan di dekat pemukim penduduk, melainkan di hutan-hutan dan di daerah perbukitan serta perbatasan.


Mereka melindungi masyarakat dari serangan para pemberontak yang katanya memiliki senjata yang modern.


Mereka tidak segan untuk menyerang para militer yang bertugas disana. "


Kata Andika yang mendengar berita tentang kelompok pemberontak yang ada di wilayah timur.

__ADS_1


" Iya bang, makanya Imah sebenarnya cemas jika bang Zack bertugas kesana.


Menurut berita, kaum pemberontak itu tidak segan untuk menembak pesawat yang melintasi wilayah mereka, karena mereka memiliki senjata yang mutakhir."


Kata Imah yang mengutarakan kekhawatirannya pada abangnya.


" Jika Zack sudah memilih jalan ini, tentu ia sudah memikirkan baik buruk tugas yang dia emban.


Mungkin Zack merasa sebagai warga negara yang dibutuhkan keahliannya oleh negara, maka ia siap untuk mengabdikan hidupnya pada negara. "


Andika mencoba untuk mengerti posisi Zack saat ini yang ingin mengabdikan hidupnya pada negara karena ia memiliki keahlian yang dibutuhkan negara.


" Banyak di negara kita pemuda yang memiliki talenta yang bisa membantu tugas aparat negara dan dijadikan aset negara dan digunakan keahliannya untuk ikut membangun negara. "


" Seperti Zack yang memiliki keahlian tentang pesawat terbang.


Dari mengerti tentang mesin pesawat, mendesain pesawat hingga mengemudikan dan mengendalikan pesawat, Zack bisa melakukannya.


Mungkin memang sudah jalan hidup yang di gariskan pada Zack memiliki keahlian tentang pesawat. "


Andika mencoba menghilangkan rasa kekhawatiran Imah dengan mengatakan bahwa apa yang Zack lakukan merupakan suatu anugrah bagi Zack karena ia memiliki keahlian mengenai pesawat.


Imah mendengarkan apa yang disampaikan oleh Andika.


Imah membayangkan jika Zack menjadi incaran para penembak agar ia dan teman-temannya tidak membawa bantuan makanan dan obat-obatan bagi para prajurit yang tengah bertugas.


Imah berfikir bahwa bahaya akan selalu mengancam keselamatan Zack.


" Sudahlah, tidak perlu banyak dipikirkan, yang terpenting sekarang kita lakukan adalah mendoakan Zack juga semua yang bertugas agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan selalu diberi keselamatan dalam setiap tugas-tugas yang mereka emban. "


Andika meminta pada Imah untuk selalu mendoakan keselamatan Zack juga yang lainnya yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan negara.


" Iya bang, Imah hanya tidak menyangka jika bang Zack memilih jalan ini.


Tapi Imah akan selalu mendukung apapun yang menjadi pilihan hidup bang Zack dan selalu mendoakan dalam setiap menjalankan tugasnya. "


Kata Imah yang pasrah dengan keinginan Zack untuk mengabdi karena tenaga dan pikirannya dibutuhkan oleh negara.


Melihat Imah yang penuh perhatian pada Zack, Andika jadi berpikir jika Imah mencintai Zack.


Karena terlihat begitu jelas raut kecemasan setiap kali Imah membahas tentang Zack.


Andika merasa seperti ada rasa ke tidakrelaan dari kata-kata Imah saat Zack memutuskan untuk mengabdikan diri pada negara.

__ADS_1


Sekilas Andika menoleh kesamping melihat adiknya yang duduk disampaikannya terlihat gelisah.


Mungkin Imah bahagia bisa bertemu dengan Zack lagi setelah beberapa waktu tidak ada kabar beritanya, sekaligus cemas takut tidak bisa bertemu lagi dengan Zack.


__ADS_2