
Sambil menunggu mata kuliah selanjutnya, Imah dan teman-temannya duduk di taman kampus, dibawah sebuah pohon rindang dengan bangku-bangku yang digunakan sebagai tempat duduk.
" Enak ya duduk disini, adem. " kata Mia pada teman-temannya.
" Iya, disini anginnya bertiup sepoi-sepoi basah, bikin mata lengket pengen tidur. " kata Selly sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
" Kalau angin sepoi-sepoi basah bikin ngantuk, kita cari yang sepoi-sepoi kering yuk biar ga ketiduran. " kata Artida saat mendengar kata-kata Selly.
Mereka pun tertawa dengan candaan Artida.
" Ini obat ngantuk? " kata Imah sambil menaruh kantong cemilan diatas bangku.
Ada keripik pedas, stik keju, kuaci dan kacang sukro.
Juga ada air mineral dalam botol.
" Wah, kalau begini malah bikin kenyang, setelah kenyang didalam kelas malah mengantuk. " kata Selly sambil mengambil satu bungkus kuaci.
" Bikin kenyang dan ngantuk tapi tangannya nyomot juga. " kata Artida yang memukul lengan Selly pelan saat ia mengambil sebungkus kuaci.
Selly reflek menarik tangannya karena terkejut dengan tepukan dari Artida.
Artida tertawa melihat apa yang Selly lakukan.
" Ngapain pake kaget segala? " tanya Artida pada Selly.
" Kaget lah, kamu main pukul aja! " kata Selly yang melotot pada Artida.
" Ga usah melotot, ntar tu mata malah keluar, susah masang nya lagi. " Artida masih saja menggoda Selly.
" Sudahlah, kalian ini seperti Tom and Jerry saja, selalu bertengkar tapi saling merindukan jika salah satu tidak ada. " kata Mia yang tahu sikap Selly dan Artida.
" Imah, tumben kamu banyak jajan hari ini? " tanya Artida pada Imah.
" Iya, tadi bang Andika nambahin uang jajan saat tahu aku nunggu kelas siang. Katanya buat beli cemilan. "
jawab Imah menjelaskan jika ia diberi tambahan uang jajan oleh abangnya.
" Perhatian banget ya abang kamu? " kata Mia yang merasa salut dengan perhatian yang diberikan abang Imah terhadap Imah.
"Iyalah, Imah kan anak emas, disayang kedua orang tua dan dua kakaknya.
Si bungsu yang cantik dan jadi anak mami. " kata Selly menggoda Imah.
" Alhamdulillah kalau aku jadi anak emas, tapi ga mau jadi anak mami, nanti aku tidak bisa mandiri. " kata Imah yang menyangkal jika ia anak mami.
" Woii.. nih para cewek cantik, ngumpul ga ajak-ajak kita. " kata Doni yang datang bersama Sandy.
__ADS_1
" Kalian dari mana? kok baru kelihatan?" Tanya Selly pada Doni dan Sandy.
" Kami tadi ke perpus dulu, baru ke kantin. Kami cari kalian ke kantin sudah tidak ada, ternyata sudah ambil kavling disini. "
Doni menjelaskan pada Selly dan teman- temannya jika ia dan Sandy tadi pergi ke perpustakaan terlebih dahulu.
" Banyak cemilan nih? " tanya Sandy pada para gadis yang duduk di bangku taman.
" Roti aku yang tadi pagi juga masih ada, kita makan sama-sama ya biar habis dan ga aku bawa pulang lagi. " kata Sandy sambil mengeluarkan roti dari dalam tasnya.
Lalu menaruh roti itu diatas bangku bersama cemilan yang lain.
" Aku bagi rotinya ya San? soalnya enak banget! " kata Selly pada Sandy sambil membuka bungkus roti dan mengambil satu potong.
" Aku juga minta ya, San? " kata Mia yang ikut mengambil satu potong roti.
" Ambil aja, kalau habis malah aku senang. " kata Sandy pada Selly dan Mia.
Doni juga mengambil roti yang Sandy keluarkan.
" Kita jadi kayak lagi piknik ya? makan cemilan rame-rame dibawah pohon. " kata Artida.
