CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 58 Ayah Dan Andika Mendukung Imah


__ADS_3

Imah tersadar dari segala pikiran-pikiran yang memenuhi kepalanya.


Ia kembali pada obrolannya dan Zack melalui sambungan telepon.


☎ " Iya bang, Imah tahu dengan semua keinginan abang untuk bisa selalu berada di angkasa.


Imah tahu kebahagiaan abang saat berada diantara awan-awan diatas sana.


Imah hanya punya rasa khawatir dengan tugas yang abang emban saat ini. "


Kata Imah yang pada akhirnya mengatakan rasa kekhawatirannya.


☎ " Terima kasih dengan rasa khawatir Imah buat abang.


Bukan abang sendiri yang mengemban tugas ini, masih ada beberapa orang terpilih yang juga menjalankan tugas ini." kata Zack yang berusaha menenangkan rasa khawatir yang Imah rasakan


" Tunggu abang di bandara dua hari lagi, sekitar jam sepuluh pagi.


Abang akan turun di bandara Halim untuk mengambil semua keperluan yang akan dibawa ke lokasi.


Kita nanti bertemu di bandara jika Imah bersedia untuk menemui abang sebelum abang menjalankan tugas pertama abang. "


Zack meminta Imah untuk menemuinya di bandara sebelum ia menjalankan tugas pertamanya membawa perlengkapan ke daerah konflik.


☎ " Baiklah jika demikian, Imah akan izin untuk tidak kuliah dan akan meminta izin pada ayah dan ibu untuk menemui abang di bandara dua hari lagi. "


Imah menyetujui untuk bertemu dengan Zack di bandara sebelum ia menjalankan tugasnya.


Setelah berbincang hampir satu jam, Zack dan Imah mengakhiri perbincangan mereka melalui telepon.


Imah meletakkan gagang telepon setelah Zack terlebih dahulu menutup perbincangan mereka.


Dengan lesu, Imah menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya.


Imah masih memikirkan Zack yang mau bergabung dan mengemban tugas berat mengirim bantuan ke daerah konflik, daerah yang Imah dengar sangat rawan dan terkenal dengan para pemberontak yang tidak mengenal belas kasih.


Siapapun orang yang masuk ke wilayah mereka akan menjadi sandera, baik orang-orang sipil maupun aparat negara, mereka tidak akan keluar dari wilayah mereka dengan selamat.


°


°


Malam hari, saat keluarga Imah berkumpul di meja makan, entah mengapa ayah menanyakan kabar mengenai Zack pada Imah.


Mungkin karena sudah beberapa lama ayah tidak mendengar kabar mengenai Zack.


" Imah, apa ada kabar dari Zack? Rasanya ayah sudah lama tidak mendengar berita mengenai Zack. " tanya ayah yang tiba-tiba menanyakan kabar mengenai Zack pada Imah.


Imah yang merasa heran mengapa tiba-tiba ayahnya menanyakan kabar mengenai Zack, menatap pada ayahnya sebentar, lalu kembali melanjutkan. makannya.

__ADS_1


" Kabar bang Zack baik-baik saja ayah.


Kebetulan sore tadi bang Zack menelepon Imah dan memberitahu kegiatannya saat ini pada Imah. "


Jawab Imah jujur yang mengatakan jika Zack tadi meneleponnya.


" Oh ya? kebetulan sekali ya ayah menanyakan kabar Zack, ternyata tadi Zack memberi kabar pada Imah. " kata ayah sambil tersenyum memandang pada Imah.


Imah seolah-olah tidak tahu jika ayah memandangnya sambil tersenyum.


Imah tetap melanjutkan mengunyah makanannya.


" Jadi, apa kegiatan Zack saat ini? apa dia masih menjadi pilot dan mengajar di sekolah penerbangan? " tanya ayah lagi pada Imah.


" Bang Zack tidak mengajar lagi disekolah penerbangan, ayah. "


kata Imah yang menjeda kata-katanya.


" Bang Zack masih tetap menjadi pilot, tapi bukan pilot pesawat komersil atau pilot disekolah penerbangan, bang Zack diminta untuk membawa pesawat yang digunakan untuk membawa keperluan para prajurit yang bertugas di daerah konflik. "


Kata Imah menjelaskan pada ayah dan juga ibu dan kakaknya yang sedang berada di meja makan.


Imah berkata dengan nada yang biasa, agar keluarganya tidak mengetahui jika ia sedang menyimpan kekhawatiran pada Zack.


Mendengar penjelasan Imah tentang pekerjaan Zack saat ini, ibu spontan menatap pada ayah.


