CINTA TIADA AKHIR

CINTA TIADA AKHIR
Bab 60 Terbang Adalah Terbang.


__ADS_3

Andika dan Imah telah tiba di bandara, mereka menunggu di ruang tunggu.


Tak lama mereka mendengar pengumuman dari pengeras suara jika pesawat dari Yogya akan mendarat.


Imah sudah menunggu bang Zack di ruangan khusus ketika bang Zack mendarat di bandara.


Bang Zack turun dari pesawat dengan penampilan yang serius dan rapi serta mengenakan seragam tentara yang baru, yang terlihat pas dan sempurna dikenakan ditubuh bang Zack.


Bang Zack kelihatan lebih tampan dari terakhir Imah bertemu dengan bang Zack.


Bang Zack tersenyum saat berjalan melewati landasan dan mendekati Imah.


Bang Zack melangkah seolah tidak memiliki beban.


Kali ini saat sudah dekat dengan Imah, bang Zack melingkarkan tangannya ke pundak Imah.


" Tenang saja, Imah, tidak ada apa-apa.


Santai sajalah. Semua akan baik-baik saja. " kata bang Zack pada Imah.


Bang Zack bisa melihat jika Imah mencemaskan dirinya.


" Aku tahu apa yang akan aku lakukan disana, terbang adalah terbang! "


kata bang Zack lagi yang berusaha menghilangkan kecemasan pada Imah.


Apa yang dikatakan oleh bang Zack mengingatkan Imah akan ketenangan bang Zack yang luar biasa dan keahliannya ketika terbang bersama Imah beberapa waktu yang lalu.


" Imah sama siapa kesini? " tanya bang Zack pada Imah.


Bang Zack yakin jika Imah tidak datang sendirian.


" Imah bersama bang Andika, tapi ia memilih untuk menunggu di luar. " jawab Imah yang mengatakan jika ia datang bersama Andika.


Mereka tengah berjalan menuju pintu keluar.


Zack selalu terlihat tenang, tidak menunjukkan kecemasan diraut wajahnya.


Baik Zack maupun Imah sama-sama menyadari jika dalam keadaan normal, saat Zack terbang tidak ada yang berusaha untuk menembak jatuh pesawat yang Zack bawa.


Apapun yang disampaikan oleh Zack untuk menghilangkan rasa kekhawatiran Imah, tapi ini sangat berbeda.


Zack akan pergi ke daerah konflik dimana musuh tidak menginginkan keberadaannya dan berusaha untuk melenyapkannya.


Diruang tunggu bang Zack bertemu dengan Andika yang sedang menunggu mereka.


" Apa kabar, bang? " tanya bang Zack pada Andika sambil mengulurkan tangannya.


" Alhamdulillah kabar baik, bang. " Jawab Andika membalas uluran tangan Zack.

__ADS_1


" Karena kalian sudah bertemu, saya pamit pulang terlebih dahulu.


Mungkin kalian ingin menghabiskan waktu berdua. "


Kata Andika yang akan meninggalkan Imah dan bang Zack.


" Bang, saya titip adik saya, Imah, jika urusan kalian sudah selesai tolong antarkan Imah pulang. "


Andika menitipkan Imah pada bang Zack dan meminta bang Zack untuk mengantarkan Imah pulang.


Andika tahu bahwa Imah dan bang Zack perlu waktu untuk berdua.


Andika merasa bahwa ia hanya perlu mengantarkan Imah untuk bertemu dengan bang Zack.


" Baik bang, nanti saya akan mengantarkan Imah pulang. "


kata bang Zack yang bersedia untuk mengantarkan Imah pulang.


" Imah, abang pulang dulu. " kata Andika pada Imah.


" Iya bang, terima kasih. Abang hati-hati dijalan. " imbuh Imah pada abangnya.


Imah merasa bersyukur, abangnya bisa mengerti dan memahami jika ia ingin menghabiskan waktu bersama bang Zack sebelum bang Zack melaksanakan tugasnya.


" Apa yang akan kita lakukan hari ini? " tanya Zack pada Imah, seolah pertemuan mereka merupakan pertemuan biasa saja, dan mereka bukan akan saling berpamitan dalam waktu kurang dari sembilan jam sebelum Zack berangkat melaksanakan tugasnya.


Sulit sekali rasanya bagi Imah untuk bersikap biasa saja.


