Contradictory Love

Contradictory Love
07 - Serba Salah


__ADS_3

"Gimana tadi Pertemuan dengan Big boss aku? Seganteng apakah dia?" Kimberly mencecar Calista dengan pertanyaan sewaktu tiba di apartemen Calista.


Calista menghempaskan tubuhnya di sofa dan memandang Kimberly dengan wajah lesu tak bersemangat. "Kamu gak akan percaya! Dan aku juga merasa seperti mimpi."


Kimberly menatap Calista. "Tolong lebih spesifik dong... apanya yang membuat kamu gak percaya? ketampanannya? atau?"


Calista menepuk pipi kiri Kimberly sambil duduk tegak. "Kim, kamu ingat pria dipesawat yang aku ceritakan itu?


Kimberly menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Calista. "Trus? Apa hubungannya dengan pengalaman kamu Hari ini?" Tanya Kimberly selanjutnya.


Calista diam sejenak kemudian ia tertawa kecil dengan wajah ingin menangis.


"Big Boss kamu itu, dia adalah pria yang menyebalkan waktu dipesawat itu. Dia yang aku harapkan untuk tidak pernah kutemui lagi seumur hidupku, ternyata ....oh ternyata...!"


Calista tertawa lagi sambil meringis.


Kimberly tertawa mendengar Hal itu. "Ya ampun, Cal... dunia itu sempit yah. Memang beberapa Hari lalu aku dengar Big boss aku ada meeting dengan perusahaan di Singapura. Ternyata kamu justru bertemu dengannya dalam situasi yang tidak mengenakan." tutur Kimberly sambil tetap senyum-senyum.


"Aku benar-benar serba salah nih.... aku sudah sempat bersikap kurang professional tadi pagi padanya. Dia mau bicara soal Pertemuan kami di pesawat itu tapi aku langsung menolak Dan meninggalkannya hanya karena aku secara pribadi masih dongkol dan kesal dengan sikapnya waktu di pesawat itu. Aku terbawa emosi pribadi dan sekarang aku merasa bersalah tapi aku gak mungkin minta maaf dong. Gengsi tau..."


Mendengar itu Kimberly menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kamu memang dari dulu gengsian kalau urusan minta maaf. Ckckck....aku pikir sekarang kamu sudah berubah. Ternyata.... "


"Ah sudahlah! aku mau Mandi. gerah. ngomong-ngomong dimana fitness club terdekat ya? aku pengen olah raga Aerobics dance atau yoga."


Mendengar pertanyaan Calista, Kimberly langsung menjawab. "Di persimpangan jalan Rambutan, Cal. Tempat fitnessnya bagus banget. lengkap. Ada kolam renangnya juga. tempat parkirnya luas. Dan yang paling menyenangkan adalah banyak cowok ganteng yang olah fisik disana. Pemandangan yang bagus untuk kaum hawa."


Kimberly tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya. Tak sampai sedetik sebuah bantal sudah mendarat di wajahnya.

__ADS_1


"Anterin aku yah...nanti setelah itu kamu boleh pulang ke apartemenmu. gak usah nunggu aku. kasihan kamu, udah capek." mendengar permintaan Calista, Kimberly tersenyum sambil mengangguk.


.


.


.


Beberapa menit kemudian Calista sudah memulai kegiatannya di ruang aerobics dance.


Beberapa pasang mata lelaki terus menatap tubuh sexy Calista yang Hanya memakai tangtop hitam pendek yang memperlihatkan perut mulus datarnya. Hot pantsnya membentuk bokongnya yang padat.


Calista menghilang dibalik ruang kaca dan bergabung dengan perempuan lainnya yang sudah siap-siap untuk olahraga dance.


Beberapa saat kemudian keringat sudah membasahi pakaian olah raganya.


"Hey... Bill. Kok udah berhenti? Lagi perhatikan siapa kamu?"


"Eh, Danny. kamu udah selesai berenang?" tanya Billy teman baik Daniel. Ternyata mereka berdua adalah member setia di klub fitness tersebut. Daniel sangat rajin olah raga. dia memilih tempat tersebut Karena Ada kolam renangnya.


