
Setelah mereka melakukan fitting pakaian untuk pesta pernikahan, Very mengajak keluarganya untuk menikmati makan malam bersama.
Very yang tahu jika Imah sangat menyukai seafood, mengajak mereka ke restoran seafood yang terkenal di sana.
" Ayah, ibu, kita makan malam di restoran seafood ya, yang tidak jauh dari kampus Imah. Di sana masakannya enak dengan terkenal murah. "
Kata Very yang mengajak keluarganya makan di restoran seafood.
" Benar bang kita mau ke restoran seafood? " tanya Imah senang sambil memegang tangan abangnya.
" Iya, kita makan malam disana.
Imah boleh makan apapun yang Imah suka! " kata Very pada Imah sambil mengusap kepalanya dengan sayang.
" Terima kasih, abang. " kata Imah sambil memeluk tangan abangnya erat.
Viny tersenyum melihat interaksi kedua saudara tersebut.
Tidak menyangka jika Very yang sangat pendiam dan terlihat acuh itu sangat menyayangi adiknya.
Ia tahu apa yang disukai oleh adiknya, terlihat tidak peduli tapi ternyata sangat menyayangi.
Viny jarang melihat interaksi Very dan Imah karena jika Viny diajak berkunjung ke rumah Very, Imah terkadang sedang tidak berada di rumah, atau Very terlihat tidak begitu dekat dengan adiknya.
Baru kaki ini ia melihat Very mencurahkan rasa sayangnya pada Imah.
Ayah dan ibu tersenyum melihat keakraban kedua anaknya, terlihat saling menyayangi.
Mereka menyetujui untuk makan di restoran seafood.
" Sudah besar masih manja juga sama bang Very. " kata Andika yang menggoda Imah.
Andika memang senang sekali menggoda Imah, mungkin hidupnya tidak akan tenang jika tidak membuat Imah kesal.
" Biarin, kak Very kan abang Imah juga.
Nanti kalau sudah nikah, kak Very ga sayang-sayangan lagi sama Imah, karena kak Very akan sayang-sayangan sama kak Viny. " kata Imah yang membalas godaan Andika.
" Ya iyalah, masa mau sayang sama kamu terus, sayangnya gantilah sama istrinya. "
Balas Andika lagi.
" Biarin, kan ada bang Andika yang masih sayang sama Imah. " kata Imah lagi.
" Males banget sayang sama kamu.
Kamu kan sudah punya abang baru sekarang, sayang-sayangan aja sama dia." kata Andika yang membuat Imah semakin kesal.
__ADS_1
" Abang baru siapa sih? sembarangan aja!" kata Imah semakin kesal.
" Adalah abang barunya, kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. " kata Andika yang terus menggoda Imah.
" Ayah.. Lihat bang Dika selalu mengganggu Imah. " kata Imah yang mengadu pada ayahnya.
Imah mendekati ayahnya dan menggandeng tangannya.
Ibu yang tadi berada disisi ayah jadi mundur kebelakang, dan Andika yang malah menggandeng tangan ibunya.
" Sudahlah bang, jangan ganggu adikmu terus. " kata ibu pada Andika.
" Siapa yang ganggu, Imah nya aja yang manja. " kata Andika membela diri.
Ibu hanya diam dan mengikuti langkah ayah menunju mobil.
Ibu merasa percuma jika menegur Andika, karena Andika akan membantah kata-kata nya.
Didalam mobil Very, Viny duduk disamping Very yang sedang mengemudi.
" Andika membagi suka usil ya sama Imah? Tanya Viny pada Very.
" Banget! Dulu waktu Imah masih kecil, abang suka kasihan lihat Imah yang diledekin sama Andika sampai kesakitan dan menangis. " jawab Very.
" Kok sampai menangis, memang diapakan? " tanya Viny heran.
" Andika itu bawaannya kasar.
Kadang aku ingin membalas perbuatannya pada Imah, tapi aku tidak ingin berkelahi dengan adikku sendiri.
Aku pernah ingin meninju Andika saat di depan mataku ia berbuat kasar pada Imah, untung ada ayah, tapi malah ayah yang menamparnya. " Very menjelaskan pada Viny tentang sikap Andika pada Imah yang memang suka berbuat kasar.
