
Sudah hampir satu tahun Imah tidak berjumpa dengan Zack semenjak keberangkatan Zack ke daerah konflik.
Sudah beberapa kali Inah bertemu dengan Sandy dan mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol berdua.
Sandy sebenarnya seorang teman yang enak untuk diajak mengobral, tapi Imah selalu berusaha menjaga jarak agar Sandy tidak terlalu berharap padanya, karena walau bagaimanapun Imah tidak memiliki perasaan apapun pada Sandy selain menganggap Sandy sebagai sahabatnya.
Sandy telah menyelesaikan pekerjaannya sebagai relawan dan berniat untuk bertemu dengan Imah.
Sandy ingin berpamitan pada Imah karena ia akan pergi ke kota tempat kakek dan neneknya tinggal.
Sandy bermaksud ingin menemui kakek dan neneknya.
" Apa kabar, Imah? Bagaimana dengan kegiatanmu sebagai relawan? " tanya Sandy saat ia dan Imah berbincang di teras depan rumah Imah.
" Alhamdulillah kabar aku baik, dan pekerjaanku sebagai relawan masih berjalan, aku masih suka bantu-bantu di. posko. " jawab Imah pada Sandy.
" Kuliah mu, bagaimana? " tanya Sandy lagi.
" Ya, seperti biasa, kuliah juga terus berlanjut. " jawab Imah sambil tersenyum.
" Senang ya masih bisa bertemu dengan teman-teman di kampus. " imbuh Sandy yang tengah memandang tanaman bunga milik ibu Imah yang tertata rapi di samping teras.
" Ya begitulah, saat di kampus masih bisa bertemu dan berkumpul bersama teman-teman. Sama seperti dulu, kami masih sering belajar dan mengerjakan tugas bareng. " kata Imah pada Sandy.
" Kamu sekarang, apa kegiatannya? " tanya balik Imah pada Sandy.
" Aku sudah menyelesaikan pekerjaan sebagai relawan, dan rencananya aku akan ke kota tempat tinggal nenek dan kakekku. Akun ingin menemani kakek dan nenek sementara waktu sampai aku menentukan langkah aku selanjutnya. "
Jawab Sandy yang mengatakan pada Imah jika ia ingin mengunjungi kakek dan neneknya.
" Memangnya apa rencanamu selanjutnya? " tanya Imah lagi.
" Aku akan melanjutkan mengambil S2, ? mengambil jurusan hukum. " jawab Sandy.
Imah merasa jika saat ini Sandy terlihat semakin dewasa.
Sandy sudah menyelesaikan S1 selama tiga tahun, yang seharusnya ia selesaikan selama empat tahun.
Rasanya Sandy sudah ingin bekerja bekerja sebagai pengacara, karena ayah Sandy merupakan ketua perkumpulan advokat, tapi Sandy harus menyelesaikan kuliah bagian hukum terlebih dahulu.
Imah tersadar dari lamunannya tentang Sandy, dan saat ini ia tengah mengingat Zack.
Sangat sulit bagi Imah untuk tidak mengingat Zack saat ia tengah berada didekat api unggun dan membakar jagung.
__ADS_1
Imah ingat saat bertemu didekat api unggun hampir dua tahun yang lalu, dan itu merupakan awal kisah percintaan Imah dan Zack tanpa mereka sadari.
Sampai akhirnya mereka saling berkirim kabar melalui surat-surat yang mereka kirim.
Kemudian Imah mengundang Zack ke acara malam tahun baru yang diadakan di rumahnya.
Imah hampir mengingat setiap kata yang Zack ucapkan pada Imah saat itu.
Imahmenyimpan semua kenangan tentang Zack dalam hati dan pikirannya.
Imah sedang berdiri melamun seorang diri, ketika seseorang dibelakangnya memutuskan impian dan khayalan Imah pada seseorang yang berada sangat jauh dari dirinya saat ini.
" Mengapa kau selalu membakarnya hingga gosong? " tanya seseorang yang berada dibelakang Imah.
Imah sangat terkejut mendengar suara orang yang menegurnya.
Imah reflek berbalik kebelakang untuk melihat orang yang sudah membuyarkan lamunannya.
Ternyata Zack sudah berdiri tepat dibelakangnya.
Zack terlihat sangat kurus, tinggi dan wajahnya pucat serta Zack terlihat lebih tua.
Seketika Imah melemparkan jagung yang tengah dibakarnya ke sembarangan arah, dan Zack memeluk Imah dengan erat.
