CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab.35.Tinggallah Mimpi Yang Tiada Bertepi


__ADS_3

" Terima kasih bang Zack, hari ini abang telah membuat Imah benar-benar senang dan bahagia dengan mengajak Imah terbang hari ini. "


Imah berbisik pada Zack, menyampaikan rasa bahagianya dengan apa yang mereka lakukan hari ini.


Kebahagiaan Imah bersama Zack tidak bisa Imah ungkapkan dengan kata-kata, semua hanya bisa Imah rasakan dalam hatinya.


" Selamat jalan kembali ke New Zealand. Berapa lama waktu terbang dari Jakarta ke New Zealand? " Imah menanyakan waktu tempuh perjalanan Zack.


Imah ingin tahu lamanya perjalanan yang Zack tempuh untuk bisa menemuinya.


" Perjalanan dari Jakarta ke New Zealand memakan waktu lebih kurang selama sebelas jam tiga puluh menit. "


Kata Zack memberitahu Imah waktu yang ia gunakan untuk kembali setelah menemui Imah.


" Abang akan memberi kabar pada Imah jika abang sudah sampai, nanti abang telepon Imah. "


Kata Zack yang berjanji akan memberi kabar pada Imah jika ia sudah sampai New Zealand melalui sambungan telepon.


" Imah akan merasa senang jika abang akan memberi kabar. Imah akan tunggu kabar dari abang. "


Bisik Imah lagi dengan perasaan senang karena Zack akan selalu memberikan kabarnya pada Imah.


Imah memejamkan matanya, dalam pikirannya dipenuhi oleh hal-hal yang tidak pernah mereka ungkapkan.


Imah belum yakin, apakah ia sudah memahami perasaannya sendiri, dan ikatan yang terjadi diantara mereka saat diatas pesawat terbang milik Zack.


Imah masih belum tahu dan belum mengerti perasaan Zack terhadapnya.


Kalaupun ada, Imah merasa jika perasaan itu lebih kepada perhatian seorang kakak terhadap adiknya.


Imah merasa yakin bila satu-satunya alasan yang membuat Zack menemui Imah karena persahabatan mereka.


Rasanya tidak ada hal lain yang membuat Zack datang dari tempat yang jauh hanya untuk menemui Imah selain masalah persahabatan mereka.


Zack tidak menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekedar rasa persahabatan, dan


sekarang pun tidak.


Terkadang Imah merasa jika sikap Zack terhadap Imah seperti sikap seorang ayah terhadap putrinya.


Zack bersikap lembut dan penuh kasih sayang juga selalu berusaha untuk melindungi Imah.


Tetapi meski seperti itu ada sesuatu hal yang lebih mendalam dan terasa lebih misterius diantara mereka.


Imah tidak yakin, apakah itu hanya perasaannya saja, atau memang ada sesuatu yang lain diantara mereka berdua yang mereka takuti.


" Imah akan selalu mengirimkan surat-surat Imah pada abang. "

__ADS_1


Imah berjanji pada Zack bahwa ia akan selalu mengirimkan suratnya pada Zack.


" Dengan senang hati, abang akan selalu menunggu surat yang Imah kirimkan. "


Kata Zack pada Imah yang merasa senang karena surat-surat dari Imah selalu dinanti oleh Zack.


Zack sangat senang menerima setiap surat yang Imah kirim.


Keindahan dan keterampilan Imah dalam menulis surat membuat Zack merasa kagum.  Imah menulis surat hampir seperti menulis sebuah cerita pendek.


Cerita-cerita yang Imah sampaikan terkadang begitu menyentuh hati Zack, namun terkadang membuat Zack tertawa.


" Abang akan berusaha menemui Imah disaat libur semester.


Tapi saat itu abang dan Denis akan sangat sibuk sekali. Banyak pekerjaan yang kami selesaikan di waktu itu. "


Zack berkata bahwa ia akan menemui Imah saat libur semester, tapi pada saat itu Zack tengah dalam keadaan sibuk.


Imah ingin mengatakan jika sebenarnya Imah ingin dia yang mengunjungi Zack, tapi itu sangat mustahil.


