CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab.36. Korbankan Diri Dalam Ilusi


__ADS_3

Saat Imah berpikir tentang anak-anak,  dalam hati Imah tak ada keraguan bahwa anak-anak yang Imah maksud bukanlah anak-anak Zack,  tapi anak-anak Imah entah dengan siapa, Imah tidak tahu siapa yang akan mendampingi hidupnya dan memiliki anak dari hasil pernikahan mereka.


Zack mungkin tidak pernah membutuhkan kehadiran anak-anak dalam hidupnya.


Hidup Zack sudah penuh...penuh dengan pesawat terbang, terbang untuk menguji kemampuannya juga terbang untuk menguji mesin pesawat terbangnya.


Sepertinya didalam hidup Zack tidak akan ada wanita, karena tidak ada tempat untuk seorang wanita dalam hidup Zack.


Jika demikian, bisa dipastikan bahwa Zack tidak ingin memiliki seorang istri, apalagi memiliki anak-anak.


Zack sudah pernah mengatakan hal itu pada Imah, tentang dirinya dan anak-anak.


" Ah.. Bang Zack mungkin tidak pernah terpikirkan dalam hidupnya untuk menikah, memiliki keluarga dan anak-anak.


Bang Zack terlalu asik dengan dunianya.


Mungkin pengalaman masa kecil membuat bang Zack trauma untuk memiliki seorang istri, juga anak-anak.


Sepertinya bang Zack sudah nyaman dengan kesendiriannya, nyaman dengan kesibukannya mengurusi pesawat-pesawat yang telah menjadi bagian dalam hidup bang Zack."


Imah berpikir tentang kehidupan yang digeluti oleh Zack.


Hidup dengan kesendirian dan kesibukan yang banyak menyita waktu dalam hidupnya. Memang dunia Zack jauh berbeda dengan orang kebanyakan.


Sudah beberapa kali Zack mengatakan pada Imah saat mereka bertemu, bahwa Zack tidak banyak waktu untuk mengenal seorang wanita dan dekat dengan wanita.


Zack lebih banyak menghabiskan waktu hanya dengan pesawat terbangnya.


Zack telah mengorbankan hubungan sosialnya hanya demi pesawat.


Dan Imah bisa melihat sendiri tentang Zack dan pesawatnya.


Imah melihat secara langsung hubungan Zack dengan pesawatnya yang terlihat bahwa Zack betul-betul bangga dan menyayangi perawatnya.


Tapi bersamaan dengan semua itu, hati Imah sangat tidak bisa menerima hal itu atau mempercayai kenyataan tentang kehidupan Zack dan pesawatnya.


Bagaimana mungkin seorang Zack melupakan keinginan dan kebutuhan untuk berkeluarga hanya demi pesawat terbangnya.


Tapi melihat usia Zack yang saat ini sudah sangat pantas untuk memiliki seorang istri dan Zack belum melakukan itu, membuat Imah sadar bahwa dunia Zack hanya tentang dirinya dan pesawatnya.


" Sebagai seorang yang dekat dan dianggap sebagai seorang sahabat, ingin rasa aku mengingatkan bang Zack, bahwa dirinya memerlukan seseorang untuk mendampingi hidupnya.


Tapi aku merasa tidak berhak melakukan itu pada bang Zack. "


Imah berpikir untuk mengingatkan Zack tentang kehidupan berumah tangga.


Tentang perlunya memiliki istri dan anak.


Imah terpaksa menerima apa yang Zack katakan pada Imah


Dan Imah mengatakan pada dirinya sendiri, apapun yang Imah rasakan terhadap Zack, atau apapun yang Imah bayangkan tentang yang Zack rasakan pada Imah semua hanya sekedar sebuah ilusi.


Semua hanya sekedar impian yang Imah rasakan terhadap Zack.

__ADS_1


Impian yang terasa begitu jauh dari kenyataan.


" Apa sebenarnya yang aku harapkan dari bang Zack?


Semua harapan bayangan yang ada dihati dan pikiranku, rasanya semua hanya sebuah ilusi, hanya impian yang aku rasakan dan bayangkan sendiri. "


Imah merasakan tentang Zack semua impiannya semata.


" Berusaha mengingatkan bang Zack pun terasa percuma, karena bang Zack tidak mengerti dengan apa yang ada didalam hati ku.


