
Pagi ini setelah sarapan pagi dan anak-anaknya sudah berangkat ketempat tujuan masing-masing, ayah dan ibu duduk di teras belakang melanjutkan pembicaraan mereka mengenai hubungan Imah dan Zack yang selesai mereka bahas tadi malam.
" Apakah menurut ayah Zack bermaksud tidak akan pernah menikah? " tanya ibu saat mereka duduk berdua di teras belakang.
Hari ini ayah tidak berangkat ke kantor karena tidak ada pekerjaan penting, Andika yang pergi ke kantor menggantikan ayahnya.
Dia memang sedang belajar untuk fokus bekerja di perusahaan ayahnya.
" Tidak. Ayah pikir tidak seperti itu. Menurut ayah pada akhirnya Zack akan menikahi Imah. Banyak pria-pria lain seperti Zack, mereka hanya perlu waktu lebih lama untuk memutuskan berumah tangga. " Ayah mengatakan pendapatnya kepada ibu.
" Tidak semua orang berwatak penurut, seperti yang lainnya. Zack seperti kuda liar, kita harus bersabar mengahadapi orang seperti Zack. Imah sendiri tidak merasa resah dengan sikap Zack." Kata ayah lagi
" Justru itu yang membuat Ibu cemas Zac akan pergi ke bulan bersama Imah dan Imah begitu tergila-gila kepadanya. Ibu yakin jika Imah akan patuh pada apa yang Zack inginkan. Ibu tidak mau jika mereka membuat tenda di samping landasan sebuah bandara sebagai tempat tinggal mereka." kata ibu yang merasa cemas.
" Ayah kira tidak seburuk itu. Kita bisa memberikan mereka sebuah rumah jika perlu. " kata ayah berusaha menenangkan kecemasan ibu.
" Bukan rumahnya yang ibu khawatirkan, tetapi siapa yang akan tinggal di dalamnya dan siapa yang tidak akan tinggal di sana." kata ibu lagi.
" Zack akan sampai ke tahap itu. " kata yang berusaha meyakinkan ibu pada apa yang syah percaya.
" Iya, Ibu harap ibu masih hidup dan bisa menyaksikan hal itu. " kata ibu dengan perasaan sedih.
Ayah berusaha menenangkan ibu dengan mencium puncak kepalanya.
" Ibu masih belum terlalu tua, sayangku, sama sekali belum." kata ayah lembut.
Akhir-akhir ini ibu sering merasa sedih dan tertekan karena mendekati usia lima puluhan.
Ibu ingin melihat Imah berumah tangga dan bahagia saat ini. Tapi sepertinya kurang tepat membicarakan hal itu karena Zack sedang menjalankan tugas-tugasnya.
Ayah dan ibu pun akhirnya sibuk dengan pemikiran masing-masing.
__ADS_1
Ayah selalu berusaha agar ibu tidak terlalu terbebani dengan masalah hubungan Imah dan Zack karena ayah takut jika hal itu akan mempengaruhi kesehatan ibu.
Saat itu Imah bukan tidak bahagia kecuali tentang kenyataan bahwa Zack jauh sekali, Zack yang sedang menjalankan tugasnya di daerah konflik.
Ibunya tidak merasa jika masa depan Imah aman. Zack bagaikan burung liar yang angkuh dan jiwanya sangat bebas.
Ibu tidak seyakin ayah bahwa Zack bisa diharapkan akan menikah dengan putri mereka, tetapi setidaknya mereka sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik buat putri mereka.
Zack menyampaikan percakapannya dengan ayah kepada Imah dan Imah merasa kesal dengan apa yang Zack sampaikan.
Imah merasa jika kedua orang tuanya berupaya memaksa Zack untuk menikahinya dan Imah tidak menginginkan hal itu.
Imah hanya menginginkan Zack kalau Zack menginginkannya dan Zack ingin menikah dengannya.
" Mengapa ayahku melakukan hal itu?
sepertinya ayah berusaha memaksamu untuk menikahi aku. " kata Imah merasa tidak enak pada Zack karena ayahnya sudah memaksa Zack.
Zack berusaha memahami apa yang menjadi keinginan orang tua Imah meskipun itu membuatnya kurang nyaman.
Zack belum pernah merasa terpaksa menjelaskan dirinya sendiri seperti itu, tentang apa yang diinginkannya, kemana perginya dan apa rencananya.