Ibu Imah sudah merasa sangat khawatir ketika Imah menghabiskan banyak waktu bersama Zack saat acara tahun baru mereka.


Dan Zack tahu kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu Imah.


Zack tidak ingin meminta Imah untuk mengunjunginya dan membuat orang tua Imah merasa tidak suka.


Kata Imah pada Zack dengan nada khawatir.


Apa yang Imah katakan begitu menyentuh hati Zack.


Dimata Zack, Imah terlihat begitu manis saat menyampaikan kata-kata itu.


" Imah juga harus berhati-hati, rajin-rajinlah belajar agar Imah bisa menyelesaikan kuliah dengan baik."


Zack pun menyampaikan pesan pada Imah.


" Jangan sampai nanti Imah tidak naik ke semester berikutnya karena sering tidak mengikuti mata kuliah. "


Zack mencoba menggoda Imah.


Dan Imah tertawa mendengar godaan yang dilontarkan oleh Zack.


Mereka asik bercanda, tanpa terasa mereka telah sampai di pintu depan rumah Imah.


Zack menepuk bahu Imah pelan, lalu membantu Imah membuka pintu depan rumahnya.


Setelah membuka pintu, Zack berlari menuruni tangga rumah Imah menuju jalan raya, lalu melambaikan tangan pada Imah saat Zack telah tiba di trotoar.

__ADS_1


Apa yang Zack lakukan seolah Zack harus menjauh dari Imah, sebelum ia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan.


Zack harus bisa menjaga dirinya dan perasaannya agar tidak melakukan suatu kesalahan pada Imah.


Imah tersenyum melihat apa yang Zack lakukan, lalu Imah masuk kedalam rumah dan menutup pintu secara perlahan.


Mencoba untuk menenangkan hati dan perasaannya karena ia kembali akan berpisah dengan Zack untuk waktu yang entah sampai kapan.


Zack memang mengatakan akan menemuinya saat libur semester, tapi Zack juga mengatakan jika di waktu itu ia tengah sibuk. Imah berharap bahwa mereka akan segera bertemu kembali.


Tiga hari yang terasa aneh yang dilalui Imah bersama Zack.


Ada saat dimana ada rasa penuh kehangatan, rasa nyaman dan rasa penuh persahabatan.


Saat terbang bersama Zack merupakan suatu keajaiban yang Imah rasakan.


Ada perasaan lain yang Imah rasakan namun Imah tidak mengerti perasaan apa itu.


Saat Imah dan Zack pulang dan berjalan secara perlahan menaiki anak tangga, Imah berpikir bahwa ia merasa bahagia karena sudah bertemu dengan Zack.


Suatu hari, Imah akan menceritakan tentang Zack pada anak-anaknya.


Mengisahkan bahwa ia pernah mengenal seorang pria hebat.


Pria yang memiliki jiwa pemberani dan tangguh.


Pria yang pertama di kenal Imah yang bisa membuat Imah merasa terpesona dan nyaman saat bersamanya.


Mungkin suatu hari anak-anak Imah akan mengikuti jiwa tangguh yang Zack miliki.


Imah akan merasa bangga karena bisa mengenal sosok Zack dalam hidupnya.


Akan ada waktunya aku akan menceritakan kisah bersama Zack pada anak-anak ku kelak.


Aku akan dengan bangga mengatakan jika aku pernah menaiki pesawat yang dirancang sendiri oleh Zack.


Mungkin salah satu dari anakku kelak akan mengikuti jejak Zack yang menjadi penerbang hebat.


Aku berharap anakku akan menjadi pilot sebuah pesawat milik angkatan udara, bukan pesawat komersil, karena jiwa Zack lebih cocok untuk menjadi sorang tentara yang hebat dan berprestasi dengan kemampuan terbangnya.


Zack lebih cocok membawa sebuah pesawat tempur yang sering melakukan gerakan akrobat saat hari kemerdekaan.


Tapi saat ini pun aku yakin jika Zack bisa melakukan manuver di udara karena ia penerbang yang hebat.


Kadang aku bertanya, mengapa Zack tidak menjadi seorang prajurit angkatan udara yang hebat?


Mungkin karena masa kecil Zack yang membuat Zack tidak punya kesempatan untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2