Contradictory Love

Contradictory Love
21 - A Special Day


__ADS_3

Beberapa pasang mata dengan wajah tersenyum bahagia menyaksikan dua insan dihadapan mereka sedang mengucapkan janji pernikahan. Daniel terlihat sangat gagah dalam balutan jas putih. Calista tampak sangat anggun dan menawan dengan gaun pengantin sexy yang memperlihatkan leher, bahu dan separuh area dadanya yang indah.


Mereka telah mengucapkan janji pernikahan dan berciuman mesra didepan semua undangan pilihan saat itu.


Semua tamu bertepuk tangan setelah upacara selesai dan ketika mereka telah dinyatakan sebagai sepasang suami istri yang sah.


Acara itu berjalan sangat khidmad dan mengharukan ketika pengantin memeluk dan menyuapi kue pengantin kepada orang tua mereka masing-masing sebagai tanda terima kasih atas kasih sayang mereka.


"Banyak selamat untuk kalian berdua."


Seorang wanita cantik dengan gaya guntingan bobette menyalami Daniel dan Calista dengan senyum manisnya. Wanita itu memeluk Calista dengan hangat.


"Oh ya, Sayang, perkenalkan ini kakakku satu-satunya, Ayunda." ucap Daniel pada istrinya.


Calista mengaggumi sosok anggun didepannya. Baik kening dan matanya sangat mirip Daniel. "Apa kabar kak? Senang berkenalan denganmu."


"Aku pikir adikku ini tak akan pernah menikah. Ternyata sekali dapat..... woww...perfect!" canda Ayunda yang diiringi tawa kedua mempelai.


"Kakakku ini orangnya suka sekali becanda. Kami berdua memang sangat beda dalam soal sifat. Dia ini agak cerewet dan kalau mengunjungiku diapartemen, cuman bertahan 10 menit, itupun hanya untuk menitipkan barang-barangnya."


Ayunda dan Calista tertawa berbarengan mendengar cerita Daniel.


Kedua pengenten itu tak pernah melepaskan kedua tangan mereka selama menyalami dan mengobrol dengan tamu-tamu mereka.


Daniel hanya mengundang lima orang menejernya termasuk Albert asistennya. Calista sendiri hanya mengundang Kimberly dan juga kedua orang tua angkatnya. Sisanya adalah anggota keluarga inti dari kedua belah pihak.


Acara yang paling fun tentunya adalah foto-foto dengan berbagai expresi bebas para tamu dengan penganten.

__ADS_1


Resort Blue Dolphin yang telah dipilih mereka memiliki spot-spot pemandangan laut dan juga bukit yang menawan sehingga para tamu tidak merasa kelelahan hampir seharian mengabadikan moment tersebut sambil berpindah-pindah tempat.


Keindahan alam yang disajikan menimbulkan kesan rileks dan menenangkan.


Acarapun telah selesai dan semua keluarga dan tamu yang telah kelelahan telah meninggalkan venue pernikahan tersebut. Hanya petugas resort dan catering yang masih sibuk beres-beres.


Calista dan Daniel memasuki kamar VVIP mereka untuk melepas lelah. Tumit Calista agak sakit karena terlalu lama berdiri selama pesta berlangsung.


Calista melemparkan high heels putihnya kesembarang tempat dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Daniel sendiri sedang sibuk berbicara di hapenya untuk memberikan instruksi tambahan pada Albert selama beberapa hari kedepan karena Ia akan cuti.


Calista mengenakan kimono handuknya dan keluar dari kamar mandi. Daniel tersenyum memandang kecantikan asli istrinya dengan rambutnya yang masih agak basah dan wajah yang tanpa make up. Cantiknya sangat natural dan menggetarkan Daniel.


"Kenapa gak menungguku? Aku ingin mandi bareng." Tanya Daniel seraya berbisik di telinga Calista.


Daniel menurut saja, "Bersiaplah, Nyonya Daniel Nielson, hari ini dan beberapa hari kedepan aku akan membuatmu kelelahan." ucap Daniel sambil mengedipkan matanya yang nakal kearah istrinya."


Beberapa saat kemudian Daniel keluar dari kamar mandi dengan kimono handuknya yang terbuka setengah dan memperlihatkan dada dan perut sexynya.


Calista yang melihat itu langsung pura-pura sibuk membaca pesan WhatsApp yang belum sempat Ia baca hari itu.


