Contradictory Love

Contradictory Love
16 - Keputusan


__ADS_3

Daniel kelihatan gelisah dihadapan kedua orang tuanya, orang tua Lizbeth dan juga Lizbeth sendiri. Pertemuan yang sengaja ia atur di sebuah restoran mewah tersebut kemungkinan akan terasa suram bagi orang-orang dihadapannya beberapa saat kedepan. Daniel sudah memutuskan untuk berterus terang tentang Calista Chiu dan keinginannya untuk membatalkan pertunangannya dengan Lizbeth.


Makanan telah disajikan dan merekapun makan sambil mengobrol tentang kegiatan keseharian mereka. Sampai dessert disajikan, Daniel belum mengungkapkan alasannya mengundang orang-orang dihadapannya untuk dinner bersama. Biasanya Daniel melakukannya bila Ia ingin merayakan keberhasilan atau kemajuan perusahaannya.


Pelayan menyajikan wine untuk keseksian kalinya. Danielpun membunyikan gelasnya dengan sendok tanda meminta perhatian dari orang-orang dihadapannya.


"Malam ini aku sengaja mengundang kalian karena sesuatu hal. Kali ini undanganku bukan untuk merayakan sesuatu tetapi ... untuk jujur mengatakan suatu hal yang mungkin justru akan sangat-sangat mengecewakan kalian semua, terutama kau Lizbeth." mendengar perkataan Daniel, seketika Lizbeth menatap Daniel dengan wajah terkejut. Baik orang tua Daniel maupun orang tua Lizbeth saling berpandangan dengan mimik wajah penuh tanda tanya.


"Aku bertemu seseorang hampir sebulan belangan ini. Namanya Calista Chiu, klienku dari Taiwan. Ibunya orang Indonesia dan ayahnya orang Taiwan. Mereka menetap di Taiwan." Daniel berhenti sejenak, melonggarkan sedikit dasinya. Ia membasahi tenggorokannya dengan wine. Seketika suasana sangat hening.


"Singkat cerita, a...aku...jatuh cinta padanya. Maaf, tapi seumur hidupku baru sekali ini aku merasakan ketertarikan yang luar biasa pada seorang wanita. Aku tak dapat mendustai diriku dan juga kalian kalau sejak pertama aku tidak pernah menginginkan pertunangan ini. Aku ingin kau bisa bahagia dengan orang yang benar-benar jatuh cinta padamu, Lizbeth." Daniel memandang Lizbeth yang sedari tadi telah menundukkan kepalanya memandang lantai. Napasnya tidak beraturan menahan kekecewaan atas pengakuan Daniel.


"Dengan penuh penyesalan, aku harus jujur walaupun hal ini sangat menyakitkan. Aku ...

__ADS_1


aku... telah mengambil keputusan untuk mengakhiri pertunangan ini malam ini." Daniel berhenti sambil memandang wajah-wajah dihadapannya yang kelihatan bingung, kecewa, dan marah. Namun Ia merasa lega. Daniel ingin benar-benar secara gentlemen mengakui semuanya.


"Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua kalau selama hampir dua minggu terakhir ini aku sudah mengencani Calista Chiu secara diam-diam. Aku tahu itu tidak benar. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk terbuka malam ini agar rasa kecewa kalian tidak terlalu dalam." Daniel meraih kedua tangan Lizbeth yang kini sedang terisak.


"Lizbeth, kau berhak bahagia, tapi itu bukan dengan aku. Maafkan aku. Aku tak pernah bermaksud mempermainkanmu. Kamu wanita yang cantik, baik dan sabar. Aku percaya kamu pasti akan mendapatkan pria yang benar-benar mencintaimu dengan penuh ketulusan." mendengar ucapan Daniel, Lizbeth menarik tangannya dan berlari keluar restoran. Ia mencurahkan tangisnya disana. Ibunya mengejarnya untuk memberikannya penghiburan dan kekuatan.


"Lizbeth Sayang... " ucap ibunya sambil mengusap kepalanya. "Jangan bersedih, nak. Setidaknya Daniel sudah jujur pada Kita."


Lizbeth menganggukkan kepalanya sambil terus terisak. "Aku mencintainya Ma."


Tangis Lizbeth terdengar lebih keras. Hatinya benar-benar hancur.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Daniel menatap sendu tiga orang dihadapannya... Ia kemudian memanggil pelayan untuk membayar tagihan.


"Kalian berhak membenciku setelah malam ini. Tapi, aku juga berhak bahagia dengan pilihanku. Maafkan aku." Setelah berucap, Daniel berdiri. "Permisi. Saya mohon diri."


Daniel meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kelegaan. Hatinya tidak lagi diganjal beban. Ia merasa langkahnya lebih ringan dibandingkan beberapa jam lalu sewaktu memasuki lahan parkiran.

__ADS_1


Daniel memacu mobilnya dengan senyum kelegaan. Ia telah mengambil keputusan yang rumit. Tak ada lagi rahasia. Ia tak sabar untuk bertemu kekasihnya esok hari untuk memberitahukannya semua yang baru saja ia lakukan!


__ADS_2