
" Selamat pagi semua, sudahkah anda semua siap dengan pembelajaran materi kita hari ini? " tanya sang dosen yang mengajar pagi ini dengan ramah.
" Siap, bu..! " jawab para mahasiswa serentak.
" Apakah anda semua sudah sarapan? " tanya sang dosen lagi.
" Sudah, bu..! " jawab para mahasiswa lagi.
" Bagus! awali hari dengan sarapan setiap pagi agar kuat menghadapi hari, saya pernah coba awali hari dengan senyuman, ternyata jam sembilan pagi saya sudah merasa lapar. "
kata sang dosen yang mengawali pagi sebelum mengajar dengan candaan.
" Bagus juga bu awali pagi dengan senyuman, jika tidak ada yang bisa dikasih senyuman, ya senyum-senyum aja sendiri. " kata Dion teman sebangku Sandy.
" Nanti dikira gila dong senyum-senyum sendiri. " kata Selly menimpali kata-kata Dion.
Para mahasiswa pun tertawa mendengar kata-kata Dion dan Selly.
" Sudah, sekarang waktunya kita serius dengan materi kita pagi ini. " kata dosen yang menghentikan tawa para mahasiswa.
Ibu dosen pun mulai mengajar meteri pagi ini.
Imah dan teman-temannya mengikuti materi kuliah yang diberikan oleh dosen dengan semangat.
Mereka menyimak dengan baik setiap apa yang disampaikan dan mencatat hal-hal yang perlu mereka catat.
Karena dosen yang membawakan materi kuliah sangat menyenangkan saat memaparkan materi, membuat para mahasiswa senang dengan kegiatan belajar mereka hingga tak terasa tiga jam materi yang diajarkan berkahir.
" Cukup sekian untuk materi pagi hari ini, jika ada yang tidak dipahami, nanti kalian bisa japri di nomor whatsapp saya. Selamat siang dan terima kasih. "
Ibu dosen pun menutup materi pembelajaran untuk hari ini.
" Selamat siang, bu! " kata para mahasiswa.
Setelah itu, bu dosen pun meninggalkan ruang kelas untuk kembali ke ruangan dosen.
" Alhamdulillah, selesai juga materi siang ini, tinggal satu materi lagi setelah jam istirahat. " kata Imah pada Selly dan Artida.
" Ke kantin, yuk! " ajak Selly pada Imah dan Artida.
" Ayuk, aku juga sudah lapar. " jawab Artida.
" Kalian duluan deh, nanti aku nyusul. " kata Imah pada Selly dan Artida.
" Lha, kenapa tidak sama-sama saja? " tanya Selly pada Imah.
" Aku mau ke toilet dulu! " jawab Imah.
__ADS_1
" Ya sudah, kami duluan ya? jangan ga nyusul ya? " kata Selly yang meminta Imah menyusul mereka ke kantin.
" Oke! " jawab Imah sambil menyatukan jari jempol dan jari Telunjuk.
Setelah Selly dan Artida pergi ke kantin, Imah merapikan buku dan memasukkan ke dalam tas yang ia bawa.
Suasana kelas sudah nampak sepi karena para mahasiswa sudah banyak yang keluar menuju kantin atau tempat lainnya.
Imah melihat seorang temannya yang baru akan keluar, dan menyapa temannya itu.
" Mia, kok baru keluar? kamu ga buru-buru ke kantin seperti teman yang lain? " tanya Imah pada Mia, teman sekelasnya.
" Aku tidak ke kantin, Imah. " jawab Mia pada Imah.
" Lho kenapa? kita kan masih lama nunggu jam kuliah selanjutnya? " tanya Imah yang merasa heran karena Mia tidak ke kantin.
" Tidak ada apa-apa. " jawab Mia pelan.
Imah tahu jika Mia berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia bisa kuliah karena mendapatkan beasiswa.
Mia merupakan anak yang berprestasi sehingga bisa masuk kuliah dengan ikut program beasiswa.
" Ayuk ikut ke kantin bersama aku, tapi aku mau ke toilet dulu. "
Imah mengajak Mia untuk ke kantin karena Imah yakin jika Mia tidak membawa uang jajan.
" Tidak perlu Imah, terima kasih! " kata Mia menolak ajakan Imah.