Ia merasakan menit demi menit berlalu begitu saja, sepertinya waktu ingin cepat berlalu dan segera memisahkan Imah dan bang Zack.


Waktu kebersamaan Imah dan bang Zack akan segera berlalu dan bang Zack akan segera pergi.


Memikirkan hal itu, ada perasaan takut yang Imah rasakan.


Imah belum menyadari perasaan takut yang ia rasakan kerena ia belum pernah merasakan sebuah kehilangan.


" Mengapa kita tidak makan siang terlebih dahulu? Kita akan ke rumahmu setelah makan siang. "


Sebelum ke rumah Imah, Zack mengajak Imah untuk makan siang terlebih dahulu.


" Setelah makan siang, abang akan ke rumah Imah untuk berpamitan pada kedua orang tua Imah. "


Bang Zack mengatakan pada Imah jika ia ingin berpamitan pada kedua orang tua Imah.


Imah merasa jika bang Zack sangat menghormati orang tua Imah.


Karena rasa hormat yang bang Zack perlihatkan pada kedua orang tua Imah selama ini, ibu Imah jadi tidak terlalu cemas terhadap niat Zack terhadap Imah.


Apapun yang dirasakan ibu Imah tentang bang Zack, hanya disimpannya didalam hati, dan Imah sangat bersyukur akan hal ini.

__ADS_1


Bang Zack membawa Imah makan di sebuah restoran yang menawarkan menu nusantara.


Ruangan restoran itu sangat indah dan menu-menunya sangat enak, tapi Imah hampir tidak bisa menikmati makanan tersebut.


Imah tidak memikirkan dimana sekarang ia dan bang Zack berada, tapi Imah memikirkan dimana bang Zack berada beberapa jam kedepan


Upaya bang Zack untuk mengajak Imah makan siang ditempat yang nyaman menjadi sia-sia bagi Imah karena Imah benar-benar tidak bisa menikmati semuanya.


" Imah, mengapa makanannya hanya dipandangi dan tidak dimakan? apa Imah tidak suka menunya? "


tanya bang Zack yang melihat Imah hanya memandangi makanannya tanpa berniat untuk memakannya.


" Jika Imah tidak suka, Imah bisa ganti dengan menu lain. " kata bang Zack lagi sambil menatap Imah dengan lembut.


" Tidak kok bang, Imah suka dengan menu ini. " kata Imah sambil tersenyum lalu mencoba memakan makanan yang ada dihadapannya.


Meski rasanya seperti susah untuk masuk ke tenggorokan Imah, Imah berusaha untuk menelan makanan itu.


Imah menghargai usaha bang Zack yang ingin membuat Imah senang dengan membawanya makan siang.


Bang Zack tahu apa yang Imah pikirkan dan Imah rasakan, rasa khawatir akan keselamatannya dalam menjalankan tugas yang ia emban saat ini.


Bang Zack tahu semua resiko yang akan ia dapatkan, tapi bang Zack yakin bahwa Allah akan selalu melindunginya karena ia membantu tugas negara.


" Imah, jangan terlalu cemas, doakan abang agar selalu dalam lindungan Allah dan selalu selamat dalam menjalankan tugas. "


Bang Zack mengusap tangan Imah yang ada di atas meja.


Bang Zack meminta agar Imah tidak mencemaskannya dan selalu mendoakan keselamatannya.


Imah hanya bisa menatap bang Zack dan tersenyum.


Sangat sulit rasanya menghilangkan perasaan cemas yang ada didalam hatinya.


" Imah, percaya sama abang, abang akan menjaga diri baik-baik.


Abang akan selalu waspada dalam menjalankan semua tugas yang abang emban. " kata bang Zack yang berusaha menenangkan Imah.


" Abang janji ya pada Imah, jika abang akan selalu menjaga diri.


Abang harus berjanji pada Imah jika abang akan kembali dengan selamat setelah menjalankan tugasnya abang. "


Imah meminta bang Zack untuk berjanji padanya bahwa bang Zack akan selalu menjaga diri dan keselamatannya.


" Iya, abang berjanji untuk selalu berhati-hati dan menjaga diri.


Jika ada kesempatan untuk berkomunikasi, abang akan memberi kabar pada Imah melalui telepon. "


Bang Zack berjanji bahwa ia akan memberi kabar pada Imah jika ia ada kesempatan untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2