" Iya, seru juga ya kalau kaya gini. " Doni menimpali kata-kata Artida.
" Jangan terlalu kekenyangan, nanti di kelas kalian malah ngantuk. " kata Imah mengingatkan teman-temannya.
" Iya, mata kuliahnya pas jam tidur siang, jadi ga salah dong kalau ketiduran. " kata Doni santai.
Mereka pun tertawa mendengar gurauan Sandy.
"Kalau diluar negri mah tahunya piring terbang pesawat UFO, kalau di Indonesia piring terbang ya piring beneran yang terbang. " kata Doni sambil tertawa.
" Iya, bukan hanya piring terbang, sandal terbang, baskom terbang, bahkan kalau di kampus ada penghapus terbang atau spidol terbang. " kata Mia menyahut candaan Doni.
" Itulah hebatnya kita, lebih canggih lagi, barang aja yang ga ada mesinnya bisa terbang. " sambung Mia lagi.
Mereka kembali tertawa dengan candaan siang ini.
Tak terasa, waktu untuk kuliah selanjutnya akan segera dimulai.
Setelah merapikan sampah bekas cemilan dan merapikan sedikit penampilan,
mereka bersiap dengan berjalan menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya.
*
Siang menjelang sore, mata kuliah berakhir.
__ADS_1
Para mahasiswa membubarkan diri untuk pulang ke rumah masing-masing.
" Imah, kamu pulang sama siapa? kalau belum dijemput pulang bareng aku aja.
Aku antar sampai rumah dengan selamat. " kata Sandy yang mensejajari langkah Imah.
" Imah susah ada bodyguard nya, tidak usah diantar, kalau mau antar aku aja. " kata Artida yang berjalan bersama Imah dan yang lain.
" Ogah! nganterin kamu sih sama aja cari masalah, ntar aku di bogem sama tunangan kamu. " kata Sandy yang menolak mengantarkan Artida pulang.
" Tadi bang Andika yang akan menjemput, Imah. " jawab Imah pada Sandy.
" Lain kali bilang sama bang Andika ga usah jemput, biar pulang bareng aku aja." kata Sandy pada Imah.
" Terima kasih, tapi aku tidak mau merepotkan. " kata Imah yang menolak tawaran Sandy.
Imah tahu, Sandy selalu berusaha mencari perhatiannya, tapi Imah hanya menganggapnya hanya sebatas teman.
Diparkiran, Andika telah duduk di depan mobil menunggu Imah.
Saat ia melihat Imah keluar dari koridor kampus, Andika memanggilnya.
" Imah! " panggil Andika pada adiknya.
Imah menoleh pada Andika yang memanggilnya.
" Teman-teman, aku duluan ya? bang Andika sudah datang menjemput. " kata Imah berpamitan pada teman-temannya.
Setelah mendapat jawaban dari teman-temannya, Imah menghampiri abangnya.
" Sudah lama abang menunggu, Imah? tanya Imah pada abangnya.
" Lumayanlah dari pada lu manyun. " jawab Andika sambil ngeloyor membuka pintu mobil.
Ia buru-buru menghindar agar Imah tidak mencubitnya.
" Dasar abang, ditanya benar-benar malah bercanda. " kata Imah sambil membuka pintu bagian kiri.
Setelah Imah duduk dan memasang seatbelt, Andika melajukan mobilnya keluar gerbang kampus setelah membunyikan klakson pada teman-teman Imah.
" Imah, kita mampir ke tukang mie ayam dulu ya? ada pesanan mie ayam dari orang rumah. " kata Andika pada Imah.
" Mau beli mie ayam di tempat langganan kita, bang? " tanya Imah pada Andika.
" Iya, abang pengen mie ayam, ternyata ayah dan ibu juga mau, jadi sekalian beli buat yang dirumah. " jawab Andika.
" Oke bang, Imah juga mau mie ayam.
__ADS_1
Tadi waktu istirahat Imah juga makan mie ayam bakso, tapi sekarang Imah mau juga. Imah belikan satu ya bang? " kata Imah yang minta dibelikan juga pada Andika.
" Oke, sekarang kita meluncur menuju penjual mie ayam. " kata Andika yang melajukan mobilnya menuju penjual mie ayam.