
Ibu berpikir, mungkin ayah benar bahwa Zack tidak akan mengejar Imah lagi.
Hubungan Zack dan Imah terlihat seperti hubungan persahabatan yang tidak lazim, dimana seorang pria dewasa bersahabat dengan gadis belia.
Ibu berharap seperti itu, walaupun ibu berusaha keras untuk mempercayai kata-kata ayah tetapi ibu tetap merasa tidak yakin.
Keesokan pagi, Imah diantar oleh abangnya pergi ke kampus.
Andika, seorang kakak yang perhatian pada adik dan ibunya.
Ia akan senang hati melakukan apapun yang ibunya perintahkan.
Ia berwatak keras, sama seperti ayahnya, tapi ia sangat penyayang.
Walau berjarak empat tahun usia Andika dan Imah, mereka terkadang bersikap seperti anak kecil yang senang bergelut, saling meledek, terkadang Imah harus menangis karena sikap kasar abangnya, tapi mereka saling menyayangi.
Imah akan melakukan apapun permintaan abangnya, karena Andika selalu mengantar dan menjemput Imah sejak Imah duduk di bangku SD.
Andika pun selalu membelikan sesuatu buat Imah.
Pagi ini, Imah sudah duduk didalam mobil disamping abangnya yang akan mengantarkan Imah ke kampus.
" Imah, abang boleh tanya sesuatu? "
Tanya Andika pada Imah.
" Boleh, memang abang mau tanya apa? "
Jawab Imah yang balik bertanya pada abangnya.
Imah membalikkan sedikit badannya untuk melihat kepada abangnya yang sedang mengemudikan mobil.
" Sebenarnya, bagaimana hubungan Imah dan bang Zack? Maksud abang, apa ada sesuatu yang istimewa diantara kalian? "
Tanya Andika yang menanyakan hubungan Imah dan Zack.
" Tidak ada hubungan yang istimewa antara Imah dan bang Zack, hubungan kami hanya sebuah hubungan persahabatan. "
Jawab Imah pada Andika.
" Tapi abang lihat, seperti ada yang berbeda diantara kalian. Maksudnya, kalian seperti saling tertarik satu sama lain. "
Kata Andika penuh selidik.
" Bang Zack itu mungkin menganggap Imah seperti seorang adik, karena dia hidup sebatang kara, dan bang Zack lebih mencintai kehidupannya sebagai penerbang dari pada yang lain.
Bang Zack lebih menyayangi pesawat terbang dan mesin-mesinnya. "
Imah menjeda kata-kata nya sebentar, dan Andika menyimak apa yang dikatakan oleh Imah.
__ADS_1
" Bang Zack pernah berkata pada Imah bahwa ia tidak berpikir untuk membangun sebuah keluarga.
Bang Zack tidak berpikir untuk berumah tangga dan memiliki anak.
Dia telah merasa bahagia bisa menikmati hidupnya dengan bisa terbang menggunakan pesawatnya. "
Ada nada sedih yang Andika tangkap dari kata-kata Imah.
Andika yakin jika Imah mulai tertarik dan menyukai Zack.
" Imah dan bang Zack hanya bertemu sesekali saat bang Zack mengunjungi Imah disini. Dan kami memang hanya berteman dan hanya sebatas teman. "
Imah menegaskan hubungannya dengan Zack pada abangnya, karena memang Imah berpikir selama ini hubungannya dengan Zack hanya sebatas hubungan pertemanan, walau diantara mereka merasa sama-sama nyaman, tapi tidak ada kata yang lebih selain kata pertemanan.
Imah tidak menceritakan pada abangnya jika ia dan Zack sering bertukar kabar melalui surat.
Hal itu cukup diketahui oleh Imah dan bang Zack saja, karena Imah selalu mengirimkan surat melalui alamat kampus dan tidak melalui alamat rumahnya.
Hal ini agar tidak diketahui oleh keluarganya, terutama ibunya.
" Apa bang Zack selalu bersikap baik pada Imah? "
Tanya Andika lagi setelah mendengar cerita Imah.
Andika tahu, jika sebenarnya antara Zack dan Imah sudah saling tertarik, tapi dia tidak tahu mengapa mereka saling memendam perasaan masing-masing tanpa mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Andika berpikir mungkin karena faktor usia yang membatasi mereka.