Imah tidak bisa membayangkan apa yang Zack lakukan di daerah konflik.
Imah sedikit mundur untuk melihat Zack secara seksama, memperhatikan Zack dengan perasaan cemas.
Imah melihat Zack dalam keadaan utuh, Imah merasa lega karena ia tidak melihat ada luka di tubuh Zack.
" Bang, apa yang sedang kau lakukan disini? " tanya Imah setelah ia kembali pada kesadaran dirinya.
" Abang sedang cuti dan harus melapor ke markas TNI hari selasa. " jawab Zack sambil memperhatikan Imah yang saat ini berdiri dihadapannya.
" Mungkin karena abang bisa menyelesaikan tugas pengiriman semua kebutuhan dengan baik, dan abang bisa menembak jatuh beberapa pesawat milik pemberontak yang berusaha menjatuhkan pesawat abang saat membawa bantuan untuk di daerah konflik sehingga abang dikirim kesini untuk menemui orang yang sangat abang rindukan. "
Kata Zack lagi, mengatakan alasannya mengapa ia bisa berada dihadapan Imah saat ini.
Imah mendengarkan apa yang Zack katakan dengan perasaan terharu dan sangat bahagia.
" Kau kelihatan baik-baik saja, bagaimana kabarmu, sayang? " tanya Zack pada Imah sambil memandang Imah penuh rindu.
" Kabar Imah jauh lebih baik setelah kita bertemu saat ini. " jawab Imah sambil tersenyum dan balas menatap Zack.
__ADS_1
Imah berpikir, betapa beruntungnya ia saat ini bisa bertemu kembali dengan Zack.
Dan Zack terlihat sama bahagianya dengan Imah saat ini.
Zack tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Imah saat mereka berdiri merapat.
Zack memeluk Imah dengan erat lalu membelai rambut Imah dengan lembut serta menciumi puncak kepala Imah dengan penuh rasa sayang.
Baik Imah maupun Zack tidak perduli jika ada yang melihat apa yang sedang mereka lakukan.
Imah hanya meluapkan rasa rindunya pada Zack dan juga rasa bahagia serta syukur saat Zack kembali dalam keadaan selamat dan baik-baik saja.
Beberapa saat kemudian, ayah Imah melihat keberadaan mereka.
Pada awalnya ayah Imah tidak mengenali pemuda jangkung yang berdiri didekat Imah, tapi pada saat Zack memeluk dan mencium puncak kepala Imah, ayah baru menyadari jika pemuda itu adalah Zack.
Ayah yang masih berada di teras rumah bergegas menghampiri mereka, lalu memeluk Zack dengan hangat dan perasaan haru.
Ayah berdiri dihadapan Zack dengan wajah yang berseri-seri sambil menepuk-nepuk pundak Zack.
" Senang sekali melihatmu kembali, Zack, kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu. " kata ayah pada Zack.
Perasaan ayah Imah pada Zack sama seperti pada putranya sendiri.
" Alhamdulilah saya baik-baik saja, pak! " kata Zack pada ayah Imah.
Zack tidak menyangka jika ayah Imah akan memperlakukannya sedemikian rupa. Ia seperti melihat putranya yang baru kembali dari bepergian jauh.
Ayah berbincang sebentar dengan Zack mengenai pengalaman Zack selama menjalankan tugasnya.
" Syukurlah Zack, kamu bisa kembali saat ini. " kata ayah Imah dengan penuh rasa syukur.
" Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan saya dengan baik agar saya bisa segera pulang. " kata Zack pada ayah Imah.
Zack sangat bahagia saat ini, disambut baik oleh ayah Imah dan Imah merupakan perempuan yang menjadi. puncak kebahagiaan zack saat ini.
Setelah hampir satu tahun perpisahan mereka, sehingga waktu dua minggu masa liburnya menjadi keajaiban bagi Zack dan Imah sehingga mereka bisa bertemu kembali saat ini.
Zack hanya ingin memandang dan memeluk Imah, menumpahkan segala rasa rindu yang selama ini ia simpan dalam hatinya.
Memupuk kerinduan karena tidak bisa bertemu dengan Imah saat Zack menjalankan semua tugasnya selama setahun terakhir.
Zack tidak ingin berada jauh-jauh dari Imah. Zack selalu berdiri didekat Imah dan mendekap tubuh Imah dengan penuh kerinduan.
__ADS_1