" Setelah ditampar ayah, Andika malah mengadu pada ibu dan mengatakan jika ayah tidak menyayanginya dengan berbuat kasar padanya.
Ketika ibu tahu permasalahannya, ibu menasehati Andika agar tidak berbuat kasar pada Imah. " kata Very lagi.
" Tapi Andika kelihatannya sangat menyayangi Imah. " kata Viny lagi.
" Benar, Andika sangat menyayangi Imah. Dialah yang suka antar jemput Imah sekolah, sering mengajaknya berenang.
Bahkan ketika imah masih kecil dan Andika masih SD, dia membelikan Imah boneka di tukang balon dengan uang jajannya sendiri.
Tapi ya begitu, Andika itu suka kasar.
Menurutnya itu biasa saja dan hanya bercanda, tapi kenyataannya ia telah menyakiti Imah.
Sudah menjadi wataknya seperti itu, jadi biar dinasehati seperti apapun, dia ga berubah. "
__ADS_1
Very kembali menjelaskan tentang sikap Andika pada Imah.
" Seharusnya, jika sudah tahu Andika seperti itu, Imah yang harus bisa menahan diri agar tidak keterlaluan kalau bercanda dengan Andika, jadi Andika tidak kelepasan berbuat kasar pada Imah. "
Kata Viny yang mencoba memberi cara agar Andika tidak berbuat kasar pada Imah.
" Sudah, ibu sudah berulang kali memberitahu pada Imah agar tidak terlalu meladeni Andika ketika ia meledek Imah, tapi terkadang Imah sama saja.
Makanya, jika Imah menangis karena ulah Andika, ibu malah mengomeli Imah karena sudah diberitahu berulang kali tapi tidak mau mendengarkan dan menuruti kata-kata ibu. "
Very memberitahu Viny jika Imah juga sulit untuk diberitahu agar tidak terlalu meladeni Andika.
" Jika seperti itu, susah juga ya? Keduanya sama-sama sudah dibilangin. " kata Viny pada akhirnya.
" Iya, begitulah, makanya aku kadang males ikut campur, takut emosi dan akhirnya berkelahi dengan adik sendiri, masalahnya keduanya sama saja. "
Kata Very lagi.
Hampir satu jam, mobil yang dikendarai Very akhirnya memasuki sebuah restoran yang terlihat mulai ramai.
Very mengikuti mobil yang dibawa oleh Andika yang terlebih dulu memasuki area restoran.
Mereka turun dari mobil masing-masing dan berjalan menuju restoran.
Terlihat ayah yang merangkul bahu ibu dan Andika yang berjalan bersama Imah.
Ayah, memang selalu bersikap mesra pada ibu, walaupun ditempat umum ayah tidak segan untuk merangkul bahu ibu atau ibu yang memegang lengan ayah.
Keduanya selalu terlihat mesra.
Mereka memasuki restoran dan mencari tempat duduk yang bisa menampung mereka berenam.
Mereka memilih duduk di sofa, Very mengambil dua kursi tambahan agar bisa duduk berhadapan dengan keluarganya.
Mereka memesan banyak makanan kesukaan masing-masing.
Imah yang menyukai olahan seafood memesan makanan kesukaannya.
Karena hampir semua olahan seafood dia suka, maka ayah dan Very sengaja memesan bermacam olahan agar semua bisa dinikmati oleh Imah, juga keluarga yang lainnya.
Saat pelayan mengantarkan pesanan mereka, banyak terhidang aneka seafood diatas meja.
Cumi goreng asam , cumi goreng tepung, cumi bakar, iseng kerang dara, kering hijau saus padang, udang goreng mentega, ikan bakar pedas.
Tak lupa nasi hangat yang ditaruh didalam bakul anyaman bambu.
Aneka minuman juga terhidang sesuai selera masing-masing.
__ADS_1
Mata Imah begitu berbinar melihat aneka olahan seafood kesukaannya.
Akhirnya mereka pun menikmati makan malam mereka diselingi canda tawa yang membuat mereka semua bahagia.