
Hari-hari dilalui Imah dengan menahan rindu pada suaminya yang masih disibukan dengan urusan pekerjaannya.
Terkadang Imah masih menerima surat yang dikirim oleh Zack dan membacanya dengan penuh rindu, rindu ingin berjumpa dengan pujaan hati yang hanya bisa memberi kabar melalui selembar kertas.
Imah masih harus bersabar dengan keadaan yang dijalaninya saat ini, harus tetap berjauhan dengan suaminya.
" Semoga bang Zack bisa segera menyelesaikan tugasnya sehingga bisa segera pulang. " kata Imah bermonolog saat dirinya berada didalam kamar.
Hari ini merupakan hari valentine, ketika ibu merasa panik saat melihat Imah tidak menyentuh makanan yang sudah ibu siapkan untuk makan malam mereka.
" Imah, kamu kenapa nak? " tanya ibu cemas saat melihat Imah tidak menyentuh makanan yang ada dihadapannya.
Imah kelihatan lelah dan lesu serta wajahnya yang terlihat pucat.
" Imah tidak apa-apa, bu. " jawab Imah sambil tersenyum, berusaha bersikap baik-baik saja agar kedua orang tuanya tidak khawatir.
Imah berusaha memakan makanan yang ada dihadapannya.
Imah hanya menghabiskan sedikit makanan itu lalu pamit pada kedua orang tuanya untuk kembali ke kamarnya.
" Ayah, ibu, Imah duluan ya? Imah mau kembali ke kamar untuk beristirahat. " kata Imah pada ayah dan ibunya lalu beranjak meninggalkan meja makan.
" Yah, ibu ingin membawa Imah berobat ke dokter, ibu merasa khawatir dengan keadaan Imah. " kata ibu pada ayah saat Imah sudah kembali ke kamarnya.
" Imah hanya merasa kesepian dan merindukan Zack. " kata ayah pada ibu.
" Cuaca akhir-akhir ini terasa dingin karena sering turun hujan dan Imah terlalu belajar dengan keras sehingga ia tidak memperhatikan kondisi tubuhnya yang kelelahan. Imah akan baik-baik saja, beri Imah waktu untuk beristirahat.
Mungkin Zack akan mendapatkan cuti dalam waktu dekat ini. " kata ayah lagi.
Pada kenyataannya, Zack justeru sedang sibuk dengan pekerjaannya saat ini. Zack lebih banyak terbang untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
" Ibu hanya kasihan melihat keadaan Imah yang seperti tidak memiliki semangat. Imah terlihat begitu lesu dan seperti kelelahan. Tapi baiklah, ibu akan membiarkan Imah beristirahat dan akan memberi Imah vitamin untuk daya tahan tubuhnya. " kata ibu pada akhirnya.
Menjelang akhir bulan, Imah mulai merasa panik.
__ADS_1
Imah ingat terakhir ia bersama dengan Zack dan Imah mulai curiga jika dirinya saat ini sedang hamil.
Selama satu bulan ini Imah merasa jika sudah terjadi sesuatu pada dirinya karena Imah sudah tidak mendapat tamu bulanan setelah menemani Zack tanda penghargaan dan setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama sebagai pengantin baru.
Imah tidak tahu harus melakukan apa, Imah tidak ingin memberitahukan keadaannya pada kedua orang tuanya.
" Ya Allah, apa benar jika saat ini Imah sedang hamil? " kata Imah pada dirinya sendiri sambil mengusap perutnya yang masih terlihat rata.
" Apa yang harus aku lakukan jika aku hamil? Aku tak tidak tahu kapan bang Zack akan kembali dan bagaimana dengan kehamilanku jika bang Zack belum juga kembali. " kata Imah masih berkata pada dirinya sendiri.
Imah merasa sedih jika ia harus menghadapi kehamilannya sendirian tanpa ada Zack didekatnya.
" Aku mengenal seorang dokter dari temanku di kampus, apa aku harus meneleponnya atau pergi memeriksakan diri padanya? " tanya Imah pada dirinya sendiri.
" Aku tidak berani menelepon dokter tersebut atau pergi menemuinya.
