
Kimberly menatap penuh selidik pada sosok cantik didepannya. Mereka janjian sore itu untuk ngobrol di sebuah cafe taman yang sederhana namun sangat nyaman dan adem. Cafe itu dipenuhi tumbuhan merambat Dan juga bunga-bunga disekelilingnya. Pohon-pohon besar yang dihiasi lentera di beberapa cabangnya menambah keindahan dan keteduhan tempat itu.
"Cal, gimana bisa kalian saling jatuh cinta? Bukankah dari ceritamu kalian saling bertentangan baik dalam hal pekerjaan maupun pribadi?" Kimberly memulai percakapan karena Calista masih saja diam dengan wajah datarnya.
"A...aku... sebenarnya... maksudku awalnya sedikit kesal dengan sifat soknya yang cenderung dingin padaku. Entahlah.... dia jarang menatapku kalau lagi bicara serius tentang bisnis. Tapi... sekali dia menatapku...aku...jadi bergetar dibuatnya."
Calista tersenyum malu. Matanya tidak fokus pada gadis rambut merah dihadapannya. Ia hanya memainkan sendok kecil dalam gelas kopinya.
"Hmm...menarik! Dari benci jadi cinta." ucap Kimberly pelan.
"Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertarik padanya tapi...pesonanya, tatapan matanya padaku jika sedang kesal, justru itu yang menghanyutkanku." Calista menarik nafasnya dalam-dalam.
"Aku juga tak mengerti karena ternyata Tuan Daniel juga merasakan ketertarikan yang sama padaku. Ia mengungkapkan perasaannya padaku sewaktu di pesta kantor malam itu."
Kimberly tersenyum tulus. "Prediksiku Big boss bakalan klepek-klepek sama kamu ternyata benar, hehehe."
"Dan... hari dimana kamu memergoki kami sedang hmmm...ciuman, Ia memintaku untuk menikah dengannya dan aku setuju saja." kata Calista ragu-ragu agar Kimberly tidak kaget.
__ADS_1
Sontak Kimberly hampir jatuh dari tempat duduknya karena terkejut.
"Menikah? Dan kamu menerimanya? Bukankah dia sudah bertunangan?" suara Kimberly agak meninggi tapi berusaha ditahannya.
"Ssst...sst..." Calista meletakan telunjuk dibibirnya mengisyaratkan agar Kimberly mengecilkan volumenya.
"Ia sudah membatalkan pertunangan itu dihadapan orang tuanya dan orang tua tunangannya dan tentunya tunangannya waktu itu. Itulah sebabnya Ia datang ke apartemenku saat jam kerja karena Ia tidak sabar memberitahukan berita itu padaku secara langsung."
Mendengar penjelasan Calista, Kimberly menganggukkan kepalanya sambil terus tersenyum.
"Akhirnya, selama empat tahun, hati kamu berhasil juga dijebol seorang pria. Aku bahagia mendengarnya. Kalian pantas bahagia. Ikuti saja kata hati kalian."
Kimberly menggenggam tangan kiri Calista untuk memberi kekuatan.
"Semua akan terlewati. Apapun tanggapan orang tua Tuan Daniel, itu tak akan merubah perasaannya padamu. Ingat, Ia sudah memilihmu!"
"Makasih Kim. Semoga semuanya berjalan lancar. Aku harus menghubungi orang tuaku tentang hal ini. Walaupun orang tuaku selalu memberikan kebebasan padaku dalam hal pilihan, tapi menurutku apapun yang akan aku lakukan mereka berhak tahu." ucap Calista dengan nada yang mengisyaratkan optimisme.
__ADS_1
"Eh... ngomong-ngomong gimana rasanya dicium Tuan Daniel? Dari sekilas yang aku lihat, dia ternyata jago cium juga ya..hehe"
Mendengar pertanyaan Kimberly, Calista dengan cepat mencubit lengan Kimberly tanpa ampun yang menyebabkan gadis itu meringis.
"Aduh...ampun Cal... sakit tau..."
Calista menghentikan aksinya sambil tetap cemberut.
"Hey...sudah berapa kali Ia menciummu? Pria gagah dan cool kayak Tuan Daniel dengan body machonya .... hmmm... pasti Ia sudah membuatmu mabuk dengan bibir sexynya yang menggairahkan!" Kimberly berucap dengan mempraktekkan kedua tangannya membelai lehernya sambil menutup mata dengan gaya erotis.
Calista tertawa geli dibuatnya walaupun Calista tak dapat memungkiri bahwa pesona seorang Daniel terkadang membangkitkan sisi imajinasi liarnya!
"Kim, sadar kamu...diliatin orang-orang tuh." seru Calista menghentikan gerakan erotis Kimberly.
"Kita ke club fitness yuk. Aku harus olah raga biar semua lemak-lemak masakanmu ditubuhku meleleh semua."
Kimberly tersenyum menyetujui. "Yuk...aku yang bayar. Kemarin aku terima gaji pertamaku dari perusahaan. Calista tersenyum gembira mendengar perkataan Kimberly.
__ADS_1
"Cie..cie....yang lagi banyak duit..." goda Calista. Kimberly membalasnya dengan menegakkan kerah kemejanya dengan tatapan sombong diiringi tawa Calista.
Keduanya berdiri dan siap-siap kembali untuk mengganti pakaian mereka dengan sport outfit.