
Zack dan Imah sedang dalam perjalanan di atas kereta api, mereka menuju kota Yogya.
Mereka terlihat sangat mesra dan sangat menikmati perjalanan berdua.
Hubungan mereka sudah sah dimata agama sehingga Zack dan Imah sama-sama merasa sangat bahagia.
" Jika kau merasa lelah, tidurlah, nanti jika sudah sampai akan abang bangunkan. " kata Zack pada Imah.
Zack menyandarkan kepada Imah di bahunya dan meminta Imah untuk beristirahat.
Imah mengikuti apa yang dikatakan oleh Zack dengan menyandarkan kepalanya di bahu Zack lalu memejamkan matanya.
Tangan kanan Zack memegang bahu Imah sementara tangan kirinya menggenggam tangan kiri dengan mesra.
Zack mengusap bahu Imah agar Imah bisa tertidur dengan nyaman.
" Betapa bahagia rasanya bisa menikmati perjalanan ini berdua, dengan wanita yang sangat aku cintai, wanita yang bisa mengubah pandanganku tentang kehidupan." kata dalam hati.
Zack memalingkan wajahnya dan menatap Imah yang telah tertidur, lalu ia pun mengecup puncak kepala Imah dengan rasa sayang.
Tidak terasa Zack pun merasa mengantuk dan ikut tertidur masih dengan tangan kanan yang merangkul bahu Imah.
Tiba di stasiun, Zack terbangun terlebih dahulu lalu ia membangunkan Imah dan menuntun Imah untuk turun dari. kereta api.
Zack dan Imah mencari kendaraan untuk menuju hotel yang akan mereka tempati.
Zack mendapatkan fasilitas hotel mewah dari atasannya untuk dia menginap selama di Yogya.
Dengan menggunakan taksi, mereka menuju ke hotel tempat mereka menginap.
Tiba di hotel mereka menaruh tas bawaannya lalu Imah membersihkan diri karena merasa gerah setelah melakukan perjalanan jauh.
" Apa tidak sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu? karena ini sudah lewat jam makan siang." tanya Zack pada Imah setelah Imah selesai membersihkan diri.
" Benar bang, sebaiknya kita makan siang dulu karena Imah juga sudah merasa lapar." jawab Imah.
" Kita akan makan di luar atau kita pesan layanan kamar? "tanya Zack pada Imah.
" Sebaiknya kita makan di luar saja bang sambil menikmati keindahan kota Yogya. " ajak Imah pada Zack.
" Baiklah, tapi apa Imah tidak merasa lelah jika kita mencari makan diluar? " tanya Zack pada Imah.
" Tidak bang, Imah tidak lelah, bukankah Imah tadi sudah tertidur selama dalam perjalanan dan Imah juga sudah mandi jadi sudah merasa segar. " jawab Imah.
Zack dan Imah keluar dari kamar hotel sambil bergandengan tangan dan berjalan kaki untuk mencari tempat makan yang tidak jauh dari hotel.
Tidak jauh mereka berjalan, mereka menemukan sebuah restoran dan mereka pun memasuki restoran tersebut untuk makan siang.
__ADS_1
Zack mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka tempati berdua agar mereka bisa menikmati kebersamaan tanpa merasa terganggu oleh pengunjung lain.
" Imah mau pesan apa?" tanya Zack saat mereka membuka buku menu yang ada di atas meja.
" Imah pesan ini, ini, dan ini. Minumnya jeruk hangat saja." kata Imah pada Zack dengan menunjukkan daftar makanan yang ia inginkan.
Zack memanggil pelayanan yang berdiri tidak jauh dari mereka lalu memesan makanan kesukaan Imah, begitupun dengan dirinya memesan makanan yang diinginkannya.
" Bagaimana perjalanan kita tadi?Apakah Imah senang melakukan perjalanan bersama abang? " tanya Zack saat mereka menunggu pesanan mereka datang.
" Tentu saja Imah sangat senang melakukan perjalanan Imah bersama abang. Imah bisa melakukan perjalanan berdua dengan bang Zack dan kita sudah halal, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." jawab Imah.
Zack tersenyum mendengar jawaban Imah dan Zack menggenggam tangan Imah yang ada di atas meja lalu mengecupnya.
Imah tersenyum malu atas perlakuan Zack padanya. Zack terlihat begitu romantis dan memperlakukan Imah dengan sangat romantis.
Saat pesanan mereka datang, mereka menikmati makanan tersebut dengan sesekali mereka saling menyuapi. Terlihat jika mereka merupakan pasangan yang romantis dan saling mencintai.
Selesai menikmati makan siang mereka kembali ke hotel untuk beristirahat.
" Malam ini kita akan kemana? Apakah kita akan menghabiskan waktu di hotel atau Imah ingin menikmati kota Yogya dimalam hari? " tanya zack pada Imah.
" Abang tidak keberatan Imah ingin kita pergi berjalan-jalan. Bukankah waktu abang di sini hanya dua hari? sebaiknya kita manfaatkan kesempatan itu untuk berjalan--jalan berdua sebelum abang kembali menjalankan tugas-tugas abang." jawab dan tanya Imah pada Zack yang ingin menikmati kebersamaan sebelum Zack kembali ke daerah konflik.
Zack mengikuti keinginan Imah untuk berjalan-jalan karena Zack ingin membahagiakan Imah sebelum dia kembali bertugas.
Setelah puas berkeliling mereka baru kembali ke hotel saat dan meminta Imah untuk beristirahat agar besok pagi mereka tidak terlambat mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun TNI.