Daniel mendekatinya, Ia tahu kalau istrinya sedang salah tingkah melihatnya. Itu terlihat dari pipinya yang bersemu merah.


Daniel merampas hape yang di pegang Calista, menonaktifkannya dan melemparnya kearah sofa. Calista terkejut, namun sebelum Ia protes, Daniel sudah membanting tubuhnya ke atas ranjang.


Calista mendesah tertahan ketika Daniel yang sedang menindihnya, mulai ******* bibirnya dengan penuh gairah. Calista tak berdaya. Tubuhnya bagaikan tersengat listrik yang mengalirkan kenikmatan yang belum pernah Ia rasakan. Jantung Calista berdetak agak cepat menerima rangsangan yang disuguhkan Daniel. Ia sedikit gugup karena ini adalah kali pertamanya.

__ADS_1


Daniel menghentikan ciuman panasnya dan menatap mata Calista. "Sayang, ini adalah yang pertama bagiku, jadi maafkan kalau nanti aku ... aku... mungkin tak bisa berhenti."


Calista mengangguk pelan tanda mengerti. Ia merasa bibirnya sudah menebal. "Sayang, tolong pelan-pelan yah...ini juga kali pertama bagiku."


Mendengar ucapan Calista, Daniel tersenyum dan mulai menghisap bibir manis Calista yang sudah membengkak. Tangannya mulai mengerayang dibeberapa bagian sensitif istrinya. Kimono yang dipakai Calista sudah berada dilantai, begitupun kimono Daniel. Kini tak ada lagi benang yang menghalangi tubuh keduanya.


Calista terus mendesah manakala bibir Daniel mulai menyentuh dan memainkan lidahnya dibagian lehernya yang putih mulus. Calista meremas rambut Daniel. Ia benar-benar sudah pasrah.


"Argh..say...sayang ak...aku...aah." jerit Calista ketika Ia merasakan bibir Daniel sudah menyentuh ****** ********nya.


Jeritan dan desahan Calista justru lebih membakar gairah Daniel. Ia mulai memainkan bibirnya dengan gerakan yang lihai di ******** Calista. Cukup lama Ia melakukan aksinya disana, lalu jemarinya sudah mulai menyentuh bagian paling intim istrinya yang sudah terasa basah.


Calista tak mampu menahan suaranya. Ia terus mendesah atas kenikmatan yang terus dialirkan Daniel di tubuhnya.


Daniel tak tahan lagi membiarkan kejantanannya yang sudah menegang maksimal dan menimbulkan sedikit rasa nyeri pertanda ingin segera dipuaskan.


Beberapa detik kemudian Calista mendesah kencang, tubuhnya menegang ketika Daniel menghentakan tubuh bagian bawahnya dengan agak susah payah. Sekali lagi Daniel mencoba menembus lorong sempit itu dengan hentakan yang lebih kuat dari yang pertama. Seketika Calista menjerit.


"Sa..sakiiiiit....Sayang!" Terasa ada yang robek disana. Namun Daniel tak dapat lagi berhenti karena apa yang sedang ia rasakan terlalu nikmat untuk dihentikan. Ia tak lagi menggubris jeritan istrinya.


Daniel mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun. Beberapa detik kemudian jeritan Calista berubah menjadi desahan-desahan kenikmatan.


Daniel terus memacu sedikit lebih cepat. Beberapa menit kemudian Calista meremas punggung suaminya pertanda meminta aksi itu dipercepat lagi dan lagi.


Daniel tahu kalau istrinya akan mencapai puncak kenikmatan permainannya. Daniel mengabulkan permintaan istrinya. Ritme dipercepat dan.... "Aaaah.....uuuhh...say..sayang." Tubuh istrinya mengejang sesaat sebelum akhirnya menjadi lemas. Nafasnya masih tersengal-sengal karena sosok diatasnya masih belum berhenti.


Daniel tak merubah laju ritmenya. Ia terus berpacu dan sesekali menghentak keras. Seketika tubuhnya menggelepar hebat karena kenikmatan puncak yang menyengatnya.

__ADS_1


Keduanya merasakan sesuatu yang basah hingga meleleh ke seprei putih dibawah mereka. Daniel ambruk disamping istrinya dengan nafas yang tersengal-sengal dan keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya. "I love you, honey." bisik Daniel ditelinga Calista sambil mengecup kepala istrinya.


__ADS_2