Dan Imah tidak berani mengungkapkan karena Zack pernah berkata pada Imah jika ia tidak terpikir untuk berumah tangga.
Andika sangat prihatin dengan kondisi Imah yang tidak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan.
Andika tidak ingin jika Imah harus terluka karena perasaannya pada Zack hanya bertepuk sebelah tangan.
" Bang Zack selalu bersikap baik pada Imah, selalu berusaha untuk melindungi Imah dan membuat Imah merasa senang dan nyaman saat kami menikmati waktu berdua.
Bang Zack tidak pernah berbuat yang tidak baik pada Imah. "
Imah menceritakan sikap bang Zack padanya dengan perasaan bahagia, itu terlihat dari raut wajah Imah yang terlihat ceria, dan Andika melihat semua itu.
" Abang hanya berharap Imah bisa menjaga diri dengan siapapun Imah berteman. Dan mengenai bang Zack, semoga pertemanan ataupun persahabatan yang kalian jalankan membuat kalian merasa nyaman, bisa saling menghargai satu sama lain.
Jika ada sesuatu yang ingin Imah ceritakan, dengan senang hati abang akan mendengarkan. "
Kata Andika pada Imah sambil mengusap rambut Imah dengan tangan kirinya.
" Iya bang, terima kasih abang sudah mau mendengarkan cerita Imah. "
Kata Imah sambil tersenyum pada abangnya.
__ADS_1
Andika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia tidak terburu-buru karena waktu menunjukkan pukul tujuh tiga puluh pagi.
Hal yang selalu Andika suka sejak dulu, mengantar dan menjemput Imah.
Dulu jika sedang tidak ke sekolah, Andika menjemput Imah dengan mengendarai motor. Seiring berjalannya waktu, ekonomi keluarganya jauh lebih baik, jadi sejak Imah masuk bangku SMA Andika mengantar jemput Imah mengenakan mobil.
Tak terasa, Imah dan Andika sudah sampai di gerbang kampus Imah.
Andika menghentikan mobilnya, tak jauh dari gerbang kampus.
Imah tidak mau jika diantar hingga halaman parkir kampus, sebab lebih jauh saat akan masuk ke koridor kampus.
Imah membuka seatbelt nya, lalu melihat Andika dan berpamitan untuk menuju ke kelasnya.
" Terima kasih ya bang sudah mengantar Imah, Imah mau ke kelas dulu. "
Kata Imah sambil menyalami abangnya.
" Iya, rajin-rajin ya belajarnya, jangan banyak bercanda.
Nanti siang abang jemput lagi. "
Kata Andika pada adik kesayangannya.
" Baik bang, Assalamu'alaikum. "
Imah mengucapkan salam, setelah Andika menjawab salamnya, Imah pun keluar dari mobil untuk menuju ke kelasnya.
Setelah Imah melewati gerbang kampus,. Andika melajukan mobilnya untuk menuju kantor kakaknya, Very.
Ketika tiba di kampus, entah mengapa Imah merasa resah. Berbeda saat ia dalam perjalanan menuju kampus bersama abangnya tadi.
Teman-temannya mulai berdatangan memasuki ruang kelas mereka.
Imah meletakkan tas dan buku yang dibawanya diatas meja.
Kelasnya terlihat belum begitu ramai, baru beberapa orang yang datang.
Imah menghampiri teman-temannya yang tengah berkumpul.
Imah mendengar mereka tengah menceritakan tentang kegiatan mereka selama libur akhir tahun.
Ada yang berlibur dengan keluarganya, ada yang menghabiskan liburan bersama teman-teman karena tidak pulang ke kampung halaman bagi mereka yang tengah ngekos dan jauh dari keluarganya.
Ada pula yang pulang kampung dan berkumpul bersama keluarganya.
Imah juga menceritakan kegiatan libur akhir tahunnya kepada teman-temannya, tapi dia tidak menceritakan pertemuannya dengan Zack.
Imah tidak mau jika ada teman-temannya yang mengetahui tentang Zack.
__ADS_1
Menurut Imah, hubungannya dengan Zack tidak perlu diketahui oleh teman-temannya.