
Hari-hari dilalui Imah dengan perasaan yang kurang bersemangat, Imah harus berjauhan dengan Zack dan jarang mendapatkan kabar dari Zack, tetapi Imah yakin saat Zack menyelesaikan tugasnya, Zack akan kembali pada Imah.
Zack sendiri kesibukannya semakin banyak, ia termasuk dalam pasukan elite yang diperhitungkan dalam menjalankan setiap misi yang dibebankan kepadanya.
Imah turun dari kamarnya dengan wajah yang kusut dan berjalan gontai menuju meja makan untuk sarapan.
Saat ini Imah benar-benar sedang merindukan Zack.
Imah tidak bisa membayangkan jika ia harus menunggu Zack berbulan-bulan lamanya untuk bisa bertemu kembali dengan Zack.
Atau Imah membayangkan jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada Zack.
Tiba di meja makan, Imah duduk dimeja makan dengan wajah yang terlihat kusut.
" Ada apa Imah? Apa ada masalah? " tanya ibu pada Imah.
Ibu merasa heran melihat keadaan Imah yang terlihat sedih dan tidak bersemangat.
Imah tidak menjawab pertanyaan ibu, dan hanya menggelengkan kepala.
Imah sadar bahwa saat ini ia sudah kehilangan kebebasan. Imah merasa jika ia bukan hanya seorang gadis yang mencintai seorang pria.
Imah merasa jika saat ini ia merupakan bagian dari sesuatu bagian yang lebih besar.
Imah merasa jika hidupnya tidak berarti tanpa adanya Zack.
Dia hari kebersamaannya bersama Zack sudah mengubah hidup Imah dari seorang gadis menjadi seorang istri.
Imah telah menyerahkan sesuatu yang berharga dalam dirinya pada seorang lelaki yang sangat ia cintai.
Sesuatu yang ia jaga dengan baik dan hanya diberikan pada lelaki yang sudah sah menjadi pendamping hidupnya sesuai dengan tuntutan agama dan negara.
" Tidak ada apa-apa, bu. " kata Imah dengan lemah, yang membuat ibu semakin yakin jika ada sesuatu yang terjadi pada Imah.
" Apa kau yakin? kau tidak sedang bertengkar dengan Zack sebelum Zack pergi? " tanya ibu memastikan.
" Tidak bu..! Imah tidak bertengkar dengan bang Zack. Bang Zack sangat baik memperlakukan Imah. " jawab Imah berusaha meyakinkan ibunya, tapi Imah justru menangis dan memeluk ibunya.
__ADS_1
Melihat keadaan Imah seperti itu, membuat ayah dan Andika yang ada di sana merasa khawatir.
" Bagaimana jika bang Zack terluka, bu? bagaimana jika bang Zack gugur dalam tugasnya? bagaimana jika bang Zack tidak kembali lagi..? " tanya Imah pada ibunya.
Tiba-tiba kerinduan, kecemasan, ketakutan, dan kebingungan menyelimuti diri Imah sehingga ia merasa tidak sanggup melewati hari-hari dalam kehidupannya.
Imah yang biasanya terlihat sabar dan tegar, kini terlihat rapuh dan menumpahkan semua yang ia rasakan dihadapan kedua orang tua dan abangnya.
Imah tidak tahan memikirkan akan kehilangan seseorang yang dicintainya.
Hanya mencemaskan keadaan Zack saja sudah membuat Imah merasa seperti anak kecil yang begitu takut kehilangan sesuatu.
" Kita harus mendoakan agar Zack bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sayang. Semoga Zack selalu dijaga dan dilindungi oleh yang maha Kuasa. " kata ibu yang berusaha menenangkan Imah.
" Hanya berdoa yang bisa kita lakukan, jika memang sudah suratan takdir maka Zack akan kembali, kau harus terus bersabar sayang. " kaya ibu lagi sambil mengusap punggung Imah dengan lembut.
Ibu memandang pada ayah yang ada dihadapannya dengan penuh penyesalan di atas pundak Imah.
" Imah tidak ingin tabah, bu.. Imah tidak ingin bersabar lagi. Imah ingin bang Zack menyelesaikan tugasnya dan ia segera pulang. " kata Imah yang menangis seperti anak kecil.
Andika yang melihat adiknya seperti itu, hanya bisa diam saja. Biasanya ia akan menggoda Imah jika Imah merajuk, tapi kali ini Andika bisa merasakan kesedihan dan kecemasan adiknya pada pasangannya.