Lelah..?? Tidak, aku tidak merasa lelah untuk ber ilusi tentang bang Zack.


Walau bang Zack hanya menganggap aku hanya sebagai seorang sahabat, aku akan dengan  senang hati untuk selalu menjadi sahabatnya.


Untuk bisa memberinya  perhatian sebagai seorang sahabat. "


Imah akan tetap bertahan jika Zack hanya menganggapnya hanya sebagai seorang sahabat.


Hari ini, merupakan hari minggu sebelum Imah melakukan kembali kegiatan di kampus esok hari.


Setelah kepulangan Zack, ibu Imah sedikitpun tidak mengungkit tentang Zack.


Ibu Imah mendengarkan nasihat yang disampaikan oleh ayah Imah.


Ibu menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya tetang hubungan Imah dan Zack.


Flashback on


"  Ayah, bagaimana dengan hubungan Imah dan Zack.


Entah kemana mereka menghabiskan waktu berdua.


Imah hanya mengatakan akan pergi jalan-jalan, lalu esoknya mengatakan akan pergi makan siang. "


Ibu berkeluh kesah tentang Imah dan Zack pada ayah.


" Biarkan saja bu Imah menikmati masa mudanya.


Beri kepercayaan pada Imah bahwa Imah akan bisa menjaga dirinya.


Sejak kecil, Imah sudah kita ajarkan tentang tata krama dan kesopanan.


Ayah yakin, Imah tidak akan melebihi batasannya. "


Ayah memberi pengertian pada ibu agar memberikan kepercayaan pada Imah.


" Zack terlihat sebagai seorang pemuda yang baik.


Zack pasti bisa menjaga Imah dan menjaga kepercayaan yang secara tidak langsung kita berikan pada Zack dengan mengizinkan Imah untuk pergi dengan Zack.


Zack tidak pernah menyentuh Imah, karena ayah melihat sikap jujur dan rasa tanggung jawab yang tinggi pada diri Zack. "


Ayah memberikan kepercayaan pada Zack dengan mengizinkan Imah pergi bersama Zack.

__ADS_1


" Ibu tidak perlu khawatir dengan Imah dan Zack.


Ayah yakin, jika ada sesuatu diantara mereka, baik Imah maupun Zack akan menyampaikan langsung pada kita.


Beri Imah dan Zack kepercayaan agar mereka merasa nyaman dan bertanggung jawab dengan kepercayaan yang kita berikan. "


Ayah berusaha meyakinkan ibu jika Imah dan Zack akan menjaga kepercayaan yang mereka berikan.


Flashback off.


Iya, benar kata ayah agar aku tidak perlu merasa khawatir pada Imah.


Aku yang melahirkan dan membesarkan Imah, jadi aku paham dan mengerti dengan sifat dan sikap Imah.


Tidak seharusnya aku khawatir yang berlebihan.


Dengan memberikan kepercayaan pada Imah, mungkin akan membuat Imah jadi lebih dewasa, baik cara berpikir maupun cara bertindak Imah.


*


*


Malam itu, Imah dan keluarganya tengah menikmati makan malam mereka.


Ayah dan ibu duduk berdampingan, sementara Imah duduk didepan Andika.


" Imah, apakah keperluan untuk kuliah besok sudah disiapkan? "


Tanya ibu pada Imah.


" Semua sudah Imah siapkan bu, besok Imah tinggal berangkat.


Imah ada kuliah pagi. "


Jawab Imah pada ibu.


" Besok Imah bareng ayah saja, sekalian ayah mau ke kantor. "


Kata ayah pada Imah.


" Imah bareng sama Dika ayah, tadi Imah sudah meminta Dika untuk mengantarkannya ke kampus. "


Andika menyampaikan pada ayah, jika dia yang akan mengantarkan Imah.


" Iya ayah, Imah minta bang Dika yang antar, Imah kira ayah akan  kekantor agak siang. "


Kata Imah membenarkan kalau Imah minta diantar oleh Andika.


" Ya sudah, tidak apa-apa, besok ayah bisa  pergi ke kantor agak siang. "


Kata ayah lagi.


Malam itu Imah dan keluarganya menikmati makan malam dengan tenang.

__ADS_1


Ibu tidak menanyakan tentang Zack pada Imah, karena ibu mencoba menuruti nasihat ayah dengan memberikan kepercayaan pada Imah.


__ADS_2