Bagaimana dengan kuliahku jika aku hamil saat ini? "
Imah masih berkata-kata sendiri didalam kamarnya, tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
Imah dan Zack tidak mungkin melaksanakan pesta pernikahan dalam waktu dekat karena Zack sudah mengatakan jika ia tidak memiliki waktu untuk cuti karena terlalu banyak tugas yang harus ia kerjakan.
Imah tidak mengatakan pada Zack tentang keadaannya karena takut membuat Zack mencemaskan nya.
Saat ada kesempatan Zack meneleponnya, Imah hanya mengatakan jika ia sangat merindukan Zack dan ingin Zack bisa segera kembali.
Pernah terbersit dipikiran Imah untuk menggugurkan kandungannya, tapi is tahu itu sebuah perbuatan dosa dan ia juga tidak ingin kehilangan anak itu.
Jika sesuatu terjadi pada Zack dan Zack tidak kembali, Imah memiliki seorang anak yang Zack tinggalkan untuknya, untuk menemaninya dan menggantikan Zack yang tidak ada bersamanya.
" Bang Zack, dimana bang Zack saat ini berada? Bang Zack tahu jika saat ini, sepertinya Imah sedang mengandung anak kita. Rasanya Imah sangat bahagia, tetapi Imah juga merasa cemas. Apa bang Zack bisa merasakan apa yang Imah rasakan saat ini? Apa bang Zack bisa merasakan kehamilan Imah? " kata Imah bermonolog sambil. memandang wajahnya didepan cermin.
Imah melihat wajahnya yang terlihat pucat dan ia sedikit lebih kurus karena Imah sering merasa kelelahan dan nafsu makannya pun berkurang.
Saat tengah memandangi wajahnya didepan cermin, ibu memanggil Imah untuk makan malam.
__ADS_1
Kebetulan ada Sandy yang datang ke rumahnya untuk bertemu dengan Imah.
" Imah, kita makan malam dulu. Dibawah ada Sandy yang baru saja datang dan ibu mengajaknya untuk makan malam bersama. " kata ibu pada Imah.
" Baik, bu! Imah akan segera turun kebawah. " kata Imah pada ibu.
Setelah ibu keluar dari kamarnya, Imah merapikan rambutnya sebelum ia turun dan ikut makan malam bersama keluarganya dan juga Sandy.
" Apa kabar, Imah? " tanya Sandy pada Imah saat Imah sudah duduk dihadapan Sandy.
" Alhamdulillah, kabar ku baik. " jawab Imah.
" Tapi apakah kau sedang sakit? kau terlihat pucat. Saat ini banyak yang terkena demam dan flu karena cuaca yang tidak menentu, terkadang hujan dan terkadang panas. " tanya Sandy yang melihat jika wajah Imah terlihat pucat.
Sandy berpikir jika Imah juga sedang terkena flu karena pengaruh cuaca saat ini. Bahkan dari penglihatan Sandy, saat ini Imah terlihat sedang sakit.
" Aku tidak sakit, dan baik-baik saja. " jawab Imah yang tidak mau mengakui keadaannya.
Sudah hampir lebih dari dua bulan, Imah memang sering merasa mual.
Imah sudah memutuskan untuk meneruskan kehamilannya karena Imah menginginkan seorang anak dari Zack.
Anak yang nanti akan menemaninya saat Zack tidak ada dan akan menggantikan Zack jika Zack meninggalkannya.
Imah sudah berpikir untuk menceritakan kehamilannya pada kedua orang tuanya dalam waktu dekat karena Imah tahu bahwa ia tidak akan bisa menyembuhkan kehamilannya untuk selamanya.
Suatu hari orang tua dan keluarganya akan mengetahui tentang kehamilannya.
Setelah perutnya terlihat membuncit, Imah baru akan berhenti kuliah untuk sementara hingga ia melahirkan anaknya dan akan melanjutkan kuliahnya setelah itu.
Imah hanya merasa heran mengapa ibunya tidak curiga dengan keadaannya, tapi Imah bersyukur karena jika ibunya tahu pasti ibunya akan kecewa karena ibunya berharap Imah bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik.
Ibunya akan marah pada Zack karena mereka baru menikah siri dan Imah sudah punya anak.
Imah tahu jika ibunya akan merasa kecewa, tapi Imah akan menghadapi semua nanti.
__ADS_1
Setelah berbincang dengan Sandy sebentar, akhirnya Imah kembali ke kamarnya setelah Sandy berpamitan untuk pulang.