"Udah Bill. Sekarang aku istirahat sebentar ya. Aku mau minum jus. Tapi ngomong-ngomong siapa sih cewek yang membuat kamu betah duduk disini?" Tanya Daniel penasaran. Billy langsung menunjuk dengan matanya, "Tuh dia disana, yang pake tangtop dan hot pants hitam. Cantik and sexy banget. Pengen kenalan. kayaknya dia baru disini. Baru Kali ini aku melihatnya."


Mendengar itu Daniel berusaha mengamati sosok dibalik kaca yang ditunjuk Billy. Tapi pandangannya tidak bisa melihat jelas Karena beberapa sosok lainnya memblokir pandangan Daniel. "Ya sudah. semoga sukses yah pedekatenya." ucap Daniel sambil menepuk bahu Billy.


Diapun berlalu kearah cafe kecil yang merupakan salah satu fasilitas yang Ada di club fitness tersebut.


Ketika Billy menuju toilet, Calista keluar dari ruang aerobicnya sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecilnya. Dia kehausan dan lupa membawa tumblernya karena tergesa-gesa tadi.

__ADS_1


Calista menuju cafe kecil dan memesan sekaleng minuman isotonik jeruk. Saat mengambil minumannya, Calista tidak menyadari bahwa pria berkaos putih tipis disampingnya adalah Daniel.


Daniel menoleh kearah suara disampingnya yang memesan minuman. Dia merasa kenal dengan suara itu. "Nona Calista?" Sapa Daniel terkejut. Calista menoleh sambil mulutnya meminum dari kaleng minuman.


Demi melihat sosok disampingnya, Calista terbatuk-batuk karena salah menelan saking kagetnya mengetahui siapa pria tampan yang kelihatan sangat macho tersebut. Rambutnya yang belum kering betul terlihat acak acakan menambah kesan cool dan keren. "Kamu tak apa-apa kan?" Tanya Daniel pada Calista yang masih terbatuk-batuk.


Daniel menepuk-nepuk punggung Calista. Kulit putih mulus dibagian leher dan pinggangnya yang terbuka, membuat Daniel berusaha keras menepiskan sisi liarnya sebagai seorang pria normal. Calista benar-benar terlihat sangat sexy dengan balutan pakaian olah raganya. Ditambah sisa-sisa keringatnya yang masih menempel dikulit putih glowingnya menambah kesan menggairahkan bagi pria yang memandangnya.


Calista menarik napas perlahan-lahan. "Makasih ya. aku gak apa-apa kok. cuman salah menelan aja." Calista berusaha menutupi kegugupannya. Ia sendiri heran, sejak kapan Ia jadi salah tingkah begini. Pesona Daniel terlalu kuat untuk diabaikan.


Daniel kembali duduk ditempatnya. Berusaha bersikap biasa untuk menutupi detakan jantungnya sewaktu memandang tubuh Calista bahkan menyentuhnya.


"Kamu baru bergabung hari ini?" Tanya Daniel. Calista mengangguk. "Maaf, saya permisi dulu." ucap Calista pelan.


Sewaktu membalikan badannya hendak melangkah, seorang pria dari arah depan menghentikan langkahnya.


"Halo Nona, apa kabar? Perkenalkan saya Billy, Pelanggan setia disini. Apakah kamu anggota baru?" Tanya Billy sok akrab dan langsung membuat Calista kebingungan.


"Maaf, saya buru-buru." ucap Calista sambil berlalu.


Daniel hanya senyum-senyum melihat Billy yang dicuekin Calista.


"Sialan. Danny, itu dia cewek yang aku maksud... cantiknya. Aku bakalan lebih rajin lagi datang kemarin supaya bisa lebih dekat dengannya." ucap Billy penasaran.


"Lupakan dia Bill. Aku kenal dia. Dia klien aku dari Taiwan. Seperti singa betina, dia ganas lho...plus sombong!" kata Daniel menyadarkan Billy yang masih memandang kearah Calista yang sudah menghilang keluar.


"Aku semakin penasaran menaklukan dia. karena kamu sudah mengenalnya, kamu harus Bantu aku memenangkan hatinya." pinta Billy.

__ADS_1


"Amit amit. kamu usaha sendiri aja. bicara sama dia aja aku malas apalagi comblangin dia sama kamu. Maleeesss!"


__ADS_2