Imah dan kedua orang tuanya duduk di atas sofa, dan sudah mulai tenang.
Ibu memberi Imah saputangan dan ayah memeluknya dengan sayang.
Andika membawakan roti dan segelas susu coklat hangat untuk Imah dan meminta Imah untuk memakannya.
Walaupun Imah merasa tidak lapar, tapi Andika tetap membujuk adiknya untuk memakan roti dan meminum susunya.
" Makanlah roti ini, agar perutmu bisa terisi, juga habiskan susunya agar kau ada tenaga. " kata Andika pada adik. kesayangannya itu.
Ayah dan ibu juga meminta Imah untuk memakan roti menghabiskan susunya.
Akhirnya dengan bantuan ibunya, Imah menghabiskan roti dan susu tersebut.
" Sebaiknya Imah kembali ke kamar dan beristirahat, jangan terlalu banyak pikiran agar Imah tidak sakit. " kata ibu dengan lembut pada Imah.
__ADS_1
Imah mengikuti saran ibunya untuk kembali ke kamar, ayah dan ibu mengantarkan Imah ke kamarnya.
Setelah Imah berbaring di atas tempat tidurnya, ayah dan ibu kembali ke kamar mereka.
" Inilah yang ibu khawatirkan pada diri Imah. " kata ibu yang duduk di kursi di depan meja rias nya.
" Ibu tidak ingin Imah mencintai Zack secara berlebihan. Mereka baru menikah siri dan Zack sudah meninggalkannya untuk menjalankan tugas. Zack tidak menjanjikan hal apapun pada Imah selain mereka berdua saling mencintai. " kata ibu yang merasa sedih dan kasihan melihat keadaan Imah.
" Itu sudah lebih baik, bu..! Mungkin hanya itu yang mereka butuhkan, saling mencintai. Sebuah pesta pernikahan tidak menjamin jika Zack akan tetap hidup. Sejak awal, Imah sudah tahu konsekuensinya jika menikah dengan Zack. Semua sudah diatur oleh yang maha Kuasa. " kata ayah yang berusaha bijak dalam mengatasi masalah Imah.
" Jika sesuatu terjadi pada Zack, Imah tidak akan bisa mengatasi semuanya. " kata ibu lemah.
" Imah sama seperti istri-istri lainnya yang ditinggalkan para suaminya untuk bertugas. Imah masih sangat muda, jika sesuatu terjadi pada Zack, Imah pasti bisa melupakan segalanya. " kata ayah sambil berdiri dan mengusap bahu ibu dengan penuh rasa sayang.
" Ibu harap Imah tidak terpaksa menghadapi semua dan bisa terus bersemangat." kata ibu penuh harap.
Setelah beberapa hari berlalu, Imah masih terlihat murung, padahal hari ini merupakan hari ulang tahun Imah.
Ibu memberi Imah hadiah berupa kalung batu safir yang indah sepasang dengan giwang nya.
Ayah akan memberikan sebuah mobil pada Imah jika Imah sudah mahir dalam mengemudikan mobil, tapi sayang Imah tidak punya waktu untuk belajar membawa mobil.
Very dan Viny juga memberi perhiasan berupa gelang yang cantik dan ada nama Imah di sana, sedangkan Andika memberi sebuah cincin yang sudah diinginkan oleh Imah sejak lama.
Imah tidak begitu tertarik dengan hadiah yang diberikan oleh orang tuanya dan kedua kakaknya.
Imah berdiam diri didalam kamar dan hanya memikirkan Zack dan tidak berkata apapun pada keluarganya.
Beberapa minggu berlalu dan Imah masih dengan keadaannya yang selalu terlihat murung.
Ibu sangat mengkhawatirkan keadaan Imah dan berniat untuk membawa Imah berobat ke dokter.
Imah selalu terlihat pucat dan kelelahan setiap ia pulang kuliah, dan sepertinya Imah tidak bergaul lagi dengan teman-temannya.
Sandy sudah beberapa kali menelepon dan mengatakan pada ibu jika ia sudah lama tidak bertemu dengan Imah.
Imah lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar ketika ia pulang kuliah dan kembali membaca surat-surat yang pernah dikirimkan oleh Zack untuk Imah.
__ADS_1
Dan Imah selalu berharap Zack akan segera menyelesaikan tugas-tugasnya dan segera kembali untuk bersama dengannya.