CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab.39. Tegar Sampai Hari Ini


__ADS_3

☎ " Abang tidak ingin jika Imah merasa khawatir jika abang tidak memberi kabar.


Bukankah abang sudah bilang jika abang akan memberi kabar jika abang sudah sampai kesini. "


Zack mengatakan pada Imah bahwa ia menepati janji untuk menelepon Imah jika sudah sampai di tujuan.


☎ " Bagaimana dengan kuliah Imah? "


Tanya Zack mengenai kuliah Imah.


☎ " Kuliah Imah baik-baik saja, bang.


Tidak ada yang istimewa, semua berjalan seperti biasa. "


Imah menjelaskan tentang kuliah yang dijalaninya.


Sebenarnya Imah merasa bersedih setelah kepergian Zack.


Dan Imah merasa kesal pada dirinya sendiri karena hal itu.


Imah merasa kehilangan setelah beberapa hari selalu bersama dengan Zack.


Imah merasa tidak ada alasan untuk terikat dengan Zack.


Zack tidak memberi tanda apapun dan melakukan hal apapun yang membuat Imah merasa salah paham dan merasa terikat dengan Zack.


Imah merasa kehilangan Zack, walau seharusnya ia tidak perlu merasakan hal itu.


Keadaan itu membuat Imah merasa jatuh cinta pada seorang pangeran atau seorang yang terkemuka yang membuatnya tidak mungkin bisa menjangkaunya.


Perbedaannya hanya karena antara Imah dan Zack memiliki hubungan persahabatan.


Sehingga Imah merasa nyaman dan menikmati kebersamaan mereka, sehingga Imah terjebak dengan perasaannya sendiri.


Imah sudah sering melihat sisi lain dari Zack yang jarang dilihat oleh orang lain ketika mereka menikmati waktu terbang bersama.


Imah tidak tahu, jika Zack juga menikmati waktu itu dan hal itu sangat menyentuh hati Zack.


☎ " Aku sudah tidak sabar menunggu libur semester. "


Imah berkata seolah ia bersemangat untuk menanti waktu libur, dan bukan karena kenyataan bahwa Zack akan berpindah tugas dan bekerja sama dengan Denis.


Imah sangat senang karena ia akan lebih dekat dengan Zack.


Imah bertanya dalam hati, jika Imah melakukan liburan ke New Zealand untuk bertemu dengan Zack bersama temannya, apakah kedua orang tuanya akan mengizinkan?


Tapi Imah tidak memberitahu rencananya pada Zack, karena Imah yakin Zack akan merasa khawatir jika Imah melakukan hal itu.


☎ " Imah, nanti beberapa hari lagi abang akan menelepon Imah. "


Zack sudah merasa lelah dan ingin segera beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang yang cukup melelahkan.


☎ " Jika kita berkomunikasi menggunakan telepon akan sangat memakan biaya, lebih baik kita melakukan surat menyurat seperti biasa. "

__ADS_1


Kata Imah yang mengerti jika biaya komunikasi melalui telepon antar negara akan  memakan biaya yang tidak murah.


☎ " Abang akan menelepon Imah sesekali. "


Kata Zack dengan hati-hati.


" Kecuali jika Imah tidak suka abang menelepon Imah. "


Zack terdengar seperti ingin mengakhiri semuanya, tidak terdengar santai seperti saat mereka tengah bersama awal tahun lalu.


Rasa canggung Zack kembali terjadi saat ia menelepon Imah.


Menelepon Imah, bagi Zack merupakan hal yang luar biasa yang ia lakukan.


Berkomunikasi secara langsung dengan seorang gadis melalui saluran telepon antar negara.


☎ " Tidak, Imah akan sangat senang jika abang menelepon Imah. "


Kata Imah dengan cepat.


" Imah hanya tidak ingin membebani abang dengan biaya telepon yang mahal. "


Imah melanjutkan kata-katanya.


☎ " Tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.


Bagaimanapun juga, menelepon jauh lebih murah daripada makan malam. "


Sahut Zack yang mencoba bergurau pada Imah.


Zack ingin melakukan sesuatu yang lebih istimewa buat Imah karena Imah layak untuk mendapatkannya.