" Mereka tidak bermaksud jelek, Imah, mereka hanya menginginkan yang terbaik bagimu dan mungkin bagiku juga. Sebenarnya aku merasa sangat tersanjung. Mereka tidak menyuruhku untuk keluar dari rumah mereka atau mengatakan jika aku tidak pantas bagi putri mereka kesayangan mereka. Sebenarnya mereka saja berbuat begitu. Mereka ingin tahu apakah aku berniat tetap bersamamu dan apakah aku benar-benar mencintaimu. Dan seperti yang kau tahu aku memberitahu ayahmu bahwa aku memang mencintaimu, kita hanya perlu memikirkan kelanjutannya nanti jika aku sudah kembali dari tugas. Hanya Tuhan yang tahu di mana aku akan pada saat itu."
Zack mengatakan panjang lebar dan mencoba memberikan pengertian tentang apa yang diinginkan oleh orang tua Imah terhadap dirinya.
Tetapi Imah juga merasa tidak senang dengan yang disampaikan oleh Zack.
Zack selalu diterbangkan oleh angin ke landasan terbang yang paling menarik, tetapi Imah tidak ingin mempertanyakan hal itu kepadanya. Ayahnya sudah cukup bertindak siang ini, dan Imah merasa benar-benar kesal pada ayahnya meskipun Zack sendiri terlihat tenang saja.
Imah senang Zack tidak mempermasalahkan hal itu dan tidak menganggap penting pembicaraan dengan ayahnya. Dan Imah tahu apapun yang sudah dikatakan Zack yang tidak cocok dengan harapan orang tuanya akan menjadi pemikiran untuk seterusnya tapi sekarang ia tidak punya waktu untuk mencemaskan hal itu.
__ADS_1
Waktu yang mereka lewati saat ini terasa sangat menyenangkan. Setiap hari Imah pergi kuliah dan setelah itu Zack datang menemuinya.
Mereka menghabiskan waktu berjam-jam sambil berbincang-bincang dan berjalan-jalan duduk di bawah pohon dan membahas kehidupan dan semua hal yang penting bagi mereka.
Zack kebanyakan menceritakan tentang pesawat terbangnya, tetapi juga ada hal-hal lain, orang-orang, tempat-tempat, dan hal-hal yang ingin dilakukannya.
Menghadapi bahaya setiap hari membuat kehidupan semakin berharga bagi Zack. mereka menghabiskan siang yang sangat santai sambil berpegangan tangan dan sudah sepakat tak akan melewati hari tanpa kebersamaan.
Makin hari semakin besar tantangan dan godaan bagi mereka, tetapi sikap mereka tetap mengagumkan.
Zack yang tidak ingin meninggalkan Imah untuk menjadi seorang janda jika ia mati dalam tugas dan Zack juga tidak ingin meninggalkan Imah dalam keadaan hamil.
Dan seandainya suatu saat nanti mereka menikah ia ingin itu terjadi karena mereka memilih untuk melakukan hal itu bukan karena terpaksa. Imah setuju meski suatu bagian dalam dirinya hampir berharap agar bila suatu sesuatu terjadi pada Zack ia masih mempunyai bayinya sebagai kenangan yang Zack tinggalkan pada dirinya.
Tetapi mereka sekarang hanya bisa mempercayai masa depan, tidak ada janji, tidak ada kepastian, hanya harapan dan impian serta mereka melewatkan sisa waktu bersama, hal lainnya sama sekali tidak mereka ketahui.
Jika akhirnya Zack harus pergi, mereka sudah semakin jatuh cinta dan sudah saling kenal secara mendalam seolah mereka masing-masing menjadi pelengkap sempurna bagi pasangannya dan cocok satu sama lain dengan sangat mulus.
Mereka berbeda tetapi mereka sangat serasi, sampai Imah yakin mereka sudah dilahirkan untuk berpasangan dan Zack tidak menolak.
Zack kadang-kadang masih merasa canggung, pemalu, pendiam sesekali tenggelam dalam pikiran sendiri.
Imah sangat memahami hal itu.
Bagi Imah semua kebiasaan kecil dan perangai Zack terasa begitu manis.
Waktu berlalu dan kebersamaan Zack dan Imah harus berakhir.
Saat ini Zack harus pergi, kali ini mata Zack digenangi air mata dan ketika Imah menciumnya dan mengatakan jika ia mencintai Zack, Zack berjanji akan berkirim surat pada Imah sesegera mungkin saat sudah tiba di tempat tujuan.
Itulah satu-satunya janji yang dibuat Zack kepada Imah sebelum ia pergi dan itu sudah cukup bagi Imah.
__ADS_1