" Tidak apa-apa, ayolah! " ajak Imah sambil menarik tangan Mia dan keluar dari ruang kelas mereka.
" Imah, tidak perlu! " kata Mia yang masih berusaha menolak ajakan Imah.
" Sudah, ayo! ikut aja! " kata Imah sambil terus memegang tangan Mia.
Mia mengikuti langkah Imah menuju kantin.
" Sebentar ya, aku mau ke toilet dulu." kata Imah pada Mia saat tiba didekat toilet.
" Atau kalau mau duluan ke kantin juga boleh. " kata Imah yang meminta Mia untuk pergi ke kantin terlebih dahulu.
" Tidak, aku nunggu kamu aja. " kata Mia yang ingin menunggu Imah dan bersama-sama menuju kantin.
Imah masuk ke dalam toilet, sedangkan Mia menunggunya di luar.
Selesai dengan urusannya di toilet, Imah buru-buru keluar menemui Mia yang menunggunya.
" Ayo, kita ke kantin. " ajak Imah pada Mia setelah keluar dari toilet.
__ADS_1
Imah dan Mia berjalan beriringan menuju kantin.
Sampai di kantin Imah dan Mia menuju penjual makanan yang ada di sana.
" Pesan aja, mau makan apa, nanti biar aku yang bayar. " kata Imah sedikit berbisik pada Mia.
Imah memesan mie bakso ayam dan es jeruk pada penjaga kantin.
Sedangkan Mia memesan nasi soto dan es jeruk sama dengan imah.
Imah membayar pesanan mereka lalu menuju meja tempat Selly dan Artida yang sudah menunggunya.
" Terima kasih ya, Imah. " kata Mia pelan.
" Iya, sama-sama, santai aja. Yuk kita ke meja Selly dan Artida. " ajak imah pada Mia untuk mendatangi meja Selly dan Artida.
" Lama banget ke toiletnya, Imah? " tanya Selly.
" Iya, untung kita ga makan duluan. " kata Artida yang sedang menyuap nasi gado-gado ke mulutnya.
" Iya maaf, biasalah kalau jam istirahat toilet kan antri. " jawab Imah memberi alasan pada temannya.
Imah tidak mungkin mengatakan pada temannya jika tadi ia membujuk Mia untuk ikut ke kantin.
Imah dan teman-temannya menikmati makanan mereka sambil mengobrol.
" Kalau semua dosen mengajarnya seperti bu Amira tadi, pasti kita bakal betah saat mengikuti mata kuliah. " kata Artida yang menyukai cara mengajar bu Amira tadi.
" Ia, kita jadi tidak merasa bosan dan mengantuk, jam pelajaran pun jadi tidak terasa. " kata Mia menyetujui ucapan Artida.
" Iya ya, giliran dapat dosen yang galak, nunggu selesai belajar rasanya lama banget, terkadang harus menahan kantuk karena belajarnya terasa membosankan. " kata Selly yang menyahuti kata-kata Artida.
" Kalau dosennya galak, kadang malas mau ikut mata kuliahnya. " kata Selly lagi.
" Namanya juga belajar, terkadang membosankan, kadang juga menyenangkan. Apapun keadaannya kitakan tetap harus mengikuti agar tidak tertinggal mata kuliah. "
Kata Mia yang mencoba memberi pengertian pada teman--temannya.
" Iya, kita tidak bisa memilih ingin diajar oleh siapa karena setiap mata kuliah ada dosen tersendiri dan punya cara mengajar tersendiri juga. " Imah ikut menimpali kata-kata Mia.
" Habis ini kita mau kemana? kan jam kuliah selanjutnya masih lama. " tanya Imah pada teman-temannya.
" Kita nunggu di taman aja, di sana enak, adem! " kata Mia.
" Iya, kita duduk di taman aja. " kata Selly menyetujui pendapat Mia.
" Aku beli cemilan sama air minum dulu, biar ngobrolnya enak. " kata Imah pada teman-temannya.
__ADS_1
Mereka bersiap meninggalkan kantin setelah menghabiskan makanan pesanan mereka.
Imah membeli air mineral dengan cemilan untuk teman mereka ngobrol sambil menunggu mata kuliah selanjutnya.