Ayah yang tahu jika ibu menatapnya, mengangkat wajahnya yang sedang tertunduk menikmati makanannya untuk membalas tatapan mata ibu.


" Bagaimana ini, ayah? "


Dari tatapan mata ayah, ibu seolah tahu apa jawaban ayah tentang pertanyaannya.


" Ibu tenang saja, tidak ada yang perlu ibu khawatirkan. "


Setelah melihat tatapan mata ayah, ibu kembali fokus pada makanan yang ada dihadapannya.


" Ayah, ibu, bang Zack meminta Imah untuk menemuinya dua hari lagi di bandara sebelum bang Zack menjalankan tugasnya.


Apa ayah dan ibu mengizinkan Imah untuk menemui bang Zack? "


Imah meminta izin pada ayah dan ibunya untuk menemui bang Zack di bandara dua hari lagi.


Ibu langsung menghentikan makannya dan menatap pada Imah


" Untuk apa bertemu dengan Zack di bandara? biarlah dia berangkat untuk. menjalankan pekerjaannya. " kata ibu yang tidak setuju jika Imah menemui bang Zack di bandara.


Ada rasa khawatir di hati ibu jika Imah kembali dekat dengan Zack setelah beberapa waktu tidak ada kabar dari Zack.


Imah menatap ibu, memohon agar diizinkan untuk bertemu dengan Zack.

__ADS_1


" Mengapa ibu tidak mengizinkan Imah bertemu dengan bang Zack? Imah hanya ingin menemui dan memberi dukungan pada bang Zack. "


Kata Imah pada ibu, yang mengatakan jika ia menemui Zack hanya untuk memberikan dukungan.


" Memberikan dukungan tidak harus dengan menemuinya, cukup dengan mendoakannya saja. " kata ibu tetap tidak memberi izin pada Imah untuk bertemu dengan Zack.


Imah menatap kecewa pada ibu, lalu menatap ayahnya meminta dukungan untuk bertemu dengan Zack.


Melihat tatapan sedih Imah, ayah merasa tidak tega lalu berusaha untuk membujuk ibu agar mengizinkan Imah bertemu dengan Zack.


" Sudahlah bu, tidak ada salahnya jika Imah bertemu dengan Zack.


Imah hanya ingin bertemu dan memberi dukungan pada Zack, bukan akan ikut dengan Zack ke daerah konflik. "


Kata ayah yang berusaha melembutkan hati ibu.


" Tapi Imah kan harus kuliah, ayah! " kata ibu memberi alasan.


" Izin satu hari tidak masuk kuliah kan tidak apa-apa bu, kan tidak setiap hari juga Imah izin tidak masuk kuliah. "


Kata Andika yang sejak tadi hanya diam mendengarkan obrolan Imah dan orang tuanya.


Andika merasa perlu membela adiknya, karena selama ini Imah tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak baik.


Sesekali ia izin kuliah tidak jadi masalah, Andika mendukung Imah untuk bertemu dengan Zack.


" Betul kata Andika bu, biarlah sekali ini Imah izin dari kuliahnya.


Selama ini Imah selalu masuk kuliah dan mengerjakan tugas kuliah dengan baik, dengan izin satu hari tidak akan merugikan bagi Imah. "


Kata ayah yang masih berusaha melembutkan hati ibu agar memberi izin pada Imah.


" Iya bu, biar nanti Andika yang akan mengantarkan Imah ke bandara untuk bertemu dengan Zack. "


kata Andika yang bersedia mengantarkan Imah ke bandara untuk bertemu dengan Zack.


Ibu menarik nafas dan membuangnya secara kasar, ibu merasa dikeroyok oleh suami dan anaknya sendiri.


Tidak ada yang mendukung keinginan ibu untuk tidak mengizinkan Imah bertemu dengan Zack.


Suami dan anaknya, Andika sama-sama mendukung Imah untuk bertemu dengan Zack.


Imah berharap-harap cemas, apakah ibunya akan memberi izin setelah ayah dan abangnya mendukung untuk bertemu dengan Zack.


Imah berdebar-debar seperti tengah menunggu hasil ujian yang akan diumumkan.


Ia tidak berani memandang pada ibunya, takut jika ibunya tetap dengan pendiriannya tidak mengizinkan Imah untuk bertemu dengan Zack.


" Ibu..

__ADS_1


Saat ibunya mulai berbicara, Imah memberanikan diri untuk menatap ibunya, berharap ibunya akan memberi izin padanya.


__ADS_2