Zack berusaha menahan hasratnya untuk menyentuh Imah sehingga dia dan Imah tidak melakukan apapun dan tertidur dengan saling berpelukan.
Keesokan hari, pagi-pagi sekali, Zack dan Imah sudah bersiap untuk mengikuti acara hari ulang tahun TNI.
Dalam acara tersebut, Zack akan mendapatkan penghargaan.
Zack akan mendapat penghargaan
dari Menristek karena Zack berhasil membuat rancangan pesawat tempur dengan peralatan yang lebih modern dan canggih.
Zack juga akan mendapat penghargaan dari Menteri Pertahanan karena Zack berhasil menembak beberapa pesawat milik pemberontak sehingga sangat menguntungkan bagi para tentara yang menumpas pemberontak dan membuat pertahanan mereka sedikit melemah.
Imah merasa bangga pada apa yang didapatkan oleh Zack karena Imah juga yang mendampingi Zack menerima penghargaan tersebut.
Mereka berjabat tangan dengan kepala negara dan juga menteri negara serta para pejabat yang hadir di acara tersebut.
Tak lupa mereka mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama.
Sungguh satu kebanggaan bagi Imah karena bisa mendampingi Zack menerima dua penghargaan sekaligus.
__ADS_1
Imah tidak pernah bermimpi jika ia bisa bertemu dengan kepala negara beserta menteri dan pejabat lainnya.
Menjelang sore setelah acara selesai beramah tamah serta makan siang bersama di hotel mewah, Zack dan Imah kembali ke hotel untuk beristirahat.
" Kita harus merayakan hal ini berdua." kata Zack pada Imah.
" Apa yang akan kita lakukan untuk merayakan penghargaan yang sudah kau dapatkan, bang?" tanya Imah.
" Kita akan makan dinner romantis di restoran mewah. Anggap saja saat ini kita mendapatkan bonus untuk berbulan madu. kata Zack menggoda Imah.
Imah tersipu malu saat Zack mengatakan jika mereka tengah berbulan madu karena mereka belum melakukan ritual suami istri.
Pipi Imah terlihat bersemu merah karena malu saat membayangkan jika ia dan Zack akan melakukan malam pertama.
Zack melihat pipi bersemu merah dan Imah terlihat malu, Zack pun tersenyum karena ia tahu apa yang Imah pikirkan saat ini.
☀☀
Malam ini pun Zack dan Imah melakukan dinner romantis untuk merayakan keberhasilan Zack sekaligus menikmati bulan madu mereka.
" Imah merasa seperti sedang bermimpi saat ini karena bisa mendampingi abang menerima penghargaan sekaligus bisa menikmati dinner romantis setelah kita menikah." kata Imah pada Zack disela-sela makan malam mereka.
" Abang juga tidak menyangka jika Imah akan mendampingi abang menerima penghargaan dan kita sudah menikah, sungguh anugerah yang tidak pernah abang bayangkan sebelumnya." kata Zack pada Imah dengan tatapan yang begitu lembut.
Abang juga tidak pernah berpikir jika apa yang abang lakukan bisa menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa bagi abang. Apa yang abang lakukan selama ini hanya karena kecintaan abang pada pesawat dan dunia penerbangan.
" Bagaimana jika setelah ini abang ditugaskan ke tempat lain? apakah Imah tidak berkeberatan jika abang mendapatkan tugas baru dan kembali meninggalkan Imah? " tanya Zack yang ingin tahu pendapat Imah tentang pekerjaannya saat ini.
" Sejak Imah bertemu dengan abang dan mengetahui bahwa terbang merupakan salah satu bagian dari hidup abang, maka Imah akan selalu mendukung apapun yang bisa membuat abang merasa bangga dan bahagia. Imah akan selalu mendoakan kesuksesan dan keselamatan abang selama abang menjalankan tugas. " Jawab Imah mengemukakan isi hatinya pada Zack.
" Terima kasih Imah.! Selama hidup abang hanya Imah satu-satunya wanita yang bisa memahami dan mengerti tentang kehidupan abang dan menerima apapun yang menjadi tujuan hidup abang. Abang pun akan berusaha untuk membahagiakan Imah." kata Zack yang merasa terharu dengan jawaban Imah yang selalu mendukung pekerjaannya.
Setelah menikmati makan malam romantis, mereka kembali ke hotel untuk menikmati bulan madu mereka.
Malam Ini Zack benar-benar ingin membahagiakan Imah dengan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami pada Imah.
Begitu pula dengan Imah yang ingin menyerahkan hidupnya pada Zack.
Setelah mereka membersihkan diri, mereka duduk bersihkan di atas ranjang. Ada perasaan aneh yang mereka rasakan saat posisi mereka seperti, juga ada rasa gugup diantara keduanya. Mereka seperti baru pertama bertemu dan saling mengenal.
Zack menghadap pada Imah dan menatap wajah Imah yang menunduk, lalu Zack memberanikan diri untuk mencium kening Imah lalu secara perlahan tanpa mereka berdua sadari mereka sama-sama sudah sama-sama menyatukan nafas mereka, sehingga keduanya melepaskan segala hasrat yang selama ini mereka simpan.
Dengan perlahan Zack membaringkan tubuh Imah di atas tempat tidur dan Zack mengikuti naluri nya sebagai lelaki untuk memiliki Imah seutuhnya.
Imah juga sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Zack karena secara agama Imah sudah sah menjadi istri Zack dan harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
Akhirnya malam itu Imah menyerahkan apa yang selama ini ia jaga kepada Zack sebagai suaminya dan Zack merasa bersyukur karena ia laki-laki pertama yang menyentuh tubuh Imah.
__ADS_1