☎ " Imah..? " sapa Zack dengan suara yang sedikit serak.


Imah menunggu apa yang akan Zack katakan.


Tetapi, tidak ada kata lain selain itu sampai Imah menjawab sapaan itu.


Zack seolah memastikan jika Imah masih ada diseberang telepon.


☎ " Iya bang, ada apa? " tanya Imah dengan perasaan yang sedikit sesak.


Takut dengan apa yang akan Zack sampaikan, walau Imah merasa ada keraguan dari dalam diri Zack.


☎ " Apakah Imah masih akan berkirim surat pada abang? Abang sangat suka saat menerima dan membaca surat-surat yang Imah kirimkan. "


Kata Zack pada akhirnya.


Imah hanya tersenyum mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Zack.


Imah tidak tahu, apakah ia harus merasa lega atau merasa kecewa dengan apa yang Zack sampaikan.


Zack terdengar begitu serius saat menyebutkan nama Imah, sampai Imah merasa deg-degan dengan apa yang akan Zack katakan.

__ADS_1


Zack seperti akan mengatakan sesuatu yang penting.


Mungkin bagi Zack, apa yang barusan ia sampaikan itu penting, tapi tidak dengan harapan dan angan-angan yang Imah bayangkan.


☎ " Tentu saja Imah akan menyurati abang, tapi minggu depan Imah akan banyak ujian. "


Kata Imah setelah hatinya merasa sedikit kecewa karena tidak mendapatkan apa yang ingin ia dengar dari Zack.


☎ " Abang juga akan banyak ujian. "


Kata Zack sambil tertawa.


Banyak ujian terbang yang dijadwalkan sepanjang minggu untuk anak didiknya yang bersekolah di penerbangan.


☎ " Abang akan sibuk sekali beberapa minggu ini, sebelum abang pindah dari New Zealand.


Tapi abang akan berusaha menelepon Imah sebisa mungkin. "


Zack berjanji pada Imah untuk bisa berkomunikasi ditengah kesibukannya nanti.


" Abang akan beristirahat dulu, Imah.


Selamat melakukan aktivitas hari ini.


Assalamu'alaikum..! "


Setelah mengatakan semua itu, dan mendengar jawaban salam dari Imah, Zack meletakkan gagang teleponnya sehingga komunikasi mereka terputus.


Setelah menjawab salam dan tidak terdengar lagi sambungan teleponnya dengan Zack, Imah pun meletakkan gagang telepon pada tempatnya, lalu melanjutkan langkah menuju dapur.


Imah berusaha untuk tidak lagi memikirkan Zack.


Setelah meminum air putih, Imah kembali ke kamarnya untuk bersiap berangkat ke kampus.


Imah sedang memikirkan tentang sesuatu  sepanjang akhir pekan ini.


Imah tidak mengatakan apapun pada Zack, tetapi orang tuanya akan  mengadakan pesta pernikahan kakak tertua Imah sebelum Imah libur panjang setelah semesteran.


Pesta pernikahan akan diadakan secara meriah, lebih meriah dari pesta amal saat pertama ia bertemu dengan Zack.


Imah belum berani mengatakannya pada Zack dan mengundang Zack pada acara itu.


Imah berencana untuk meminta izin pada orang tuanya bahwa ia ingin mengundang Zack.


Kalau ayah pasti mengizinkan, tapi bagaimana dengan ibu?


Apa ibu juga mengizinkan? Selama ini ibu ingin agar aku menjauhi bang Zack, jadi jika aku minta izin untuk mengundang bang Zack, apa ibu tidak keberatan?


Karena pasti aku akan bertemu dengan bang Zack. "


Imah terus berfikir dan berbicara sendiri didalam kamarnya.


Ia bingung, ingin mengundang bang Zack tapi takut tidak diizinkan oleh ibunya.

__ADS_1


" Jika aku mengundang bang Zack, apa bang Zack bisa datang? Apa bang Zack saat ini sedang tidak sibuk? "


Imah juga bingung, jika ia mengundang bang Zack, apakah bang Zack bisa menghadiri undangannya? karena bang Zack mengatakan jika ia sedang banyak kesibukan.


__ADS_2